Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Siapa Kamu Sebenernya Mas


__ADS_3

Alexa berjalan sambil membawa nampan yang berisikan orange juice untuk Ryuga. Dari kejauhan Alexa menatap interaksi kedua anaknya yang terlihat semakin hari semakin akrab saja sejak pertemuannya kemarin.


Alexa menghela nafasnya, "Nggak mungkin kalo kita hanya sekedar kenal. Apalagi pas dengar omongannya Mbak Ning tadi, gue jadi makin penasaran, "batin Alexa bertanya-tanya sendiri dan juga berusaha terus mengingat-ingat berharap ada sedikit saja potongan ingatan yang bisa mengobati rasa penasarannya terhadap siapa sebenarnya sosok Mas Ryuga.


Alexa meletakan minunan tersebut di meja, "Ini Mas silahkan di minum, "ujar Alexa tersenyum mencoba senetral mungkin.


Ryuga menatap sekilas Alexa, "Makasih, "jawabnya dengan sedikit senyum, lalu fokus lagi bermain dengan kedua anaknya kembali.


Alexa menjatuhkan dirinya duduk di sofa sambil memangku nampan di tangannya, menatap ke arah Shaka dan Sheena yang terlihat begitu bersemangat bermain dengan mainan yang baru saja mereka dapatkan dari Ryuga.


Alexa mengambil ponselnya dan mencoba mencari tau tentang Ryuga berharap ada sedikit informasi yang bisa saja mengobati rasa penasarannya. Alexa membulat mata saat membaca salah satu gosip skandal Ryuga dengan beberapa deretan model cantik dan juga aktris dari negri paman Sam.


Alexa mengerutkan kedua alisnya, sambil menggigiti ujung kuku menatap fokus layar ponselnya, "Gila, model remahan ayam crispy kaya gue mah, ke banting abis, " batin Alexa merasa rendah diri.


Ryuga menatap Alexa yang terlihat cemas ketika melihat ke layar ponselnya, "Ada apa Alexa?" tanya Ryuga.


Sontak Alexa terkejut, saat mendengar suara orang yang sedang ia cari tentang informasinya tersebut. Ponsel yang sedang ia pegang pun kini sudah berpindah tempat, tepat berada di hadapan Ryuga.


Ryuga tersenyum saat melihat layar ponsel Alexa, "Rupanya dari tadi kamu anteng sendiri, ternyata kamu lagi kepoin aku Alexa, "batin Ryuga.


Alexa menatap nanar ke arah ponselnya, "Arrghhh,.. Mas Ryuga pasti liat layar hp gue, yakin ini mah. Bodoh banget sih luh Alexa, dia pasti mikir yang enggak-enggak deh, gara-gara gue ketauan lagi kepoin dia," batin Alexa mengutuk kebodohannya sendiri.


Ryuga menatap fokus mainan ditangannya, "Kamu jangan terlalu percaya gosip-gosip itu Alexa, terkadang mereka terlalu melebih-lebihkan beritanya. Beberapa manajemen hiburan memang merancang berita tersebut. Karena yang mereka butuhkan adalah isu miring demi menaikkan popularitas aktris atau model binaan dari manajemen mereka, "ujar Ryuga.


Alexa menatap Ryuga mengerutkan kedua alisnya, "Loh wajar aja sih, Mas Ryuga itu kan pria dewasa, mapan, sukses dan terlebih lagi single, jadi wajar aja banyak model ataupun aktris terkenal yang mau sama Mas Ryuga," ujar Alexa berusaha menutupi perasaannya yang sebenarnya cukup terganggu setelah membaca artikel tentang Ryuga.


Ryuga hanya tersenyum simpul menatap Alexa, yang langsung membuang pandangannya ketika Ryuga menatap ke arahnya, namun bisa terlihat jelas raut wajah kekhawatiran Alexa yang merasa terganggu dengan berita mengenai dirinya.


"Yeyy.., udah jadi," ujar Sheena terlihat gembira saat melihat rumah barbienya sudah terpasang dengan rapi.


"Mommy rumah barbie Sheena, baguskan Mommy? "tanya Sheena menatap ke arah Alexa. Mendengar tak ada respon dari Alexa Sheena menghentakan kakinya kesal, "Mommy.., "teriak Sheena yang langsung menyadarkan lamunan Alexa.


Alexa tersentak dan langsung menatap ke arah Sheena, "Eh iya sayang, Sheena ngomong apa tadi barusan? "tanya Alexa tersenyum kaku.


Sheena langsung saja membalikan tubuhnya dengan wajah cemberut, meneruskan kembali bermain rumah barbienya, ''Mommy nyebelin, "saut Sheena tanpa menatap Alexa.


Ryuga pun tersenyum mengusap kepala Sheena yang terlihat lucu saat sedang merajuk.


Ryuga mengalihkan saja pandangannya menatap Alexa, ''Kenapa Alexa, apa ada masalah? "tanya Ryuga menatap Alexa.

__ADS_1


Alexa menatap Ryuga sedikit kaku, "Gpp Mas, "sautnya singkat.


Alexa semakin di buat canggung sendiri berada di dekat Ryuga setelah insiden barusan, ia pun langsung berdiri saja, "Maaf Mas saya tinggal dulu sebentar, "ujar Alexa tersenyum kaku.


Shaka menatap ke arah Alexa, "Mommy mau kemana ? Mommy di sini aja temenin Shaka, "ujar Shaka menatap Alexa dengan wajah manja.


Alexa pun mengurungkan niatnya dan kembali menjatuhkan diri duduk di sofa menemani putra dan putrinya bermain.


"Uncle..,kata Mommy Uncle itu tadi lagi sibuk ya ? Hmm, boleh nggak kapan-kapan Sheena main ke tempat kerjanya Uncle? "tanya Sheena menatap Ryuga yang sedang fokus merakit lego milik Shaka.


Alexa terkejut mendengar ucapan Sheena yang terdengar berlebihan, "Sheena jangan ya sayang, nanti ngerepotin Uncle, "ujar Alexa.


Ryuga tersenyum menatap Sheena, "Boleh dong! Sheena sama Kak Shaka beneran mau maen ke tempat Uncle kerja? "tanya Ryuga menatap kedua anaknya.


Shaka langsung menampilkan wajah berbinar menatap Ryuga, "Ia Uncle, Shaka juga mau ikut. Mommy boleh ya? "tanya Shaka dengan wajah memohon menatap Alexa.


"Tapi Shaka nanti kalian malah ngerepotin Uncle kerja, "ujar Alexa keberatan.


"Gpp Alexa, Aku juga nggak keberatan kok, sekalian aku mau ajak mereka jalan-jalan di kantor aku, boleh kan? "tanya  Ryuga.


"Tapi Mas, "ujar Alexa ragu,"


"Tuh kan Mommy, Uncle aja nggak keberatan ngajak Sheena sama Kak Shaka main ke kantornya Uncle, "ceplos Sheena membeo.


Alexa menggaruk kepalanya, "Shaka Sheena kenapa kalian ini terus aja bikin Mommy ngerasa nggak berdaya kaya gini sih, "batin Alexa frustasi menatap kedua anaknya.


"Hore asikk, " ujar Shaka dan Sheena bersorak riang menatap ke arah Ryuga.


.


*****


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, setelah puas bermain Sheena terihat tertidur dalam pangkuan Ryuga, sedangkan Shaka terlihat tertidur dalam pangkuan Alexa.


"Anak-anak biar aku aja yang pindahin Mas," ujar Alexa.


Namun tanpa di duga Ryuga sudah mengangkat tubuh Sheena, " Dimana kamarnya? "tanya Ryuga.


Alexa pun tidak punya pilihan selain menunjukan kamarnya kepada Ryuga, mereka pun bersama-sama membawa putra dan putri mereka ke kamar untuk merebahkan tubuh mereka.

__ADS_1


Setelah meletakkan putrinya diranjang Ryuga mengusap kepala kedua anaknya, menatapnya dengan senyum hangat, "Daddy pulang dulu ya sayang, "batin Ryuga.


"Tante Sisil sama Om Ardy kemana? "tanya Ryuga.


"Kayanyanya mereka udah istirahat di kamarnya, "saut Alexa.


Ryuga pun mengangguk kepalanya dan kembali meneruskan langkahnya, "Ya udah salamin aja sama mereka," ujar Ryuga.


Saat sudah sampai di depan teras Alexa menatap ke arah Ryuga, "Makasih ya Mas, hari ini Mas udah menemin Shaka sama Sheena main, "ujar Alexa tersenyum menatap Ryuga malu-malu.


"Iya sama-sama, ya udah jam 8 besok aku jemput kalian ya? "ujar Ryuga menatap Alexa.


"Tapi Mas kamu nggak perlu repot-repot melakukan semua itu untuk Shaka dan Sheena Mas, "ujar Alexa merasa cukup terbebani.


"Kenapa Alexa? Sebenarnya apa yang kamu cemaskan? ''tanya Ryuga menatap Alexa serius.


Mendengar jawaban Ryuga, kini Alexa memberanikan diri bertanya dengan hal yang sejak tadi membuatnya begitu penasaran, "Mas apa sebelumnya kita saling mengenal? "tanya Alexa penarasan menatap Ryuga.


Sontak mendengar pertanyaan Alexa, Ryuga langsung menatap  Alexa dengan tatap begitu mendalam, "Kita bukan saja saling mengenal Alexa, tapi kita pernah mengisi hari hari bahagia kita 5 tahun yang lalu Alexa, "batin Ryuga ingin sekali ia mengatakan hal tersebut.


Alexa mengerutkan kedua alisnya saat melihat Ryuga terdiam seolah ada yang sesuatu yang ia pikiran, "Mas tolong jawab pertanyaan aku Mas ? "Buat apa seorang pria seperti Mas Ryuga yang memiliki segudang kesibukan, bisa menyempatkan waktu beharganya hanya untuk bermain dengan kedua anaknya yang tidak memiliki hubungan sama sekali baginya," ujar Alexa menatap Ryuga mulai terbawa perasaannya.


Ryuga berjalan menghampiri Alexa menatap wajah Alexa lekat-lekat dan ia raih saja tangan Alexa sambil menautkan kelima jarinya tersebut dengan tangan Alexa, " Jika kamu memang tidak mengingatku sama sekali maka izinkan aku untuk lebih dekat dengan kamu kembali Alexa. Aku ingin menjagamu, melindungimu tidak terkecuali dengan kedua anak-anak kamu, izinkan aku untuk lebih dekat mereka Alexa, " ujar Ryuga menatap Alexa dengan penuh perasaannya yang selama 5 tahun ia pendam.


Alexa menundukan kepalanya tidak kuasa melihat tatapan Ryuga yang terus saja membuatnya lemah, "Tapi Mas dari sekian banyak wanita kenapa harus aku Mas,? Mas tau sendiri  kan status aku? Mas bisa dapetin wanita yang lebih baik daripada aku Mas, "ujar Alexa menolak, menyangkal perasaannya. Alexa merasa rendah diri, karena ia merasa Ryuga adalah sosok yang begitu sempurna untuk wanita seperti dirinya.


"Tapi aku cuman mencintai kamu Alexa, aku nggak peduli wanita manapun, karena yang aku inginkan cuman kamu, "ujar Ryuga mencoba meyakinkan Alexa, ia langsung saja menarik lengan Alexa.


Greb !


Ryuga memeluk Alexa dengan erat, "Apa kamu nggak bisa rasain gimana perasaan aku saat ini? Aku bener-bener mau gila Alexa ? Perasaan aku bener-bener tulus sama kamu Alexa, "ujar Ryuga memeluk Alexa begitu erat mencurahkan rasa rindunya selama 5 tahun.


Alexa di buat sesak, karena Ryuga memelukanya begitu erat, "Tapi Mas..aku ini cuman..cuman_, ''ujar Alexa tidak meneruskan kata-katanya, ia bingung karena sejujurnya hatinya pun sudah terjebak terlalu jauh, apalagi setelah melihat kedekatan Mas Ryuga dengan kedua anaknya, hatinya pun melemah.


Ryuga melepas pelukannya dan menatap Alexa dengan begitu lekat, "Coba kamu liat aku Alexa, bilang kalo kamu nggak cinta sama aku, "ujar Ryuga.


Alexa pun memberanikan diri menatap Ryuga dengan mata sendunya, dia bisa melihat tatapan Ryuga yang begitu tersirat jelas ketulusan dalam tatapannya tersebut. Lidahnya seolah kelu, hatinya pun tidak bisa menolak melihat ketulusan Ryuga.


Ryuga mengusap pipi Alexa, "Kamu nggak bisa bilang kan, kalo kamu nggak mencintai aku? " tanya Ryuga menindai wajah Alexa, tanpa ada satu bagian wajah pun yang ia lewatkan untuk di pandang oleh netranya, dan tanpa aba-aba Ryuga langsung ******* lembut bibir Alexa menyelusup masuk ke setiap celah bibir Alexa. Tidak ada penolakan sedikit pun dari Alexa, ia begitu pasrah menerima perlakuan pria asing yang baru saja ia kenal kemarin, namun sosok asing tersebut sanggup membuat perasaannya begitu nyaman dan yakin untuk memberikan hati begitu saja.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2