Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Tangis Shaka


__ADS_3

Shaka tidak jadi mengambil mainannya saat mendengar ucapan Alexa yang berniat kembali ke Aussie. Mendengar itu, Shaka membalikkan tubuhnya lagi lalu pergi dengan wajah yang terlihat murung. Shaka menyeret langkahnya wajahnya pun ia tundukkan, Shaka ingin menangis namun ia tahan.


"Loh kok kak Shaka nggak bawa mainnan sih? Katanya tadi mau ambil mainan di kamar, "ujar Sheena membeo.


Shaka tidak menjawab pertanyaan Sheena, karena Shaka hanya menatap ke arah Ryuga. Melihat wajah Ryuga, Shaka semakin sedih. Shaka berlari berhambur memeluk Ryuga, dan menangis begitu pilu mengeratkan pelukannya.


Ryuga cukup terkejut dengan sikap Shaka saat ia yang tiba-tiba saja datang langsung menangis memeluknya.


Ryuga mengusap rambut putra dengan perasaan iba, "Loh.., kok jagoan uncle nangis! Shaka kenapa nangis? Coba bilang sama uncle? "tanya Ryuga mencoba melihat wajah Shaka dalam pelukannya, namun Shaka tidak mau memperlihatkan wajah sedihnya, Shaka terus saja menggelengkan kepalanya memeluk Ryuga semakin erat.


Sheena menatap bingung Shaka, "Ihh.., Kak Shaka kenapa nangis sih! Kak Shaka cengeng ih! "ujar Sheena mencebikkan bibirnya.


Ryuga pun di buat bingung dengan alasan mengapa Shaka menangis karena Shaka tidak mau cerita apapun.


Perlahan Shaka mulai melepaskan pelukannya menatap pilu Ryuga, "Uncle, nanti malam Shaka mau bobo sama uncle ya? Uncle jangan pulang ya? Kalo uncle pulang Shaka mau ikut uncle, "ujar Shaka sesenggukan.


"Ih Kak Shaka tadi katanya mau bobo sama mommy,  Kak Shaka aneh deh, "ceplos Sheena membeo.


Mendengar ucapan Shaka yang di sertai tangisannya  yang terdengar begitu pilu, seketika hati Ryuga terasa tersayat, Shaka seolah tau dengan kegundahan hati yang kini ia rasakan.


Ryuga tersenyum menatap Shaka lirih, "Shaka nanti bobo sama mommy ya, jagain mommy. Uncle janji besok sore uncle kesini lagi, "ujar Ryuga membujuk putranya yang terasa begitu sensitif hari ini.


Shaka menggelengkan kepalanya, menolak, "Nggak mau Shaka pokoknya mau bobo sama uncle dan besok Shaka juga mau ikut uncle keja, "ujar Shaka memeluk Ryuga kembali dan menangis.


Ryuga mengusap rambut Shaka, "Iya besok pagi uncle jemput kalian, tapi Shaka janji Shaka harus jagain mommy, Shaka bobonya sama mommy ya! Kan mommy juga baru pulang dari rumah sakit, "ujar Ryuga memberi pengertian kepada Shaka, akhirnya Shaka pun mulai mengerti.


Sisil yang sedang tadi melihat interaksi antara Ryuga dan Shaka dibuat menangis tidak tega. Sisil meninggalkan dimana tempatnya berdiri, karena dirinya begitu tidak kuasa melihat kesedihan Shaka yang seolah mengerti bawa ia akan berpisah dengan Ryuga.


*********


Sampai malam pun tiba Alexa sama sekali tidak keluar dari kamarnya, sejak kepulangannya dari rumah sakit. Alexa terus mengurung dirinya di kamar berperang dengan pikiran dan hatinya.


Sisil menghampiri Ardy di ruang tengah di kediamannya, "Pah,.. Alexa tadi bilang sama Mamah ia ingin kembali ke Aussie Pah, bagaimana dengan Shaka dan Sheena ya Pah, mereka sudah sangat dekat dengan Ryuga, "ujar Sisil sedikit cemas.


Ardy menghembuskan nafas kasar, "Mamah udah bujuk Alexa? "tanya Ardy meletakkan buku yang ia sedang baca.


"Sudah Pah tapi Alexa bersikeras, sejak tadi juga Alexa mengurungi diri dikamar, "ujar Sisil.


"Kapan Dimas dan Grace pulang dari Singapore ? "tanya Ardy.

__ADS_1


"Besok kaya Pah, Grace tadi telpon dia sama Dimas katanya langsung kesini, sekalian liat kondisi Alexa, dan meminta maaf sama Alexa, "ujar Sisil.


Ardy menghembuskan nafasnya perhalan, "Mereka yang sudah menyebabkan kekacauan ini, mereka pula yang harus bertanggung jawab, "ujar Ardy dengan nada bicara tegas.


"Permisi Om..Tante saya pamit pulang dulu, "ujar Ryuga sambil menggedong Shaka dan menuntun Sheena.


"Kamu udah mau pulang rupanya,..Shaka yuk sini sama omah, unclenya pulang dulu, "ujar Sisil menghampiri Ryuga mengambil alih Shaka.


Shaka menatap Ryuga murung, "Tapi uncle janji ya besok ajak kita main ke kantor uncle lagi, "ujar Shaka.


"Iya pokoknya uncle harus datang, "ujar Sheena menimpali.


Ryuga tersenyum menatap buah hatinya, "Iya uncle janji, tapi kalian izin dulu sama mommy kalian ya, "ujar Ryuga.


"Siap uncle, saut Sheena tersenyum ceria."


Shaka, Sheena bersama Sisil dan juga Ardy, terlihat mengantar Ryuga sampai teras.


"Kamu nggak menemui Alexa dulu Ga, sepertinya kalian harus bicara, "ujar Ardy.


"Nanti aja Om Alexa juga baru pulang dari rumah sakit, sepertinya Alexa juga masih butuh waktu untuk berfikir, saya titip salam aja buat Alexa ya Tante, kalo gitu saya permisi dulu "ujar Ryuga tersenyum.


**********


Pagi hari Shaka dan Sheena terlihat sudah rapi karena pagi ini Ryuga berjanji akan mengajak mereka berkunjung kantornya lagi. Namun kali ini agak berbeda karena Alexa tidak ikut menemani kedua buah hatinya.


"Mommy, "panggil Shaka lirih di duduk di ranjang."


Alexa yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut saat melihat putra yang masih duduk di atas ranjang, "Loh kok Shaka masih di sini sih sayang, katanya mau nungguin uncle? "tanya Alexa.


"Nanti aja mommy, saut Shaka."


Alexa tersenyum menatap Shaka, "Ada apa sayang kok mukanya sedih gitu? "tanya Alexa duduk di sisi ranjang.


Shaka menatap Alexa ragu-ragu, "Mommy kenapa nangis terus? Apa mommy nangis gara-gara uncle, makanya kemarin mommy nggak samperin kita main sama uncle? "tanya Shaka penasaran.


Mendengar Shaka seketika Alexa merasa terenyuh hatinya. Ia menyadari bahwa Shaka memang memiliki kepekaan terhadap situasi yang terjadi antara dirinya dan juga Ryuga.


Alexa mengusap rambut Shaka dan tersenyum, "Mommy gpp sayang, mommy cuman pusing aja kemarin, "ujar Alexa berbohong.

__ADS_1


Shaka menatap wajah Alexa lekat-lekat, "Mommy.. kalo mommy tinggal di rumah uncle Nicco dan aunty Hanum, apa mommy nggak bakal sedih dan nangis lagi ? "tanya Shaka.


Mendengar ucapan putranya Alexa tidak bisa berkata apa-apa lagi lidahnya seolah kelu.


Seketika Shaka meneteskan air matanya menatap Alexa dengan tatapan iba, "Mommy..,kalo gitu Shaka mau pulang ke Aussie aja deh, biar mommy nggak sedih dan nangis terus. Shaka nggak mau liat mommy sedih dan menangis terus. Shaka sayang sama mommy, "ujar Shaka terisak memeluk Alexa.


Alexa merasa tertohok mendengar ucapan Shaka seketika hatinya terasa begitu perih, di usianya yang masih sangat belia Shaka sudah rela mengorbankan keinginannya untuk tetap tinggal di Jakarta demi dirinya. Dalam lubuk hatinya yang terdalam, Alexa juga tidak tega memisahkan Shaka yang memang lebih dekat dengan Ryuga daripada Sheena.


"Maafin mommy sayang, "ujar Alexa memeluk erat putranya menangis tersedu-sedu.


"Kak Shaka, "teriak Sheena yang baru saja muncul di balik pintu kamar Alexa.


"Loh kok mommy sama kak Shaka nangis sih, mommy sama kak Shaka kenapa nangis? "tanya Sheena langsung memasang raut wajah sedih.


Alexa seketika tersenyum, menghapus sisa air matanya begitu pun dengan Shaka.


"Gpp Sheen, kakak tadi cuman kepeleset doang kok, "ujar Shaka berbohong.


"Oh kirain kenapa, Sheena udah sedih liat mommy nangis sama kak Shaka, "ujar Sheena.


Sheena kembali memasang wajah cerianya, "Yuk kak, uncle udah datang, "ajak Sheena menarik tangan Shaka.


Shaka dan Sheena pun berlarian menghampiri Ryuga, " Uncleeeee, " teriak Sheena dan Shaka berhambur memeluk Ryuga di depan ruang tengah.


Ryuga tersenyum dan meraih tubuh Shaka dan Sheena, "Gimana kalian udah siap? "tanya Ryuga penuh semangat.


"Siap uncle, ujar Sheena membeo."


Alexa pun terlihat keluar dari kamarnya dan menatap ke arah kedua buah hatinya tersenyum.


Ryuga yang melihat kehadiran Alexa, ia berjalan menghampiri Alexa, "Aku mau bawa mereka ke kantor, "ujar Ryuga menatap Alexa, yang terlihat sedang menatap kedua anaknya.


Sheena meraih tangan Alexa, "Mommy ayo ikut yuk, "ajak Sheena menatap Alexa.


Alexa tersenyum menatap Shaka dan Sheena, "Maaf ya mommy nggak bisa ikut, tapi kalian janji ya, kalian jangan nakal dan harus nurut apa kata uncle. Dan satu lagi jangan bikin uncle repot, "ujar Alexa tersenyum menatap kedua buah hatinya.


Ryuga terus menatap Alexa, " Kamu benar-benar udah berubah Alexa, bahkan untuk menatapku sekilas pun kamu seolah tidak sudi, "batin Ryuga menatap Alexa.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2