
"A-aku Mandi dulu ya." Ujar Ranti dengan pelan.
"Hmm gak." Jawabnya dengan
pelan lalu dengan cepat membawa Ranti keatas kasur yang ada di kamar tersebut karena sebelumnya mereka sedang berada di sofa. Leon perlahan meletakkan gadis itu diatas kasur lalu menindihnya.
"Aku akan pelan-pelan." Gumam
Leon saat mendapati sorot ketakutan dari mata gadis itu.
(sisanya bayangkan sendiri pemirsa☺️✌️)
Akhirnya setelah sekian purnama
akhirnya Leon dan Ranti melakukan apa yang dilakukan suami istri pada umunya.
***
Pagi tiba dengan cepat Ranti mulai
mengerjabkan matanya akibat sinar matahari yang ia rasa mulai mengenai
wajahnya.
" Jam berapa sekarang ?" Tanyanya dengan suara khas bangun tidur.
__ADS_1
"Good morning my love.'' Suara serak yang tidak asing terdengar jelas ditelinganya.
“ Eh kemana bajumu dan …” Ranti mulai panik saat melihat Leon yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya. Laki-laki itu entah sejak kapan sudah berada disampingnya dan terus menatapnya.
“Kenapa begitu?’’ Tanyanya tampak menggoda Ranti yang tampak masih belum sadar sepenuhnya itu.
“Apa yang…” Ucapannya terhenti saat mulai mengingat apa yang ia lakukan semalam. Dengan cepat Ranti melihat tubuhnya yang saat ini tertutupi oleh selimut itu.
‘ASTAGA AKU BENAR-BENAR GILA.’ Pikirnya yang mulai panik.
“ Kamu kenapa?” Leon tampak panik melihat raut wajah Ranti yang tampak pucat. Bukannya menjawab Ranti justru menangis.
“Kamu menyesal telah melakukannya?” Tanya Leon dengan nada datar .
Saat ini ia benar-benar merasa sangat aneh daan tidak tenang. Apa mungkin memang Ranti tidak ingin melakukan hal itu bersamanya.
“HUAA”. Tiba- tiba Ranti menangis
kencang.
Leon yang mendengar hal tersebut panik bukan kepalang. Dia yang biasanya adalah manusia paling tenang sejagat raya harus mengalami rasa panik yang luar biasa ini.
“Matilah aku!!.” Panik Ranti dengan
terus mengelap ingusnya dengan selimut itu.
__ADS_1
“APA? KENAPA MATI?.” Leon tampak tambah panik berkali kali lipat. Pikirannya sudah memikirkan apakah ada orang yang mati karena melakukan itu. Dan juga ia melakukan dengan sangat lembut. Ya walaupun semalaman dia melakukannya hingga Ranti lelah.
“Te-tenanglah ya, ceritakan dulu padaku agar aku bisa membantumu.” Leon memeluk gadis yang saat ini telah menjadi wanitanya.
“Hiks,hiks,hiks. Akhu tu bnguhng nanti huaaa hiks,hiks.”Ranti mencoba menjelaskan tapi sungguh ingus itu membuat perkataannya menjadi sangat tidak jelas.
Leon dengan sabar terus mengelus punggung gadis itu membuatnya nyaman dan tenang. Hingga akhirnya Ranti tampak tenang.
“Sudah tenang ? nah apa sekarang permasalahannya.” Tanya Leon dengan nada super lembutnya yang hanya akan didengar oleh Ranti seorang.
Ranti melepaskan pelukannya terhadap leon dan menatap pria itu dengan mata bengkaknya. Dan tidak lupa dengan ingus yang masih ditarik tariknya sungguh seperti anak kecil yang habis kena marah emaknya.
“I-itu, nanti bagaimana jika bapak aku tau, kita sudah berbuat zina dengan melakukan itu. Nanti bagaimana jika aku hamil kamu mau tanggung jawab kan?.” Tanyanya dengan bibir manyunnya.
Mendengar hal itu Leon sontak membulatkan matanya dan terdiam kaku. Tapi beberapa detik kemudian ia justru tertawa dengan sangat keras.
“HAHAHA”
“Kenapa ketawa hiks huaaaaa.” Ranti kembali menangis melihat Leon yang justru menertawainya.
“HAHAHA.” Bukannya berhenti tertawa laki-laki itu justru semakin senang dibuatnya.
Setelah beberapa saat ia benar-benar puas dengan tawanya.
Leon menghapus air mata yang tampak ikut keluar akibat tawanya yang tiada henti itu bahakan saat ini perutnya
__ADS_1
sudah mulai sakit.