Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Kepulangan Ryuga


__ADS_3

Alexa berjalan linglung melihat sekeliling di tempatnya berdiri, semuanya tampak kosong dan sepi. Alexa mencari-cari keberadaan seseorang berjalan lalu berlari dengan langkah tertatih-tatih. Sejauh kakinya melangkah tidak ada seorang pun yang tampak dalam indra penglihatannya.


"Yank kamu dimana Yank, aku takut sendirian," ujar Alexa ketakutan mencari keberadaan Ryuga.


"Yank tolongin aku," ujar Alexa terus berusaha mencari keberadaan Ryuga.


"Alexa, panggil seseorang dengan nada lembut."


Mamah!


"Mah tungguin Alexa mah, Alexa mau ikut Mamah, Alexa kangen Mamah" panggil Alexa tertatih.


"Alexa belum saatnya kamu pergi sayang, kasian benih yang ada di dalam kandungan kamu, mereka butuh kehidupan sayang," ujar Sarah.


"Apa benih dalam kandungan Alexa?",tapi Mah Alexa udah nggak kuat lagi Mah, Alexa mau ikut Mamah. "Alexa takut sama Papah, Mah, please Mah jangan tinggalin Alexa," ujar Alexa terisak pilu mencoba meraih tangan Mamahnya.


"Kamu harus kuat sayang demi benih di rahim kamu, perjalanan kamu dan anak kamu masih panjang Alexa," ujar Sarah.


"Mah, Mamah jangan tinggalin Alexa mah, Mamah," ujar Alexa terisak.


Sarah hanya tersenyum simpul melambaikan tangannya ke arah putri kesayangannya. Alexa terjatuh ia mencoba menarik tubuhnya menggapai tangan Mamahnya yang menatapnya dengan senyum sambil melambaikan tangannya, semakin lama semakin menjauh lalu menghilang.


"Mamah, teriak Alexa menangis mencari-cari keberadaan Mamahnya."


Di sisi lainnya.


"Alexa, "teriak Ryuga yang terbangun akibat mimpi buruknya.


Nafas Ryuga terdengar tidak beraturan, ia panik mimpinya seolah sangat nyata baginya. Jam kini menunjukkan pukul 23.00 malam waktu England.


Daniel yang sedang sibuk mengemasi barang-barang ke dalam koper, di buat terkejut saat mendengar teriak Ryuga yang terbangun dalam tidurnya.


"Ga luh baik-baik aja kan?" tanya Daniel menatap Ryuga."


Ryuga beranjak panik dari sofa, "Kita harus pulang secepatnya, perasaan gue nggak tenang, dimana Reyhan, Niel?" tanya Ryuga tiba-tiba panik merasa tidak tenang perasaannya.


"Reyhan lagi keluar sebentar," saut Daniel mengerutkan kedua alisnya menatap bingung Ryuga.


Setelah pertemuannya dengan Mr. Jhon berbuah manis, Ryuga memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Namun sejak tadi Ryuga terus saja menunjukkan emosinya dikarenakan Ryuga sudah mengetahui bahwa Mamahnya terlibat dalam perceraiannya dengan Alexa. Walaupun Mamahnya berusaha menutupi perbuatannya, namun informasi tersebut bisa terendus sampai ke telinga Reyhan yang pintar dalam mendapatkan segala informasi dari orang kepercayaannya. Sejak tadi siang Ryuga terlihat tidak sabaran ia ingin kembali ke Indonesia secepatnya.


"Apa kita nggak bisa cari penerbangan malam ini juga," ujar Ryuga dengan nada tinggi.


"Nggak bisa Ga, cuaca lagi buruk sekarang dan hampir seluruh maskapai menunda penerbangan mereka sejak sore tadi Ga," ujar Daniel pasrah yang sejak tadi selalu menjadi sasaran luapan emosi Ryuga.


Pranggg..!


"Arrgghhh shi*, geram Ryuga dengan penuh emosi."

__ADS_1


Gelas yang tidak berdosa pun, menjadi sasaran luapan emosi Ryuga yang sudah meluap-luap sejak tadi.


"Apa yang sebenarnya Mamah inginkan? kenapa Mamah tega misahin aku dan Alexa Mah," ujar Ryuga penuh emosi.


Daniel menghembuskan nafasnya dengan kasar, sejak tadi ia mencoba memahami kekesalan Ryuga akibat ulah Mamahnya.


Reyhan tiba-tiba saja datang dan masuk ke dalam kamar Ryuga dengan wajah tegang, membawa tablet di tangannya.


"Ga luh harus liat ini," ujar Reyhan dengan wajahnya terlihat serius memberikan tabletnya kepada Ryuga.


Bruukk!


Tubuh Ryuga serasa tak bertulang menjatuhkan dirinya kembali duduk di sofa, setelah melihat berita tentang Alexa yang menjadi headline news di situs berita online.


"Alexa, Han.., Alexa baik-baik aja kan Han? Han jelasin ke gua kalo dia baik-baik aja? Kita harus kembali sekarang juga pokoknya, gue harus pulang ke Indonesia sekarang juga ,"ujar Ryuga memberingsut lemah menangis sambil menjamak rambutnya


"Kenapa?" tanya Daniel, dan Reyhan pun memberikan tabletnya kepada Daniel memberitahu berita tentang Alexa. Daniel pun terlihat terkejut, bisa terlihat jelas dari ekpresi setelah membaca artikel di situs berita online.


Daniel dan Reyhan mencoba menguatkan Ryuga yang terlihat bergetar hebat ketakutan setelah melihat berita mengenai kasus penyerangan yang terjadi di rumah Karin.


"Luh yang sabar Ga, gua dari tadi udah usaha buat dapetin tiket penerbangan ke Indonesia, luh harus tenang Ga, kalo luh panik gue juga bingung, lebih baik kita berdoa aja semoga Alexa baik-baik aja sana," ujar Reyhan menepuk pundak Ryuga mencoba menguatkan sepupunya tersebut.


"Gimana gue sabar Han, sekarang gue nggak tau gimana nasib Alexa sekarang, apa dia selamat apa enggak. Gue harus balik sekarang juga Han, Alexa pasti butuhin gue Han, gue harus balik sekarang juga," teriak Ryuga terlihat semakin kalap mencengkram kerah Reyhan tidak sabaran.


"Ga luh tenang Ga, kita juga sama paniknya sama kaya luh, sekarang kita berdoa aja buat Alexa, supaya kondisinya baik-baik aja, itu usaha yang terbaik yang kita bisa lakuin sekarang," ujar Daniel mencoba menyadarkan Ryuga yang terlihat emosi mencengkram kerah baju Ryuga.


Ryuga meraup wajahnya frustasi, disaat Alexa berjuang di tengah kesakitannya, justru saat ini ia tidak berada di sisi Alexa,


"Alexa.., maafin aku Alexa," ujar Ryuga terisak pilu duduk di sofa.


*******


Dan keesokan harinya pesawat yang Ryuga tumpangi, terlihat sudah mendarat pukul 7 malam, Ryuga langsung saja berlari di koridor bandara setelah keluar dari pesawat.


"Luh siapin tim pengacara kita," ujar Ryuga menyuruh Daniel. Dan Daniel pun langsung memisahkan diri setelah mendengar perintah atasannya tersebut.


"Ayo Han, kita ke rumah sakit," ujar Ryuga sambil berlari keluar dari bandara.


Reyhan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menebus kepadatan jalan di ibukota, Reyhan terus saja memencet klaksonnya tidak sabaran saat terjebak kemacetan.


"Argggh.. kita kejebak Ga," ujar Reyhan memukul stir mobil.


"Apa nggak ada jalan alternatif lain Han," ujar Ryuga tidak sabaran.


"Susah Ga, ini padet banget," ujar Reyhan sambil celinguk celinguk mencari celah untuk lewat.


Ryuga dan Reyhan benar-benar tidak mengenal lelah, walau ia sudah menepuh perjalanan hampir 16 jam di dalam pesawat, namun demi Alexa Ryuga tidak memikirkan rasa lelah yang menempel di tubuhnya.

__ADS_1


Mobil Ryuga kini sudah terpakir di basement rumah sakit. Ryuga berlari menapaki koridor rumah sakit menuju resepsionis.


"Maaf mbak saya mau tanya pasien atas nama Alexa Zheandra Hasan di rawat di ruang apa mbak?" tanya Ryuga memukul-mukul tidak sabaran meja resepsionis secara perlahan.


Sebentar ya saya check dulu," ujar resepsionis tersebut.


"Mohon maaf Pak disini, nggak ada pasien atas nama Alexa," ujar sang resepsionis.


"Apa mana mungkin," bentak Ryuga emosi.


Brakkkkk !


Ryuga menggebrak meja resepsionis, hingga membuat kedua resepsionis tersebut terkejut, "Gimana bisa kalian berdua tidak tau, jelas-jelas saya melihat berita kemarin malam pasien tersebut di larikan di rumah sakit ini kemarin malam," bentak Ryuga murka.


"Ga sabar Ga, ini rumah sakit. Maaf ya mbak, tolong periksa sekali lagi ya mbak," ujar Reyhan mencoba bersikap seramah mungkin. Kedua mbak-mbak resepsionis tersebut pun terlihat memeriksa sekali lagi di layar komputer di depannya dengan tangannya yang terlihat gemetaran.


"Maaf Pak saya sudah periksa, tetap tidak ada pasien atas nama Alexa di rumah sakit ini," ujar sang resepsionis tergagap-gagap ketakutan melihat ke arah Ryuga.


Ryuga semakin murka saat sang resepsionis tidak bisa menemukan keberadaan Alexa.


"Bangsat," umpat Ryuga dengan emosinya yang sudah meluap-luap.


"Bagaimana bisa kalian tidak menemukan data pasien, apa kalian ini bodoh," maki Ryuga menunjuk-nunjuk resepsionis tersebut yang sudah terlihat pucat pasi.


"Maaf Pak tapi memang pasien tidak ada di rumah sakit ini," ujar seorang resepsionis terbata-bata.


"Mohon maaf Pak tolong jangan buat keributan di rumah sakit," ujar seorang petugas security memperingati Ryuga.


"Arrrggghhh," geram Ryuga terlihat frustasi.


"Mending kita cari setiap bangsal di rumah sakit ini Ga," ujar Reyhan.


"Ayo, ujar Ryuga meninggalkan meja resepsionis."


Ryuga dan Reyhan mencari keseluruhan setiap bangsal di rumah sakit.


"Gimana Han ketemu?" tanya Ryuga. Reyhan menggelengkan kepala menghampiri Ryuga dengan nafasnya yang terlihat ngos-ngosan.


"Ck! arrgghh dimana kamu Alexa," ujar Ryuga mulai frustasi.


"Han luh tolong cek ke seluruh rumah sakit, cari keberadaan Alexa sekarang juga, " bentak Ryuga tidak sabaran. Reyhan terlihat sangat sabar dalam menghadapi emosi Ryuga saat ini.


"Oke gue pergi dulu, gue akan cek ke semua rumah sakit di Jakarta," jawab Reyhan langsung mengambil ponselnya meninggalkan Ryuga sendiri.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2