Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Mabuk ?


__ADS_3

"Ayolah nyonya tuan sepertinya akan membunuh kami semua jika.tidak dapat bertemu dengan anda." Ujar Nia.


"Hmm baiklah Nia mari kita keluar sekarang." Dengan santai Ranti berjalan menuju pintu dan berjalan menuju kamar pria itu. Sontak seluruh pelayan yang melihat Ranti segera melaporkan hal tersebut kepada Leon.


"Tu-tuan." Ujar salah satu pelayan tapi tidak ada jawaban dari pria itu yang masih meminum wine dari botol nya.


"Nyo-nyonya sudah kembali." Ujarnya dengan takut membuat pria itu memandang tajam kearahnya.


"Benarkah? dimana dia? dimana istriku ?" Tanyanya yang tampak ekspresi nya berubah menjadi 180 derajat.


"Nyo-nyonya." Belum sempat pelayan itu selesai berbicara tapi sosok yang dicari justru dengan santainya memasuki ruangan tersebut.


"Ya?" Jawab Ranti dengan santai


...****************...


"Ra-ranti kau kah itu sayang ?" Ujar Leon yang langsung berdiri dan memeluk wanita yang sedari diam itu.


"Kau kenapa ?" Tanya Ranti dia benar-benar kesal dengan tingkah laku pria ini dalam satu hari ini.


"A-aku takut kau pergi meninggalkan ku." Ujarnya dengan memeluk erat Ranti.


Sebenarnya sejak tadi memang cuman ada mereka berdua karena Nia dan juga pelayan tadi yang peka dan sudah meninggalkan mereka berdua.


"Bukan aku yang pergi tapi kau yang pergi Leon." Ujar Ranti yang saat ini melepaskan pelukan mereka. Entahlah dia seakan-akan telah dihianati oleh pria itu.


"Apa maksudmu sayang? Tanyanya yang tampak bingung.


"Kau bertanya ? jelas-jelas tadi siang kau berbohong denganku. Kau membohongiku Leon aku tidak tau sudah berapa kali kau membohongiku tapi aku merasa sangat sakit dengan kebohongan mu kali ini," Ujar Ranti dengan tatapan kecewanya.


"Aku tidak begitu, a-aku tidak bermaksud seperti itu?" Jawabnya.


"Apa maksudmu jika saat itu aku tidak melihatmu maka itu akan terus jadi kebohongan." Ujarnya. Mendengar hal itu Leon membulatkan matanya.


"Ba-baiklah aku minta maaf untuk itu, mohon maafkan aku." Ujarnya.


"Bukan hanya itu Leon ? apa kau merasa hanya itu kesalahan mu ?" Tanyanya yang sudah tampak ingin menangis.

__ADS_1


"Apalagi kali ini ?" Tanya Leon mengerutkan dahinya.


"BAGAIMANA DENGAN AMELIE ? SIAPA DIA?" Tanyanya yang mulai kesal dengan pria itu.


"Dia hanya temanku, aku dari kecil berteman dengannya."Jelasnya.


"Hahaha Teman? lalu kenapa dia harus sampai tinggal disini ?" Tanyanya lagi entahlah hawa diantara mereka mulai menegang.


"Apakah salah jika seorang TEMAN TINGGAL DISINI." ujar Leon yang juga ikut emosi terutama akibat pengaruh alkohol yang ia minum.


"Apa yang salah kau bilang! sekarang jika aku bertanya padamu bagaimana jika keadaannya yang dibalik aku membawa teman pria masa kecilku ke sini lalu aku mempersilahkan dia untuk tinggal disini, lalu mengajaknya berkeliling taman, dan aku memindahkan kamarmu di kamar pelayan lalu aku menempatkan kamar teman laki-laki itu tepat di samping kamarku! bagaimana menurutmu?ha!!" Geram Ranti. Pada saat perjalanan kesini hatinya benar-benar tambah panas saat tidak sengaja bertemu dengan Amelie.


FLASHBACK ON


"Nyonya tuhkan semua perkataan saya benar tuan khawatir dengan anda, dia tidak dapat ditinggalkan oleh anda walau hanya sebentar." ujar Nia saat jelas-jelas pelayan yang ia temui di sepanjang jalan benar-benar dalam ekspresi terkejut.


Hingga akhirnya Ranti telah dekat dengan kamar Leon namun tiba-tiba pintu kamar disamping kamar Leon terbuka menampilkan sosok Amelie disana.


"Ranti ? benarkah itu kau ? kemana saja Leon dari tadi mencari mu?" Tanyanya dengan wajah polosnya itu.


"kenapa kau ada disini ?" Bukan menjawab Ranti justru bertanya pada gadis itu.


Ranti menggenggam kuat telapak tangannya sehingga kuku gadis itu memutih.


"Sebenarnya kau siapanya SUAMIKU?" Ranti menekan kata suami agar gadis itu sadar diri.


"Jangan marah Ranti kami hanya teman tapi teman dekat aku selalu ada bersama Leon dan begitu pula Leon kami tumbuh bersama jadi kam..."


"Tidak bisakah menjawab yang singkat seperti 'aku teman masa kecil Leon' sudah begitu saja." Ranti memotong ucapan gadis itu.


"Maafkan aku Ranti, aku benar-benar minta maaf." Ujarnya memelas.


'Kau mau bermain akting menyedihkan? ayolah aku tidak peduli.' Pikir Ranti.


"memangnya kau salah apa ? apa kau berniat menjadi pelakor jadi kau meminta maaf?." Tanya Ranti membuat gadis itu sedikit terkejut.


"Hei, kalau mau akting jadi gadis lugu dan polos bukankah sebaiknya sekarang kau pura-pura jatuh atau apalah." Bisik Ranti di telinga gadis itu.

__ADS_1


Setelah itu Ranti dengan santai berjalan menuju kamar Leon .


FLASHBACK END


"Jadi kau marah begini cuman gara-gara kamar ha !" Ujar Leon yang mulai dikuasai alkohol itu.


"Apa kau bilang cuman? kau gila? LEON !" Ranti sedikit berteriak pada laki-laki itu.


"APA! KAU SEHARUSNYA BISA MENGERTI AKU, LAGI PULA KAMAR YANG BARU SAJA KAU DAPATKAN ITU SESUAI DENGAN MIMPIMU." Teriak Leon membuat Ranti tidak bisa lagi menahan air matanya.


"HIKS KAU GILA ! Aku benar-benar kecewa hiks padamu apa salahku padamu ? kenapa kau tiba-tiba seperti ini, kita masih baik-baik saja tadi pagi kenapa sekarang tiba-tiba kau seakan-akan berubah? oh aku tau ini pasti karena kedatangan wanita ja*lang itu kan ? hahaha jika kau mau dengan dia silahkan!! aku benar-benar muak denganmu, aku kehilangan kesabaran, menurutku lebih baik aku mati sekarang dari pa...."


"Leon apakah kalian baik-baik saja ?" Tanya sosok gadis yang baru saja tiba dan dengan tidak sopannya masuk ke kamar Leon.


Ranti menatap tajam gadis itu dari sorot mata Ranti tentu menunjukkan permusuhan bahkan ia ingin sekali mencakar wajah gadis itu.


"Amelie ? kenapa kau kesini ? kembalilah ke kamarmu!" Ujarnya tapi membuat Ranti meradang.


"Apa? biarkan saja dia disini, aku suka kok jika sumber masalah langsung ikut bergabung."


"Sudahlah Ranti kembalilah ke kamarmu , kau pasti lelah kan." Ujar Leon yang membuat Ranti tambah meradang seluruh emosinya rasanya mulai terkumpul perlahan.


"Aku akan menemanimu ke kamarmu Ran." Ujar wanita itu dengan lembut. Tapi entah mengapa Ranti yang hanya menepis tangan wanita itu justru membuat seakan-akan telah memukul wanita itu dengan kuat.


"AKH." cicitnya.


"RANTI!!" Leon yang melihat hal itu tiba-tiba berteriak kepadanya.


"APA?" Ranti benar-benar tidak terima jika dirinya harus terus disalahkan.


"Kau merasa aku yang bersalah jika aku yang bersalah maka aku akan melakukan ini."


"BRUAK." Ranti dengan kuat mendorong Amelie hingga terjatuh kelantai.


"Amelie?"


"BRUAK" Leon yang tiba-tiba ingin menolong Amelie tanpa sengaja mendorong Ranti hingga gadis itu terjatuh.

__ADS_1


"Ran-ranti aku minta maaf." Ujar pria itu tapi justru ia menolong Amelie terlebih dahulu baru datang dan ingin menolongnya. Melihat hal itu Ranti justru tersenyum sinis ia menghapus secara kasar air matanya lalu menatap tajam kearah pria itu.


__ADS_2