
Sudah dua hari, Alexa sama sekali tidak memperdulikan Ryuga dan terus saja menjauhinya. Berbagai alasan Alexa gunakan mulai dari capek, pusing sampai membohongi Ryuga bahwa ia sedang berhalangan. Entah apa yang terjadi pada dirinya kini, yang jelas Alexa merasa risih dan kesal jika Ryuga terus mendekatinya dan terus saja tidak pernah bosan meminta jatah kepadanya.
"Kamu kenapa sih Yank, biasanya tiap pagi semangat banget siapin semua keperluan aku? "tanya Ryuga sambil menatap dirinya di depan cermin. Mendengar ucapan Ryuga barusan Alexa malah mengganti posisi tidurnya memunggungi Ryuga, tidak peduli.
"Udah semalem aku di kunciin, sampe semalam aku tuh tidur di kamar Shaka sama Sheena, "protes Ryuga kesal.
"Berisik, ihh! "ujar Alexa menutup kepalanya dengan bantal."
"Iya, aku minta maaf aku pulang telat semalem, kerjaan aku lagi banyak banget Yank, kamu ngertiin aku dong! "ujar Ryuga duduk di sisi ranjang menatap Alexa yang masih memunggunginya, acuh. Alexa malah mengibas-ngibaskan tangannya mengusir Ryuga tanpa menatap wajah sang suami.
"Ck, kayanya beneran ngambek nih! "batin Ryuga, ia pun beranjak dan menatap deretan parfum dari berbagai macam merk terkenal tersusun rapi di lemari kaca kamarnya. Ryuga mengambil salah satu dari deretan parfum tersebut.
"Semprot parfumnya jangan deket aku, sana gih jauh-jauh! "usir Alexa dengan suara khas orang bangun tidur merasa terganggu.
Mendengar ucapan Alexa tadi Ryuga pun menghembuskan nafasnya perlahan menggelengkan kepalanya menatap Alexa yang masih setia membungkus tubuhnya bak kepompong ulat keket.
"Aku ada meeting pagi-pagi, aku berangkat dulu ya_"
"Iya, udah gih kamu cepetan berangkat, ntar telat! "ujar Alexa di balik selimut tebalnya.
Ryuga pun mendekatkan lagi dirinya mencoba mencium kening Alexa sebelum berangkat ke kantornya, namun Alexa malah menarik selimutnya menutupi seluruh wajahnya.
"Kok kamu gitu sih Yank! Morning kiss dulu dong sebelum aku berangkat, biasanya kalo aku mau berangkat kamu selalu meluk aku nggak mau lepas dari aku, kok sekarang aku malah diusir sih, "ujar Ryuga menatap selimut yang menutupi tubuh Alexa.
Alexa pun membuka selimutnya dan memasang wajah cemberut masih setia memejamkan matanya. "Ya udah nih cepetan, "ujar Alexa memasang wajah cemberut masih memejamkan matanya
Cup !
Ryuga mengecup kening Alexa sekilas dan Alexa pun langsung kembali menarik selimutnya menutupi seluruh wajahnya saat Ryuga ingin mengusap wajah Alexa.
"Cih, dasar! "ujar Ryuga mengangkat sedikit sudut bibirnya tersenyum.
Setelah keluar dari kamarnya Ryuga pun memasuki kamar kedua buah hatinya yang masih terlelap dan mencium mereka satu persatu sebelum berangkat ke kantor.
**********
Sesampainya di lobby perusahaan Ryuga langsung saja memasang wajah dengan aura-aura kelam mematap fokus ke depan, sepertinya jika karyawan saat ini melakukan kesalahan, pastinya karyawan tersebut tidak akan lolos dari sasaran emosinya.
"Wuihh..pak bos kenapa tuh Niel, mukanya suntuk banget pagi-pagi? "tanya Fanny pada Daniel.
"Tau, kaga dapet jatah kali semalem, ckck, "saut Daniel terkekeh.
Tok..tok..!
"Kerja..kerja! bukannya kerja malah buka majelis perghibahan pagi-pagi, "ujar Reyhan mengetuk meja Fanny.
"Eh pak Reyhan, pagi pak! seger amat mukanya, "sapa Fanny mengulum senyum.
"Jelas segerlah Fan, orang sekarang dia tiap pagi sarapannya susu murni dari pabriknya langsung lagi, ckckc.., "ujar Daniel terkekeh.
"Sialan loe, makanya cepetan kawin! mana gua minta berkas yang kemaren, udah loe revisi belom? "tanya Reyhan menadahkan tangannya.
"Udahlah nih, "ujar Daniel meletakkan berkas tersebut di tangan Reyhan.
"Eh Han, bos ngapa tuh? "tanya Daniel penasaran.
__ADS_1
"Kenapa emang? "tanya balik Reyhan.
"Dih orang nanya dia malah nanya balik, pak boss tadi masuk mukanya suntuk banget, emang ada masalah apa lagi di kantor? "tanya Daniel menatao Reyhan penasaran.
"Masalahnya sekarang kantor lagi super sibuk-sibuknya. Presscon kemaren benar-benar mendapat respon positif, kaya sekarang loe liat kan banyak banget proposal penawaran kerjasama yang masuk, benar-benar overload. Apalagi kemarin doi habis pulang dari Eropa, ditambah kemaren gua minta cuti pernikahan gua, kerjaan bener-bener numpuk sekarang, "ujar Reyhan.
"Percaya sih Pak, liat kerjaan segini banyaknya aja otak saya langsung ngebleng seketika, bingung mau kerjain apa dulu, "ujar Fanny menimpali.
"Ya udah lanjut, "ujar Reyhan setelah mendapatkan berkas dari Daniel dan sedikit berbincang sedikit, Reyhan pun berlalu dan memasuki ruangan Ryuga.
Cekrek!
Reyhan masuk, namun ia tidak mendapati Ryuga di kursi kebesarannya.
Huwek..Huwek..!
Reyhan mengerutkan kedua alisnya saat mendengar suara khas orang mual, berada di dalam toilet.
Setelah mengeluarkan unek-unek di dalam perutnya. Ryuga menatap Reyhan yang terlihat sudah duduk di sofa di dalam ruangannya.
"Ngapa loe? "tanya Reyhan.
"Tau nih tiba-tiba aja mual, "saut Ryuga.
"Loe udah sarapan belom? "tanya Reyhan. Ryuga menggelengkan kepalanya menjawab Reyhan
"Hmm pantes, tumben loe belom sarapan, emang Alexa nggak ngasih loe makan? "tanya Reyhan.
"Kepo loe ! Cariin gua asinan Han, "ujar Ryuga memasang wajah malas.
"Ngaco loe! Orang sekarang aja dia lagi berhalangan, Dah, ayo kita meeting! "saut Ryuga lalu berjalan ke luar ruangannya.
"Loe yakin nggak mau sarapan dulu? "tanya Reyhan.
"Nggak selera gue, liat kerjaan numpuk, "saut Ryuga memegangi perutnya yang masih terasa mual.
"Fan, nanti kamu cariin saya asinan! pokoknya siang harus udah ada di meja saya, "ujar Ryuga menatap asintennya tersebut.
Fanny langsung saja berdiri, "Baik pak! ujar Fanny menganggukan kepala." Fanny menatap punggung bosnya yang berjalan di depannya. Fanny terlihat bingung tiba-tiba saja pak Ryuga menyuruhnya membelikan asinan untuk makan siangnya, karena biasanya Reyhanlah yang nyiapkan makan siang untuk bossnya tersebut yang di pesanan secara khusus.
************
Selama dua hari Alexa hanya menghabiskan waktu di dalam kamarnya saja. Alexa juga merasa aneh terhadap dirinya sendiri, biasanya setiap pagi ia selalu bersemangat menyiapkan segala keperluan sang suami sebelum berangkat mulai dari pakaian, sarapan di tambah drama rengekan manjanya di pagi hari.
Berbeda dengan akhir-akhir ini, Alexa merasa sangat malas, bahkan hanya untuk pergi ke kamar mandi bersentuhan dengan dinginnya air pun Alexa enggan. Namun tetap ia harus paksakan berjibaku dengan dinginnya air demi mengantar kedua buah hatinya ke sekolah.
"Mommy kenapa sih? mommy sakit ya? "tanya Shaka saat di perjalanan menuju sekolah.
"Iya kok dari tadi mommy diem terus, mommy lagi marahan ya sama Daddy? "tanya Sheena menatap Alexa.
"Gpp sayang, ujar Alexa tersenyum mengusap pipi keduanya."
Sheena mencebikkan bibirnya menatap Alexa, "Biasanya kita bareng sama Daddy kalo sekolah, kok sekarang enggak? Pasti mommy sama Daddy lagi marahan ya? "ujar Sheena menatap Alexa penuh selidik.
"Daddy tadi harus berangkat pagi-pagi sayang, karena daddy ada meeting penting, "ujar Alexa.
__ADS_1
Hampir 2 jam Alexa menemani kedua buah hatinya yang sedang mengikuti kelas di sekolah. Sampai akhirnya miss yang mengajar kedua buah hatinya pun keluar sambil menggandeng tangan Shaka dan Sheena.
"Mommy, "ujar Sheena tersenyum.
"Udah selesai belajarnya? "tanya Alexa mensejajarkan dirinya menatap kedua buah hatinya.
"Udah dong, "saut Shaka.
"Ayo kalian pamit sama miss Gina, "ujar Alexa.
"Thank you miss Gina, "ujar Shaka dan Sheena secara bersamaan.
Alexa pun beranjak dan bangun, namun tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut, dan sedikit oleng.
"Bu Alexa gpp bu? Muka ibu pucet banget! "ujar miss Gina memegangi lengan Alexa.
"Gpp bu, cuman sedikit pusing aja bu, "ujar Alexa memegangi pelipisnya yang terasa berdenyut.
"Mommy pusing, kita pulang yuk! "ajak Shaka meraih tangan Alexa.
"Ya udah bu, biar saya antar ke mobilnya, mari, "ujar miss Gina.
Shaka dan Sheena melambaikan tangannya mendadahi miss Gina saat sudah berada di dalam mobil mereka.
Kini di dalam perjalanan pulang, Shaka dan Sheena terlihat sibuk menelpon daddynya, "Kok daddy nggak angkat teleponnya sih mommy? "tanya Sheena.
"Mungkin daddy masih meeting sayang! ya udah nanti lagi telponnya, nanti juga daddy bakalan telpon balik, "ujar Alexa matanya ia fokuskan saja melihat ke sisi jalan.
Namun tiba-tiba perhatiannya teralihkan, ''Pak berenti sebentar, "ujar Alexa saat melihat abang pejual telur gulung dan juga bakso bakar mangkal di sisi jalan. Entah mengapa menatap jajanan tersebut tiba-tiba salivanya terasa meleleh di mulut.
"Ada apa bu? "tanya sang supir yang sudah menghentikan laju mobilnya di bahu jalan.
"Saya mau beli telor gulung sama bakso bakar Pak, sebentar! "ujar Alexa sambil menunjuk gerobak penjual tersebut.
"Biar saya yang beli saja bu! "tawar sang supir.
"Ini enak mommy kapan-kapan beli lagi yuk, "ujar Shaka melahap baso bakar di tangannya.
"Iya Sheena juga suka, enak mommy, "ujar Sheena membeo.
Alexa pun tersenyum menatap kedua buah hatinya yang terlihat begitu menikmati jajanan pinggir jalan favoritnya saat dulu waktu di masa SMA.
***********
Senja sudah berganti dengan pekatnya malam dan di hiasin dengan sirna rembulan yang tampak bulat sempurna terpancar begitu indah. Seseorang terlihat berjalan mondar-mandir di balkom kamarnya dengan suasana hati bercampur aduk. Alexa sesekali memandang ke arah gerbang menunggu kedatangan sang suami, namun hingga jam menunjukkan pukul 10 pun, belum ada tanda-tanda memunculan mobil Ryuga memasuki kediamannya.
Dengan perasaan kesal Alexa menghentak-hentakan kakinya kembali menuju ranjangnya, "Ihhhh kemana sih nggak di angkat-angkat telponnya, "geram Alexa uring-uring sendiri di dalam kamarnya, karena sejak tadi pagi Ryuga tidak memberi kabar sama sekali kepadanya.
Alexa memukul-mukul tanganya kesal di ranjang, "Ck, udah malam gini belom pulang! Di telpon nggak di angkat, di chat nggak di bales, ngapain aja sih dari kemaren pulang telat mulu, "gerutu Alexa menjatuhkan kepalanya di ranjang.
"Jangan-jangan kamu lagi mojok, Yank? Ihhh..! "ujar Alexa curiga sendiri melempar bantalnya dan tiba-tiba saja menangis.
Alexa terisak sambil meremas selimutnya, "Gua kenapa kaya gini sih? Rasanya nggak enak banget ini badan bawaannya, pusingnya nggak mau ilang-ilang dari tadi, nggak biasanya gue kayak gini, "ujar Alexa terisak meraba tengkuknya yang terasa begitu dingin.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...