Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Teror Debt Kolektor.


__ADS_3

Di kediamannya, Retno terlihat sudah bersiap-siap ingin berangkat ke rumah sakit bersama suaminya. Karena pada hari ini Bimo akan melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan. Mamah Retno berjalan menuju dapur mencari keberadaan bi Siti sambil mengecek kelengkapan rekam medis suaminya di tasnya.


Bi Siti, bi ! "kemana sih bi Siti ? " panggil Mamah Retno.


Iya nyah sebentar, "saut bi Siti sambil berlari menghadap majikannya tersebut.


Apa nyah, " tanya bi Siti di hadapan majikannya.


Nanti kalau Alexa atau Ryuga pulang tolong sampaikan saya lagi ke rumah sakit sama tuan. Kamu dari tadi saya panggilin dari mana sih? " tanya mamah Retno sambil menyiapkan obat suaminya.


Maaf nyah, saya dari belakang tadi! "Baik nanti saya akan sampaikan. Nyah tunggu dulu saya mau cerita! tapi maaf ya nyah sebelumnya bukannya saya bermaksud lancang. Nyonya inget nggak pas nyonya sama tuan itu ribut sama mas Ryuga waktu itu, "ujar bi Siti menahan majikannya.


Iya bi, kenapa emangnya? "tanya Retno terlihat penasaran.


Itu nyah, ternyata non Alexa saat itu baru sampai juga, nggak lama pas mas Ryuga pulang. Pak Pardi ngelihat non Alexa pergi lagi sambil nangis gitu nyah padahal katanya dia baru sampai. "ujar bi Siti antusias.


Kamu yakin bi, tapi kok Alexa sikapnya biasa ajah ya seolah nggak terjadi apa-apa bi " tanya Mamah Retno dengan raut wajah cemas.


Wah saya ndak tau juga ya nyah kalo soal itu, " ujar bi Siti sambil garuk-garuk kepala.


.........


Di kantin, Rena terlihat masih salah tingkah dan penasaran, masalahnya tingkat kepoannya saat ini sudah sampai tahap akut.


Eh itu Pak Ryuga ngapain dia manggil si Dimas? kok mukanya kayak ada aura-aura permusuhan gitu sih, Sumpah gue penasaran banget "ujar Rena.


Daripada maag luh kumat gara-gara kepo, mending luh makan ini, "ujar Kipli yang langsung memberikan suapan baso ke mulut Rena.


Debat sama orang kurang peka kaya luh, emang ngeselin. Gue semakin yakin deh kayanya pak Ryuga suka sama Alexa, kalo nggak ngapain coba si Dimas di suruh ke ruangannya? "Ya Tuhan berikanlah jawaban untuk mengobati rasa penasaran hamba ini, "ujar Rena sambil menadahkan kedua tangannya.


Bukannya kurang peka paul, susah emang kalo ngomong ama cewek mah bawaannya ribet. Lagian ngapain gue ikut campur urusan mereka, mereka tuh udah pada gede kali, kecuali kalo mereka pada gelud, baru dah! " ujar Kipli


Baru lo pisahin gitu, "potong Rena.


Kaga gue tontonin sambil gelar tiker, " celetuk Kipli.


Ih Kipli gue serius, lagian luh emang nggak penasaran apa, "tanya Rena.


Kita nyimak aja dulu, nggak usah luh ikut-ikutan mecahin masalah mereka, karena udah ada peringatannya "memecah berarti membeli" ckckckc, "saut Kipli.


Rena pun kembali mengeplak kepala Kipli karena ucapannya yang nyeleneh.


Minta di tabok mulut luh emang lama-lama, " ujar Rena lalu meninggalkan Kipli.


..........


Setelah mendapatkan resep obat dari apotek, saat itu juga di tempat yang sama Mamah Retno dan Papah Bimo terlihat memasuki lift rumah sakit, entah itu suatu ketidaksengajaan atau keuntungan bagi Alexa, sehingga saat itu mereka tidak saling berpapasan satu sama lain, sehingga Alexa dan Karin kembali melanjutkan langkah mereka berjalan keluar rumah sakit.


Di saat Alexa sedang asyik berbincang dengan tante Karin, tiba-tiba saja ada seorang pria berjas putih lengkap dengan id card, memperlihatkan profesinya yang ternyata adalah seorang Dokter menahan langkah Alexa.

__ADS_1


Tunggu, "ujar Dr Andry menahan seseorang yang berjalan di depannya sambil berusaha mengingat-ingat wajah seseorang yang ada di depannya.


Saya Dok, "ujar Alexa menunjuk dirinya.


Ahh saya inget sekarang setelah liat seragam kamu, waktu itu Ryuga bukannya pernah bawa kamu kan ke UGD, ia sepertinya saya tidak salah, itu kamu kan? "tanya Dr Andry antusias.


Apa, "Dokter ini kenal Kak Ryuga? " batin Alexa tersenyum kaku menatap dokter Andry.


Perkenalkan saya Dr Andry sahabat Ryuga semasa kuliah, kalo saya boleh tahu adek ini siapanya Ryuga ya?"tanya Dr Andry penasaran.


Oh, Saya sepupunya, " jawab Alexa berbohong. Karin pun tersenyum sambil menatap Dr Andry, karena ia tahu Alexa pasti ingin menyembunyikan kondisi kesehatannya dari Ryuga dan keluarganya. Dr Andry hanya tersenyum sambil menjabat tangan Alexa dan Karin mereka saling memperkenalkan diri mereka masing-masing.


Senang berkenalan dengan kamu Alexa. Kalo gitu saya permisi dulu ya, yuk tante mari " pamit Dr Andry. Alexa hanya menjawab ucapan Dr Andry dengan senyuman.


Iyalah nggak mungkin, pasti nggak mungkin Ryuga nikah sama anak SMA, tapi kenapa dia nggak pernah cerita punya sepupu cakep kayak gitu, " batin dokter Andri sambil menggaruk-garuk kepala berjalan di konidor rumah sakit.


Oh, jadi dia teman kuliah Kak Ryuga, apa mungkin dia juga kenal sama Sita? "batin Alexa penasaran.


...........


Setelah berpisah dengan Tante Karin di halaman rumah sakit, karena saat itu Karin ada keperluan mendadak sehingga ia tidak bisa mengantar Alexa pulang.


Alexa sedang menunggu ojol pesanannya, ia sedikit merasa aneh menatap area sekitar. Sejak pulang sekolah Alexa merasa seperti ada orang yang mengikutinya. Benar saja setelah beberapa menit Alexa menunggu pesanan ojolnya terlihat tiga orang pria seram yang saat itu ia pernah temui di rumahnya, mereka datang kembali lalu menghampiri Alexa.


Hallo cantik, mau kemana? Gimana masih inget kami kan? " sapa salah satu debt kolektor tersebut menatap Alexa dengan senyum menyeramkan.


Ayo ikut kami sebentar, kamu tidak perlu takut. "ujar debt kolektor tesebut menggiring Alexa menuju di tempat sepi.


Seperti janji kami, kami datang lagi mencari mu cantik, karena si Ferdi brengs** itu sampai detik ini, dia masih belum melunasi hutang-hutangnya dan terus saja menghindari kami. Kami sudah mencarinya kemana-mana, kebetulan sekali kami malah menemukan kamu di sekolah tadi. Pasti kamu mau pulang kan sekarang ? Ayo antarkan kami kepadanya!, " ujar debt kolektor bertato sambil mencengkram tangan Alexa.


Ta tapi sa saya nggak tau Pa papah saya dimana? "ujar Alexa ketakutan.


Kamu rupanya ingin bermain-main dengan kami ya? " ujar salah satu debt kolektor sambil menyentuh pipi Alexa.


Alexa memberanikan diri, ia mencoba menggigit tangan pria yang mencengkram tangannya lalu menendang pusaka miliknya sehingga Alexa berhasil lolos dan lari.


Kurang ajar tangkap dia, "ujar salah satu debt kolektor tersebut. Ketiga debt kolektor tidak menyerah, mereka terlihat mengejar Alexa.


Alexa berlari, mencari tempat yang ramai menghindari ketiga pria tersebut. Hingga sesampainya di depan halaman rumah sakit saat ingin masuk tiba-tiba Alexa hampir saja tertabrak mobil yang ingin masuk ke parkiran rumah sakit.


Ketiga pria tersebut berhasil menangkap Alexa lagi. Alexa menangis ketakutan saat ketika salah satu debt kolektor itu berhasil menarik tangannya kembali, tubuhnya bergetar hebat pandangannya mulai kabur, dan saat itu juga samar-samar Alexa mendengar seseorang datang menolongnya,


.


Bugh..


.


Bugh..

__ADS_1


.


Brengs**, kalian, "hardik Ryuga


Dua bogeman mentah bersarang di wajah pria yang mengganggu Alexa. Ryuga datang di saat yang tepat, ia pun menarik tangan Alexa dari para pria- pria tersebut, dan langsung memeluk Alexa yang saat itu sudah tidak sadarkan diri.


Sial** ! "Jangan ikut campur, jika kau tidak ingin berakhir mengenaskan, "ujar salah satu debt kolektor.


Saya berhak ikut campur, karena wanita yang kalian usik adalah istri saya. Aku peringatan kan jika kalian berani saja melukainya maka kalian akan ku jebloskan ke penjara, " sarkas Ryuga mengacam.


"Ckckckc, silahkan saja! Asal kamu tau Papahnya memiliki hutang sangat besar kepada bos kami yaitu sebesar 700 juta. Kami sudah memberi peringatan kepada Ferdi dan bahkan juga putrinya. Namun sampai saat ini kami tidak bisa menemukan di mana bajing** itu berada. Dan secara kebetulan kami bertemu dengan putrinya lagi. Apa salah jika kami memintanya untuk memberitahu dimana keberadaan Papahnya ? '"ujar salah satu debt kolektor.


Apa! "kenapa Alexa tidak pernah menceritakan ini kepadaku, "batin Ryuga kesal.


Baiklah! "Saya yang akan bertanggung jawab membayar semua hutang- hutang tersebut, ini kartu nama saya silahkan kalian pergi, "ujar Ryuga mengusir ketiga debt kolektor.


Ryuga pun membawa Alexa masuk ke dalam mobilnya, menatap nanar wajah Alexa. Apalagi setelah Mama Retno memberitahunya, bahwa Alexa sudah mengetahui perihal pertengkarannya dengan kedua orang tuanya, ada sedikit perasaan sesal tersirat dari wajahnya.


Ryuga mengambil ponselnya dan menghubungi Mamahnya, memberitahu bahwasanya ia tidak bisa datang ke rumah sakit karena ada urusan mendadak. Ryuga tidak ingin memberitahu kejadian yang menimpa Alexa, karena ia tidak ingin membuat kedua orang tuanya khawatir.


"Alexa, sadar Alexa, " ujar Ryuga tampak tersirat jelas raut wajahnya yang begitu cemas. Alexa yang saat itu perlahan mulai membuka matanya, ia langsung terkejut dan gelagapan mengingat kejadian terakhir yang baru saja ia alami.


Alexa tenang, kamu sudah aman sekarang, "ujar Ryuga meraup wajah Alexa dengan kedua tangannya. Tanpa aba-aba Ryuga langsung memeluk Alexa, agar Alexa merasa lebih tenang.


Alexa menghirup aroma tubuh yang begitu ia hafal, aroma yang selalu berhasil membuat perasaannya tenang. Cukup lama Ryuga memeluk Alexa hingga, ia pun melepaskan pelukannya setelah merasakan Alexa cukup tenang.


Kamu tunggu di sini dulu ya, saya mau ke minimarket sebentar, "ujar Ryuga menatap Alexa memposisikan satu tangannya menangkup wajah Alexa.


Ryuga pun pergi meninggalkan Alexa sendiri di dalam mobilnya. Alexa menggigiti kukunya menyalurkan perasaan yang masih takut sambil melihat-lihat keadaan sekitar.


Alexa tersentak kaget, manakala melihat ponsel Ryuga yang tertinggal di dasbor terlihat berdering. Tersirat nama Sita nampak di layar ponsel Ryuga. Alexa tidak berani mengangkatnya mengingat siapa yang menelpon Ryuga adalah seseorang yang begitu berarti bagi Ryuga. Alexa terdiam menatap ponsel Ryuga hingga ponselnya pun kembali hening. Hatinya kini kembali di buat resah, saat melihat notifikasi chat dilayar lockscreen yang berisikan.


"Ga, weekand nanti jadi kan?


Terlihat nama Sitalah si pengirim chat tersebut.


.


Deg...


.


Jadi selama ini mereka masih berhubungan, " batin Alexa sesak.


Satu pukulan berat terasa menghantam dada Alexa, dada terasa begitu sesak. Bulir air matanya lolos begitu saja rasa sakit, kecewa dan penasaran menyatu dalam perasaan Alexa. Matanya terus saja ia tunjukan pada ponsel Ryuga.


Ingin sekali Alexa membaca chat dari Sita tadi, namun Alexa cukup sadar diri walaupun statusnya kini sudah resmi menjadi istri Ryuga, namun Alexa merasa seolah ada dinding pembatas dalam hubungannya dengan Ryuga yang tidak berani ia tembus.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2