Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Pemilik Pulau


__ADS_3

Pagi hari di hari itu membangunkan Ranti dari tidurnya semalam. Dan saat ini gadis itu mulai merasakan lega karena sepertinya ia sudah bisa beraktivitas seperti biasanya. Ya walaupun itu hanya seperti bermain dengan Ojan, melihat bunga di taman ataupun yang lainnya.


'Yey akhirnya aku bisa ke pantai' Gadis itu terus tersenyum saat membayangkan lautan indah dan pasir yang sebentar lagi ke pantai itu.


Dengan cepat Ranti melangkahkan dirinya ke dalam kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap


"Apakah sudah sembuh?" Tanya Leon yang saat ini tidak pernah terlihat.


...****************...


"Tentu saja, ayo kita ke pantai!" Ajak gadis itu dengan semangat yang membara.


"Hmm bersiap-siaplah!" perintahnya kepada Ranti.


"oke..." Ranti dengan senang melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi. Dari dulu ia sudah sangat ingin ke pantai namun karena masalah biaya gadis itu hanya menganggapnya sebagai angan-angan.


Dua jam berlalu saat ini Ranti telah bersiap dengan segala kebutuhannya. Sedangkan Leon hanya memperhatikan saja tanpa niat membantu.


"Tuan bisakah bantu aku membawa tas itu." Pinta gadis itu dengan menunjuk salah satu tas besar yang telah terletak disana.


"Jangan bawa itu." Perintahnya pada Ranti.


"Tidak bisa kita harus membawanya! disana ada kebutuhanku. Lagi pula mau pakai baju apa nanti disana."Gadis itu menatap tajam kearah Leon yang tampak menatap aneh kepada gadis itu.


"Tapi kita tidak perlu membawanya." Perintah laki-laki itu sekali lagi yang sama sekali tidak dipedulikan oleh Ranti.

__ADS_1


"Pokonya bawak!!" Gadis itu tidak mau mengalah dan terus bersikeras.


Leon memijit pelan pangkal hidungnya. Laki-laki itu benar-benar pusing dengan apa yang harus ia lakukan pada gadis yang sudah berstatus istrinya itu.


'Kenapa akalnya sangat pendek.'Pikir pria itu.


"Kita tidak perlu membawanya karena kita akan ke pulau pribadi jadi disana telah menyediakan segala kebutuhan kita." Jelas Leon kepada gadis kecil itu.


"Apakah memang begitu?" Tanya gadis itu untuk memastikan.


"Iya...." Leon menjawab dengan sangat-sangat malas.


"Oh begitu, ya sudah tunggu apalagi mari kita pergi dan tinggalkan barang-barang ini." Ajak gadis itu yang justru telah berada didepan.


"Padahal dia yang dari tadi memperlambat." Gumam laki-laki itu namun ada sedikit senyum berpatri dibibirnya itu.


"Hmm Tuan jadi kan katanya ini pulau pribadikan nah itu punya siapa pulaunya? Apakah temanmu sungguh orang yang sekaya itu?." Tanya Ranti yang sedikit penasaran tentang pemilik dari pulau tersebut.


Sedangkan supir mereka menahan tawa didepan. Bagaimana mungkin nyonyanya ini tidak menyadari betapa kayanya suaminya itu. Bukan hanya pulau yang dapat dibeli oleh tuannya itu bahkan negara saja mampu ia beli.


"Hei jawab tuan kok pelit banget sih kan aku cuman mau tau siapa yang punya pulau cantik ini." Ranti yang kehabisan kesabaran karena Leon yang hanya diam seribu bahasa itu.


"Jika kau tau pemiliknya kau akan melakukan apa?" Tanya pria itu.


"Hmm ntahlah aku hanya ingin tau saja, Ya hanya sekedar ingin tau saja." Jawabnya dengan santai.

__ADS_1


"Ingin tau?" Tanya pria itu.


"Ya ingin tau tidak lebih dari itu." Jawabnya dengan santai tanpa ada beban sedikitpun.


"Jika aku bilang itu adalah aku bagaimana?" Tanya pria itu.


Lama keheningan diantara mereka karena Ranti yang tiba-tiba terdiam.


"Hahaha" Suara tawa gadis itu menggelegar didalam mobil tersebut membuat dua orang pria yang didalam mobil tersebut terdiam tanpa mengatakan sesuatu.


"Apa yang lucu?" Tanya Leon dengan alis yang sedikit ia naikkan itu.


"Tidak ada haha aku hanya membayangkan jika tempat ini ternyata punya suamiku. Maka bukankah aku akan menjadi istri seorang milyarder bahkan mungkin orang terkaya di negara ini. Bukankah itu akan sangat aneh " Jelasnya yang membuat Leon terdiam sesaat.


"Aku tau kau orang kaya tapi, ya tidak mungkin kau yang membelinya kan?." Gadis itu kembali menjelaskan.


"Bagaimana jika suatu hari orang yang mempunyai pulau ini datang dan ingin menjadikan kau menjadi istrinya?" Tanya Leon sedikit menyelidiki.


"Ya nggak mungkinlah, mau dia orang paling kaya didunia namun aku akan tetap menjadi istrimu ya karena aku mencintaimu suamiku." Jawab gadis itu dengan tulus.


Mendengar jawaban gadis itu membuat leon terdiam sementara dan merasakan getaran luar biasa dihatinya.


Tidak ada jawaban dari pria tersebut dia hanya memalingkan muka karena merasa malu dengan apa yang dikatakan oleh gadis tersebut.


"Kenapa mukamu merah apakah demam." Ranti sedikit khawatir dan dengan reflek ingin memeriksa keadaan pria itu. Namun dengan cepat Leon menepis tangan itu membuat Ranti benar-benar merasakan sakit dihatinya.

__ADS_1


"Maaf." Gumam gadis itu dan kembali menatap jalan dari balik jendela penumpang tersebut.


__ADS_2