Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Pantai


__ADS_3

" Dimana yang terluka tuan atau perlu dikeluarkan pelurunya?" Tanyanya dengan sedikit panik.


"Bukan aku yang sakit." Ucap Leon dengan cepat.


"Jadi siapa tuan?" tanyanya kembali.


"Dia" Leon menunjuk kearah Ranti yang tampak malu-malu.


"Oh apakah dia istri anda itu tuan?" Ucapnya lalu berjalan mendekati gadis itu. Dia tersenyum pada Ranti sebagai bentuk ramahnya.


"Jangan terlalu dekat dengannya atau akan kuhabisi kau!"Ancamnya.


Ranti menatap dua orang yang sedang berdebat itu. Sungguh sangat berbeda pikir gadis itu.


...****************...


"hah..." Gadis itu menghela nafas dengan kasar saat melihat pria itu yang terus saja memperhatikannya. Ranti benar-benar tidak habis pikir kenapa pria ini selalu ada didekatnya. Jika pria ini hanya diam saja tidak masalah namun pria ini terus mengganggunya dengan segala perintahnya.


"Tidurlah dan istirahat biar kau cepat sembuh!" Perintahnya tanpa membiarkan Ranti membantah sedikitpun pria itu lantas menatapnya dengan sangat tajam.

__ADS_1


"Aku sudah tidur berulang-ulang kali jika aku tidur lagi maka aku akan menjadi badak." Ucapnya.


" Berhenti membual dan istirahatlah." Perintahnya.


"Tidak mau, sampai kapanpun aku tidak mau." Jawabnya yang tentunya membuat Leon sangat kesal itu.


"Tidak bisakah kau jangan membantah." Leon mulai menguap wajahnya dengan kasar lalu berjalan ke arah kasur dimana Ranti berada itu.


"Kenapa kau kesini? mau mengancam ku ya? Tantang


Ranti saat melihat pria itu terus berjalan kearahnya.


"Hei apa yang kau lakukan!" Ucapnya sedikit berteriak.


"Hush tidurlah jangan berisik setelah kau sembuh aku akan mengajakmu jalan-jalan ke pantai bagaimana?Tawar laki-laki itu dengan menarik selimut menutupi tubuh gadis itu.


"Tidak mau, kau pasti bohong." Ranti masih tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh pria itu.


"Kau bisa merekam percakapan kita agar bisa menagihnya padaku." Leon menjawab dengan santai.

__ADS_1


Ranti tampak berpikir sejenak mengenai keputusan apa yang harus ia ambil untuk saat ini.


"Baiklah itu tidak perlu, aku akan mencoba untuk percaya padamu kali ini ." Ucapannya lalu menutup mata tersebut dengan rapat.


Leon memperhatikan sejenak gadis yang saat ini memejamkan mata agar tertidur itu. Bagaimanapun Ranti tidak akan menyia-nyiakan hadiah yang akan diterima jika ia berhasil.


"Huh" Lagi-lagi Leon harus menghela nafas saat mengetahui bahwa gadis itu sedang berpura-pura tertidur untuk sekarang.


"Awas jika kau sampai berbohong maka hadiah jalan-jalannya akan dibatalkan." Laki-laki itu mulai memberikan semangat belajar pada gadis itu.


Ranti tidak menjawab ia tau betul jika saat ini pria itu hanya akan menjebak dirinya.


Pagi hari di hari itu membangunkan Ranti dari tidurnya semalam. Dan saat ini gadis itu mulai merasakan lega karena sepertinya ia sudah bisa beraktivitas seperti biasanya. Ya walaupun itu hanya seperti bermain dengan Ojan, melihat bunga di taman ataupun yang lainnya.


'Yey akhirnya aku bisa ke pantai' Gadis itu terus tersenyum saat membayangkan lautan indah dan pasir yang sebentar lagi ke pantai itu.


Dengan cepat Ranti melangkahkan dirinya ke dalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap


"Apakah sudah sembuh?" Tanya Leon yang saat ini tidak pernah terlihat.

__ADS_1


__ADS_2