
Nia hanya dapat menganggukkan kepalanya pasrah dengan sikap nyonyanya yang sama sekali tidak takut dengan Leon.
Sedangkan Leon masih terus mencari wanita itu.
'Apa dia kabur?' Hal itu terpikir begitu saja apalagi ia sering mendengar bagaimana Ranti yang sering membaca Novel mengenai istri yang kabur karena marah pada suaminya yang memperlakukan istrinya semena-mena.
"Oh ayolah bagaimana jika itu terjadi." Leon mengusap kasar wajahnya.
"MARTIN!!" teriaknya yang dapat di dengar Martin walaupun saat ini ia sedang berada di dalam kamarnya.
"Seingat ku kamar ini kedap suara tapi kenapa jika bos yang manggil masih terdengar jelas." Gumamnya.
Tapi tanpa berlama-lama secepat kilat ia segera datang menemui Leon yang saat ini tengah berada di kamar Ranti yang baru saja di buat.
...****************...
"Ada apa bos ? kenapa?" Tanya Martin yang baru saja tiba.
"CARI RANTI SEKARANG! AKU TIDAK DAPAT MENEMUKAN NYA" Ujarnya yang tampak marah.
"Ta-tapi bukannya tadi nyonya ada bos?" Ujar Martin meminta penjelasan. Menurut laki-laki itu bagaimana bisa nyonyanya menghilang hanya dengan waktu yang sebentar.
"JANGAN BANYAK TANYA! CARI DIA SEKARANG AKU TIDAK MAU TAU!" ucap Leon.
"Baik bos, siap laksanakan." Ujarnya yang langsung pergi meninggalkan Leon dan mengumpulkan anak buahnya untuk melacak Ranti.
"Leon, ada apa kenapa kau sangat panik?" Tanya seorang wanita dengan lembut.
"Pergilah." Ujarnya kepada wanita itu.
"Ta-tapi aku tidak bisa melihat mu khawatir seperti ini." Ucapnya dengan memelas.
__ADS_1
"Ini urusanku Amelie jadi kau bisa istirahat dulu di kamarmu." Ujarnya.
"Baiklah aku harap masalah mu akan dapat diatasi." Ucapnya sebelum akhirnya pergi meninggalkan pria tersebut dengan berat hati. Amelie tidak mau memaksa Leon karena pada dasarnya Leon bukanlah orang yang suka jika seseorang tidak menurutinya jadi jika ingin meluluhkannya maka jadilah penurut.
Saat ini Mansion itu heboh karena nyonya mereka yang tidak dapat di temukan di manapun. Martin telah menghubungi seseorang untuk mengecek cctv akan tetapi jejak Ranti hanya dapat di temukan ketika keluar dari kamar Leon setelah itu tidak ada lagi. Jika kalian bertanya kenapa saat Ranti berjalan kearah kamar pelayan tidak ada rekamannya karena di dalam kamar pelayan sama sekali tidak ada cctv demi menjaga privasi pekerja di situ.
"Sudah benar jika nyonya keluar kamar, tapi kemana dia ? kenapa setelah itu tidak ada lagi rekaman tentangnya." Martin tampak mulai pusing dengan hal ini.
"SIALAN! BRAK BRAK DIMANA KAU RANTI!!." ujar Leon yang saat ini telah kembali ke kamarnya lalu melempar benda-benda yang berada disana."
"Tuan sangat marah dimana nyonya?" Ujar salah satu pelayan.
"Aku tidak tau apa mungkin karena kedatangan nona Amelie membuat nyonya marah?" Ujar salah satu pelayan.
"Bisa jadi sih kau pikir saja wanita mana yang tidak akan marah saat teman wanita suaminya yang tiba-tiba saja muncul." Ujar pelayan lainnya.
Bisik-bisik pelayan mulai terdengar dan tidak sengaja di dengar oleh Alexia yang saat ini tidak sengaja melewati mereka.
"Ma-maaf nona." Mereka tampak gemetar melihat Alexia yang murka padanya.
Tanpa memperhatikan mereka kembali Alexia berjalan kearah kamar Leon yang saat ini sudah berantakan.
Pria itu tampak kacau sangat kacau dengan bersandar di tepi kasurnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi bos?" Tanya Alexia yang memang bingung dengan tingkah tuannya ini.
Tidak ada jawaban dari pria itu dia hanya diam saja tanpa mengatakan sesuatu.
"Bos kenapa hari ini anda tampak berbeda sebenarnya apa yang terjadi mulai dari anda yang mengizinkan nona Amelie tinggal disini kemudian anda memindahkan kamar nyonya. Anda kenapa bos ?" Tanya Alexia walaupun selama ini ia tidak terlalu dekat dengan Ranti tapi dia bukanlah wanita tidak berhati apalagi selama ini Ranti bersikap baik padanya. Entahlah ia hanya mencoba mewakili dari sudut pandang seorang perempuan sama seperti Ranti.
"Diamlah Xia!" Geramnya pria itu menatap tajam kearah Alexia.
__ADS_1
"Saya hanya ingin menyadarkan anda bos, saya takut anda tertipu dengan ..." Ujarnya yang belum sempat selesai namun pria itu sudah lebih dahulu melemparkan gelas kepadanya untungnya refleks gadis itu cukup bagus sehingga gelas itu tidak mendarat di wajahnya.
"Keluar! KALUAR SEKARANG!" Perintahnya dengan nada dingin.
Mendengar hal itu Alexia dengan cepat keluar dari kamar tersebut. Jujur saja kali ini ia juga tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh tuannya itu. Dan dalam sejarah baru kali ini juga Alexia yang sangat patuh bersikap berlawanan dengan keinginan Leon.
Mansion itu benar-benar heboh dengan semua orang yang tampak panik dengan Leon yang terus mengamuk bisa saja jika ia tidak dapat menemukan Ranti maka dia akan membunuh semua pelayan yang ada disini. Sedangkan yang di cari justru tertidur pulas di kamar Nia yang sebenarnya sudah mengetahui kehebohan diluar. Bagaimana tidak tau, jika suara Leon yang mengamuk benar-benar menggema diseluruh tempat ini.
'Nyonya anda kenapa malah tidur pulas jika anda lambat bangun maka tidak mustahil jika kami akan dihabisi oleh tuan.'Pikirnya. Sebenarnya ia bisa saja membangunkan nyonyanya itu tapi ia tidak tega melihat Ranti yang tertidur dengan pulas.
Akhirnya ketika hari mulai gelap sekitar jam 9 malam barulah gadis itu membuka matanya dan menatap sekelilingnya. Awalnya ia tampak bingung dengan tempat yang berbeda dari biasanya saat ia bangun tapi perlahan ia mulai mengingat bagaimana dia bisa berada disini.
"Nyonya.... akhirnya anda bangun...anda harus cepat keluar." Ujar Nia dengan takut.
"Kenapa? ada apa ? kenapa kau tampak takut ?" Tanyanya melihat Ekspresi Nia yang tidak baik.
"I-itu tuan marah dan dia mencari nyonya tapi kan nyonya disini dan tuan tidak memeriksa kesini ja-jadi dia tidak dapat bertemu dengan anda..." Jelasnya.
"Untuk apa dia mencari ku ? bukannya dia tidak suka jika bertemu denganku." Ujarnya dengan tersenyum kecut.
"Ayolah nyonya tuan sepertinya akan membunuh kami semua jika.tidak dapat bertemu dengan anda." Ujar Nia.
"Hmm baiklah Nia mari kita keluar sekarang." Dengan santai Ranti berjalan menuju pintu dan berjalan menuju kamar pria itu. Sontak seluruh pelayan yang melihat Ranti segera melaporkan hal tersebut kepada Leon.
"Tu-tuan." Ujar salah satu pelayan tapi tidak ada jawaban dari pria itu yang masih meminum wine dari botol nya.
"Nyo-nyonya sudah kembali." Ujarnya dengan takut membuat pria itu memandang tajam kearahnya.
"Benarkah? dimana dia? dimana istriku ?" Tanyanya yang tampak ekspresi nya berubah menjadi 180 derajat.
"Nyo-nyonya." Belum sempat pelayan itu selesai berbicara tapi sosok yang dicari justru dengan santainya memasuki ruangan tersebut.
__ADS_1
"Ya?" Jawab Ranti dengan santai