
Kedua orang itu berjalan keluar dari ruangan amis itu lalu mematikan lampu hingga memang hanya kegelapan yang akan dilihat oleh wanita itu.
"Hah bos benar-benar kejam apalagi jika menyangkut tentang nyonya maka ya sudah pasti akan mengenaskan." Ujar Martin dengan santai.
"diamlah Martin!!" Perintah Alexia seperti biasa.
"Tapi menurutku ini juga salah bos sih, kenapa dia tidak memberi tahukan anggota dunia bawah atau orang-orang dunia bawah jika Ranti itu nyonya kita jadi mereka tidak akan berani menyakiti nyonya lagi." Jelas Martin.
"Kau gila ya jika begitu malah tambah bahaya, akan banyak juga yang akan mengincar nyawa nyonya untuk bisa menghancurkan bos." Kali ini Alexia benar-benar kesal dengan pemikiran gila Martin.
"Benar juga ya, kenapa aku tidak kepikiran?"
"Karena kau bodoh!!" Ucap Alexia lalu pergi meninggalkannya.
...****************...
Ranti saat ini tengah makan di suapi dengan Leon meskipun penuh dan banyak drama sebelumnya.
"Makan yang banyak." Perintahnya.
"Aku nggak mau lagi, makanan ini benar-benar tidak enak tidak bisakah kita makan ayam goreng atau telur goreng saja tidak masalah asalkan jangan makanan tidak ada rasa ini.
"Tidak bisa." Jawab Leon dengan tegas.
"Ayolah Leon suamiku" Bujuknya.
"Tidak sekali tidak ya tidak jangan coba-coba membujukku." Ketusnya.
"Kau kenapa sih, masak aku nggak boleh makna yang lain. Kau saja yang makan makanan itu aku tidak mau lagi." Jawab Ranti dengan kesal.
"Iya iya jangan marah makan ini dulu." Leon mencoba untuk membujuk istri tercintanya itu.
"Aku tidak mau, kau saja yang makan." Tolak Ranti.
'Siapa suruh dari tadi aku di marah marahin padahal aku sudah minta maaf tapi dia malah ketus terus. Aku kan juga sudah membujuknya dengan segenap usaha.' Batin Ranti ia benar-benar kesal dengan pria itu.
" Huh...baiklah aku akan menyuruh Martin memberimu makanan yang lain bagaimana?." Tanyanya.
"Terserah." Ketus Ranti.
Saat ini wanita itu langsung menarik selimut dan menutup dirinya dengan selimut itu. Melihat hal tersebut Leon hanya bisa menghela nafas panjang.
"Baiklah baiklah aku minta maaf, jangan marah lagi oke, aku yang salah." Bujuknya. Kali ini dia benar-benar harus mengalah.
__ADS_1
Tidak ada jawaban dari Ranti, wanita itu tetap menutup seluruh badannya dengan selimut.
"Hiks,hiks." Suara Isak tangis Ranti yang masih terdengar jelas oleh Leon. Sontak pria tersebut panik bukan main.
"Ada apa? apanya yang sakit? cepat bilang apa yang saki? Aku harus memanggil dokter." Panik Leon.
Tetapi belum sempat Leon berteriak memanggil dokter Ranti sudah lebih dulu membuka selimut namun hanya bagian mata sampai hidung saja.
"Aku tidak sakit hiks ini karena kau jahat hiks." Ujarnya dengan mata yang berlinang air mata menatap Leon.
Leon mengusap air mata milik Ranti dengan pelan.
"Iya iya aku minta maaf yaaaa." Ujar Leon dengan nada lembutnya.
Sebenarnya diapun bingung kenapa jika dengan istri tercintanya itu dia bahkan sulit untuk merasa emosi pada wanita itu. Kesabarannya mendadak setebal kamus bahasa Inggris.
"Kan hiks kamu jahatttttt hiks." Isak Ranti yang malah tambah menangis itu.
"eh kok tambah nangis? Baiklah baiklah sekarang aku tanya apa salahku kenapa aku jadi jahat ?" Tanya Leon.
"Hiks i-itu kamu dari tadi nyuekin aku, terus hiks hiks ka-kamu ketus ke a-aku kan aku sedih hiks hiks." ucapnya dalam isak tangisnya.
Kali ini bukan panik Leon justru tersenyum lucu dengan tingkah istrinya itu.
"hiks hiks kan ka-kamu masih gitu,hiks." ujarnya.
"Apalagi yang kurang hmm?." Kali ini laki-laki itu mengusap lembut rambut Ranti.
"Ka-kamu nggak ada manggil a-aku 'sayang' hiks biasanya kamu selalu pakai sayang kayak hiks makan dulu sayang hiks bobo dulu sayang kayak gitu hiks tapi tadi bukan dari tadi kamu nggak pakai sayang hiks kamu pasti udah nggak cinta sama akukan? hiks yaudah aku nggak mau lagi sama kamu." Jelasnya dengan sesegukkan.
'Jadi gara-gara itu marahnya wanita memang makhluk tersulit sedunia.' Pikir Leon.
"Oke oke udah ya jangan nangis ya sayangggg." Bujuknya.
"Iya hiks nggak nangis lagi." Ucap Ranti yang sudah menampakkan seluruh wajahnya setelah dipanggil sayang.
"Nah gitu dong, sekarang makan ya sayanggg."Ujar Leon yang sudah ingin tertawa itu.
"Iyaa mauu."Jawab Ranti dengan membuka mulutnya lebar.
Dengan cekatan Leon menyuapi Ranti hingga akhirnya makanan tersebut habis.
"Pintarnya sayangku." Puji Leon.
__ADS_1
"Iya hehehe." Dan kali ini mood gadis itu sudah kembali bahagia.
"Nah sekarang tidur ya sayang setelah kamu baikkan baru kita kembali ke rumah kita." Ucap Leon karena ini memang masih di markas Black Rose.
"Hmm Leon ini dimana ?" Tanyanya.
"Ini masih di tempat kamu di culik tapi di ruangan lainnya. Kamu nggak sadar selama 2 hari perjalanan akan sangat berbahaya bagimu yang sedang sakit jadi aku memutuskan untuk tetap disini sampai kamu benar-benar membaik." Jelasnya.
"2 hari lumayan juga ya ini mencetak rekor aku sakit kayaknya deh." Ujar Ranti dengan santai.
Mendadak ekspresi Leon mengdingin mendengarnya.
"Dengarkan aku Ranti." Ujarnya dengan serius.
"Ya."
"Jangan pernah berpikir untuk memecahkan rekormu kali ini. Jika sampai terjadi lagi maka aku akan mengikatmu dan mengurungmu di kamar kita." Ujarnya dengan sangat-sangat serius.
"Tapi aku tidak bisa membiarkan teman-temanku terluka." Ujarnya.
Leon mengelus pipi gadis itu dengan lembut.
"kamu hanya perlu mengatakan hal itu padaku suami mu maka aku akan membereskannya." Leon benar-benar mengeluarkan aura mafianya.
"Ba-baiklah aku akan melakukannya." Jawab Ranti.
"Good girl." Pujinya dengan senyuman.
"Cup" Pria itu mengecup bibir Ranti.
"Cup." Kemudian pipinya dengan lembut.
"Tidurlah aku akan disini menemanimu." pintanya.
Mendengar hal tersebut Ranti tersenyum lalu mengangguk paham. Ia memang merasa mengantuk karena efek obat yang ia konsumsi tadi.
"Mimpi indah sayang."
Setelah Ranti terlelap Leon segera berdiri dan keluar dari ruangan tersebut. Ekspresinya tampak berubah 180 derajat. Sekarang sosoknya tampak ganas dan di takuti tanpa ada kesan lembut sedikitpun.
"cklek" Leon membuka pintu kamar Ranti dan menutup nya dengan pelan.
"Martin hubungin Alexia dan datang kembali menemuiku di ruang kerja baruku di tempat ini. Dan juga siapkan 10 anggota yang hebat dan terpercaya untuk berjaga di sini ! Perintahnya lalu berjalan pergi meninggalkan Martin.
__ADS_1
"Apa yang akan di lakukan bos kali ini ? aku bahkan tidak dapat menebaknya." Gumamnya