Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Kantor Polisi


__ADS_3

Ryuga menjatuhkan dirinya lemas, di sofa apartemennya meraup wajahnya frustasi setelah mendengar info dari Reyhan, bahwa ia tidak dapat menemukan keberadaan Alexa di rumah sakit mana pun. Perlahan Ryuga jatuhkan tubuhnya memberingsut duduk bersandarkan diri di bawah sofa ruang tengah rasa penyesalannya ia curahkan bersamaan dengan tetes air mata kerinduannya. Menyesal pun kini tiada gunanya lagi, semuanya sudah terjadi dan Alexa hilang entah kemana.


Sejenak ia memikirkan tingkah dan ucapan aneh Alexa beberapa hari sebelum pertengkaran di sekolah dan saat juga saat Alexa deman, yang pernah berkata ia ingin pergi meninggalkannya dan juga tentang igauan Alexa tentang Mamahnya. Namun saat itu Ryuga tidak menaruh rasa curiga sedikit pun dan menganggap ucapan Alexa hanya angin lalu.


"Seandainya aku bisa lebih peka saat itu sama kamu Yank, seandainya aku nggak sibuk dengan kerja aku. Nggak mungkin semuanya ini terjadi Yank. Maafin aku Yank, maafin aku, Aku emang bener-bener suami yang nggak berguna," ujar Ryuga terisak meraup wajahnya dengan tangannya.


Suara dering telepon di apartemennya sedikit mengalihkan perhatian Ryuga. Ryuga mengambil gagang telpon dan menempelkannya di sisi wajahnya.


"Hallo Mas Ryuga, ujar Bi Siti."


Ryuga terlihat meraup wajahnya menetralkan emosinya, "Iya Bi ada apa?" tanya Ryuga.


"Maaf Mas menganggu malam-malam gini. Ini mas, anu tuan nitip pesan katanya Mas Ryuga di suruh ambil berkas-berkas penting di meja Tuan," ujar Bi Siti sedikit gugup.


"Iya Bi gpp, nanti saya ambil," saut Ryuga.


"Mas Ryuga baik-baik aja kan? Mas Ryuga yang sabar ya Mas," ujar Bi Siti.


"Iya Bi makasih ya Bi, Bibi juga tolong bantu doanya ya Bi supaya saya bisa temuin Alexa," ujar Ryuga tersenyum sambil meneteskan air matanya ia benar-benar sangat rapuh saat ini setelah kehilangan Alexa. Ia butuh pelukan, ia butuh support, ia butuh dukungan keluarga dan orang-orang terdekatnya, namun justru sebaliknya jika setiap keluarga normal itu saling menguatkan tapi justru Mamahnya malah menciptakan penderitaan baginya.


Cukup lama Ryuga bicara dengan Bi Siti di dalam telpon. Bi Siti pun banyak menceritakan tentang apa saja yang terjadi selama Ryuga di rumah selama kepergiannya ke England.


"Mamah bener-bener licik setelah berhasil mengusir Alexa dari hidupku, Mamah sengaja mempercepat kerpergian Papah, ke Singapore tanpa menemui aku terlebih dulu, pasti Mamah sengaja menghindar dari ku. Sita aku salah menilai kamu selama ini ternyata benar apa yang di katakan Reyhan padaku, aku benar-benar bodoh dalam menilaimu," ujar Ryuga suara gertakan giginya menandakan bahwa ia tidak bisa membendung lagi kebenciannya terhadap perbuatan Mamahnya.


Prangggg!


Ryuga melempar vas bunga ke depan tv platnya hingga hancur. Dalam benaknya sudah tertanam dengan kokoh rasa kebenciannya dengan segala Mamahnya yang tega memisahkan Alexa darinya. Apalagi selama ini ia benar-benar tidak menaruh rasa curiga sedikit pun terhadap sikap Mamahnya karena saat di depannya Mamahnya menunjukkan sikap seperti biasa terhadap Alexa. Ryuga tidak mengerti apa yang mendasari perubahan sikap Mamahnya yang tiba-tiba membenci Alexa, karena selama ini sikap Mamahnya yang ia tahu sangat menyayangi Alexa.


*******


Ryuga beranjak dari ruang tengah berjalan gontai menapaki anak tangga menuju kamar Alexa.


Cekrek!


Ryuga menatap sekeliling kamar Alexa yang sudah tertata dengan rapi suasana terasa begitu hening. Entah apa yang ia lakukan di kamar yang sudah tak ada penghuninya tersebut. Mungkin semua itu karena rasa kerinduannya yang teramat dalam terhadap sosok yang pernah mengisi hari-harinya selama ini. Langkahnya ia hentikan saja saat melihat tumpuk barang-barang yang sengaja Alexa tinggalkan yaitu berupa sertifikat rumah, cincin, kartu kredit serta cek berisi uang sebesar satu milyar di nakas.


"Satu milyar! Ini pasti perbuatan Mamah..,Mamah benar-benar kelewatan? bagaimana bisa Mamah mendapatkan sertifikat ini tanpa sepengetahuanku," ujar Ryuga menyobek cek berisi uang satu milyar lalu menatap sertifikat rumah yang rencananya ingin ia berikan sebagai kejutan setelah pulang dari honeymoon mereka.


"Kemana aku harus cari kamu Yank? Aku kangen sama kamu Yank?Kenapa Tuhan ngasih aku hukuman seberat ini, aku benar-benar nggak sanggup tanpa kamu Alexa," tanya Ryuga dalam isak tangisnya menjatuhkan dirinya di ranjang Alexa. Ryuga menatap ranjang kosong Alexa, dengan lirih membayangkan momen-momen mesra saat bersama Alexa, tingkah manja Alexa, apalagi saat Alexa sedang ngambek tentu saja ocehan Alexa selalu saja terngiang-ngiang di dalam pikirannya, dan kini hanya mampu menjadi kenangan dalam rasa sepinya.


Ryuga berjalan gontai menuju balkon kamar Alexa, duduk meraup wajahnya, "Seandainya aku nggak ngabaiin panggilan dan chat dari kamu, pasti semuanya nggak akan berakhir kaya gini Yank, maafin aku udah cemburu sama kamu dan meragukan cinta kamu Yank," ujar Ryuga yang terus saja menyalahkan dirinya sendiri.



Setelah tidak berhasil menemukan Alexa di rumah sakit, keesokan harinya Ryuga ingin menyambangi Bareskrim bersama dengan Reyhan dan pengacaranya yaitu Bagas. Reyhan terlihat sudah berada di apartemen Ryuga untuk menjemput Ryuga.


Reyhan menatap ruang tengah di apartemen Ryuga yang nampak cukup berantakan, Reyhan menggelengkan kepalanya menatap Ryuga yang baru saja turun dari kamarnya.

__ADS_1


"Percuma luh ngancurin barang-barang luh, semua udah terjadi, luh harus bisa kontrol emosi luh Ga? Apa dengan cara kaya gitu, Alexa bisa luh temukan?" tanya Reyhan duduk di sofa Ryuga sambil melihat ke arah tv flat Ryuga yang sudah hancur akibat ulah Ryuga semalam.


"Gue nggak butuh ceramah luh! Ayo kita jalan! sekalian luh siapin tuntutan untuk rumah sakit yang udah bikin Alexa hilang," ujar Ryuga sambil menyingkapkan jasnya melirik tajam sepupunya.


"Mending kita fokus cari keberadaan Alexa dulu Ga, itu yang lebih penting," ujar Reyhan memberikan saran.


Tiba-tiba perdebatan Ryuga dan Reyhan di buyarkan oleh suara bell interkom apartemen. Ryuga dan Reyhan mengerutkan kedua alisnya saat menatap Sita di layar interkom apartemen Ryuga.


"Ck, Ada perlu apa Sita ke sini?" tanya Ryuga berdecak malas.


Sejujurnya Ryuga sudah cukup muak dengan tingkah Sita yang mulai membuat Ryuga kini merasa tidak nyaman. Apalagi setelah pengakuan Bi Siti di telpon semalam, Bi Siti menceritakan segala tentang sikap Sita sering mengunjungi rumahnya dan juga rencana Mamahnya yang akan menjodohkannya dengan Sita.


"Yah ngapain lagi lah kalo bukan nyolong start buat ngedeketin luh," ujar Reyhan merasa jengah. Reyhan pun membuka pintu apartemennya dan menatap Sita yang berdiri di depan pintu.


"Loh Ga.., kamu mau kemana?" tanya Sita yang melihat Ryuga dan Reyhan sudah terlihat rapi.


"Adanya gue yang nanya, ada urusan apa luh kesini?" tanya Reyhan mengerutkan kedua alisnya.


"Sorry Sit, aku buru-buru," ujar Ryuga menatap malas wajah Sita.


"Maaf Ga kalo aku dateng disaat yang nggak tepat, aku turut prihatin dengan apa yang terjadi dengan Alexa, aku kesini cuman mau bilang makasih karena, besok hari terakhir aku magang aku udah naro berkas aku di meja kamu, tinggal kamu doang yang belum tandatangan," ujar Sita memasang raut wajah memelas depan Ryuga.


"Dasar muka dua," guman Reyhan, Sita sedikit terkejut mendengar gumaman Reyhan yang masih bisa terdengar olehnya.


"Nanti aku sempatin ke sekolah," ujar Ryuga.


Ryuga menarik lengannya, "Ck.., tolong Sit, mulai sekarang tolong kamu jauhi aku, karena kamu nggak bakalan dapet apa-apa seperti apa yang di janjikan Mamahku sama kamu," ujar Ryuga terus terang.


"Maksud kamu apa Ga? aku nggak ngerti," ujar Sita memasang wajah semelow mungkin. Tingkah Sita membuat Reyhan memutar bola mata malasnya.


"Drama, ujar Reyhan."


"Sorry Sit, aku buru-buru," ujar Ryuga meninggalkan Sita begitu saja.


Sita menatap punggung Ryuga yang berjalan meninggalkannya tanpa memperdulikan tangisannya sama sekali.


"Sialan.., awas aja luh Ga gue nggak akan nyerah gitu aja," ujar Sita mengepalkan kedua tangannya.


Drtttt Drrtttt!


"Hallo," ujar Sita mengangkat ponsel."


"Apa benar saya bicara dengan saudari Arsita Elfiona," ujar seorang pria dengan suara tegas.


"Iya benar Pak, jawab Sita."


"Begini mbak, kami dari pihak kepolisian_,

__ADS_1


"Apa kepolisian?" tanya Sita bingung mendapat telpon dari pihak kepolisian.


Sita menutupi ponsel, dan bergegas meninggalkan apartemen Ryuga dengan wajah bingung.


**********


Ryuga Reyhan yang kini sudah di dampingi dengan pengacaranya Bagas terlihat memasuki Bareskrim. Ryuga penasaran ingin menanyakan kronologi kejadian yang di alami istrinya, kepada pihak berwajib. Namun tujuan utamanya adalah ingin menemui Ferdy si penjara.


Kehadiran Ryuga, Reyhan dan Bagas, di sambut ramah oleh para petugas kepolisian yang sedang bertugas saat itu.


"Selamat pagi Pak ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang polisi berpangkat aiptu kepada Ryuga.


Bagas berjabat tangan sambil melihat label nama di dada seorang polisi berpangkat aiptu tersebut, "Begini Pak Hendrawan saya dan klien kami ingin menanyakan detail penyerangan yang terjadi di jalan SMA 12, karena klien kami merupakan suami dari salah satu korban dalam insiden tersebut?" tanya Bagas dengan nada tegas.


"Ini adalah foto pelaku dan juga korban serta barang buktinya, ini juga hasil visum dari ketiga korban. Dan untuk saat ini penyidik sedang memanggil beberapa saksi untuk proses pra rekontruksi guna mendalami kasus ini Pak," ujar aiptu Hendrawan.


Ryuga terlihat tidak bisa membendung lagi emosinya saat melihat foto-foto Alexa yang terlihat begitu mengenaskan serta melihat stik golf yang merupakan barang bukti yang digunakan Ferdy untuk memukul Alexa.Ryuga mengepalkan kedua tangannya hingga tubuhnya bergetar ia sudah tak kuasa menahan emosinya lagi terhadap Ferdy.


"Gue harus bunuh bajingan itu sekarang juga Han, dia monster berdarah dingin tega-teganya dia menyiksa putri kandungnya sendiri," ujar Ryuga naik pitam beranjak dari kursinya.


"Tahan Ga, ini kantor polisi luh jangan bertindak gegabah," ujar Reyhan berdiri menahan tubuh Ryuga.


"Gue mau ketemu dia sekarang juga," bentak Ryuga kepada Reyhan.


"Mohon maaf Pak, mohon untuk tidak membuat keributan di sini," ujar aiptu Hendrawan menatap Ryuga tegas. Ryuga duduk kembali setelah mendapat peringatan tegas dari petugas kepolisian.


"Maaf Pak, tolong bisa diteruskan bagaimana kronologinya?" tanya Bagas dengan ramah.


"Untuk kronologinya pelaku ini sudah membuntuti korban sejak keluar dari Hotel Grasia Hill setelah menghadiri pesta pertunangan sepupunya, kondisi pelaku saat itu dalam pengaruh alkohol. Dan menurut keterangan yang kami dapat dari pelaku, pelaku ini meminta sertifikat rumah kepada korban bernama Alexa namun korban tidak memberikan apa yang pelaku minta sehingga terjadilah pertikaian hingga pelaku nekat melakukan tindak kekerasan yang menewaskan korban bernama Karin dan juga melukai dua korban bersama Alexa dan Darmi," ujar Aiptu Hermawan menjelaskan.


"Apa sepupunya? jadi Alexa sama Nicco itu sepupuhan, kenapa gue baru tahu," batin Ryuga saling bertatap dengan Reyhan saat mengetahui Alexa dan Nicco merupakan sepupu.


"Berarti pelaku bisa di jerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana?" tanya Reyhan.


"Kita masih mendalami kasus ini dulu Pak, namun sepertinya pelaku sudah di pastinya akan mendapatkan hukuman seumur hidup, karena selain kasus ini, pelaku juga ternyata terjerat banyak kasus lainnya seperti kasus penipuan, penjudian ilegal, serta korupsi_,


"Korupsi ! kira -kira siapa pelapornya?" tanya Ryuga mengerutkan kedua alisnya saat kasus korupsi yang terjadi di yayasan, ternyata ada juga yang melaporkan kasus tersebut.


"Terlapor atas nama Pak Arif Nurahman," ujar Aiptu Hendrawan.


"Pak Arif," batin Ryuga menghembuskan nafas kasarnya.


"Seharusnya aku melaporkannya saat itu juga pasti, kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Saat itu aku berpikir sepertinya terlalu kejam jika aku harus memenjarakan mertua ku sendiri, tapi ternyata perbuatan lebih menyeramkan dari yang aku kira," batin Ryuga mengepalkan kedua tangan saat kembali di liputi perasaan sesal.


"Baik Pak Hendrawan terima kasih atas informasinya," ujar Bagas berjabat tangan di susul dengan Ryuga dan Reyhan.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2