Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
POV Leon


__ADS_3

"Aku masih tidak bisa melupakan kejadian itu, aku benci laut dan juga angin yang menghembuskan rambutmu karena itu persis dengan kejadian saat itu." Gumamnya pelan tanda didengar oleh siapapun kecuali dirinya sendiri.


Ranti yang merasakan bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dengan cepat mengalihkan pandangannya kepada Leon yang juga sedang menatapnya.


"Kemari kau! jangan berdiri disana!." Perintah Leon yang sama sekali tidak di gubris oleh gadis tersebut


"Jangan keras kepala Ranti! Jangan berdiri disana!" Lagi-lagi pria itu memerintah Ranti namun hal tersebut masih tidak mau didengarkan oleh gadis itu.


"WUSH"


"BYUR"


...****************...


Ombak besar menghantam tempat Ranti berdiri tadi. Untung saja Leon dengan cepat menariknya sehingga gadis itu tidak tersapu dengan derasnya ombak.


Saat ini Ranti berada diatas tubuh laki-laki itu. Mata mereka bertemu dan bertatapan untuk waktu beberapa detik.


"Bisakah kau menyingkir dari atasku?" Tanya Leon dengan nada sarkasnya.


"Hmm maaf." Cicit gadis itu lalu dengan cepat berdiri.


"Kau tau betapa bahanya jika aku tidak menyelamatkanmu tadi, kau tau ? kau bisa saja mati di bawa ombak tadi! apakah kau benar-benar ingin menyusahkanku ha! apa itu memang keinginanmu. Mulai sekarang kau harus menjaga dengan baik tubuhmu karena aku masih membutuhkanmu." Ucap pria itu yang langsung berlalu pergi meninggalkan Ranti yang hanya dapat melihat punggung pria tersebut.


"Aku menyusahkanku yaaa..jadi itu tanggapannya selama ini." Gadis itu tersenyum kecut saat mengetahui fakta itu. Sebenarnya dari dulu ia telah mengetahuinya namun rasa cintanya selalu meyakinkannya tepatnya menghiburnya dengan kalimat ' Dia pasti mencintaiku'.


Gadis itu melihat kearah langit biru yang cerah itu.

__ADS_1


"Apa aku harus melepaskan cintaku di laut ini." Gumamnya lalu berlalu pergi mengganti baju karena bajunya saat ini telah basah akibat ombak tadi.


Sesampainya dikamar itu Ranti langsung mendapati Leon yang juga telah berganti baju karena tadi baju pria itu juga ikut basah. Tidak ada sapaan yang diberikan oleh gadis itu bahkan untuk melihat saja Ranti tidak mau.


Leon memperhatikan gadis itu yang tidak mau menyapa dan melihat kearahnya.


"Baguslah ini adalah jalan terbaik." Gumam Leon yang menatap sendu kearah pintu kamar mandi dimana gadis itu berada.


Tak lama gadis itu telah siap dengan baju berwarna putih dan biru muda itu.


"Apakah dia masih disini." Gumam gadis itu dengan melihat sekeliling ruangan yang tampak sepi itu.


"Sepertinya dia sudah pergi,baguslah." Walaupun ucapan itu tersebut dibibirnya namun dalam lubuk hati yang paling dalam ia sangat menginginkan jika pria itu tetap disana.


"Dia tidak perduli padamu Ranti jadi jangan berharap lagi, mari jalani sisa hidup ini untuk melupakannya." kata-kata penyemangat ia serukan agar tidak terpuruk dengan kejadian ini.


Ranti yang merasa bahwa kapal itu berhenti segera berlari keluar. Dapat ia lihat pantai dengan pasir berwarna putih itu dan juga laut biru yang bening sehingga gadis itu dapat melihat ikan-ikan yang berenang disana.


Namun ia tidak menunjukkan hal tersebut didepan leon karena bagaimanapun saat ini ia sedang berusaha untuk menjauhi pria itu. Agar Ranti dapat menghapus rasa cintanya ini.


"Pegang tanganku!" Perintah Leon yang sudah lebih dahulu turun dari kapal tersebut.


Ranti hanya melihat tangan itu tanpa mempunyai niat untuk menyambutnya.


"Hmm dek bisakah membantuku turun." Pinta Ranti pada salah seorang remaja yang saat ini tengah mengikatkan tali kapal tersebut.


"Saya kak?" Tanyanya ragu karena ia tau betul bahwa Ranti dan Leon merupakan suami istri tersebut.

__ADS_1


"Iyaa kamuuu." Jawab Ranti dengan lembut yang membuat Leon menatap tajam kearah gadis tersebut.


"Apa maksudmu?" Leon sudah seperti singa yang akan menerkam mangsanya.


"Cepat sini dek!" Ranti sama sekali tidak menggubris apa yang ditanyakan pria itu padanya.


Anak laki-laki itu dengan perlahan mendekat kearah pasangan itu dan akhirnya ia berdiri tepat di sebelah Leon. Lalu perlahan mengulurkan tangannya.


"Terimakasih." Ranti tersenyum tulus lalu menyambut uluran tangan itu sedangkan Leon mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat sehingga kuku-kukunya berwarna putih itu.


Hatinya benar-benar sakit saat melihat bagaimana gadis itu memilih pria lain tepat dihadapannya.


Setelah itu Ranti lagi-lagi tersenyum pada laki-laki itu tanpa memperdulikan Leon yang sudah merah padam itu.


Setelah itu Ranti berjalan menjauh dari Leon dengan obrolan kecil antara dirinya dan juga remaja itu.


POV LEON


Aku Frederick Leonardo Ze laki-laki tidak punya perasaan sama sekali yang ada dipikiranku hanyalah balas dendam pada orang-orang yang telah menyakitiku dahulu.


Hingga akhirnya sampai di titik dimana aku harus menikah dengan seorang gadis agar aku dapat mencapai cita-cita ku. Martin dan Alexia ku suruh untuk mencari seorang gadis yang biasa-biasa saja karena menurut mereka bahwa gadis yang memiliki keunikan itu berbahaya. Aku yang memang tidak peduli hanya menuruti semua tanggapan dari mereka.


Hingga tiba saat kulihat gadis itu pertama kalinya satu hal yang terbesit di otakku 'Konyol' gadis itu benar-benar berbeda dengan semua orang yang pernah ku temui dalam hidupku. Dia nakal, keras kepala, barani, susah di atur, namun dia gadis yang baik. Tidak ada harta didalam kepalanya yang ia pikirkan hanya cara untuk melarikan diri dariku.


Awalnya kuanggap semua akan berjalan dengan sesuai rencana yang telah ku atur. Namun, pada malam itu gadis itu dengan tubuhnya menangkis tembakan Martin yang akan ditujukan oleh pelayan-pelayan yang tidak kompeten itu. Entah mengapa saat melihat itu aku benar-benar merasa takut dan cemas. Aku takut kehilangannya entah karena apa tapi rasa khawatir itu benar-benar sesuatu yang sangat buruk. Tapi untunglah gadis itu tidak kenapa-kenapa dan bisa pulih dengan cepat.


Tanpa kusadari perasaan itu tumbuh begitu saja bahkan sebelum gadis itu jatuh cinta padaku aku telah lebih dahulu jatuh pada pesonanya. Jantungku berdebar kencang saat berada didekatnya namun aku menyukai perasaan itu, aku sama sekali tidak membencinya. Dan satu hal yang sangat aneh aku sama sekali tidak bisa tidur jika tidak berada disisinya. Maka dari itu aku akan selalu memeluknya Sepenjang malam, itu adalah hal yang sangat membahagiakan dalam hidupku.

__ADS_1


Aku mencari tau semua tentangnya dan juga orang tuanya. Sebagai menantu yang baik aku terus mengirimi mereka uang di kampung dengan atas nama Ranti. setiap orang tua gadis itu ingin bertemu oleh anaknya maka aku akan memberikan surat yang seakan-akan dibuat oleh Ranti. Didalamnya menjelaskan tentang gadis itu yang sedang mengikuti kegiatan kampus selama setahun dan itu di gaji oleh pihak kampus.


__ADS_2