Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Bangun Alexa


__ADS_3

Arrrghhhh!


"Mommy bangun Mommy"


Yudha dan Alex langsung saling menatap dengan wajah terkejut saat mendengar suara teriakan anak Boss mereka. Mereka sigap langsung berlari masuk ke dalam kediaman Tante Karin.


Yudha dan Alex terlihat terkejut saat melihat kondisi istri Boss mereka terlihat tidak sadarkan diri. Dengan sigap Yudha dan Alex bergegas membawa Alexa ke rumah sakit. Saat di perjalanan, mereka cukup kesulitan karena tidak bisa menghubungi Bos mereka.


.


.


Kini Jet pribadi yang tumpangi Ryuga dan juga Reyhan sudah mendarat tepat pukul 8 malam di Jakarta. Setelah mendapatkan kabar yang kurang menyenangkan tentang Alexa dari kedua anak buahnya, Ryuga dan Reyhan langsung bergegas pergi ke rumah sakit.


Saat sedang di perjalanan menuju rumah sakit, Ryuga terlihat tidak sabaran matanya ia fokuskan saja menatap ke depan jalan, sambil menggoyang kakinya.


"Gimana kata Yudha? "tanya Ryuga setelah melihat Reyhan memutuskan panggilan pada ponselnya.


"Mereka bilang hari ini Alexa pergi berziarah ke makam mamahnya, ke panti dan juga Alexa pergi ke rumah tante Karin_"


"Apa tante Karin, Ck., "ujar Ryuga terkejut memotong ucapan Reyhan.


"Iya Ga, Yudha bilang, Alexa masuk ke dalam rumah tante Karin yang kosong sejak kejadian 5 tahun yang lalu. Yudha dan Alex bergegas masuk saat mendengar suara teriakkan Sheena dan Shaka di dalam. Setelah itu mereka sudah melihat Alexa jatuh pingsan di lantai, "ujar Reyhan menjelaskan.


Ryuga menghembuskan nafas kasarnya, tampak terlihat jelas raut wajahnya yang gelisah, setelah mendengarkan penjelasan dari Reyhan.


"Pak tolong percepatan lagi, "ujar Ryuga kepada sopir pribadinya.


"Baik Pak, "saut sang sopir lalu menginjak lebih dalam lagi pegal gas mobil yang sedang di kendarainya.


"Han tolong luh handle dulu kerjaan gue selama di gue di rumah sakit, kalo ada berkas yang penting besok luh bawa aja ke rumah sakit, sekalian bawain gue baju ganti, "ujar Ryuga menatap fokus ke depan.


.


.


Ryuga begitu tergesa-gesa berlari memasuki koridor rumah sakit, ia seolah merasakan dejavu karena kejadian saat ini persis seperti 5 tahun yang lalu, dimana ia pernah kehilangan Alexa di rumah sakit setelah pulang dari England.


"Itu mereka Ga, "ujar Reyhan saat melihat kedua anak buahnya yang terlihat sedang menunggu di depan ruang rawat VVIP rumah sakit.


Ryuga bisa bernafas dengan lega setelah melihat kedua anak buahnya. Dan ia pun langsung berjalan menghampiri Yudha dan juga Alex, "Kenapa kalian bisa lengah? "tanya Ryuga emosi.


"Ma-maaf Bos nyo_"


"Argghhh bodoh, "geram Ryuga memotong ucapan Yudha yang ingin menjelaskan.

__ADS_1


Reyhan menghembuskan nafas kasarnya menatap Ryuga, "Luh jangan salahin mereka Ga, mereka juga dari tadi udah coba hubungin kita, mungkin tadi kita juga masih ada di dalam pesawat. Mending sekarang luh lihat keadaannya Alexa di dalam, "ujar Reyhan memegang pundak Ryuga mencoba menenangkan emosi sepupunya tersebut.


Cekrek!


Ryuga langsung saja memasuki ruangan dimana Alexa terbaring yang masih terlihat memejamkan matanya.


"Uncleee..., "teriak Shaka dan Sheena berlari ke arah Ryuga, memeluk kaki Ryuga sambil menangis. Ryuga mensejajarkan diri, memelukku ke dua anak yang tampak begitu bersedih.


"Uncle kenapa lama banget sih pulangnya? "tanya Sheena menangis menatap Ryuga sambil menangis.


"Maafin uncle ya sayang, pesawat delay, "ujar Ryuga mengusap rambut kedua buah hatinya.


Shaka menatap sedih Ryuga, "Uncle.., mommy tadi kesakitan megangin kepalanya, terus abis itu mommy pingsan, uncle. Shaka takut mommy kenapa-kenapa, soalnya mommy tadi Shaka bangunin, mommy nggak mau bangun-bangun, "ujar Shaka menangis menatap ke arah Alexa sekilas.


Ryuga menenggelamkan wajah Shaka ke dalam pelukannya, "Shaka, mommy gpp kok, mungkin mommy cuman butuh istirahat sebentar, "ujar Ryuga mencoba menenangkan kedua buah hatinya. Ryuga pun membawa kedua anaknya menghampiri Alexa yang sedang tertidur di ranjang kesakitannya.


Ryuga menatap ke arah Ardy dan Sisil menyapa keduanya, "Malam om..tante, gimana kondisi Alexa? "tanya Ryuga menatap Ardy dan Sisil secara bergantian.


Ardy membuang nafasnya dengan kasar menetap ke arah Alexa sekilas, "Sejak sore tadi Alexa belum siuman Ga, Dokter tadi menyimpulkan, Alexa sepertinya mengalami syok, dan untuk hasil yang lebih jelasnya, mungkin besok Alexa akan menjalani beberapa pemeriksaan lebih lanjutnya, "ujar Ardy menatap ke arah Ryuga.


"Ryuga maafin tante ya! Tante kira Alexa tadi hanya pergi berziarah ke makam mamahnya aja. Tante nggak mengira Alexa pergi ke rumah Karin. Padahal tante sudah meminta Alexa nungguin Grace dulu, tapi Alexa menolak, "ujar Sisil memperlihatkan raut wajah bersalah menatap ke arah Ryuga.


Ryuga tersenyum simpul menatap Sisil, "Gpp tante, justru saya yang harusnya berterima kasih, karena kalian sudah sangat baik menjaga dan memperhatikan Alexa, Shaka dan Sheena selama ini, "ujar Ryuga.


Cekrek!


Seluruh yang ada di dalam ruangan menatap ke arah pintu yang baru saja terbuka. Sedangkan Ryuga langsung saja memasang wajah malas, "Ngapain cecunguk itu ke sini, "batin Ryuga membuang wajah menatap ke arah Alexa menggenggam tangannya.


Dimas baru saja tiba ia cukup terkejut setelah mendengar kabar dari Grace tentang Alexa. Dimas sengaja datang selain ingin menjemput Grace sekaligus ingin melihat keadaan Alexa.


Ryuga melirik sinis ke arah Dimas yang terlihat menghampiri Grace, jika saja tidak ada om Ardy dan tante Sisil saat ini, mungkin saja Ryuga sudah mengusirnya keluar, karena merasa sangat muak melihat wajah Dimas.


"Kamu baru pulang, Dim? "tanya Sisil menatap ke arah menantunya.


"Iya mih tadi baru kelar rapat, gimana keadaan Alexa, Yank? "tanya Dimas menatap Sisil dan Grace secara bergantian.


"Seperti yang kamu liat, Yank, "ujar Grace menatap ranjang Alexa.


Ardy dan keluarganya terlihat sedang mengobrol asik bersama Dimas dan Grace, namun Ryuga sama sekali tidak tertarik untuk ikut bergabung dalam pembicaraan tersebut mengingat ia menang tidak menyukai Dimas dan Grace. Ryuga sengaja menyibukkan dirinya menghibur kedua buah hatinya karena tante Sisil bilang sejak tadi Shaka dan Sheena terus saja menangis.


Sisil dan Ardy terlihat beranjak dari sofa mereka menghampiri ranjang Alexa, "Sheena..Shaka.., kita pulang yuk!, "ajak Sisil.


Shaka dan Sheena terlihat menggeleng secara bersamaan, "Shaka nggak mau pulang omah, Shaka mau temenin mommy di sini sama uncle, "tolak Shaka dengan nada lemah.


"Iya oma, Sheena juga mau temenin mommy disini, sampe mommy bangun, "saut Sheena menimpali.

__ADS_1


"Udah malem sayang kita bobo dulu, besok kita ke sini lagi, kan ada Uncle Ryuga yang jagain mommy di sini, "ujar Grace mencoba merayu keponakannya tersebut.


Ryuga tersenyum menatap ke arah kedua anaknya, "Sepertinya mereka sangat mengkhawatirkan mommynya, lebih baik biar mereka disini dulu tante, ujar Ryuga."


"Ya udah mah, biarin mereka disini mah, "ujar Ardy menatap istrinya.


Sisil pun mengusap rambut kedua cucunya, "Ya udah, tapi kalian janji ya, jagain mommy kalian dan nggak boleh ngerepotin uncle ya sayang, "ujar Sisil.


Shaka dan Sheena mengangguk patuh menatap omah Sisil, "Iya omah, " saut mereka secara bersamaan.


"Ya udah besok pagi Aunty sama omah kesini lagi, "ujar Grace mencium pipi Sheena dengan gemas. Namun saat ingin mencium Shaka, Shaka pun segera menghindar.


"Ryuga kami pulang dulu yah, kalo ada apa-apa langsung kabarin om, "ujar Ardy menepuk lengan Ryuga perlahan.


"Kalian jangan nakal ya, "ujar Ardy mengusap kepala kedua cucunya.


Ardy beserta dengan keluarganya terlihat meninggalkan ruang dimana tempat Alexa dirawat.


*********


Ryuga merebahkan dirinya di ranjang tepat di samping Alexa, sambil mengapit kedua buah hati di kedua sisinya. Ruangan yang di tempati Alexa memiliki fasilitas seperti kamar Hotel, sehingga mereka bisa beristirahat dengan nyaman. Saat ini mereka terlihat berkumpul bersama dalam satu ranjang layaknya seperti keluarga yang utuh.


"Uncle.., besok pagi mommy bangun kan? "tanya Shaka menggenggam tangan Alexa khawatir.


Ryuga tersenyum menganggukkan kepalanya menatap Shaka, "Hmm.., gimana kalo sekarang kita bobo dulu, pasti besok pagi mommy kalian udah bangun, "ujar Ryuga mengusap pipi mungil kedua buah hatinya. Melihat kedua buah hati yang mengangguk patuh Ryuga pun langsung mengubah posisinya, lalu merebahkan kedua anaknya tidur di ranjang.


"Uncle.., sebelum bobo, mommy biasanya cerita kita dongeng dulu, uncle, "ujar Sheena menatap Ryuga.


Ryuga menarik garis bibirnya, "Biasanya mommy ceritain dongeng apa sama kalian? "tanya Ryuga.


"Mommy biasanya ceritain kisah Nabi, putri salju, si kancil, sama malin kundang, hmmm.. apalagi ya? Ah...pokoknya banyak deh, uncle "ujar Sheena membeo.


Ryuga berpikir sejenak, "Gimana kalo uncle ceritain kisah seorang ksatria muslim hebat dan pemberani namanya Khalid bin Walid, "ujar Ryuga menemukan ide.


Seketika wajah Shaka terlihat bersemangat, "Wah, Iya uncle Shaka seneng kalo cerita ksatria hebat, siapa itu Khalid bin Walid uncle? "tanya Shaka antusias.


Ryuga pun menceritakan kisah tersebut, sampai Shaka dan Sheena pun tertidur dengan lelap. Ryuga mengecup dan menyelimuti kedua buah hatinya, lalu beranjak dari ranjangnya dengan perlahan duduk di sisi ranjang menatap Alexa yang masih memejamkan matanya.


Ryuga menatap lirih ke arah Alexa nampak terlihat jelas saat wajah kerinduannya setelah 4 hari tidak bertemu dengan Alexa, "Yank, bangun Yank! Kamu nggak kangen sama aku? Kamu juga nggak kasian sama kedua buah hati kita Yank, mereka dari tadi sedih liat kamu kaya gini, "ujar Ryuga dengan nada lirih menggenggam tangan Alexa ciumi tangannya.


Malam pun semakin larut, sayup-sayup mata Ryuga mulai terpejam. Entah pukul berapa Ryuga memejamkan matanya, duduk di sisi ranjang Alexa, menapakkan tangan Alexa di pipinya.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2