Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
ISTRIKU


__ADS_3

Karena emosi dengan sekejap wanita itu melepaskan ikatan Ranti lalu belum siap Ranti wanita itu telah menjambak kuat rambutnya.


"Ugh." Ranti meringis saat merasakan sakit di kepalanya yang semakin bertambah.


"Hahaha akhirnya kau kalah kan? dasar wanita murahan aku akan menghabisimu sekarang.


Gadis itu memerintahkan anak buahnya untuk mengambil pisau tumpul. Dengan kuat dia menarik rambut Ranti sehingga menampilkan leher jenjang gadis itu.


'Maaf semuanya.' ingatannya tentang orang-orang yang menyayanginya dan juga waktu yang ia habiskan bersama Leon suaminya.


'Padahal aku belum jadi seorang ibu.' batinnya. Air mata mulai menetes begitu saja dan Ranti juga telah menutup matanya siap menerima ajalnya.


Entah mengapa ia selalu terbayang wajah laki-laki itu hingga senyuman menghiasi bibir pucatnya.


"Aku mencintaimu Leon."


"BRAKK!!"


...****************...


Wanita pemimpin Black Rose itu tampak terkejut begitu pula dengan orang-orang yang ada disana.


Tampak Seorang pria berdiri disana tapi lantaran gelap mereka tidak dapat melihat siapa saja yang berada disana.


Mereka tampak terkejut setelah mengetahui orang itu.


"Tu-tuan Martin, kenapa anda berkunjung ke tempat saya yang kotor ini, jika anda memberi tahu akan kesini maka saya pasti akan menyiapkan tempat yang baik untuk anda." Ujar Wanita itu dengan ramah.


'Kenapa tuan Martin tangan kanan dari king bisa ada disini dan tampaknya ia sedang marah. Apa jangan-jangan ia memiliki hubungan dengan gadis sialan ini. Jika begitu wajar jika gadis ini sangat berani ternyata orang yang ada dibelakangnya adalah tangan kanan king.' Pikir Wanita itu.


"Cepat lepaskan tanganmu dari wanita itu Gisel atau kau akan mati atau bahkan lebih buruk dari pada mati." Ujar Martin memperingatkan Wanita yang ternyata bernama Gisel itu.


"Bukankah terlalu berlebihan jika demi seorang gadis anda menghabisi ketua Black Rose begitu saja. Nanti king bisa memarahimu loh." Ujarnya.


"SIALAN! AKU BENAR-BENAR AKAN MEMOTONG-MOTONG MU MENJADI DADU." geraman seorang pria yang berada dibelakang Martin.

__ADS_1


"Ka-kau?' Gisel mulai gemetaran dan karena itu ia melepaskan jambakannya pada rambut Ranti. Sedangkan Ranti yang memang sudah lemas jatuh begitu saja.


'Sepertinya kepalaku akan mendarat sempurna dilantai.' Gadis itu hanya dapat pasrah. Tapi dia cukup lega karena tadi dia sudah dapat mendengar suara Martin dan tentunya suara Leon. Setidaknya dia selamat walaupun dia belum dapat melihat wajah suami bucinnya itu.


'Kenapa tidak sakit' Pikirnya.


"Sayang kau tidak apa-apakan ? kau terluka sangat banyak bagaimana ini? aku harus segera membawamu pergi dan mengobatimu, badanmu juga dingin sekali." Ujar Leon dengan cemas.


Untungnya pada saat Ranti yang terjatuh Leon dengan cepat menangkap wanitanya itu.


"Hmm syukurlah kau datang akhirnya aku bisa tidur juga." Ujar Ranti dengan senyuman lalu pingsan di pelukan Leon.


Pria itu tampak marah besar, darahnya benar-benar mendidih lalu menatap kearah Gisel yang telah terduduk dilantai karena panik dan takut.


"Ma-Maafkan sa-saya tuan saya tidak tau jika wanita murahan itu adalah wanita anda." Ujar Gisel.


Mendengar hal terutama kata murahan membuat Leon sudah berada di ambang batas kesabarannya.


"Kau tau bahwa yang kau sebut murahan itu adalah ISTRIKU !! MARTIN DAN ALEXIA HANCURKAN DAN BUNUH SEMUA ORANG YANG MENJADI ANGGOTA BLACK ROSE. BAGI MEREKA YANG SUDAH MENYENTUH ISTRIKU WALAU SEHELAI RAMBUTPUN BUNUH DIA DENGAN CARA YANG MENGENASKAN." Teriak Leon dengan mata hitam dan aura membunuhnya yang kuat.


Setelah mengatakan hal tersebut Leon pergi meninggalkan tempat itu dengan Ranti yang berada di gendongannya.


'Kau harus baik-baik saja ini perintah!!.Panik Leon apalagi saat Ranti yang tidak merespons sama sekali.


"TIDAK! tuan aku mohon, biar bagaimanapun anda tidak bisa bertindak seperti itu. Aku juga terus menghormatimu dan baru kali ini melakukan kesalahan!!." Ujar Gisel yang masih tidak terima dengan nasib yang akan ia dapatkan. Wanita itu masih berpikir jika hukuman yang diberikan Leon untuknya terlalu berlebihan hanya untuk seorang gadis.


"KAU!! benar-benar menguji kesabaran ku." Ujar Leon dengan penuh amarah. Jika sekarang Ranti tidak dalam keadaan yang buruk pasti laki-laki itu akan memberikan siksaan saat itu juga.


"Tu-tuan saya bahkan bisa memberikan anda lebih dari apa yang diberikan oleh gadis itu." Ujarnya dengan percaya diri.


"DOOR!!"


"DOOR!!"


"AKH!! " Leon yang emosi langsung menembak gadis itu pada bagian bahu dan juga telinga wanita itu.

__ADS_1


"Untung saja peluru itu hanya melubangi telingamu bukan kepalamu, Diamlah!! jika kau masih berbicara buruk tentang ISTRI KU maka aku akan menghancurkan isi kepala mu saat ini juga!!" Ujar Leon dengan nada rendahnya yang sangat tajam.


"Istri?di-dia is-stri?." Gumam wanita itu dengan terkejut.


"Martin!! cepat urus dia sesuai perintahku tadi!!" Perintah pria itu sebelum akhirnya membawa Ranti pergi dari tempat tersebut.


Pria tersebut melihat wajah pucat Ranti dengan sendu, pikirannya seakan-akan terus saja takut akan kehilangan wanita yang sangat ia sayangi itu.


Setelah tiba di ruangan yang tampak megah dengan kasur tapi masih di markas Black Rose, Leon dengan cepat memanggil dokter yang memang telah tersedia disana.


"Cepat periksa dia! jika dia tambah parah maka kau yang akan kuhabisi !!" Ancam pria tersebut.


"Ba-baik tuan." Dokter yang juga masih berkecimpung di dunia mafia itu tentunya sangat mengenal Leon sang penguasa tertinggi di dunia bawah. Bahkan semua kelompok mafia tunduk dibawahnya.


Dengan perlahan dokter yang sudah berusia 50 tahun itu memeriksa Ranti. Dokter tersebut harus dengan sangat hati-hati untuk mengobati wanita itu karena saat ini Leon tepat berada disebelahnya dan terus mengawasi pria itu.


"Sa-saya sudah selesai tuan, dan kondisi hmm" Pria itu tampak berpikir dengan apa seharusnya ia memanggil wanita itu.


"Panggil dia NYONYA." Ujar Leon tanpa melihat kearah pria itu. Saat ini ia hanya terus memperhatikan Ranti yang tengah menutup matanya.


"I-itu ny-nyonya mem-membu" Gugupnya.


"Bisakah kau bicara yang jelaskan atau lebih baik kupotong saja lidahmu!!." Ancam Leon.


"Nyonya membutuhkan donor darah tuan," Ujar nya dengan cepat.


'Matilah aku' pikirnya.


"Sialannn!! akan kusuruh Martin membuat habis darah wanita gila itu!!"


"Baiklah, siapkan darahnya dalam waktu 15 menit jika tidak ada maka aku akan menggantung kepalamu!." Tatapan laki-laki itu benar-benar tajam seakan akan ingin mengulitinya.


"Ba-baik tuan." Ujarnya dengan gugup lalu keluar dari ruangan itu untuk mencari donor darah bagi wanita itu. Tapi walaupun begitu Leon juga menghubungi Martin dan Alexia untuk membantu dokter tersebut.


"Sepertinya aku benar-benar harus mengikatmu." Ujarnya dengan memegang tangan Ranti lalu menundukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2