
'Nita kau benar-benar mengajarkan hal sesat kepada anak kecil ini.' Ranti ingin sekali rasanya mencakar gadis itu bila bertemu dengannya nanti.
"Tidak bukan seper-"
"Iya kami sedang bermain jadi jangan ganggu kami dulu." Ucap Leon yang memotong kalimat Ranti begitu saja.
Mendengar hal tersebut Ranti benar-benar dibuat geleng-geleng kepala. Seluruh wajahnya seakan-akan panas mendengar penuturan dari Leon.
"Oh begitu, kalau begitu ojan pergi main dengan kak Nita aja deh. Dadah kakak baik mainnya hati-hati ya" Ucap anak kecil itu dan akhirnya berlari meninggalkan Ranti dengan muka Semerah kepiting rebus itu.
...****************...
Sesampainya didalam kamar Ranti langsing menatap tajam kearah laki-laki didepannya itu.
"Apa lagi kali ini ?" tanyanya yang mulai jengah.
"Bersihkan tubuhmu lalu makan malam dibawah aku akan menggunakan kamar mandi lain jadi kau bisa tetap disini." Ucapnya yang langsung berlalu pergi begitu saja.
Ranti hanya terdiam saat mendengar pria tersebut yang hanya menyuruhnya untuk mandi. Padahal sudah jelas bahwa ia telah melanggar perintah Leon dengan pergi dari kamarnya.
"Mungkin dia baik kali ini." Gumamnya pelan. Perlahan ingatannya berlalu kembali pada saat Leon menggendongnya.
'Pria menyebalkan.' Pikirnya. Gadis itu benar-benar kesal dengan tingkah dari Leon. Bagaimana tidak kesal pada saat tadi ia tengah malu dengan ucapan anak kecil itu sedangkan Leon langsung menyadarkannya. Dijalan pria itu malah berkata 'Jangan berharap hal yang tidak mungkin.' mendengar hal itu tentunya membuat mood Ranti menjadi buruk bahkan sangat buruk.
Setelah sekian lama akhirnya gadis itu telah siap dengan acara mandinya dan saat ini ia tengah menggunakan piyama tidur motif Doraemon itu. Tampak cocok ditubuhnya, setelah itu Ranti segera menuju kearah meja riasnya dipandangnya sejenak wajahnya yang saat ini terpantul dicermin besar itu.
"Benar ya jika ada duit pasti semua orang bisa cantik." Gumamnya saat melihat wajahnya yang saat ini tampak berbeda dari pada saat ia pertama kali bertemu dengan Leon. Saat ini wajahnya mulus bagaikan pantat bayi bahkan itu juga cukup lembut. Badannya yang dulunya tampak sawo matang sekarang sudah cerah bagai bintang iklan sabun mandi.
"Apa aku jadi artis saja setelah cerai dengan Leon." Pikirnya asal. Lalu dengan cepat ia menggunakan produk skincare nya itu. Bukan hal lama bagi Ranti untuk bersiap siap karena saat ini ia telah tampil segar layaknya orang yang sudah mandi.
"Baiklah sekarang waktunya makan." Ujarnya lalu mengambil tongkat untuk memapah tubuhnya itu.
Dengan perlahan gadis itu mulai melangkahkan kakinya agar tidak terjatuh. Jujur bagi gadis itu sangat sukar berjalan dengan keadaannya saat ini. Baru hendak membuka pintu Ranti dikejutkan dengan Leon yang lebih dulu membukanya. Jarak mereka sangat dekat bahkan Ranti dapat mencium aroma maskulin khas Leon dari tubuh laki-laki itu.
"Sudah siap?" tanya laki-laki itu.
__ADS_1
"Sudah ayo turun ke bawah" Ajak Ranti yang mulai melangkahkan kakinya terlebih dahulu.
"Berhenti biar aku gendong saja." Ucap pria tersebut.
"Tidak aku bisa jalan sendiri." Ranti benar-benar tidak ingin jika lelaki itu menggendongnya.
"Aku gendong atau makan dikamar" Leon menampilkan ekspresi dinginnya.
"Kau..." Ranti benar-benar kesal dengan pria ini kenapa laki-laki ini sangat suka membuatnya emosi.
"Iya iya gendong." Jawab Ranti dengan melebarkan kedua tangannya. Alhasil Leon dengan cekatan menggendong gadis itu seperti koala yang menempel.
"Apa kau tidak malu jika digendong seperti ini?" Tanya Leon.
"Tidak, aku suka digendong seperti ini dari pada digendong seperti karung beras." Ucapnya yang menyindir Leon karena pernah menggendongnya seperti menggendong beras karung itu.
'Rasanya aku akan muntah jika mengingat kejadian itu.' pikir Ranti saat rasa mula kembali menghinggapinya saat membayangkan kejadian itu lagi.
"Aku berat tidak ?" tanya gadis tersebut yang masih melingkarkan tangannya di leher pria itu.
"Berat" Jawab Leon dengan cepat membuat Ranti memajukan bibirnya karena kesal. Satu hal dalam kamus wanita jangan pernah mengatakan berat padanya maka akan menodai reputasinya.
"Tidak apa-apa" jawabnya.
"Jawab kenapa, aku tau ada yang tidak beres darimu jika sudah begitu." ujar pria itu yang masih berjalan dengan Ranti dalam gendongannya itu.
"Aku tidak mau bicara denganmu." Jawab gadis itu dengan acuh.
"Bukankah kau barusan berbicara padaku." Ucapnya dengan nada mengejek itu.
"Terserah kau saja." Ranti benar-benar jengkel dengan pria itu. Selalu saja pria tersebut mempermainkannya dengan sesuka hati.
"Hmm Bagaimana jika habis makan kita jalan-jalan keluar, kudengar ada pasar malam di kota. itupun jika kau mau, kalau tidak mau ya sudah." Ujar lelaki itu yang membuat Ranti memasang lebar kupingnya.
"Aku Ma-"
__ADS_1
"Kita sampai, silahkan pilih makanan mana yang kau suka." Ucap Leon yang sengaja memotong ucapan dari gadis itu. Ranti yang ingin mengatakan sesuatu selalu saja mencoba berbicara namun pria itu terus saja memotong ucapannya.
"Tuan Leon..aku mau per-"
"Nah ini kan ikan kesukaanmu makanlah." potong Leon dengan memberikan potongan ikan kedalam piring gadis itu.
"Bukan itu aku mau-"
"Oh kau mau yang lain, ayam ini ya" Leon kembali memasukkan ayam kedalam piring Ranti.
"Aku tidak ingin itu aku mau pergi ke-"
" Oh ya aku lupa nasimu belum diambil." Potongnya kembali yang membuat Ranti kesal bukan main.
"AKU BILANG AKU MAU PERGI KE PASAR MALAM!!" ungkapnya dengan berteriak yang membuat para pelayan dan juga anak kecil yang ia rawat itu menoleh padanya. Bahkan beberapa bodyguard disana melirik kearah Ranti.
"Oh mau kebpasar malam, kenapa harus berteriak coba kan bisa bilang dengan pelan tanpa harus berteriak." Ucap Leon dengan nada mengejeknya.
Saat ini Ranti benar-benar malu karena semua orang memandangnya dengan heran. Sedangkan Leon terus tersenyum mengejek padanya.
'Suatu saat akan kubalas ini semua dasar singa galak.' Pikirnya dengan menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang telah merah merona itu.
"Kakak kenapa harus berteriak sih kak ojan kaget tau." Ujar anak kecil itu dengan terus menyuapkan nasi kedalam mulutnya dibantu oleh Nia dan Nita itu.
"Kau tau anak kecil dia memang seperti itu selalu memaksa jika tidak dituruti." Sambung Leon.
"Kau jangan membicarakan hal yang tidak masuk akal." Ucap Ranti dengan tatapan tajam kearah pria itu namun bukannya takut Leon malah gemas dibuatnya.
"Cepat makan makananmu jika tidak ingin ditinggal." Ucapan laki-laki itu langsung membuat Ranti melahap cepat makanan yang ada didepannya itu.
"Pelan-pelan tidak ada yang akan merebutnya darimu." Ujar laki-laki itu saat melihat Ranti yang makan dengan lahapnya.
"Tidak mau, nanti kau akan meninggalkan ku dan pergi duluan." Ujar Ranti.
"Tidak akan, aku akan terus bersamamu." Gumamnya yang hanya dapat didengar jelas oleh dirinya sendiri.
__ADS_1
"Apa yang kau bilang?"
"Tidak apa." Jawabnya.