Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan

Gadis Biasa Menikahi Mafia Tampan
Pasar Malam


__ADS_3

"Cepat makan makananmu jika tidak ingin ditinggal." Ucapan laki-laki itu langsung membuat Ranti melahap cepat makanan yang ada didepannya itu.


"Pelan-pelan tidak ada yang akan merebutnya darimu." Ujar laki-laki itu saat melihat Ranti yang makan dengan lahapnya.


"Tidak mau, nanti kau akan meninggalkan ku dan pergi duluan." Ujar Ranti.


"Tidak akan, aku akan terus bersamamu." Gumamnya yang hanya dapat didengar jelas oleh dirinya sendiri.


"Apa yang kau bilang?"


"Tidak apa." Jawabnya.


...****************...


Ternyata pasar malam yang dikatakan oleh Leon seminggu kemudian baru akan dimulai membuat hari-hari gadis itu benar-benar merasa ditipu. Bagaimana mungkin pria itu menipunya sampai segitunya itulah yang selalu dipikirkan oleh gadis itu


Tapi yang menjadi kabar baiknya saat ini Ranti sudah bisa berjalan dengan normal tanpa embel-embel yang membuatnya risih itu. Bahkan saat ini ia bisa berlari mengelilingi kota sendiri.


"Hei kenapa kau merengut saja?" tanya pria itu yang saat ini tengah berjalan kearah Ranti yang duduk di bangku taman itu.


"Entahlah aku hanya kesal karena ada seseorang yang berjanji tapi malah diingkari. Seseorang itu benar-benar menipuku menyebalkan." ucap gadis itu dengan nada sarkasnya.


"Huh jadi ini masih tentang pasar malam itu?" tanya Leon sedikit membuang nafas.


"Menurutmu?"


"Baiklah nanti malam kita akan pergi."


"Malas kau pasti bohong lagi"


"Tidak aku serius kali ini kita akan pergi" Jelasnya.


"Bagaimana jika kau berbohong lagi ?Ranti menatap tajam pria itu.


"Jika aku bohong maka semua hartaku untukmu." Tawar Leon.


"Tidak aku tidak mau hartamu" Jawab Ranti dengan cepat.


Leon mengerutkan dahinya, untuk pertama kali ada seseorang yang tidak menginginkan hartanya.


"Lalu apa yang kau inginkan?" Tanya Leon yang kali ini berubah serius itu.


"Hmm jika kau berbohong lagi maka kau harus mengizinkanku untuk menanam bunga daisy di taman ini bagaimana?" Tanya Ranti.


Leon memandang gadis itu tidak percaya dengan apa yang diminta gadis itu.

__ADS_1


"Hanya itu?" Tanya laki-laki itu mencoba memastikan.


"Apa itu terlalu sulit?" Ranti tampak menerka apakah pria ini tidak dapat mengabulkan hal itu.


."Tidak itu bahkan sangat mudah." ujarnya.


Dua sejoli itu kembali terdiam dengan Ranti yang terus memandang taman bunga itu. Perlahan gadis itu menutup matanya merasakan angin yang menerpa wajahnya. Leon yang sedari tadi bukan memperhatikan taman bunga akan tetapi memperhatikan gadis itu.


"Hah tenangnya." Gumam Ranti dengan pelan.


"Iya sangat tenang dan indah." Sahut laki-laki itu yang hanya mendapatkan senyuman kecil dari Ranti.


'Bunga disini memang indah.' Pikir gadis itu.


'Dia lebih indah dari bunga.' pikir Leon.


Akhirnya malam pun tiba kali ini Leon benar-benar menepati janjinya untuk membawa Ranti ke pasar malam.Sesampainya di tempat itu Ranti tidak henti-hentinya tersenyum.


"Waa keren aku main itu boleh?" Tanyanya dengan menunjuk salah satu wahana disana.


"Tidak boleh itu terlalu tinggi." Jawab laki-laki itu dengan tegas.


"Kalau yang itu boleh?" tanyanya lagi sambil menunjuk kearah wahana lainnya.


"Kalau yang itu boleh ?." tanya Ranti dengan menunjuk biang Lala yang sedang berputar itu.


"Tidak boleh." Jawab Leon dengan tegas membuat gadis itu menekuk wajahnya.


"Ya sudah kalau begitu pulang saja.". Ucap gadis tersebut dengan muka yang cemberut.


"Kok pulang?" tanya Leon.


"Terus untuk apa disini jika tidak boleh melakukan apapun. Main itu nggak boleh, main yang lainnya juga nggak boleh jadi harus bagaimana ?." Tanyanya dengan nada kesalnya.


"Huh, baiklah kau boleh main yang itu." Ucapnya sambil menunjuk salah satu wahana yang ada disana. Melihat wahana yang ditunjuk oleh laki-laki itu membuat Ranti membulatkan matanya.


"Kau serius?" Tanya Ranti untuk memastikan kembali.


"Ya untuk yang itu boleh." Jawab pria itu dengan wajah datarnya.


"Aku tidak mau, itu permainan untuk anak-anak,aku sudah besar masak main begituan. Nggak mau ah.." Ucap gadis tersebut dengan nada kesalnya saat melihat wahana kereta api yang dinaiki oleh anak-anak itu. Mana mungkin ia mau menaiki wahana itu sedangkan wahana itu hanya untuk anak kecil.


"Pokoknya kau harus mau naik yang itu atau kita tidak akan pernah keluar dari rumah lagi." Ancam Leon yang membuat Ranti membulatkan matanya. Dengan cepat gadis itu melangkah dengan menghentakkan kakinya kesal.


"Kau mau kemana ?" Tanya Leon yang memperhatikan gadis itu berjalan menjauh darinya.

__ADS_1


"Ya mau naik wahana itu lah" jawab Ranti dengan menunjukkan wahana kereta keretaan yang tampak sudah berisi beberapa orang anak itu.


Leon tampak terdiam memperhatikan tingkah lucu gadis itu. Leon benar-benar merasa gemas dibuatnya dengan cara berjalan gadis itu, caranya menunjuk wahana itu dan bagaimana cara gadis itu marah kepadanya semua tampak imut di mata Leon.


"Mbak yakin mau naik wahana ini?" Tanya penjaga itu kepada Ranti.


"Yakin pak" Jawab gadis itu dengan semangat.


"Tapi ini hanya untuk anak-anak mbak orang dewasa nggak boleh." Ujar pria itu yang membuat suasana hati Ranti menjadi tambah buruk itu


'Dasar singa galak gila awas saja aku akan membalasmu.iiiii aku benar-benar ingin mengulitinya.' Pikir gadis itu yang sudah sangat emosi tersebut.


Ranti dengan terpaksa melangkahkan kakinya menuju ketempat Leon tadi berada dengan kepala yang terus menunduk.


"Kenapa kesini ? tidak jadi main?." Tanya pria tersebut tanpa nada bersalah.


"Itu bukan untuk orang besar itu hanya untuk anak anak menyebalkan. Ibu-ibu disitu menatapku dengan aneh seakan akan aku orang gila. Itu semua karena mu hmm!!" Ranti mengomeli Leon dengan segala unek-unek yang tersimpan dalam hatinya itu.


"Hahaha benar-benar bodoh hahaha." Laki-laki itu tertawa dengan lepas untuk pertama kalinya. Ranti yang awalnya kesal entah mengapa mendadak bahagia saat melihat raut kebahagiaan dari pria itu.


Sedangkan dari jauh Martin membulatkan matanya saat melihat bos dinginnya itu tertawa dengan lepas bahkan tanpa beban sedikitpun.


"Apa ini mimpi?" Gumamnya pelan dengan terus memperhatikan laki-laki tersebut.


"Tidak ini benar-benar kenyataan, pria es itu baru saja tertawa lepas karena gadis itu." Ucapnya lagi saat memperhatikan lebih teliti kearah bosnya itu.


"Ini keajaiban dunia yang harus diabadikan." Ungkapnya dan langsung mengambil beberapa foto saat Leon sedang tertawa.


"Senang kau melihatku begini ya ?"Tanya gadis itu saat melihat Leon yang masih saja tertawa. Lama kelamaan ia mulai kesal dengan pria ini karena tertawanya itu seperti mengejek gadis itu.


"Hahaha baik aku diam." Ucap pria itu dengan menghapus sedikit air mata yang keluar dari ujung matanya itu.


"Kau akan kubunuh jika mengejekku lagi, sudahlah pulang saja jika begini aku bosan." Ucap Ranti yang akan berlalu pergi.


'Lebih baik main hp dirumah dari pada seperti orang gila disini.' Pikir gadis itu. Namun siapa sangka saat ia akan berbalik Leon dengan sigap mencekal tangannya.


"Jangan pulang dulu, emm mari pergi ke rumah hantu bagaimana?" Tawar laki-laki itu yang membuat Ranti tersenyum cerah.


"Benarkah?" Tidak ada jawaban dari pria itu yang ada hanya anggukkan kecil yang ia berikan namun sudah berhasil membuat Ranti sangat bahagia.


"Baiklah jika begitu mari kita pergi ke rumah hantu yey..." Ucapnya sedikit menjerit lalu menarik tangan Leon agar mengikutinya.


Leon sedari tadi hanya diam memperhatikan bagaimana tangannya dan Ranti yang saling bergandengan itu. laki-laki itu benar-benar merasakan bahagia dengan apa yang mereka lakukan saat ini.


"Kita sudah sampai dan ini juga sudah ada tiketnya jadi mari kita masuk." Ajak Ranti yang sudah tidak sabaran itu.

__ADS_1


__ADS_2