Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Tidak akan meninggalkan


__ADS_3

Setelah nafas pria itu yang tampak teratur Ranti membuka matanya. Ia menatap Leon dengan kasih sayang.


'aku memaafkan mu Leon.'Pikirnya. Sekarang pikiran Ranti benar-benar sudah bisa untuk menerima hal itu. Dia yakin Leon tetaplah orang baik meskipun tentang identitasnya yang tidak baik.


Tanpa mereka sadari telah terlelap hingga esok harinya. Leon yang baru saja bangun karena memang beberapa hari ini dia lembur dan sedang banyak pekerjaan sehingga tidak bisa tidur dengan puas hingga kemarin akhirnya ia dapat kembali tidur dengan nyaman.


Mata pria itu terbuka tapi mendadak ia tidak dapat menemukan Ranti yang tidur di sisinya tadi malam.


"DEG." Lagi-lagi jantungnya seakan ingin lepas memikirkan jika Ranti yang kabur darinya.


"Ke-kemana dia?" Tanyanya tampak panik melihat seluruh ruangan yang ada di kamar itu termasuk kamar mandi tapi dia tidak dapat menemukan Ranti.


...****************...


Leon tampak panik saat mendapati Ranti yang telah hilang dari hadapannya. Dia mengacak rambutnya dengan kasar dan tampak rahang tegasnya menunjukkan amarah yang luar biasa dan juga kesedihan.


"A-apa dia meninggalkan ku." Ujarnya dengan gemetar.


"Tidak! aku tidak bisa! aku tidak bisa hidup tanpanya! aku akan mencarinya walau keneraka sekalipun." Ujarnya yang tampak dingin.


"KREK."


"SIALAN!! Leon mengumpat kasar saat pintu kamarnya yang di buka oleh seseorang tanpa melihat ke arah asal suara tersebut.


"Ma-maaf mengganggu." Ucap Ranti dengan gugup.


"Apakah aku datang di saat yang tidak tepat,tapi aku hanya ingin membawakannya sarapan yang telah kubuat.' Pikirnya dengan nampan yang berisi nasi goreng dan juga segelas air putih.


Mendengar hal tersebut dengan cepat Leon membalikkan tubuhnya karena yang ia dengar suara wanita itu.


dengan langkah cepat pria itu berjalan kearah Ranti seakan-akan mereka tidak bertemu selama bertahun-tahun.


"Jangan memelukku!." Ujar Ranti saat Leon akan memeluknya karena saat ia sedang membawa nampan bagaimana jika kerja kerasnya hancur karena ulah pria itu.


"Ka-kau membenciku ?." Tanyanya dengan suara begetar. Pikiran pria itu saat ini selaku mengarah ke hal yang negatif diakibatkan kejadian tadi malam. Leon berpikir wanita itu pasti sangat terluka karenanya dan sangat membencinya setelah kejadian semalam.

__ADS_1


'Kenapa dengannya?.' Ranti tampak bingung dengan Leon yang tampak aneh dari biasanya.


Tapi Ranti yang memang biasa saja berjalan kerah meja yang ada di sana lalu mendudukkan dirinya diatas sofa disana.


Leon benar-benar hancur saat melihat wanita itu seakan tidak memperdulikannya sama sekali. Laki-laki yang punya apapun itu tiba-tiba menundukkan kepalanya sedih membayangkan jika Ranti akan terus membencinya dan mereka tidak akan pernah bisa kembali seperti dulu.


"Hal ini pantas kuterima." Gumam Leon dengan menundukkan kepalanya yang membelakangi Ranti.


"Leon." Panggil Ranti membuat pria itu segera menatapnya.


'A-apa dia akan meminta untuk bercerai.' Pikir Leon dengan gelisah.


"Ya." Jawabnya. Pria itu mencoba menguatkan hati jika Ranti mungkin akan mengata ngatainya walaupun jika wanita itu membencinya sekalipun dia tidak akan membiarkan Ranti pergi darinya.


"Ada apa sih dengan mu tadi mengumpat sekarang melamun lalu bersedih apakah kau sakit ? cepat kesini atau kuhabiskan sarapan mu ini." Ujar Ranti dengan jengkel karena pagi ini pria itu tampak aneh.


"Kau tidak marah padaku." Ujar Leon dengan penuh harap.


"Kau ingin aku marah ?" Ranti membalik pertanyaan laki-laki itu.


"Jika begitu maka kemari lah!." Perintah Ranti .


Dengan secepat kilat Leon segera berpindah ke arah gadis itu duduk .


"Astaga." Ranti tampak kesal karena pria itu bukan duduk di sampingnya tapi justru duduk di hadapannya.


Dengan cepat Ranti berdiri dan pindah disamping Leon lalu ia mengambil sesendok nasi goreng itu dan mengarahkan ke depan mulut pria itu.


"Aaa" Ujar Ranti.


Leon yang mengerti lalu memakan nasi goreng yang di buat Ranti dengan lahap.


"Akhirnya selesai nah setelah ini kau boleh bekerja." Ujar Ranti lalu mengambil tisu dan membersihkan bagian bibir laki-laki itu.


"Kenapa kau tidak marah padaku ?" Tanya Leon ia benar-benar ingin mengetahui apa yang dipikirkan Ranti ketika dia jelas jelas telah mengecewakannya tadi malam.

__ADS_1


"Untuk apa ? Tanya Ranti.


"Untuk tadi malam, aku pikir kau sangat kecewa denganku dan kau akan membenciku dan mencoba untuk meninggalkan ku." Ujar Leon dengan jujur karena saat ini ia sedang bingung dengan apa yang dipikirkan wanita yang menjadi istrinya itu.


"Ternyata kau berpikir jauh ya," Jawab Ranti.


"Katakan saja apa yang kau rasakan padaku, aku siap menerimanya dari pada kau berbuat baik padaku untuk meninggalkan ku." Leon berpikir jika bisa saja Ranti memiliki rencana untuk meninggalkannya saat ia lengah.


"Kau yakin kau siap." Ujar ranti padahal ia sendiri juga sudah berdamai dengan masalah tadi malam. Ayolah dia bukan gadis-gadis di novel yang akan merasa terus tersakiti hingga menjadi egois. Ranti sangat tidak ingin menyusahkan hidupnya dengan keadaannya saat ini.


"Ya aku siap." Ujar Leon.


"Bolehkah aku menampar mu?" Tanyanya.


"Silahkan jika itu membuatmu senang bahkan kau juga boleh membunuhku dan memotong anggota tubuhku." Ujar Leon dengan serius.


Ranti mengangkat tangannya ingin menampar wajah pria yang sama sekali tidak bergeming itu.


"Tap." Leon terkejut saat menunggu rasa sakit yang akan membuat pipinya memanas justru malah berubah menjadi elusan kecil di pipinya. Ia menatap Ranti dengan bingung.


"Ada apa?." tanya Ranti.


"Apa maksudnya?" Tanya Leon dengan lembut.


"Entahlah, aku hanya bercanda tadi mana mungkin aku akan melukai wajah tampan ini." Ranti saat ini dengan senyum jahilnya.


"Ranti jangan bercanda seperti ini, aku bertanya padamu kenapa kau tidak menamparku dan juga memakiku."


"Baiklah bagaimana jika kukatakan aku mencintaimu lebih besar dari pada rasa kecewaku jadi ya...aku akan bersamamu lagi pula saat dulu kau menyuruhku pergi aku kan sudah bilang jika aku akan selalu bersamamu kau pikir aku ini orangnya akan mudahnya marah tidak jelas lalu meninggalkanmu, ayolah suamiku tersayang aku ini Ranti istri dari tuan Leon walau kau ke tempat tergelap di dunia ini aku selalu bersamamu dan menjadi lampumu. Walau kau mafia, pencuri, penjahat besar atau apapun itu aku akan selalu berada di sampingmu dan akan berusaha membawaku ke luar dari jalan itu bukan kabur begitu saja meninggalkan mu dalam kegelapan. Ingat satu hal ini saja seumur hidupmu bahwa aku akan di sampingmu sampai kapanpun dan aku akan pergi darimu jika kau yang sudah tidak bahagia bersamaku maka dengan berat hati aku akan pergi mening..." Belum sempat Ranti menyelesaikan ceramah nya tapi pria itu sudah lebih dulu me*umat bibir mungilnya.


"Hmmp." Ranti yang kehabisan nafas mulai mendorong pria tersebut agar menjauh darinya.


"Aku tidak akan memintamu pergi sampai kapanpun." Ujar Leon sebelum kembali mencium Ranti.


'Terimakasih Tuhan kau telah mengirimkannya untukku' Batin Leon.

__ADS_1


__ADS_2