
Dimas memberhentikan laju motornya agak jauh dari kediaman Ryuga, namun pada saat yang sama Ryuga yang baru saja sampai tidak jauh dari tempat dimana Alexa dan Dimas berdiri, ia bisa melihat dengan jelas Alexa turun dari motor Dimas dari kejauhan.
"Cih, rupanya ini yang dia bilang ingin pergi bersama Rena, "geram Ryuga mencengkram stir mobilnya hingga memperlihatkan garis urat-uratnya yang menonjol keluar.
"Jadi seharian ini kamu pergi dengan cecunguk itu Alexa. Dasar gadis bina*, "batin Ryuga menatap tajam ke arah Alexa dan Dimas.
Bruk.
Ryuga keluar dari mobil dan menutup pintu mobilnya dengan kencang hingga membuat Alexa dan Dimas terkejut, menengok ke arahnya. Dengan langkah penuh amarah, Ryuga menghampiri Alexa dan Dimas.
"Dim, pak Ryuga, ujar Alexa cemas."
"Tenang aja Sa, ada aku di sini, " ujar Dimas menangkup wajah Alexa, berusaha menenangkan Alexa.
"Cih, decih Ryuga menatap pertunjukan memuakkan antara Dimas dan juga Alexa yang terlihat mesra.
Brengsek!
Bugh!
Tanpa banyak tanya, Ryuga langsung menghadiahi Dimas dengan satu bogeman mentah. Dimas pun tidak mau kalah, ia pun menghadiahi wajah gurunya tersebut dengan satu pukulan peringatan.
"Kurang ajar! Berani kamu memukul saya, kamu benar-benar murid kurang ajar. "Akan saya pastikan kamu akan saya tendang keluar dari Garuda Bangsa. Silakan kamu pukul lagi jika kamu berani "ujar Ryuga menyeringai mengancam.
"Ck saya tidak takut, asal bapak tahu, ini bukan di sekolah, jadi saya bebas berekspresi termasuk salah satunya memukul bapak. Tapi kali ini saya bukan menganggap bapak sebagai guru melainkan sebagai seorang pria brengsek yang pengecut, "saut Dimas dengan senyum smrik.
Seketika Dimas langsung kembali melayangkan pukulannya, namun Alexa buru-buru melingkarikan tangannya di pinggang Dimas menahan pergerakan Dimas.
"Dim, aku mohon hentikan, lebih baik kamu pergi sekarang, aku nggak mau kamu kena masalah gara-gara aku, " ujar Alexa dengan tubuh bergetar ketakutan.
"Ck, sungguh pertunjukan drama yang menarik, istri sah membela selingkuhannya. Kenapa Alexa apa kamu takut saya melukai selingkuhanmu ini, sehingga kamu mencoba melindunginya dengan memberikan tubuhmu. "ujar Ryuga tertawa sambil bertepuk tangan menatap tajam Alexa.
"Kamu benar wanita yang munafik Alexa, kamu rela melakukan apapun termasuk membohongi saya, hanya untuk berkencan dengan cecunguk ini, "Apa memang kamu serendah itu Alexa?" tanya Ryuga semakin murka saat menatap Alexa memeluk Dimas menunjukkan perhatiannya.
Ryuga merasa tidak terima melihat miliknya menyentuh pria lain, ia langsung saja menarik lengan Alexa dengan kasar, menjauhkan Alexa dari Dimas. Sedangkan Alexa sendiri ia cukup tertohok mendengar penghinaan Ryuga, hatinya terasa perih bagai sayat sembilu.
"Bajingan! Lepasin Alexa! Luh nggak pantas menjadi seorang guru, tapi luh justru lebih pantas menyandang status seorang bajingan yang nggak punya hati nurani, karena luh berani kasar sama Alexa. "ujar Dimas semakin tidak ada lagi kata-kata sopan yang keluar dari mulutnya,
Ucapan Dimas sanggup membuat Ryuga tertohok, Brengsek! Kurang ajar, Berani kamu menghina saya "ujar Ryuga rahang terlihat mengeras ia berusaha menghajar Dimas kembali.
"Cukup, hentikan! "teriak Alexa sekencang mungkin hingga membuat keduanya diam.
Alexa pun langsung menatap Ryuga dengan matanya berkaca-kaca tersirat penuh rasa kebenciannya. Alexa pun berlari meninggalkan Dimas dan Ryuga begitu saja, ia merasa muak berada di antara keduanya.
Ryuga dengan berhasil mencengkram tangan Alexa saat berlari melewatinya. Ryuga menarik paksa Alexa dan memasukkanya ke dalam mobilnya.
Dimas yang terlihat kalah cepat, ia berusaha mencegat mobil Ryuga dengan memukul-mukul kaca mobil Ryuga dan terus memanggil-mangil Alexa, namun gagal karena Ryuga langsung menancapkan gasnya melaju dengan kencang tidak memperdulikan Dimas yang saat itu terjatuh terpelanting akibat lesatan mobil Ryuga.
"Alexa..! arrrggghhh, "teriak Dimas frustasi karena tidak berhasil menyelamatkan Alexa dari cengkraman Ryuga.
*********
__ADS_1
Di perjalanan Ryuga masih terlihat kalap, ia melajukan Ranger Covernya dengan kecepatan tinggi memasuki jalan tol yang saat itu terlihat sepi. Dan Alexa jangan di tangan lagi betapa takutnya ia melihat seseorang di sampingnya kini yang terlihat seperti seorang yang kesetanan.
Mulut seolah terkunci, Alexa mencengkram sit bell dengan kencang, ia pun terlihat memejamkan matanya pasrah, tidak peduli jika mereka terlibat kecelakaan bersama.
Laju mobil Ryuga terhenti tepat di basement apartemen Ryuga. Ponsel Ryuga dan Alexa terlihat berdering sejak tadi karena Mamah Retno menelpon keduanya secara bergantian.
Ryuga membuka pintu mobilnya dan langsung menarik Alexa dengan kasar. Saat di lift Alexa mencoba mengambil ponselnya yang sejak tadi berdering terus menerus.
Ryuga menatap tajam ke arah Alexa, saat Alexa mencoba mengangkat panggilan dari Mamah Retno. Ryuga langsung merampas ponsel Alexa.
"Alexa dimana kamu?" tanya Mamah Retno.
"Alexa lagi sama aku Mah, Mamah nggak usah khawatir, " saut Ryuga langsung mengakhiri sambungan teleponnya secara sepihak.
Prakkk!
Di lempar saja ponsel Alexa hingga tidak terlihat lagi bentuk rupanya. Lift pun terbuka, Ryuga yang masih terlihat kalap, langsung saja menarik tangan Alexa dengan kasar masuk ke dalam apartemennya, Ryuga menghempaskan tubuh Alexa di sofa.
"Kamu benar-benar menguji kesabaranku Alexa, apa yang sudah kalian lakukan di belakang ku tadi? "tanya Ryuga mencengkram wajah Alexa.
Ryuga melirik baju yang Alexa kenakan, dan menariknya, "Ini jaket milik cecunguk itu kan? Apa yang sudah kalian lakukan? Bagaimana kamu bisa memakai baju miliknya? Apa kalian abis bersenang-senang? "tanya Ryuga mencengkram baju yang di kenakan Alexa.
"Jawab Alexa, " bentak Ryuga hingga membuat Alexa tercekat lidahnya seolah kelu ia tidak berani menatap Ryuga yang saat itu terlihat menakutkan.
Kali ini Ryuga benar-benar terbakar rasa cemburu, sehingga membuat Ryuga gelap mata tidak berpikir dengan tindakanya kali ini.
"A-pa mak-maksud ka-kakak, " ujar Alexa terbata-bata.
Alexa menciut ketakutan sambil menggelengkan kepalanya sambil meremas baju tersebut. Mendapat penolakan dari Alexa, Ryuga memaksa membuka paksa jaket hoodie yang dikenakan Alexa.
Ja-jangan Kak aku mohon, " ujar Alexa bergetar ketakutan. Karena Alexa sadar jika ia membuka jaket yang ia kenakan, maka tubuh polosnya akan terekspos oleh mata Ryuga.
"Kalo saya bilang lepas ya lepas, kamu harus nurut apa kata suami kamu Alexa, "ujar Ryuga terus mengintimidasi Alexa dalam kungkungannya.
Tubuh Alexa sudah mentok berada di ujung sofa, tidak ada lagi celah untuknya menghindari Ryuga yang saat itu terlihat sangat menakutkan. Alexa pun membuka jaket milik Dimas dengan terpaksa, dengan tangan yang terus saja bergetar ketakutan.
Glekkk!
Ryuga bersusah payah menelan salivanya, saat melihat tubuh bagian atas Alexa hanya terbungkus bra hitam menutupi dua bukit kembarnya.
Apa Dimas tadi menyentuh ini, "ujar Ryuga menyeringai saat tangan meremas satu gundukan milik Alexa. Alexa hanya menggelengkan kepala menjawab dengan takut pertanyaan Ryuga.
"Kamu bohong Alexa, " bentak Ryuga.
"Apa kamu pikir saya percaya, gimana mungkin kamu pakai baju ini, jika kalian nggak berbuat hal yang menjijikkan, " ujar Ryuga menuduh Alexa dengan asumsinya.
Mata Alexa seketika langsung mengeluarkan cairan bening, hatinya begitu sakit karna tuduhan Ryuga yang tidak berdasar.
"Kamu kira saya bisa lemah ngeliat air mata kamu itu. Apa juga Dimas ngelakuin ini?" tanya Ryuga tersenyum menyeringai menyentuh bibir Alexa yang saat itu terlihat begitu sensual dan menggair*hkan
Wajah Ryuga kini di penuh hawa nafsu, tubuh seperti tersihir oleh wanita yang saat ini terlihat tidak berdaya dalam kungkungannya. Ryuga tanpa aba-aba menghimpit tubuh Alexa di sofa, dan langsung ******* bibir Alexa dengan kasar. Dan tangannya ia tumpukan pada gundukan Alexa yang terlihat cukup besar dan berisi penuh.
__ADS_1
Alexa terlihat menangis sambil berusaha memukul lengan Ryuga dengan kencang. Namun Ryuga malah mencengkram kedua tangan mungil Alexa dengan satu tangannya. Puas Ryuga melahap habis bibir Alexa, kini ia mulai menurunin menuju leher jenjang Alexa, sambil merem*s gundukan bukit kembar milik Alexa.
"Eugghhh, "suara Alexa lolos begitu saja, Ryuga semakin kalap ingin melakukan yang lebih dari sekedar ciuman.
*********
Saat Ryuga melepaskan bajunya Alexa berhasil meloloskan diri, dan berlari menuju kamar. Alexa ingin menutup pintu kamarnya Ryuga berhasil mencekal pintu Alexa dengan tangannya.
"Kak aku mohon ja-jangan, "ujar Alexa bergetar ketakutan dan terjatuh bersimpuh. Alexa berusaha menghindari Ryuga dengan menyeret tubuhnya mengunakan hentakan kakinya.
"Kamu terlambat Alexa kamu nggak akan bisa menghindar dariku, "ujar Ryuga menyeringai.
A-aku mohon Kak, aku nge-lakuin apa-pun seperti, tu-duhan ka-kak! a-aku berani sum-pah, " ucap Alexa terbata-bata menangis ketakutan.
Namun Ryuga masih bersikukuh dengan pendiriannya, ia pun memboyong tubuh Alexa menghempaskannya di atas ranjang.
"Kamu pikir aku percaya Alexa! Aku akan membuat kamu tidak pernah lari dariku, "ujar Ryuga mendekat, ia lalu mencengkram kedua tangan Alexa menariknya ke atas. Tangannya yang lain ia gunakan untuk melucuti pakaian Alexa sampai tubuh polosnya terpampang nyata di hadapannya.
"Kak ja-jangan "Ahhhh, "ujar Alexa yang masih berusaha memberontak, namun seketika mendes*hannya lolos begitu saja, saat jari nakal Ryuga mulai menyerang bagian sensitifnya.
Ryuga semakin tergoda menatap Alexa penuh gairah ia langsung ******* kembali bibir Alexa dengan rakus.
Ryuga pun memulai aksinya gilanya, memaksa memasukkan pusaka kebanggaannya tersebut pada inti tubuh Alexa yang begitu sempit dapat ia rasakan.
"Arrgghhh sa-sakit, "teriak Alexa saat pusaka Ryuga berhasil menerobos menjebol pertahanan Alexa dengan brutal.
Alexa terlihat mencengkram punggung Ryuga merasakan sakit yang luar biasa pada daerah intinya yang terasa penuh. Ryuga menggerakkannya secara perlahan-lahan pusaka kebanggaannya tanpa memikirkan Alexa apalagi ia menyadari tidak ada penolakan dari Alexa.
Tangan Alexa langsung lemas jatuh terkulai, pandangannya mulai
sayup..
sayup..
lalu redup..
hitam..
Alexa pingsan akibat ketakutan extrem karena tindakan sadis Ryuga. Seketika Ryuga langsung mencabut pusaka miliknya dari inti tubuh Alexa dan bisa terlihat jelas banyak noda merah menghiasi pusaka miliknya.
Oh **** ! ternyata dia masih alami, "ujar Ryuga mulai menyesali perbuatannya, terhadap Alexa karena terbakar api cemburu sampai kehilangan akal sehatnya menuduh Alexa berbuat yang tidak-tidak bersama Dimas.
"Alexa pasti akan membenciku, Alexa bangun Alexa, "ujar Ryuga menepuk perlahan wajah Alexa. Ryuga langsung memakaikan kemeja miliknya menutupi tubuh polos Alexa.
"Alexa, maafin saya, " ujar Ryuga membekap tubuh Alexa yang masih tidak sadarkan diri ke dalam pelukannya.
"Alexa bangun Alexa! "Argghhh..!aku benar-benar bodoh, "ujar Ryuga frustasi menyesali perbuatannya pun sudah tidak ada gunanya.
Nasi sudah menjadi bubur, Ryuga tidak bisa mengulang waktu. Ia pun pasrah jika Alexa membenci, karena ia menang menganggap dirinya adalah laki-laki brengsek akibat perbuatannya kali ini.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...