Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Mengunjungi Ferdy


__ADS_3

Sesampainya di kursi paling bawah, Kipli dan teman-temannya bisa melihat Dimas dari jarak yang cukup dekat, Dimas masih terlihat sedikit meringis sambil memenangi tulang keringnya di kaki kanannya, saat para medis memberi pertolongan untuknya.


"Parah tuh anak maennya, nyeruduk aja dah kaya banteng ngamuk, "ujar Kipli melihat Dimas.


"Makanya dia bisa kalah point, emosian maennya, egois sama temennya aja nggak percaya, " saut Dimas.


"Dim kamu gpp, Dim?" tanya Alexa sedikit khawatir.


"Gpp kok Sa, ini mah udah biasa kali, Sa !, aku masih bisa lanjut maen kok, "ujar Dimas, mencoba tersenyum saat merasakan nyeri di kakinya.


"Ya ampun Dim, gue liat kaki lo gitu jadi ngilu," ujar Rena bergidik ngeri.


"Ada yang lebih sakit daripada ini Ren, tapi gue masih bisa nahan, hebat kan gue, "ujar Dimas, melirik ke arah Alexa.


Bibir Kipli pun tersungging sekilas, saat mendengar ucapan Dimas, ia sudah cukup paham dengan arti ucapan Dimas tadi, sedangkan Rena hanya menggaruk kepalanya ber oh ria menanggapi ucapan Dimas.


Dimas berjalan menghampiri Alexa yang berdiri menatap kakinya yang sedikit pincang. Dimas tersenyum hangat menatap Alexa.


"Makasih Lex, kamu udah khawatirin aku, "ujar Dimas refleks menarik tangan Alexa menatapnya penuh perasaan. Alexa pun langsung buru-buru menarik tangan merasa sedikit canggung menatap Dimas.


"Iya Dim, sebagai temen bukannya kita harusnya saling dukung kan, " saut Alexa kikuk sendiri.


"Ya udah, aku lanjut maen ya," ujar Dimas tersenyum, dan langsung berlari menuju arena pertandingan lagi. Dimas menaikkan sudut bibirnya, merasakan Alexa yang selalu berusaha menghindari saat ia sentuh.


"Lex, si Dimas kayanya cimat sama lu, gue kaga tega juga liatnya, " ujar Rena.


"Cimat..,jangan ngaco lo!" ,saut Alexa melirik Rena.


"Mungkin dia stay perasaannya sama lu karna saingannya cuman satu yaitu pak Ryuga doang. Coba dia kalo deketin cewek jomblo, pasti saingannya banyak, ”ceplos Kipli.


"Lagian si Dimas cari penyakit, udah bertahun-tahun hatinya setia banget. Masih stay aja sama orang yang sama, "ujar Rena menggelengkan kepala menatap Dimas di tengah area pertandingan.


"Lah apa bedanya sama lu? Lu aja bertahun-tahun masih aja ngejomblo "ckckck, ujar Kipli terkekeh.


"Sialan luh! Ngaca deh lo, semasa jomblo nggak boleh saling menghina," ujar Rena menarik rambut Kipli.


.


.


Ryuga menghembuskan nafas kasar saat berdiri di sebuah pintu apartemen. Ryuga memencet bell berharap si empunya membukakan pintu.


Cekrek!!


Mata Ferdy membulat sempurna terkejut saat melihat seseorang yang di hadapannya kini. Ferdy mengira yang datang adalah seorang driver onfood yang mengantarkan makanan yang ia pesan, tapi melainkan menantunya.


Ryuga, dari mana kamu tau Papah di sini?" tanya Ferdy.


"Alexa yang kasih tau alamat Papah, " jawab Ryuga.

__ADS_1


"Sialan anak itu masih saja memberiku masalah, tapi darimana ia mengetahui apartemenku, karena hanya Karin yang tahu aku tinggal disini, " batin Ferdy terdiam dalam lamunannya.


"Apa kabar pah? "sapa Ryuga menyapa yang terlihat tidak fokus.


"Baik... Ayo silahkan masuk," ujar Ferdy berjalan masuk ke dalam apartemennya.


Ryuga melihat tampilan mertuanya tersebut sedikit terenyuh. Ferdy begitu kacau, wajahnya tampak begitu tidak terawat, bau alkohol bisa tercium samar-samar di hidung Ryuga.


Apalagi setelah ia masuk ke dalam apartemen milik mertuanya tersebut, tampak begitu kacau, banyak sampah berserakan dimana-mana bahkan di meja ruang tengah pun banyak sekali deretan botol minuman kosong. Bau alkohol terasa lebih menyengat saat ia menginjakan kakinya di dalam apartemen.


"Duduk...maaf Ga jika tampilan apartemen Papah bikin kamu nggak nyaman," ujar Ferdy yang langsung menjatuhkan dirinya di sofa.


Lalu ia sedikit merapikan meja yang di penuhi botol minuman dan juga bungkus makanan siap saji.


"Apa Papah baik-baik saja seperti Papah terlihat tidak sehat?" tanya Ryuga menatap Ferdy. Ferdy terlihat memijit pelipisnya masih merasakan sedikit pusing di kepalanya akibat pengaruh alkohol.


"Tidak Ga, Papah cuman sedikit pusing. Ga....maaf Ga Papah udah bikin kamu dan Papah kecewa dengan tindakan Papah, Bambang sudah memberitahu Papah dengan apa yang terjadi di Yayasan. Papah sudah mendengar kamu memecat Bambang," ujar Ferdy mengusap wajahnya frustasi.


"Benar pah, dan itu juga alasan saya datang kesini, yaitu untuk membicarakan masalah tersebut, dan ini Pah tolong Papah liat," ujar Ryuga sambil memberikan sebuah berkas di hadapan mertuanya tersebut.


"Apa ini Ga, apa kamu ingin melaporkan perbuatan Papah?" tanya Ferdy langsung panik.


"Bukan pah, itu ada kumpulan petisi dari para guru dan juga staf, mereka menuntut Papah untuk berhenti dari jabatan Papah sebagai ketua Yayasan, jika tidak_," ujar Ryuga tertahan.


"Jika tidak mereka akan melaporkan Papah?" tanya Ferdy meneruskan menatap Ryuga cukup tajam. Ryuga pun mengangguk menjawab pertanyaan Ferdy.


"Brengsek, Sialan..! batin Ferdy mengumpat."


"Papah punya alasan khusus, kenapa Papah tidak bisa datang langsung ke sekolah," ujar Ferdy.


"Kenapa...apa karena para debt kolektor yang terus mengejar Papah," ujar Ryuga menatap intens Ferdy.


"Bagaimana kamu bisa tau?" ujar Ferdy terkejut, menatap Ryuga penasaran.


"Mereka juga mengejar Alexa untuk mencari keberadaan Papah," ujar Ryuga sedikit kesal.


"Pah...jika Papah memang peduli dengan Alexa, lebih baik berubah karena perbuatan Papah sudah cukup membuat Alexa menderita, karena ia juga ikut menanggung beban atas berbuatan Papah," ujar Ryuga penuh penekanan


"Dasar anak pembawa sial, gara-gara dia hidup seperti sampah seperti ini," batin Ferdy mengepalkan tangannya di bawah meja.


"Lebih baik Papah segera tandatangani petisi di berkas ini, karena disini saya dituntut harus bersikap adil dan bijaksana. Hampir sebagian guru ingin melaporkan perbuatan Papah. Sekarang keputusan ada di tangan Papah, Ryuga hanya bisa membantu dengan memberikan pilihan ini, dan satu hal lagi Ryuga sudah melunasi semua hutang Papah demi Alexa," ujar Ryuga penuh penekanan.


"Apa..., terima kasih Ga, Papah berhutang budi sama kamu. Maafin Papah karena Papah terus menyusahkan kamu dengan masalah Papah, "ujar Ferdy, yang langsung menandatangani berkas di hadapannya dengan tangan bergetar menahan emosi.


"Dalam hal ini Alexalah, yang lebih terkena imbasnya seharusnya Papah meminta maaf pada Alexa, bukan kepada Ryuga saja, "ujar Ryuga.


Dengan sangat terpaksa Ferdy menandatangani surat pencopotannya sebagai ketua yayasan, ia tidak punya pilihan daripada ia harus mendekam di penjara.


Ryuga pun pergi meninggalkan apartemennya setelah Reyhan menelponnya, menyuruhnya datang ke perusahaan untuk menyelesaikan proposal perencanaan untuk proyek kerjasama dengan Mr. John yang telah mereka rancang.

__ADS_1


Sesaat setelah kepergian Ryuga Ferdy terlihat mengamuk mengacak-acak apapun yang ia lihat tidak luput dari amukan.


"Brengsek, sialan Arrrggghhh, aku menyesal membawanya bergabung di Yayasan, pasti ini ulah anak pembawa sial itu yang terus menghasut Ryuga agar mendepakku dari Yayasan, "Arrrggghhh, ujar Ferdy yang terlihat kalap.


.


.


Prittt...Pritttt !!!


Bunyi peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan basket.Tim basket dari SMA Garuda Bangsa berhasil memenangkan pertandingan.


"Arggghhh..., Bangsat, " ujar Excel ia di permalukan di kandangnya sendiri oleh Dimas dan kawan-kawannya.


"Ini karna lo terlalu egois, lo sibuk bermain secara individu dari tadi, lo nggak mau ngebagi bola sama kita-kita, " ujar Ricco memaki Excel yang terlihat duduk lesu di bench pemain.


"Lo aja yang maennya pada bego, nggak becus, " ujar Excel egois tidak mau di salahkan. Lalu ia pergi begitu saja menuju ruang ganti.


Seluruh siswa dan guru Garuda Bangsa yang menyaksikan timnya menang, mereka pun terlihat turun menuju lapangan.


Mereka ikut senang dan ikut memeriahkan kemenangan Dimas dan kawan-kawan yang berhasil mempertahankan gelar juara seperti tahun lalu.


Gila si Dimas emang keren banget dah, dia udah di hantem gitu, tetep aja dia nggak pantang mundur, " ujar Rena terlihat antusias.


"Yang curang pasti bakalan kalah dah, syukurin aja tuh si Excel kualat tuh dia ngatain gua, tengil sih jadi orang "saut Kipli tersenyum sinis.


Dimas terlihat di angkat oleh teman-temanya sambil mengangkat tropi piala yang ia pegang. Dimas melihat Alexa di sisi lapangan, Dimas pun langsung melambaikan tangannya ke arah Alexa sambil memamerkan trofi pialanya. Dimas menghampiri Alexa, Rena dan juga Kipli yang terlihat ikut memeriahkan kemenangannya di sisi lapangan.


Alexa terlihat mengulurkan tangan untuk memberikan selamat kepada Dimas. Namun tanpa di duga Dimas malah memeluk Alexa dengan erat berputar ria sambil mengangkat tubuh Alexa tersenyum menatap Alexa yang terlihat syok.


.


.


Dari kejauhan terlihat Grace memvideokan momen antara Alexa dan juga Dimas. Grace senyum smrik menatap layar ponselnya setelah mendapatkan hasil tangkapan ponselnya.


"Mampus loh,..Alexa gue yakin setelah gue kirimin video ini ke tante Retno, lo bakalan abis," ujar Grace yang berdiri di samping tiang, lalu ia pergi begitu saja meninggalkan area lapangan dengan raut wajah penuh kepuasan.


"Dim.. please turunin gue, " ujar Alexa panik.


"Woy..woy..turunin tuh bini orang tuh, wah parah lu Dim nyolong star, " ujar Kipli memperingati Dimas.


"Lu senang boleh Dim, tapi lo harus nyadar dong Dim, Alexa ini udah punya orang. Luh jangan keterlaluan, lu kayak gini tuh sama aja bikin Alexa kena masalah," saut Rena menimpali.


"Maaf Sa, aku nggak bermaksud bikin kamu nggak nyaman, tapi aku merasa aku bisa memenangkan ini gara-gara dukungan kamu, "ujar Dimas menatap Alexa merasa bersalah. Karena sejak tadi sebenarnya Dimas, tidak bisa mengontrol perasaannya terhadap Alexa.


Padahal Alexa sendiri datang menyaksikan pertandingannya Dimas, murni karena mendukung Dimas sebagai teman tidak lebih.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2