
Senja mulai menghiasi langit di ibukota, di dalam perjalanan pulang Ryuga tidak mau melepaskan genggamannya sedikit pun dari tangan Alexa. Wajahnya masih terlihat sedih setelah kepergian sang mamah, namun kehadiran Alexa dan kedua buah hatinya saat ini seolah menjadi obat tersendiri bagi Ryuga, hatinya kini merasakan begitu tenang sekaligus lega, apalagi setelah Alexa memutuskan untuk kembali kepadanya lagi.
"Maaf boss, Pak Reyhan bilang saat ini di kediaman Tuan banyak sekali wartawan, "ujar Alex memecah keheningan.
Ryuga mengalihkan perhatiannya sejenak menatap Alex, "Lex..,nanti kamu bantu Reyhan urus mereka semua, dan bilang pada mereka, secepatnya saya akan melakukan konfrensi pers, "ujar Ryuga menatap ke arah Alex yang sedang fokus mengemudikan kendaraan.
"Baik Boss, ujar Alex."
"Mommy.., kita nggak jadi pulang ke Aussie kan? Kita akan tinggal sama Daddy kan? " tanya Shaka dengan ragu-ragu.
Alexa dan Ryuga tersenyum menatap ke arah Shaka yang ternyata masih mencemaskan hal tersebut. Alexa menganggukkan kepalanya tanpa ragu menatap Shaka.
Seketika mata Shaka dan Sheena langsung berbinar, "Beneran mommy! Mommy nggak bohongkan? "tanya Sheena.
Alexa kembali menyimpulkan senyumnya, "Iya sayang, mommy nggak bohong, "ujar Alexa mengusap rambut Sheena.
Mobil yang di tumpangi Ryuga dan keluarga kecilnya kini sudah memasuki kompleks kediaman orang tuanya, bisa terlihat jelas banyak sekali karangan bunga yang tersusun rapi menghiasi area luar kediamannya.
Saat sudah mendekati kediamannya, Ryuga melihat memang ada beberapa wartawan yang berkumpul menunggu kedatangannya di depan gerbang kediamannya orang tuanya seperti ucapan Alex tadi. Ryuga sangat paham tujuan mereka datang adalah mereka ingin mengetahui tentang berita simpang siur dan juga foto-foto Ryuga yang kini viral beredar di sosial media.
Di kediaman keluarganya sudah ada Yudha dan juga Reyhan yang sejak tadi menunggu kedatangan Ryuga.
"Kita sudah sampe ya di rumah Daddy? " tanya Sheena sambil memperhatikan keadaan sekitar.
Ryuga tersenyum menatap putri mungilnya, "Iya sayang, ini rumah Daddy, "ujar Ryuga.
"Aku bawa anak-anak istirahat di kamar dulu ya, "ujar Alexa memisahkan diri. Ryuga menyimpulkan senyum menatap Alexa menganggukkan kepalanya.
"Papah mana Han? "tanya Ryuga menghampiri Reyhan.
"Om Bimo lagi istirahat di kamarnya, "ujar Reyhan.
Reyhan kemudian memberikan beberapa surat kabar dan juga artikel di ponselnya kepada Ryuga.
Kini Reyhan menatap serius Ryuga, "Kita harus bantah kabar miring ini dan mengadakan juga pers secepatnya Ga! Ga.., nilai tukar rupiah lagi melemah saat ini dan berita ini lumayan bikin saham perusahaan mengalami penurunan, "ujar Reyhan, sedangkan Ryuga hanya menyunggingkan senyum tipis setelah membaca sekilas berita tentang dirinya dan juga Alexa.
"Loe atur aja, semuanya Han! Dan loe temuin mereka semua tuh di depan! Gue mau istirahat dulu di kamar, "ujar Ryuga yang langsung melangkahkan kaki menapaki anak tangga menuju kamarnya menyusul Alexa.
Cekrek!
Ryuga melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya, sejenak Ryuga merasa terenyuh sekaligus tidak percaya menatap Alexa, Shaka dan Sheena yang saat ini sedang tertidur dengan begitu lelap, benar-benar nyata ada di kediamannya.
Kesedihannya seketika kembali memudar karena kehadiran Alexa dan kedua buah hatinya kini sudah menjadi pelengkap hidupnya dan kehadiran mereka juga merupakan alasan bagi Ryuga untuk tetap bersemangat dalam menjalani hari-harinya kini. Bagi Ryuga dirinya kini merasa memiliki tujuan hidup kembali, setelah ia berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya.
Ryuga menghampiri Alexa yang tidur meringkuk sambil memegang ponselnya, sekilas Ryuga di menatap lirih Alexa, ternyata Alexa melihat berita miring yang memberitakan hal buruk tentang dirinya dan juga papahnya. Ryuga melihat dengan jelas pada ponselnya Alexa yang terlihat masih menyala.
__ADS_1
Ryuga pun mengambil ponsel di tangan Alexa dan meletakkannya di nakas, "Aku akan membungkam mereka semua Alexa yang terus saja membicarakan hal buruk tentang kamu, "ujar Ryuga sambil memijat pangkal hidungnya lalu ia rebahkan saja tubuhnya memeluk Alexa dari belakang.
Sejak kemarin dari rumah sakit dan sampai ia mengantarkan sang mamah ke tempat peristirahatan terakhirnya Ryuga benar-benar belum memejamkan matanya sedikitpun, tubuhnya terasa begitu lelah kepalanya pun sedikit terasa pusing.
Ryuga bisa merasakan aroma lembut dari rambut Alexa, aroma yang 5 tahun tidak pernah ia lupakan, yang selalu berhasil membuatkan perasaannya begitu tenang. Ryuga pun semakin mengeratkan pelukannya dan wajahnya ia telusupkan saja di tengkuk Alexa meresapi rasa rindunya yang begitu mendalam.
"Hmmm, "Alexa melenguh karena merasakan tidurnya sedikit terusik kehadiran Ryuga.
Ryuga mengusap rambut Alexa dengan lembut, "Ayo kita bobo lagi, "ujar Ryuga berbisik.
Alexa bisa merasakan hembusan nafas Ryuga yang terasa panas, "Badan kakak kok agak panas sih, Kakak deman ya? "tanya Alexa membuka mata sepenuhnya, namun tidak ada jawaban terdengar dari mulut Ryuga, ia hanya merasakan Ryuga semakin mengeratkan pelukannya.
"Ya udah aku ambil obat dulu ya sebentar, "ujar Alexa yang langsung beranjak.
Namun seketika Ryuga menarik kembali tubuh Alexa dan memeluknya begitu posesif, "Kamu di sini aja Yank, jangan kemana-mana temenin aku, "ujar Ryuga mengeratkan pelukannya.
"Tapi Kak badan_"
Cup..! Alexa langsung terdiam saat Ryuga mengecup sekilas bibirnya.
"Panggil aku Yank, kalo nggak, aku bakalan hukum kamu, "ujar Ryuga memejamkan matanya kembali.
Alexa menggigit bibirnya menahan senyumnya, karena ucapan Ryuga tadi mengingatkannya pada momen indah mereka dulu, saat Ryuga memberikannya hukuman kecupan saat ia lupa memanggil Ryuga dengan sebutan sayang.
Ryuga sedikit mengintip wajah Alexa yang terlihat menahan senyumnya, "Kenapa senyum-senyum gitu? "tanya Ryuga memejamkan matanya kembali yang sudah terasa berat. Alexa hanya menggelengkan kepalanya menggigit bibirnya, menjawab pertanyaan Ryuga.
Alexa menelusupkan wajahnya ke dada bidang Ryuga mencari kenyamanannya, "Kamu tahu Yank, dulu salah satu alasan aku ninggalin kamu itu, ya karna aku takut jika aja berita tentang aku dan papah aku itu bisa aja ngerusak karir kamu suatu saat nanti, contohnya kaya sekarang, "ujar Alexa.
Ryuga menghembuskan nafasnya sambil tersenyum, "Kamu nggak perlu takut Yank itu cuman masalah sepele buat aku, mulai sekarang jika kamu merasa ada sesuatu yang mengganjal di hati kamu, kamu jangan pernah memendam semuanya sendirian. Kamu harus ceritakan semuanya sama aku kita hadapin semuanya sama-sama, "ujar Ryuga mencium kening Alexa, dan Alexa pun mengganggukan kepalanya tersenyum lalu mengeratkan pelukannya. Entah siapa yang lebih terdahulu tertidur namun Ryuga dan Alexa terlihat saling berpelukan dengan erat dalam lelapnya menembus pekatnya malam.
**********
Alexa mulai menggeliatkan tubuh pagi hari perlahan membuka matanya. Alexa langsung tersenyum simpul saat pagi harinya disuguhi dengan pemandangan yang begitu manis. Sheena terlihat tertidur di atas tubuh Ryuga memeluk tubuh Daddynya dengan erat, sedangkan Shaka terlihat tidur menelusupkan wajahnya di ketiak Ryuga. Alexa mengambil ponselnya di nakas selalu mengabadikan momen manisnya tersebut.
Alexa merapikan dirinya lalu membuka pintu kamarnya dengan perlahan berjalan menuju dapur. Sejak kemarin ada sosok yang begitu ia rindukan, Alexa terlihat berjalan sambil mengendap-ngendap saat melihat sosok yang terlihat begitu serius sedang memotong bahan makanan di dapur
"Dorrrr, ujar Alexa mengangetkan bi Siti."
"Eh copet, kaget bi Siti."
"Non Alexa, ujar bi Siti antusias."
Alexa tersenyum hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya menatap bi Siti, "Apa kabar bi? "tanya Alexa.
"Baik non, ya ampun non bibi sampe pangling loh, non makin cantik aja, non naik-baik aja kan? "tanya bi Siti menatap Alexa iba.
__ADS_1
"Ah bibi bisa aja, ia bi Alexa baik-baik aja, tuh bibi bisa liat kan! bibi masak apa bi? "tanya Alexa menatap bahan-bahan makanan.
"Nggak tau nih bibi juga bingung, "ujar bibi Siti.
"Sini bi biar Alexa bikin sandwich, "ujar Alexa mengambil peralatan masaknya.
Cukup lama Alexa berkutat di dapur dengan bi Siti dan kini Alexa menatap sandwich yang sudah siap untuk disajikan di meja makan, sedangkan bi Siti menyiapkan susu hangat untuk Shaka dan juga Sheena.
"Mommy, teriak Sheena memanggil Alexa.
Alexa sangat hafal dengan suara Sheena, ia pun langsung menengok ke arah sumber suara. Alexa langsung menyimpulkan senyumnya saat melihat Ryuga yang masih dengan wajah bantalnya menggendong Sheena dan menuntun Shaka menuruni anak tangga menghampiri Alexa.
"Wah,.. mereka berdua mirip banget loh sama Mas Ryuga, ya non, "ujar bi Siti tersenyum simpul.
"Sheena tadi cariin mommy tau, "ujar Sheena membeo.
"Mommy nggak kemana-mana kok sayang, mommy lagi bantuin bi Siti bikin sarapan, "ujar Alexa.
Alexa menatap ke arah Ryuga, "Gimana, kamu udah enakkan belom, semalam badan kamu agak demam soalnya? "tanya Alexa sedikit cemas menatap Ryuga.
"Masih pusing sih sedikit, tapi langsung sembuh pas ngeliat kamu sekarang, "ujar Ryuga menggoda Ryuga.
"Ehmm.., Mas Ryuga pagi- pagi udah ngegombal, "ujar bi Siti menaham tawanya.
"Bi Siti sirik ya, nggak ada yang gombalin, mending minta di gombalin aja bi sama pakde Pardi, "ujar Ryuga menggoda bi Siti tertawa.
"Wah..mas Ryuga ngomong apa toh, ngawur, "ujar bi Siti menghempaskan tangannya malu-malu. Sedangkan Alexa dan Ryuga hanya bisa tertawa melihat ke arah bi Siti yang terlihat malu-malu.
"Mommy kita mandi yuk, "ajak Shaka meraih tangan Alexa.
Alexa pun mensejajarkan dirinya mencium pipi Shaka dan Sheena, " Hmm.. iya nih bau acem! Yuk kita mandi, "ajak Alexa meraih tangan kedua buah hatinya.
Ryuga pun langsung menempelkan wajahnya di pundak Alexa, "Aku juga mau dong di mandiin, "bisik Ryuga dengan nada manja.
"Ihhh.. kamu apa-apain sih Yank, malu tuh di liatin papah kamu, "ujar Alexa malu-malu menatap Bimo yang saat ini sedang menatap ke arahnya. Bimo hanya tersenyum menggelengkan kepalanya menatap tingkah laku Ryuga.
"Opah, sapa Shaka dan Sheena tersenyum menghampiri Bimo."
Bimo pun mensejajarkan diri menatap kedua cucunya dengan senyum, "Gimana kalian betah nggak tinggal disini? "tanya Bimo mengusap pipi kedua cucunya.
Shaka dan Sheena tersenyum, "Iya opah, saut Shaka dan Sheena bersamaan, "Opah Sheena sama kak Shaka mandi dulu ya, "ujar Sheena membeo.
Bimo pun menganggukkan kepalanya tersenyum menatap kedua cucunya, setelah kepergian istrinya kini hari-harinya tidak akan merasa kesepian lagi, semua itu berkat kehadiran Shaka dan Sheena di kediamannya kini.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...