Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Wanita Gila


__ADS_3

"Cerita ku belum selesai tau, biar aku selesaikan dulu ya, setelah itu Stella mengalami keguguran dan ya Abangmu mati tapi kupikir dia tidak akan hamil lagi. Hmm siapa sangka ia justru hamil lagi setahun setelah kejadian itu dan itu adalah saat kau yang dia kandung. Aku selalu mencoba membunuhmu yang mencoba untuk mengambil tempat tapi hal itu gagal karena Bimo yang sudah mengetahui hal itu. Kau tau? gara-gara kau Bimo dan Stella membenciku. ANDAI SAJA KAU TIDAK PERNAH ADA ATAU MATI SEPERTI ABANGMU PASTI AKU AKAN MEMILIKI SEGALANYA. DASAR PENCURI KEBAHAGIAAN ORANG!!" Ekspresinya benar-benar mengerikan sedangkan ia hanya dapat menangis.


"A-apakah kau yang membunuh orang tua ku?" Tanya Intan.


"Ya aku yang membunuh mereka tapi ingat itu semua karena mu. KARENA KAU ADA DI DUNIA INI DAN MEMBUATKU KEHILANGAN KASIH SAYANG!! bayangkan jika kau tidak ada saat ini pasti aku, Bimo dan Stella akan menjadi keluarga yang lengkap dan bahagia." Ujarnya.


Intan menangis terisak mengetahui kenyataan pahit itu.


"Apakah benar ini semua salahku?" Tanya Intan.


"Iya ini sala..."


"KAU WANITA GILA DARI MANA HA!! JELAS-JELAS ITU SALAHMU SIFAT IRI DENGKI DAN PSIKOPATMU ITU YANG BERMASALAH, KAU ITU WANITA YANG TIDAK TAU TERIMA KASIH!!" Teriak Ranti yang sudah tidak tahan dengan omong kosong dari wanita itu.


...****************...


Wanita itu terlihat kesal mendengar ucapan dari Ranti.


"Tau apa kau ? disini aku lah korbannya!!" Geramnya dengan menatap marah ke Ranti.


"Kau gila ya? kau itu pelaku utama disini jadi jangan bertingkah seolah olah kau yang paling tersakiti sehingga kau bisa menyakiti orang lain." Jelas Ranti.


Wanita itu melepaskan cengkeramannya dari Intan dan memerintahkan salah satu anak buahnya untuk membuka penjara tersebut karena dia tidak dapat menjangkau Ranti yang saat ini bersandar di dinding ujung sana.


"CEKLEK" Pintu terbuka lebar.


"Kau jangan melukainya kumohon hiks aku yang salah disini kumohon!!" Intan terus saja memohon kepada wanita itu agar tidak melukai Ranti.


"Jangan memohon pada wanita tidak tau diri ini Tan, biar kukatakan kebenaran padanya." Ujar Ranti dengan tegas. Tidak ada raut ketakutan yang ia tampilkan sana sekali.


'Masa bodo dengan nyawa, sekarang aku tidak boleh lemah dari wanita tidak tau diri ini.' pikirnya.


"Ranti kumohon jangan seperti itu hiks" Ujar Intan frustasi.


"Bisakah kau dengarkan apa kata teman baikmu ini? jangan keras kepala dan mengolok ngolokku." Ujarnya dengan sombong.


"Hahaha kau terlalu aneh ya, sini biar kujelaskan padamu. KAU ITU ADALAH MAHLUK PALING MENYEBALKAN YANG PERNAH KU TEMUI KAU TIDAK TAU BERTERIMA KASIH, KAU EGOIS DAN ITU MENJIJIKKAN BUKAN INTAN YANG LEBIH BAIK TIDAK ADA TAPI KAU YANG LEBIH BAIK TIDAK PERNAH DI RAWAT OLEH ORANG TUA INTAN!! KAU UGH..." Tangan wanita itu tepat berada dilehernya mencengkeram kuat hingga Ranti merasakan sesak yang teramat.


"HENTIKAN !! LEPASKAN DIA KUMOHON!!" Intan mencoba menolong Ranti akan tetapi ia ditahan oleh anak buah wanita itu.

__ADS_1


"Kau wanita rendahan berani sekali mengomentari ku, kau hanya anak petani yang tidak punya apapun Drajat kita sangat jauh jadi jangan berani-berani untuk mengomentari ku" Ujarnya dengan senyuman sinisnya.


"Hahaha ka-kau me-merasa kalah kan?" Ranti masih terus memprovokasi wanita itu.


"SIALAN!!"


"BUGH" Wanita itu mendorong Ranti dengan kuat hingga tersungkur.


"Hah hah hah" Ranti dengan cepat menghirup udara.


'Kupikir aku akan mati muda dan tidak bisa bertemu dengannya lagi,' Pikirnya. Entah mengapa ia justru terus mengingat laki-laki itu.


"Huh...aku tidak akan membunuhmu dengan mudah kau akan kusiksa dulu sebelum aku menghabisimu hingga kau lebih memilih mati dari pada hidup." Ujarnya lalu meninggalkan tempat itu.


"Ranti! kau, bagaimana keadaan mu? apa kau baik-baik saja?" Tanya Intan dengan panik.


"aku baik-baik saja Tan, ini terlalu mudah untukku." Ujarnya.


"Syukurlah jangan lakukan hal bodoh seperti itu lagi." Intan mencoba untuk memperingati temannya itu.


"Iya iya," Jawab Ranti .


'Kali ini apa yang akan dilakukan oleh wanita gila yang tidak tau diri itu.' Ranti melihat sosok lelaki berbadan kekar datang kearah mereka dan membuka pintu.


"Kau ikut denganku." Jawabnya.


"Aku tidak mau" Jawab Ranti dengan berani.


"Aku tidak butuh persetujuanmu." Jawabnya dan langsung membawa Ranti secara paksa.


"Lepaskan dia! lepaskan! Ranti!!." Intan juga berusaha mencegah pria itu untuk membawa Ranti akan tetapi hal itu hanya sia-sia saja.


Ranti melihat kearah Intan yang tampak bersedih dan mengkhawatirkannya.


"Aku akan baik baik saja." Ucap Ranti dengan senyum tulusnya.


'Aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya tapi aku yakin dia pasti datang.'


Pria itu membawanya dengan paksa bahkan Ranti seakan akan diseret oleh pria tersebut. Hingga akhirnya ia tiba di sebuah ruangan dengan bau amis yang kuat.

__ADS_1


'Di mana ini kenapa bau amis darah sangat kuat disini.' Pikir Ranti.


"Cepat ikat dia disana." Pria itu menunjuk sebuah tiang yang berada di ruangan tersebut.


Ranti telah diikat di tiang tersebut lalu tak lama tibalah Wanita pimpinan Black Rose itu yang diikuti oleh anak buah kepercayaannya itu.


"Lihatlah dirimu nona, jika kau tidak ikut campur maka kau tidak akan berada di tempat ini sekarang." Ujarnya.


"Aku tidak menyesal." Ranti menatap wanita itu dengan tajam.


"Kau tidak ada takut-takutnya ya? sebenarnya siapa orang yang ada di belakangmu sehingga kau tampak tidak takut padaku." Wanita itu mulai berasumsi.


"Hmm dia adakah orang yang akan melindungi ku dan akan menghajarmu nanti." Jawab Ranti dengan percaya diri.


"Oh benarkah? atau mungkin dia juga akan mati." Ucapnya dengan sombong.


"Kau yang akan mati wanita JELEK!" jawab Ranti.


"Kau benar-benar membuatku marah, baiklah mari kita mulai saja." Ujarnya lalu berjalan mendekat kearah Ranti.


"Plak"


"Plak" 2 kali ia menampar pipi Ranti hingga darah sedikit keluar dari ujung bibirnya.


"Hei kau sialan! kalau berani lepaskan ikatanku dan kita berkelahi jangan menampar orang yang sedang tidak berdaya, ternyata kau itu pengecut ya." Ujar Ranti dengan senyum menghinanya.


Karena emosi dengan sekejap wanita itu melepaskan ikatan Ranti lalu belum siap Ranti wanita itu telah menjambak kuat rambutnya.


"Ugh." Ranti meringis saat merasakan sakit di kepalanya yang semakin bertambah.


"Hahaha akhirnya kau kalah kan? dasar wanita murahan aku akan menghabisimu sekarang.


Gadis itu memerintahkan anak buahnya untuk mengambil pisau tumpul. Dengan kuat dia menarik rambut Ranti sehingga menampilkan leher jenjang gadis itu.


'Maaf semuanya.' ingatannya tentang orang-orang yang menyayanginya dan juga waktu yang ia habiskan bersama Leon suaminya.


'Padahal aku belum jadi seorang ibu.' batinnya. Air mata mulai menetes begitu saja dan Ranti juga telah menutup matanya siap menerima ajalnya.


Entah mengapa ia selalu terbayang wajah laki-laki itu hingga senyuman menghiasi bibir pucatnya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Leon."


"BRAKK!!"


__ADS_2