Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Pergilah


__ADS_3

Leon yang mengenal suara itu segera membalik badannya dan melihat sosok perempuan dengan dress putih selutut dan rambut panjangnya sedang tersenyum padanya.


Martin yang juga ikut menoleh tidak kalah terkejutnya bahkan pria itu seakan-akan mendapatkan kejutan yang luar biasa.


Sedangkan Leon pria itu hanya diam membeku dan tanpa ia sadari air mata ikut mengalir dari pelupuk matanya.


"Kau..." Ucapnya tertahan.


"Iya... ini aku hehehe"


...****************...


Leon segera berlari kearah gadis itu yang tersenyum dengan menatapnya.


"Benarkah ini?." Tanyanya yang tampak kebingungan.


"Iya ini aku Leon, aku Ranti sosok yang selalu mencintaimu..." Ucap gadis itu dengan senyum cerahnya.


"A-aku tidak salah? Ka-kau kembali." Laki-laki itu lalu memeluknya dengan sangat erat ia membenamkan kepalanya di ceruk leher gadis itu.


suara tangis laki-laki itu dapat didengar oleh Ranti yang merasa benar-benar mendapatkan kejutan tersendiri.


"Ke-kenapa kau sedih jika aku pergi ?" Gadis itu bergumam pelan.

__ADS_1


Laki-laki itu tidak menjawab ia bahkan mengeratkan pelukannya dengan suara rintihnya.


'Apa dia ingin mempermainkan hatiku lagi?'


Ranti dengan kuat mencoba menjauhkan laki-laki itu dari dirinya. Ia benar-benar tidak ingin terjebak dengan pria yang bahkan perasaannya tidak jelas untuknya.


Namun apa daya kekuatan pria itu jauh lebih besar darinya membuat hal itu menjadi sia-sia.


"Lepas kan aku Leon aku mohon..." pintanya.


Tidak ada jawaban dari pria itu.


Ranti yang mulai tidak bisa mengendalikan emosinya kembali dengan sekuat tenaga menjauhkan pria itu darinya dan itupun berhasil. Leon mundur beberapa langkah menjauh darinya tapi pria itu menunduk dan tidak menatapnya.


Tidak ada jawaban dari pria tersebut, pria itu hanya menundukkan kepalanya.


"Ja-jangan diam Leon jawab!! kau..." Ranti menjeda ucapannya.


"Aku benar-benar kecewa padamu anggap kita benar-benar sudah berakhir!." Gadis itu membalikkan badannya.


Tapi dengan cepat pria itu menarik tangannya dan kembali menghadap ke arah Leon yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan sendu.


Tatapan kesedihan yang mendalam bahkan Ranti dapat melihat dengan jelas bagaimana mata pria itu yang sedikit sembab.

__ADS_1


"Untuk apa lagi? aku sudah lelah Leon kumohon lepaskan aku..." Pinta gadis itu.


"Tidak akan!"


"Apa maksudmu?aku tidak ingin menjadi bonekamu lagi aku sudah cukup tersiksa dengan apa yang kau lakukan padaku." Air mata Ranti lolos begitu saja tanpa dapat ia paham.


"Aku bukan robot yang tidak punya hati Leon...Aku hanya manusia biasa yang punya perasaan. Kau yang memilih jalan ini maka aku akan menurutinya..." Ujarnya.


Air mata itu mengalir dengan begitu deras Ranti benar-benar merasa sakit. Dan sangat sakit kenyataan selalu saja membuatnya merasakan sakit itu.


tangisan pilu terdengar dari Ranti yang saat ini menatapnya dengan tatapan yang mulai kabur akibat air matanya.


'Aku benar-benar tidak punya pilihan Ranti aku tidak bisa menahanmu terus bersamaku. Aku sangat tau bahaya yang akan selalu bersamamu dengan adanya tragedi ini aku menyadari satu hal bahwa aku tidak sanggup jika kau pergi dari dunia ini dan meninggalkan ku seorang diri. Tapi selama kau masih hidup aku akan selalu bersyukur dan bahagia walaupun artinya bukan aku... bukan aku yang bersama dengan kebahagiaan mu itu.' Leon hanya bisa menatap gadis itu ingin rasanya ia memeluknya namun keselamatan gadis itu adalah yang utama.


Perlahan pegangan tangan itu mulai mengendor Leon melepaskan tangannya perlahan dari tangan gadis itu.


"Pergilah..." Ucap Leon dengan air mata yang begitu saja lolos dari pelupuk matanya.


Ranti menatap sedih kepada pria tersebut. Apa yang ia coba pertahankan selama ini runtuh begitu saja.


"A-aku sudah melepaskan mu dan membiarkan mu untuk bebas, aku akan mengembalikan semuanya ke awal." Pria tersebut menjeda ucapannya.


"Anggap kita tidak pernah saling kenal." Kalimat yang membuat Ranti benar-benar merasakan luka yang mendalam.

__ADS_1


__ADS_2