Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Ikatan Batin Ayah Dan Anak.


__ADS_3

Ryuga dan Alexa keluar dari area taman bermain, mereka terlihat layaknya keluarga seperti pada umumnya. Ryuga membawa Alexa dan kedua anaknya menuju mobilnya yang terparkir di sisi jalan.


"Wah mobil Uncle bagus ya, kaya diecast miniaturnya Uncle Nicco, "seru Shaka saat melihat mobil Rolls Royce Cullinan milik Ryuga.


Ryuga tersenyum menatap Shaka, "Shaka suka sama mobil Uncle, "tanya Ryuga, dan Shaka pun mengangguk kepalanya dengan penuh semangat menatap Ryuga.


Ryuga mendekatkan bibirnya ke telinga Shaka, "Nanti mobil Uncle boleh Shaka bawa pulang, "bisik Ryuga di telinga Shaka.


Shaka berbinar menatap Ryuga, "Benaran Uncle? "tanya Shaka antusias, dan Ryuga pun tersenyum mengangukkan kepalanya menatap wajah riang Shaka.


Ryuga membukakan pintu mobil untuk Alexa, menatap Alexa yang sejak tadi terus saja menggigit bibirnya, "Alexa kenapa kamu terus saja menggodaku dengan tatapan dan bibirmu itu! God.., sampai kapan aku bisa bertahan melihatnya tingkah menggemaskannya itu, "batin Ryuga frustasi.


Alexa menyelipkan anak rambutnya di kupingnya, "Biar saya di belakang aja Mas sama anak-anak," ujar Alexa merasa sungkan.


Alexa menatap Shaka, "Yuk Shaka, sama Mommy," ujar Alexa sambil menjulurkan kedua tangannya ke arah Shaka yang masih dalam gendongan Ryuga.


Shaka menatap Ryuga, "Uncle boleh nggak Shaka duduk di depan sama Uncle," ujar Shaka menatap Ryuga dengan tatapan puppy eyesnya.


Ryuga tersenyum, "Boleh dong.., yuk sini duduk di samping Uncle! "ujar Ryuga meletakkan tubuh Shaka di kursi depan mobilnya.


Sheena tiba-tiba menarik drees yang di kenakan Alexa, "Mommy.., Sheena juga mau duduk di depan sama Kak Shaka," ujar Sheena menunjukkan ke arah Shaka.


Ryuga tersenyum menatap putri kecilnya, ia langsung mengangkat tubuh Sheena, "Sheena juga mau di depan ya sama Kak Shaka.. Yuk," ajak Ryuga.


"Makasih Uncle, "ujar Sheena yang langsung mengaitkan kedua tangannya di leher Ryuga. Ryuga mencubit perlahan ujung hidung Sheena dengan gemas melihat tingkah expresif Sheena.


"Aduh Mas maaf ya kalo anak saya sedikit ngerepotin," ujar Alexa menatap sungkan Ryuga, sejujurnya dalam lubuk hatinya Alexa cukup tersentuh melihat perlakuan Ryuga yang begitu perhatian terhadap kedua anaknya.


"Gpp kok Alexa, saya dari dulu emang suka sama anak kecil," ujar Ryuga sambil menyalakan mesin mobilnya.


Ryuga mulai melajukan mobilnya sesekali ia mengusap kepala Shaka dan juga Sheena secara bergantian. Ryuga sejak tadi tidak henti-hentinya menatap ke arah kedua anaknya yang terlihat begitu excited terus saja berceloteh ria.


"Nanti ada pertigaan belok ke kanan ya Mas," ujar Alexa menunjukkan arah jalan.


Ryuga melirik Alexa ke kaca di tengah mobilnya, seketika pandangannya dengan Alexa saling beradu, Alexa buru-buru memalingkan wajahnya saat pandangan mereka saling beradu. Ryuga menyunggingkan senyum saat melihat Alexa yang terlihat salah tingkah.


Jarak antara taman dan kediaman Om Ardy hanya terhalang satu blok saja, sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk mereka berada di dalam mobil. Setelah sampai di halaman kediaman keluarga Ardy, Ryuga mematikan mesin mobilnya.


"Dah kita udah sampai sayang.., Yuk kita turun! "ajak Alexa menatap Shaka dan juga Sheena.


Wajah Shaka langsung terlihat murung menatap ke arah Ryuga, sedangkan Ryuga sendiri cukup terenyuh melihat tatapan Shaka yang seolah tidak ingin berpisah darinya. Ryuga mengusap kepala Shaka dan tersenyum menatap Shaka.


Dengan sigap Ryuga membukakan pintu Alexa dan juga kedua anaknya. "Ayo biar Om anterin ke dalam," ujar Ryuga menatap Shaka, seketika mata Shaka langsung berbinar menatap Ryuga.


Alexa keluar dari dalam mobil, "Aduh gpp Mas sampe sini aja, makasih banget ya udah nganterin saya sama anak-anak pulang," ujar Alexa sungkan.


Ryuga tersenyum menatap Alexa, "Gpp kebetulan saya juga mau ketemu Om Ardy," ujar Ryuga menatap Alexa.


Alexa cukup terkejut menatap Ryuga, "Oh Mas Ryuga ternyata kenal sama Om Ardy?" tanya Alexa.


Ryuga tersenyum menganggukkan kepalanya menatap Alexa, "Iya kebetulan beliau mengundang saya untuk makan malam di rumahnya," ujar Ryuga.


"Oh ternyata tamu yang mau datang itu Mas Ryuga ternyata.., Wah kebetulan banget kalo gitu, "ujar Alexa sambil ber oh ria.


Sheena menatap Ryuga, "Uncle mau main ke rumah Opa Sheena ya?" tanya Sheena membeo.


Ryuga menatap gadis mungilnya dengan senyum, "that's right Sheena, "jawab Ryuga tersenyum simpul menyentuh hidung mungil Sheena.

__ADS_1


"Hore asik, "ujar Sheena dan Shaka bersorak ria.


"Yuk kita masuk, " ajak Alexa menjulurkan tangannya ke arah Sheena.


Sheena menggelengkan kepalanya , "Sheena maunya di gendong sama Uncle Ryuga," ujar Sheena menunjukkan ke arah Ryuga.


Tiba-tiba terjadilah perdebatan antara Sheena dan juga Shaka yang memperebutkan Ryuga. Akhirnya Shaka mengalah membiarkan Uncle Ryuga menggendong adiknya yang menangis.


Alexa menggendong Shaka masuk ke dalam kediamannya Om Ardy. Shaka menatap serius ke arah Mommy nya, "Mommy Shaka mau punya Daddy kaya Uncle Ryuga boleh nggak?" tanya Shaka lolos begitu saja.


Ryuga cukup terkejut mendengar ucapan putranya, "Shaka aku ini memang Daddy kamu," batin Ryuga merasakan desiran hebat dalam hatinya mendengar ucapan Shaka barusan.


Sontak mendengar ucapan Shaka Alexa langsung membekap mulut putranya tersebut, karena merasa malu. "Shaka jangan ngomong sembarang ya, Sayang, "ujar Alexa sekilas melirik Ryuga yang ternyata terlihat menahan senyumnya.


Alexa tersenyum kaku menatap Ryuga sedikit canggung, "Maafin ucapan Shaka ya Mas, kadang-kadang Shaka suka asal bicara, "ujar Alexa.


Ryuga yang tersenyum dengan gaya coolnya menatap ke arah Alexa yang salah tingkah sendiri, "Ternyata sikap kamu masih aja bikin aku gemes Alexa, kamu nggak ada perubahan sama sekali Alexa, " batin Ryuga menahan senyumnya.


Sesampainya di rumah teras depan Sheena langsung saja membuka pintu berlari masuk ke dalam rumah mencari keberadaan Oma Sisil


"Oma.. lutut Kak Shaka berdarah, " teriak Sheena, melihat ke arah Sisil yang sedang sibuk menata hidangan di meja makan bersama Mbak Ning dan Mbok Lasmi.


Sisil menatap ke arah Sheena terkejut, "Loh..kok bisa sih sayang?" tanya Sisil.


"Ia Oma tadi Kak Shaka main sepedanya ngebut-ngebut terus jatoh deh, untung ada Uncle Ryuga yang nolongin Shaka," ujar Sheena membeo.


Sisil menatap Sheena terkejut, "Hah Ryuga?," ujar Sisil yang langsung menuntun Sheena ke ruang tengah.


Sheena terus saja berceloteh seru menatap Oma Sisil, "Iya Oma terus Uncle Ryuga juga anterin kita pulang ke rumah," ujar Sheena antusias.


Ardy yang sejak tadi sudah berada di kediaman, terlihat menuruni anak tangga saat mendengar suara teriakan Sheena.


Alexa membuka pintu, mempersilahkan masuk Ryuga ke dalam. Kedatangan Ryuga saat itu langsung saja mendapat sambutan hangat dari Ardy dan juga Sisil.


Ryuga menatap ke arah Tante Sisil dan Om Ardy, "Selamat sore Om..Tante," sapa Ryuga dengan ramah.


Ardy dan Sisil tersenyum lalu menjabat tangan Ryuga secara bergantian, "Makasih loh nak Ryuga, kamu udah mau datang menerima undangan makan malam dari Om.., yuk silahkan duduk," ujar Sisil dengan ramah.


Sisil kemudian menatap ke iba Shaka, "Duh cucu Oma kasian, "ujar Sisil mengusap kepala Shaka saat melihat luka Shaka.


"Aku kebelakang dulu Tante mau ngobati lukanya Shaka dulu, takutnya infeksi," ujar Alexa yang langsung berjalan memisahkan diri.


"Ya udah, biar Oma siapin air hangatnya dulu ya," ujar Sisil pun mengangguk tersenyum menyauti ucapan Alexa.


"Ryuga Tante tinggal ke belakang dulu ya, " ujar Sisil .


Ryuga pun tersenyum, "Iya Tante silahkan," saut Ryuga.


Ardy membawa Ryuga duduk di sofa dan mengajaknya sedikit berbincang dengan santai, "Reyhan nggak ikut Ga?" tanya Ardy.


"Enggak Om, "ujar Ryuga sesekali melirik mencari keberadaan Alexa.


.


.


********

__ADS_1


"Mommy perih nggak mau pake itu," rengek Shaka sambil menunjuk ke arah antiseptik di tangan Alexa.


"Gpp sayang, cuman sedikit doang kok biar kumannya mati," ujar Alexa menatap iba putra.


"Ini Alexa, ganti pake air hangat aja biar nggak perih, " ujar Sisil membawa air hangat dari dapur.


Sheena menghampiri Oma Sisil, "Oma.., Aunty Grace kok belum datang sih?" tanya Sheena mencebikkan bibirnya.


Sisil tersenyum menatap Sheena, "Aunty paling sebentar lagi juga datang bareng Om Dimas," ujar Sisil.


"Hmm.., ya udah deh Sheena mainnya sama Uncle Ryuga aja, Oma kata Uncle Ryuga bilang katanya Sheena itu cantik," ujar Sheena membeo.


Alexa yang mendengar celotehan putri di buat tersenyum sambil mengelengkan kepalanya.


"Loh kan cucu Oma emang cantik kaya princes Elsa," ujar Sisil menyauti Sheena.


Sheena pun langsung berlari sambil membawa mainanya menghampiri Ryuga dan juga Opa Ardy yang terlihat sedang berbincang di ruang tengah.


Sheena menghampiri Ryuga, "Uncle mau nggak maen sama Sheena? "tanya Sheena menatap Ryuga dengan puppy eyesnya. Ryuga yang dari dulu sangat menyukai anak perempuan langsung mengangkat tubuh Sheena ke dalam pangkuannya.


Ryuga tersenyum renyah menatap putri mungil "Boleh..,wah..,boneka Sheena cantik ya kaya Sheena, "ujar Ryuga.


Sheena tersenyum menatap mainan ditangannya, " Ini nama princes Elsa Uncle, ini hadiah dari Aunty Grace," ujar Sheena.


"Oh namanya princes Elsa, Sheena mau Uncle beliin hadiah juga nggak? "tanya Ryuga menatap Sheena.


"Ya mau dong masa enggak," ujar Sheena tertawa gemas.


Ryuga semakin dibuat gemas dengan tingkah lucu Sheena, "Ya udah besok Uncle bawain hadiah buat Sheena," ujar Ryuga.


"Hore asik," ujar Sheena yang langsung berdiri berjingkrak riang di depan Ryuga dan juga Ardy.


Ardy tersenyum sedikit heran melihat Sheena yang cepat sekali akrab dengan Ryuga, "Kalian itu sangat mirip, kalian pasti memiliki ikatan batin yang kuat, " ujar Ardy menatap Ryuga. Ryuga pun tersenyum menatap Ardy sambil mengusap kepala Sheena di hadapannya.


"Mommy nggak mau pake itu, " teriak Shaka memekik.


Ryuga terkejut mendengar suara teriakan Shaka yang cukup kencang, membuat Ryuga celingak-celinguk mencari arah suara Shaka, "sebentar Om saya mau liat Shaka dulu," ujar Ryuga yang langsung berdiri meraih tangan Sheena menghampiri Shaka. Sheena menarik tangan Ryuga membawanya ke taman belakang dimana Shaka dan Mommynya berada.


"Kak Shaka ngapain sih teriak-teriak," ujar Sheena membeo.


Alexa sedikit terkejut menatap Sheena yang ternyata datang bersama Ryuga.


"Sini Uncle obatin mau," ujar Ryuga menatap Shaka yang terlihat menangis.


"Biarin Mas biar saya aja," ujar Alexa sedikit canggung.


Shaka menatap Alexa, " Mommy.., Shaka mau di obatin sama Uncle, "ujar Shaka.


Alexa akhirnya tidak punya pilihan, ia membiarkan Ryuga mengobati luka Shaka. Sejujurnya ia sedikit heran dengan tingkah kedua anaknya yang sejak tadi begitu dekat dengan Ryuga padahal jelas-jelas mereka baru saja bertemu dengan Ryuga. Karena biasa kedua anak selalu menjaga jarak ketika teman-teman kantornya berkunjung ke kediamannya, terutama teman pria, namun kenapa berbeda dengan Ryuga.


Alexa menatap Ryuga yang begitu telaten mengobati luka Shaka, sedangkan Shaka sendiri terlihat lebih tenang dan menurut saat lukanya di obatin Ryuga, "Apa mungkin sikap mereka saat ini di karenakan mereka merindukan sosok Daddynya yang sudah meninggal, "batin Alexa lirih. Ada perasaan aneh dan sesak yang terus saja menghantui perasaannya sejak pertama kali bertemu dengan Ryuga di taman bermain tadi.


Dan dari kejauhan Ardy dan Sisil menatap ke arah dimana pemandangan yang begitu membuat terharu, " Semoga mereka bisa berkumpul kembali ya Pah," ujar Sisil lirih.


"Ardy tersenyum, " Iya Mah.., Papah juga bisa melihat Sheena tadi begitu akrab dengan Ryuga, sepertinya ikatan batin mereka itu sangat kuat," ujar Ardy menimpali.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2