
Pelajaran olahraga akan segera di mulai, murid-murid kelas Xll IPS 4 terlihat sudah berkumpul di lapangan cuaca hari ini begitu terik. Alexa terlihat menyipitkan matanya karena paparan cahaya matahari yang begitu menyilaukan di tengah lapangan.
Pak Joko merupakan guru olahraga di SMA Garuda Bangsa, ia terlihat sedang memberi intruksi agar murid-murid segera berkumpul. Pak Joko mempunyai ciri khas kepalanya yang botak plontos, sehingga karena ciri khasnya tersebut membuat Pak Joko terus saja menjadi bahan keusilan para murid-muridnya.
Pelajaran pun akhirnya di mulai setelah Pak Joko meniup peluit, semua murid-murid langsung berlari melakukan pemanasan dengan mengitari lapangan.
Eh luh liat dah, palanya pak Joko! bulet banget anjirr kaya cilok magel. "ucap Kifli dengan keusilannya. Sontak ucapan Kifli membuat kedua sahabatnya itu ngakak sambil melihat ke arah Pak Joko.
"Anjirrr, laknat banget mulut lo...ckckckc! "ucap Rena diiring gelak tawa yang begitu lepas begitu pun dengan Alexa.
Udah gitu kena sinar matahari jadi glowing gitu lagi, terang banget kaya lampu taman..ckckck ! " Silau men, "celetuk Kifli dengan terkekeh sambil memegangi perutnya.
"Hadeuhhh Kifli! udah gue nggak sanggup lagi, perut gue sakit tau nggak. "ujar Alexa yang begitu terpingkal-pingkal sambil mengusap air mata yang keluar akibat tertawanya yang begitu lepas. Rena pun dibuat sama, dia sampai ngos-ngosan akibat gelak tawanya yang tidak henti. Rena dan Alexa tertawa sampai tersungkur di lapangan saking lucunya mendengar ucapan dari sahabatnya yang teramat laknat.
"Hey, kalian yang di belakang! mau Bapak tambahin lagi larinya. "bentak Pak Joko dengan nada yang cukup tinggi. Alexa Kifli dan Rena pun mendapat teguran dari Pak Joko karena terus saja becanda saat pelajarannya.
Mampus luh dimarahin tuh sama Pak Joko tuh..ckckckc! plis udah napa Kifli perut gue sakit, lemes gue. "ucap Alexa sambil berlari.
Tau luh, dasar tuh Kifli dasar murid durjana kualat lu ngatain Pak Joko yang tampan rupawan gitu! "saut Rena sambil menuju ke arah Kifly.
.........
Di dalam ruangannya Ryuga menjadi tidak fokus bekerja, apapun yang ia kerjakan tidak ada satu pun yang beres. Bahkan saat menginput data pun, Ryuga beberapa kali mengetik nama Alexa di laptopnya. Ryuga menghela nafas panjang, dan mengusap wajahnya frustasi. Pesona Alexa kini berhasil membuat seorang Ryuga yang terkenal dingin dan tegas kini menjadi seorang yang kehilangan arah. Alexa sudah mendominasi sebagian isi otak Ryuga, hingga sejak tadi ia terus saja terbayang wajah Alexa sambil mengingat kejadian tadi malam. Walaupun hubungan mereka ada sedikit kemajuan namun Alexa tetap sangat berhati-hati sekali dalam menceritakan sesuatu terutama yang berhubungan dengan kehidupan pribadinya, hingga membuat Ryuga penasaran.
Ryuga berjalan keluar dari ruangannya, berusaha mengembalikan fokus dengan melihat pemandangan di sekitar sekolah. Saat bersandar di balkon di depan ruangannya, perhatiannya teralihkan pada ponselnya yang terlihat ada notifikasi, Ryuga membuka chatroom pada ponselnya.
Ga, sory ganggu! "Weekend kosong nggak? (Sita).
"Nggak Sit! Ada apa emangnya ? (Ryuga).
Andry sama Siska mau ngajak kumpul bareng di kafe Monalisa kamu mau ikut nggak Ga? (Sita).
Boleh !! Jam berapa ? (Ryuga).
"Nanti aku kabarin deh, Ga! (Sita).
"Oke, sip! (Ryuga)
Aku masukin nomer kamu ya ke grup chat anak-anak ya ? (Sita)
"Bolehh! (Ryuga)
__ADS_1
Ryuga mengakhi chatnya dan menyeruput ice america coffe sambil melihat siswa-siswa yang terlihat sedang berolah raga dari lantai 2. Matanya pun langsung tertuju pada sosok wanita yang sejak tadi mengganggu konsentrasinya terlihat sedang bercanda ria dengan tawa begitu lepas bersama kedua sahabatnya.
"Gadis nakal ! Sekarang dia sudah mulai berani menyerangku ! ,Ck" Apa yang membuatnya tertawa hingga seperti itu ? Kenapa saat bersama denganku aku tidak pernah melihatnya selepas itu, ''batin Ryuga dengan senyum mengembang.
Gaes lo pada liat deh Pak Ryuga, senyum ke arah kita, bikih melting nggak sih liatnya, "Kyaaaa! "ujar Tania salah satu teman sekelas Alexa yang merupakan salah satu fansnya Pak Ryuga.
"Wihhh, sejak kapan si es kutub mulai mencair ? Pak Ryuga senyum gitu bikin gue klepek kpelek, rasanya pengen gue culik aja bawa ke KUA, "saut Della teman sekelas Alexa.
Eh asal luh tau ya, Pak Ryuga itu punya gue keles, "ujar Tania dengan pedenya.
Alexa merasa risih mendengar teman sekelasnya membicarakan Pak Ryuga. Alexa sedikit mengerutkan alisnya, sejujurnya ada perasaan tidak rela ketika Pak Ryuga menjadi bahan rebutan para temannya tersebut.
Dih pede banget sih luh pada, Pak Ryuga itu suami gue asal luh tau, "batin Alexa kesal ingin sekali ia berujar seperti itu kepada Tania dan Della.
Alexa pun mendongakan kepalanya ke atas netra mereka kemudian bertemu, Alexa menyadari Ryuga sedang menatap ke arahnya lalu ia buru-buru membuang wajahnya. Alexa sedikit salah tingkah mengingat perbuatan frontalnya semalam hingga membuat wajahnya pun mulai terasa panas dan merona.
Pantes aja siswi-siswi pada melting, rasanya pengen lari ke arahnya meluk, terus teriak dia suami gue, milik gue,.."Kyaaaa!, "batin Alexa mengkhayal sendiri menundukkan wajahnya menahan senyumnya
Woy ngapain loh senyum senyum sendiri gitu! "sinting luh ya ? "ujar Kifli sambil menyenggol bahu Alexa sampai oleng saat melihat Alexa tidak fokus.
"Dih kepo, "ujar Alexa terkejut.
Kipli kemudian berjalan ke arah Alexa sambil menenggak air mineral yang ia genggam lalu mengapit kepala Alexa di ketiaknya, sambil membawa Alexa pergi.
Ihhh Kipli, sakit leher gua, jorok banget sih luh! "ujar Alexa sambil menarik kepalanya dari apitan Kifli. Alexa langsung merebut air mineral tersebut dari tangan Kifli, saat Kifli sedang menenggaknya minumannya tersebut.
Buset dah bocah, maen betot ajah aer gue ! "Lah kira kira lah Lex, untung gue kagak keselek. "ujar Kifli yang berdiri melihat ke arah Alexa sudah berjalan mendahuluinya.
Alexa hanya menjulurkan lidahnya ke arah Kifli, kemudian menatap kembali ke arah tempat di mana Ryuga berada. Namun berbeda kini Pak Ryuga menatap Alexa dengan tatapan horor nya yang menghumus. Alexa bingung melihat Pak Ryuga, ia sampai dibuat bergidik ngeri saat netra mereka kembali bertemu. Sebenarnya interaksi Alexa dan Kifli lah yang menjadi pemicu kekesalan Ryuga kini, yang di nilainya terlalu intim karena sudah berani merangkul miliknya.
" Dasar bocah tengik, ! "ujar Ryuga kesal matanya tidak hentinya menatap interaksi antara Alexa dan Kifli.
..........
Kelas Grace kini berganti melakukan mapel olahraga, Grace yang sedang bercanda dengan teman-temannya, ia melihat Alexa dengan tatapan sinis saat berjalan berjalan bersama Kifli, lalu membidik moment kebersamaan Alexa yang terlihat cukup intim.
Liat aja luh Lex, suatu saat senyuman luh itu akan berganti sama tangis penderitaan, "batin Grace dengan senyum smirk.
Eh gaes lihat deh di atas, seger banget liat Pak Ryuga, emang bener ya pesonanya tuh renyah banget lagi kaya rengginang baru di goreng, "ujar Dina teman Grace.
"Pak Ryuga ! "panggil Grace kegirangan sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Namun ia menyadari Pak Ryuga tidak melihat ke arahnya, Grace pun melihat kemana arah mata Pak Ryuga tertuju, ternyata matanya tertuju pada dimana Alexa berada. Grace mengepalkan tangannya kesal, lalu berjalan ke arah Alexa.
Anak sial kaya luh nggak pantes bahagia, nasib luh harusnya tuh lebih pantes kaya bokap luh, yaitu jadi pecundang...,"batin Grace menyeringai.
Eh Grace kemana luh, "tanya Lea teman Grace, namun pertanyaan Lea tidak di gubris Grace. Grace terus berjalan tepat di belakang Alexa, kemudian ia menyenggol tubuh Alexa dari arah belakang hingga Alexa terjatuh tersungkur dengan posisi lutut dan tangan betumpu di aspal menahan tubuhnya. Alexa meringis kesakitan celana Alexa terlihat bolong di bagian lututnya, dan telapak tangannya pun terasa perih. Benar saja lutut Alexa kini berdarah karena terkena aspal yang baru saja di perbaiki. Rena yang melihat sahabat yang terjatuh dari kejauhan seketika berlangsung berlari menghampiri Alexa.
"Luh apa-apaan si Grace, " ujar Kifli kesal ke arah Grace.
"Eh lampir luh apain Alexa? "gue tau luh sengajakan celakain Alexa. "bentak Rena sambil mendorong Grace.
Dih nggak penting banget, minggir gue mau lewat! Luh halangin jalan gue, "ujar Grace sambil berdecih dan bersedekap tangan di dadanya.
Eh ini tuh lapangan luas, lo kira gue bego permanen kaya lo, "ujar Rena sambil menunjuk ke arah Grace.
Bukannya merasa bersalah Grace malah tersenyum penuh kemenganan, apalagi melihat lutut Alexa terluka, ia malah pergi bersama ketiga teman-temannya seolah tidak ada rasa bersalah sedikit pun.
Bener-bener tuh si Lampir cari perkara mulu,yakin gue pas lahir nggak di adzanin kali yak tuh anak !, "ujar Kifli saat melihat Grace pergi
"Loh gpp Lex ? bisa bangun nggak, "tanya Kifli sambil memeriksa kondisi Alexa.
Pak Joko pun yang masih berada di lapangan segera datang melihat kondisi Alexa, ia pun menyuruh Alexa ke UKS agar lukanya segera di obati.
Ayo kita ke UKS Lex, darah luh banyak banget nih, "ucap Rena yang begitu khawatir.
Ryuga melihat kejadian tersebut dari kejauhan cukup mengkhawatirkan Alexa apalagi ia melihat Alexa meringis kesakitan. Setelah melihat kejadian tersebut, dirinya pun menyadari selama ini Grace lah yang memang selalu mencari masalah terlebih dahulu kepada Alexa. Ingin rasanya ia berjalan menghampiri Alexa namun langkahnya masih tertahan karena ia tidak ingin menimbulkan kecurigaan mengenai hubungannya dengan Alexa. Di sisi lain ia tidak memungkiri ia saat ini cukup mengkhawatirkan Alexa.
Bell pun berbunyi, Rena dan Kifli terlihat enggak meninggalkan Alexa di UKS. Apalagi saat melihat Alexa meringis saat luka di beri antiseptik oleh Bu Laila, luka Alexa cukup lebar.
Ya sudah kalian berdua masuk, biar Alexa ibu yang urus, "ujar Bu Laila kepada Rena dan Kifli.
Luh ggp kan gue tinggal ? "tanya Rena khawatir.
Gpp Ren, lagian cuman luka gini doang kok, " ujar Alexa tersenyum.
Ya udah bae-bae luh yak, ntar kalo ada apa-apa kabarin gue, "ujar Kifli perhatian.
Kamu disini dulu ya jangan banyak bergerak, nanti kamu biar di anterin Pak Supri pulang, apa perlu saya bilang ke Papah kamu, "tanya Bu Laila penuh perhatian.
Nggak usah repot repot bu, saya nanti saya naek ojol aja, jangan bilang Papah juga bu nanti Papah takut khawatir, "jawab Alexa. Alexa sebenarnya sangat males berurusan dengan Papahnya, justru malah akan semakin menambah masalah. Bu Laila pun hanya tersenyum menuruti permintaan anda Ia pun pergi meninggalkan UKS.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...