Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Kenyataan Pahit


__ADS_3

Alexa berjalan di konidor sekolah sambil mengipas-ngipasi wajahnya yang panas akibat ulah Ryuga. Berbeda dengan seseorang yang sejak tadi mengikuti pergerakan Alexa mulai dari keluar dari mobil. Dimas tidak melepaskan pandangannya yang penuh luka, matanya terlihat berkaca-kaca sejak melihat kejadian Alexa bersama Ryuga tadi.


Langkah Alexa sampai di depan konidor ruang guru, dari arah depan Alexa tidak menyadari Papahnya sudah berdiri di depan pintu ruangnya, menyambutnya dengan tatapan tajam. Alexa masih sibuk dalam perasaan yang berbunga-bunga, berjalan sambil berjingkrak ceria. Langkahnya terhenti makalah ia melihat Papahnya berdiri tepat di hadapannya.


Rupanya kamu sedang berbahagia di atas penderitaan papah, kamu benar-benar kelewatan Alexa, "ujar Ferdi dengan nada dingin, ia pun langsung menarik tangan Alexa dengan paksa masuk ke dalam ruangannya membuat Alexa tak berkutik.


Plakkk...


Ferdy menampar Alexa kembali dengan wajah yang begitu bengis. Tubuh Alexa bergetar, Alexa meremas jari-jarinya sambil menundukkan kepala merapatkan matanya menahan takut. Bahkan hanya untuk bergerak memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan papahnya ia pun tidak berani.


Coba kamu lihat ini, Alexa! Buka matamu, Ardy dan Sisil pasti akan datang untuk menertawakanku, "ckckck, Kamu puas Alexa Papa sudah kehilangan segalanya saat ini. "Semua itu salah kamu! "bentak Ferdi sambil mencengkram lengan Alexa menjejali surat pemanggilan orang tua Grace ke wajahnya.


Alexa jatuhkan diri tepat di hadapan Papahnya, Alexa memposisikan dirinya duduk bersimpuh mengarahkan pandangannya pada kedua kaki Papahnya.


Pah, Alexa mohon lepaskan Alexa, Alexa bukan anak Papah, jadi Alexa mohon lepaskan Alexa Pah.."ucap Alexa dengan suara gemetar, tangisnya mulai pecah memohon belas kasih dari Papahnya.


"Apa kamu bilang, "bentak Ferdy ia pun menarik tubuh Alexa hingga berdiri. Ferdi melayangkan kembali tangannya, namun ia tahan. Ferdy pun mengepalnya tangan berusahan menahan emosinya, dan mendorong tubuh Alexa hingga terjatuh di sofa.


Tampar lagi Pah kalo perlu bunuh aku biar Papah puas. Semua emang salah Alexa, Papah kehilangan perusahaan gara-gara aku, dan Papah kehilangan rumah gara-gara aku juga. Alexa memang anak yang nggak berguna sampai kapan pun, dan pemikiran Papahlah yang paling benar hingga aku harus kehilangan Mamah karena Papah, Papah memang yang terbaik, "ucap Alexa dengan emosi.


Ini pertama kainya Alexa mengeluarkan apa yang selama ini ia pendam, perasaan benci, marah karena ketidakadilnya yang selama ini ia rasanya dari papahnya dengan tubuh bergetar, ia tidak peduli lagi jika nyawanya akan, berakhir di tangan Papah, jika itu bisa membuat Papahnya puas.


Ferdy pun memijit keningnya mendengar ucapan Alexa yang membawa mendiang Sarah, ada perasaan bersalah begitu besar dalam dirinya terhadap mendiang istrinya tersebut.


Sikap Papahlah yang membuat mamah meninggal, aku kehilangan Mamah gara-gara Papah. Alexa harus berjuang sendiri, bagaimana bertahan hidup di tengah keputusasahan Alexa. Alexa sudah tidak peduli lagi jadi Papah mencoret Alexa dari daftar nama keluarga Papah, Alexa mohon Pah lepasin Alexa, Alexa sakit Pah, Alexa sakit sampai rasanya mau mati, "tangis Alexa pun pecah tersedu-sedu di depan papahnya.


Ferdy berdiri yang hanya menatapnya nanar Alexa, ia mencoba meredam amarahnya. Bagaimana bisa seorang ayah bisa memberikan luka yang teramat dalam terhadap putrinya, ada sedikit rasa bersalah dalam dirinya, namun nasi sudah menjadi bubur, hubunganya dengan Alexa sudah tidak bisa kembali seperti dulu.


........


Disisi lain.


Ryuga yang sudah mendapatkan bukti yang diberikan oleh Mang Didit, Mang Didit berhasil mengecoh Pak Bambang saat ia ingin menyerah laporan tersebut dalam perjalanan menuju diknas. Ryuga tertawa tidak percaya, rahangnya mengeras, meja yang ada di dalam ruangannya pun menjadi sasaran luapan emosinya.


Jadi selama ini Papah dan Pak Bambang bekerja sama,kalian berani sekali, diam-diam bermain di belakangku, menusukku. "ujar Ryuga tertawa tidak percaya.


Ryuga sudah memastikan bahwa laporan yang sudah ditandatangani oleh Pak Ferdi, terlihat berbeda dengan tembusan yang dikirim oleh Bu Farida. Ferdi terlihat sedikit mengubah anggaran dengan cara menambah daftar pembelian kebutuhan kantor dan ATK, dengan angka nominal yang tidak masuk akal. Tentu jumlahnya sangat berbeda jauh dengan surat tembusan yang di kirim oleh Bu Farida.


Pantas saja perbuatan mereka selama ini tidak terendus, mereka adalah profesional yang sangat pandai dalam bermain. Apa alasan Papah melakukan ini aku harus segera bertindak tegas, walaupun dia itu adalah Papanya Alexa, " batin Ryuga dengan sorot mata yang begitu tajam. Hingga perhatiannya kini di alihkan pada ponselnya yang berdering, terlihat Bu Farida menghubunginya.


.........

__ADS_1


Di sisi lain


Brakkkk..!!


Suara debrakan pintu terdengar begitu kencang Dimas sudah tidak bisa menahan diri setelah mengamati perlakuan Pak Ferdi terhadap Alexa.


Cukup hentikan Pak, "ujar Dimas dengan nada yang cukup tinggi.


Kurang ajar sekali kamu, sejak kapan siswa di Garuda Bangsa terlatih untuk menguping dan memcampuri urusan orang lain. " bentak Ferdy saat melihat ada siswa yang menerobos masuk ke dalam ruangannya


Dimas,"ujar Alexa lirih.


Dimas kamu adalah ketua osis di sekolah ini, seharusnya kamu lebih mengerti apa itu etika dan tata krama yang baik, " bentak Ferdi penuh amarah.


Maaf Pak, tapi sebagai ketua osis saya juga tidak membiarkan kekerasan terjadi di sekolah ini, tidak terkecuali guru atau pimpinan sekali pun, "saut Dimas penuh penekanan.


Perkataan Dimas cukup membuat Pak Ferdi dan Alexa tertohok, keberanian Dimas cukup di acungkan jempol, namun berbeda dengan Alexa, ia merasa khawatir jika Dimas akan terkena masalah karena ikut campur dalam urusan keluarganya.


Dim, aku mohon kamu pergi dari sini, "ujar Alexa lirih.


Kenapa Alexa, aku nggak bisa biarin Papah kamu terus berbuat kasar sama kamu, " ujar Dimas penuh perasaan.


Lebih baik kamu ikuti keinginan Alexa. Saya paham kamu memiliki perasaan khusus terhadap putri saya "Ingat Dimas! Perasaanmu itu tidak akan mendapat respon apapun dari putriku, semua itu hanya akan sia-sia. Dan saya sebagai Papahnya, saya meminta supaya kamu tidak lagi mengganggunya lagi, karena ia sudah menikah. "Kamu paham! "ujar Ferdi penuh penekanan.


Alexa apa itu benar, "tanya Dimas nanar menatap Alexa tidak percaya.


Maaf Dim, aku nggak bermaksud menyembunyikan semuanya dari kamu, tapi, " ucapan Alexa terhenti Ia pun langsung berlari meninggalkan Dimas, tanpa ada niat sedikit pun menjelaskan lagi tentang pernikahannya.


Alexa berlari sepanjang konidor kelas menangis sambil memegangi pipinya. Yang ada di pikirannya saat ini adalah pergi sejauh mungkin menghindari Dimas. Alexa hanya menggeleng tidak percaya bahwa Papanya memberitahukan Dimas tentang pernikahannya, perasaannya benar benar kacau.


Alexa tunggu, " ujar Dimas menarik tangan Alexa saat di pintu gerbang sekolah. Ia pun memegang wajah Alexa dan mengusap air mata Alexa dengan lembut. Alexa hanya menggeleng menolak perlakuan Dimas dengan tangis tersedu-sedu.


Aku anter kamu pulang ya,.."ucap Dimas dengan lembut dan penuh perhatian.


Nggak usah Dim, please tolong biarin aku sendiri, "ucap Alexa yang pergi begitu saja.


Tapi Lex, "ujar Dimas, seketika ia langsung menarik Alexa ke dalam pelukannya. Tak terasa ia pun mengeluarkan air matanya karena merasa sudah tidak memiliki kesempatan lagi setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya tentang Alexa.


Cekrek...


Grace terlihat membidikan kamera ponselnya, ke arah Alexa dan Dimas saat sedang berpelukan mesra ketika baru saja turun dari mobilnya.

__ADS_1


Loh liat Lex, tanggal mainnya, "batin Grace tersenyum smirk.


Cukup Dim, tolong aku mau sendiri, "ujar Alexa berusaha melepaskan pelukan Alexa.


Dimas pun tidak bisa memaksa, walaupun hatinya hancur, namun ia tidak ingin membuat Alexa tidak nyaman, dengan terus memaksakan kehendaknya.


Nampak balik jendela ruangan, yang mengarah langsung ke gerbang utama sekolah. Terlihat dua pasang mata sedang menatapnya dengan tajam dari lantai atas. Suasana hatinya begitu terasa buruk akibat ulah Pak Ferdy, namun kini ia harus menyaksikan perlakuan Dimas yang terlihat sedang memeluk istrinya, dan Alexa pun seperti terlihat nyaman berada dalam pelukan Dimas. Ryuga keluar setelah mengambil tasnya dan kunci mobilnya dengan langkah tegas wajahnya terlihat penuh amarah. Saat ini yang Ryuga pikirkan ialah membawa Alexa pergi, namun saat sudah dibawah ia melihat Alexa sudah tidak ada area sekolah.


Ryuga saat ingin mencari Alexa, namun langkahnya tertahan saat Bu Farida memanggilnya. Ryuga harus bersikap profesional ia tidak boleh egois karena ada yang jauh lebih penting daripada rasa cemburunya, yaitu tentang penyelidikannya terhadap Pak Ferdy dan Pak Bambang.


Arrrghhhhh, " Ryuga mengerang frustasi, berdiri di depan gerbang halaman sekolah tangannya dia kepalkan dengan kencang, sorot matanya begitu tajam menatap ke aras jalan. Satpam pun yang terlihat berjaga di pos depan sekolah di buat terkejut menatap heran ke arah Pak Ryuga.


.........


Pagi-pagi sekali Alexa tiba di tempat peristirahatan Mamahnya, berjalan menapaki blok-blok yang tertata begitu rapih. Matanya kini tertuju pada seseorang wanita terlihat sedang duduk menangis di depan pusara milik Mamahnya.


Ngapain tante kesini, "ujar Alexa dengan nada tinggi menatap Karin.


Alexa, " ujar Karin terkejut menatap Alexa


Tante lebih baik pergi, Tante nggak pantes di sini, tante tuh seharusnya bahagia sekarang, karena udah bikin Mamah aku menderita sampai ia meninggal, "ujar Alexa dengan penuh penekanan.


Apa yang kamu ucapkan benar Alexa seharusnya saya itu bahagia, bukan menangis seperti sekarang," ujar Karin tersenyum perih.


Munafik, "ketus Alexa menatap jengah Karin.


Alexa, izinkan tante berpamitan dulu sebentar sama Mamah kamu. Tante sudah memutuskan untuk bercerai dengan Papah kamu, Dan tante harap kamu jaga kondisimu baik-baik, jangan kamu terlalu menyalahkan diri kamu, kamu berhak bahagia Alexa, "ujar Karin dengan bulir air matanya menetes.


Kenapa baru sekarang, kenapa nggak dari dulu aja Tante pergi dari kehidupan Papa sebelum mamah meninggal. Lebih baik tante pergi dari sini karena Alexa jijik melihat tante, "bentak Alexa dengan penuh emosi.


Baiklah Alexa tapi izinkan dulu tante berpamitan dengan mama kamu tante janji tante nggak akan mengganggu dan muncul kehidupan kalian lagi, " ujar Karin tersenyum miris. Karin pun kembali duduk di depan pusara sahabatnya, tangannya ia letakkan tepat di batu pusara milik mendiang Sarah.


Sar, maafin aku aku nggak bisa menepati janjiku sama kamu Sar. "Maaf Sar, aku harus pergi kamu harus tenang ya di sana, " ujar Karin menangis pilu menatap batu nisan sahabatnya.


Karin pun berjalan dengan lemah melewati Alexa lalu meninggalkan tempat di mana sahabatnya bersemayam, dengan air matanya yang mengalir ia mencoba kuat.


Apa maksud ucapan Tante tadi, janji apa tante tolong jelasin, "tanya Alexa penasaran mendengar ucapan Karin di depan pusara mamahnya.


Ikut tante kalo kamu mau tahu, Alexa, " ujar Karin pun tersenyum menatap Alexa.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2