
"Iya...seharusnya ayahku yang menjadi pemimpin di Black Rose akan tetapi dia lebih memilih untuk berhenti dan menjadi orang biasa demi keluarganya tapi mereka berpikir jika ayahku berhenti karena ingin menghancurkan Black Rose dan juga ayahku kan tau mengenai rahasia organisasi ini." Jelasnya.
"Jadi kenapa malah kamu yang di incar?" Tanya Ranti.
"Karena aku juga mengetahui mengenai rahasia itu, sebenarnya aku tidak sengaja mengetahuinya saat aku tidak sengaja melihat isi dari flashdisk yang rupanya bukti kejahatan Black Rose karena kupikir itu flashdisk kosong jadi aku meminjamnya tapi siapa sangka itu adalah barang bukti." Jawabnya.
"Jadi, dimana benda itu sekarang?" Tanya Ranti mereka bisa saja menggunakan flashdisk itu sebagai ancaman kepada penjahat ini itulah yang dipikirkan gadis itu.
"Benda itu..."
...****************...
Ranti tampak mulai bingung karena flashdisk tersebut sudah lama di hancurkan oleh Black Rose ini.
"Benda itu sudah lama dihancurkan oleh mereka" Ucap Intan beberapa waktu yang lalu.
Ranti tampak sangat kebingungan kali ini apa yang dapat ia lakukan.
"Astaga...kenapa semuanya tampak menyebalkan dan tidak ada yang berjalan sesuai dengan apa yang di rencanakan haish" Ranti tampak berpikir keras tapi bagaimanapun ia berpikir tidak ada jalan keluar yang dapat ia temukan.
"Ranti apakah kamu baik-baik saja?"Tanya Intan yang tampak masih sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu. Bagaimana tidak khawatir saat ini Ranti sangat pucat bagaikan mayat.
"Aku baik kok hehehe." Gadis itu tertawa ringan karena jika bisa rasanya ia ingin tidur untuk saat ini.
sedangkan di ruangan yang berbeda dari tempat Ranti dan Intan di kurung tampak sosok wanita yang duduk dengan manis di kursi kebesarannya itu.
"Bos bagaimana dengan anak Bimo? apa kita akan langsung membunuhnya ?" Tanya seorang pria dengan luka di sebelah matanya.
"Biarkan saja dulu nanti aku akan menemuinya."Ujar wanita itu.
__ADS_1
"Hmm dan bagaimana dengan temannya yang terluka itu bos ?" Tanyanya lagi.
"Biarkan saja mati dengan sendirinya anggap saja itu balasan untuknya karena berani menendang ku." Wanita itu memasang wajah sinisnya saat mengingat bagaimana Ranti menendangnya tadi.
'Wanita bodoh yang sok kuat, tidak punya apa-apa tapi berani menentang ku.' Batinnya.
Beberapa jam berlalu saat ini Ranti benar-benar merasa akan mati rasanya. Darah terus keluar dari lukanya dia sama sekali tidak tau bagaimana cara untuk menghentikannya.
"Jika terus begini aku akan mati kehabisan darah." Gumamnya.
"Kau harus tetap sadar Ran kumohon hiks, kenapa mereka bahkan tidak mengirimkan dokter untuk mengobati mu hiks." Isaknya.
"Jangan menangis Intan kau harus kuat hehe ugh." Ranti masih terus berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu.
"Diam sebentar Tan, sepertinya ada yang mendekat kemari." Ujar Ranti saat merasakan suara langkah Kaki kearah mereka.
"Hmm ternyata masih hidup ya." Ujar wanita cantik dengan beberapa orang laki-laki di belakangnya itu.
"Hahaha kau masih mau melawanku, padahal teman baikmu ini akan mati sebentar lagi dan itu tepat di depan matamu." Ujarnya dengan senyum menghina itu.
"Aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu!!" Geram Intan kepada wanita itu.
"Intan, Intan selama ini hidupmu sudah cukup baik bukan? kau memiliki segalanya, ayah, ibu, sahabat...kau terlalu bahagia bukan selama ini ? Tapi lihatlah dirimu sekarang, kau akan kehilangan segala-galanya." Ujarnya yang membuat Intan sedikit terkejut mendengar perkataan itu.
"Siapa kau sebenarnya ? Kenapa kau sangat membenciku sedangkan aku bahkan tidak mengenalmu sama sekali." Intan mencoba berpikir keras mengingat apakah sebelumnya dia pernah menyinggung wanita ini tapi seberapa kuat ia mengingatnya tidak ada hal yang ia dapatkan.
"Aku? hmm bisa dikatakan aku Kakakmu sih." Ujarnya dengan santai.
"Maksudnya?"
__ADS_1
"Baiklah mari kita jelaskan sebentar adikku tersayang..." Wanita itu menyamakan tingginya dengan Intan yang sedang terduduk saat ini.
"Kau tau, dulu Bimo dan juga Stella oh atau yang bis Akita sebut sebagai ayah dan ibumu,.."Tangan wanita itu mengelus pipi Intan dengan lembut.
"Mereka itu pasangan yang harmonis tapi sayang sudah 5 tahun menikah mereka juga belum memiliki keturunan hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengambil anak di sebuah panti asuhan. Seorang gadis kecil yang sangat bahagia, awalnya anak itu merasa sangat bahagia dengan kasih sayang kedua orang tua angkatnya tapi semua itu berubah saat Stella yang akhirnya hamil. Perlahan kedua orang itu lebih mementingkan anak itu dari pada anak angkatnya." Ujarnya.
"A-apakah aku anak yang dikandung pada saat itu." Tanya Intan yang tampak mulai mengerti dengan cerita wanita itu.
"Hahaha tidak, bukan kau anak yang dikandung itu." Jawabnya membuat Intan merasa terkejut.
"Ja-jadi siapa dia?" Tanya Intan penasaran.
"Hmm bisa dikatakan dia kakak kandungmu, Ups bukan kakak tapi Abangmu." Senyumnya merekah tampak mempermainkan Intan.
"Tunggu, tunggu kau pasti bingung kan hahaha, tapi akan kakakmu ini jelaskan, kau tidak pernah memiliki Abang Karena aku yang membunuhnya. hihihi saat itu Stella sedang mengandung besar dan sedang ingin melewati tangga lalu dengan kuat aku mendorongnya hingga jatuh ke bawah." Intan benar-benar merasa benci dengan wanita yang ada di depannya ini.
"Kauu!! wanita iblis hiks!!."Umpatnya.
"Cerita ku belum selesai tau, biar aku selesaikan dulu ya, setelah itu Stella mengalami keguguran dan ya Abangmu mati tapi kupikir dia tidak akan hamil lagi. Hmm siapa sangka ia justru hamil lagi setahun setelah kejadian itu dan itu adalah saat kau yang dia kandung. Aku selalu mencoba membunuhmu yang mencoba untuk mengambil tempat tapi hal itu gagal karena Bimo yang sudah mengetahui hal itu. Kau tau? gara-gara kau Bimo dan Stella membenciku. ANDAI SAJA KAU TIDAK PERNAH ADA ATAU MATI SEPERTI ABANGMU PASTI AKU AKAN MEMILIKI SEGALANYA. DASAR PENCURI KEBAHAGIAAN ORANG!!" Ekspresinya benar-benar mengerikan sedangkan ia hanya dapat menangis.
"A-apakah kau yang membunuh orang tua ku?" Tanya Intan.
"Ya aku yang membunuh mereka tapi ingat itu semua karena mu. KARENA KAU ADA DI DUNIA INI DAN MEMBUATKU KEHILANGAN KASIH SAYANG!! bayangkan jika kau tidak ada saat ini pasti aku, Bimo dan Stella akan menjadi keluarga yang lengkap dan bahagia." Ujarnya.
Intan menangis terisak mengetahui kenyataan pahit itu.
"Apakah benar ini semua salahku?" Tanya Intan.
"Iya ini sala..."
__ADS_1
"KAU WANITA GILA DARI MANA HA!! JELAS-JELAS ITU SALAHMU SIFAT IRI DENGKI DAN PSIKOPATMU ITU YANG BERMASALAH, KAU ITU WANITA YANG TIDAK TAU TERIMA KASIH!!" Teriak Ranti yang sudah tidak tahan dengan omong kosong dari wanita itu.