
Hampir 30 menit Ryuga berada di dalam kamar mandi, hingga pintu kamar mandi pun terbuka. Ryuga terlihat berjalan dengan hanya mengenakan boxernya sambil menggosok rambutnya dengan handuk.
Alexa terlihat membuang pandangannya saat melihat perut sixpack Ryuga yang terlihat sempurna terekspos oleh matanya begitu saja.
"Omg...mata gue yang polos dan suci, lagi-lagi ternodai," batin Alexa sambil membuang nafasnya perlahan, ia merasa wajahnya terasa panas.
"Kakak nggak pake baju?" tanya Alexa malu-malu.
"Kenapa? tanya Ryuga menatap intens Alexa."
"Abis kakak kalo di rumah nggak pernah telanjang dada kayak gitu," saut Alexa gugup.
"Mulai sekarang biasain ya, biar nggak kaget." saut Ryuga dengan nada santai.
Ryuga yang menyadari Alexa yang terlihat salah tingkah berusaha menahan senyum pura-pura acuh.
"Kamu abis nelpon siapa, seru banget tadi kayaknya?" tanya Ryuga mencairkan suasana.
"Oh..itu sepupu aku," ujar Alexa gugup.
"Siapa...Grace ?" tanya Ryuga menghentikan kegiatannya.
"Bukan, tapi kakaknya Grace yang tinggal di Aussie, mana mungkin aku nelpon Grace, kakak kayak nggak tau aja kelakuannya gimana," ujar Alexa.
"Oh, kirain aku, kamu telpon cowok laen," ujar Ryuga pura-pura acuh melirik Alexa.
"Emang aku telpon sama cowok laen barusan, tapi dia itu sepupu aku ya," saut Alexa menahan senyum.
"Oh sepupu kamu itu cowok ?" tanya Ryuga penasaran.
Iya...dia itu seumuran kakak kayaknya deh, orangnya baik, perhatian udah gitu ganteng banget deh. "Beda banget kelakuannya sama si Grace," ujar Alexa dengan memuji.
"Oh gitu...kalo sama aku gantengan siapa ?" tanya Ryuga mulai cemburu.
"Siapa ya? kayaknya gantengan sepupu aku deh," saut Alexa menahan senyum.
"Oh jadi aku kalah ganteng," ujar Ryuga mulai kesal.
"Kakak ganteng sih, tapi gantengnya cuma sedikit," jawab Alexa menjentikkan jarinya menggoda Ryuga.
"Coba ngomong sekali lagi," ujar Ryuga berjalan menghampiri Alexa.
"Eh maksud aku kakak gantengnya sedikit, sedikit berlebihan maksudnya ," ujar Alexa terkekeh. Alexa terus saja menertawakan Ryuga yang sepertinya cemburu karena ucapan Alexa.
"Awas ya kamu, berani meledekkin aku," ujar ia langsung menyerang Alexa dengan kelitikannya.
"Eh... jangan kak, ampun iya.. iya ampun, " ujar Alexa tertawa akibat kelitikan Ryuga. Namun naas selimutnya sudah terjun bebas melorot menampilkan baju haram yang kini ia kenakan.
Glek !!
Ryuga terlihat kesulitan menelan salivanya saat melihat baju yang Alexa kenakan. Alexa menyadari tubuh terekspos begitu saja, langsung ia buru-buru menarik selimut kembali.
"Maaf kak...mamah bawain aku cuman baju ini doang di tas," ujar Alexa gugup sambil menggigit bibirnya. Ia tidak berani menatap Ryuga yang terlihat seperti Singa yang kelaparan.
Ryuga terdengar membuang nafas kasarnya sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ya udah kalo gitu kita tidur yuk, udah malem," ujar Ryuga sedikit kecewa, karena ia sempat mengira bahwa Alexa sendiri yang berinisiatif mengenakan baju tersebut.
Alexa menyadari raut wajah Ryuga yang terlihat kecewa, Alexa merasa bersalah karena sudah buat Ryuga kecewa. Ryuga pun beranjak dari sisi Alexa, namun tiba-tiba pergerakannya terhenti saat Alexa mencekal tangannya, menatapnya gugup sambil menggigit bibirnya.
"Kenapa? tanya Ryuga kembali duduk menatap Alexa dengan senyum."
__ADS_1
Cup !!
Alexa memberanikan diri mengecup bibir Ryuga sekilas.
"Kamu jangan mancing-mancing aku Alexa, karena sekali aku bertindak aku nggak bakalan mundur," ujar Ryuga menatap lapar Alexa.
Alexa menggenggam tangan Ryuga menetralkan perasaan gugupnya. "Tapi pelan pelan ya," saut Alexa meremas selimut sedikit bergetar. Ryuga pun mengangguk dan tersenyum menatap lekat Alexa lalu mencium kening Alexa.
Ryuga mengangkat tubuh Alexa ke atas pangkuannya duduk di sisi ranjang. Ryuga menatap Alexa dengan penuh perasaan dan mulai menautkan bibirnya dengan lembut.
Ryuga berdiri berpindah tempat, menggendong Alexa berjalan menuju sofa tanpa melepaskan tautannya. Ryuga duduk di sofa sambil memangku Alexa memperdalam tautannya menjelajahi setiap sudut bibir Alexa.
Alexa sendiri terlihat kelabakan mengiringi pergerakan Ryuga, ia pun mendorong dada Ryuga dengan keras, melepaskan tautannya berusaha mengambil nafasnya. Alexa terlihat ngos-ngosan menatap wajah Ryuga dari jarak dekat yang terlihat penuh gairah.
"Kok muka kak Ryuga jadi serem sih, "batin Alexa bergidik, melihat wajah Ryuga yang sudah di penuh nafsu.
Ryuga kembali melum** bibir sensual Alexa memegang tengkuk Alexa memperdalam tautannya, tangannya mulai menjelajahi setiap inci tubuh Alexa meremas satu-persatu bukti kembar Alexa.
Ryuga merebahkan tubuh Alexa di sofa, dan melucuti pakaian Alexa satu persatu. Ryuga kembali menyerang leher jenjang Alexa hingga turun menggayang habis bukit kembar Alexa.
"Ehhmmm," Alexa terlihat meremang, membuat Ryuga semakin kalap hingga tangannya mulai meraba bagian sensitif Alexa yang sudah terasa begitu basah.
Sssshhhh Euggh, "Alexa terlihat blingsatan kegelian mencekal tangan Ryuga. "Kak...Ehmmm," ujar Alexa menggelengkan kepalanya dengan suara parau saat merasakan sesuatu ingin keluar dari bagian sensitifnya.
"Gpp keluarin aja sayang," bisik Ryuga di telinga Alexa lalu kembali melum** bibir Alexa yang terlihat begitu menggairahkan. Alexa semakin kalap hingga ia mengerang, merasakan sesuatu yang hangat keluar dari bagian sensitifnya. Alexa terlihat ngos-ngosan menatap Ryuga malu ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya saat Ryuga tersenyum menatapnya.
"Sekarang giliran aku," ujar Ryuga mulai menanggalkan celana boxernya, hingga kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benang pun.
Alexa terlihat syok melihat pusaka Ryuga yang tegak sempurna di hadapannya. Ryuga meraih tangan Alexa meletakkannya pada pusaka kebanggaannya.
"Iiini dia apain kak, aku nggak ngerti?" tanya Alexa terbata-bata dengan polosnya. Tangannya bergetar saat memegang pusaka milik Ryuga yang ukuran cukup membuatnya kesulitan menelan salivanya.
"Anggep aja ini lollipop," saut Ryuga menggoda.
"Eemang gitu ya peraturannya?" tanya Alexa terbata-bata. Ryuga pun menjawab pertanyaan Alexa dengan anggukan.
Alexa terlihat memejamkan matanya dan memulai aksinya dengan gerakan yang begitu kaku karena ini merupakan pengalaman pertamanya melakukan kegiatan seperti ini.
"Ssshhh Ahhh," Ryuga mende*** mulai menikmati permainan Alexa.
********
"Kak pelan-pelan ya," ujar Alexa gugup menggenggam lengan Ryuga.
"Iya aku akan melakukannya pelan-pelan, "bisik Ryuga di kuping Alexa. Ryuga kembali mencium kening Alexa lalu membelai rambutnya Alexa, kemudian menautkan bibirnya kembali agar Alexa merasakan sedikit releks.
"Ssshhh...aduh sakit Kak," Alexa meringis mencengkram lengan Ryuga kuat-kuat. Walau ini kedua kalinya tapi tetap saja ia masih merasakan nyeri saat pusaka Ryuga menancap sempurna ke area intinya.
"Arrrggghhh," ringis Ryuga saat merasakan kuku Alexa menancap di lengannya.
Hampir satu jam Ryuga menggempur Alexa, namun belum ada pertanda kepuasan dalam diri Ryuga. Mereka sudah melakukan dengan berbagai posisi. Alexa pun terlihat kewalahan mengimbang permainan Ryuga, hingga akhirnya Ryuga pun mencapai puncaknya lalu menyemburkan benih cintanya ke dalam rahim Alexa.
Ryuga terlihat ngos-ngosan ia menjatuhkan dirinya di sisi Alexa, menarik Alexa ke dalam pelukannya. Ryuga terlihat menghujami Alexa dengan puluhan kecupan di wajahnya.
"Makasih sayang, ujar Ryuga tersenyum menyeka keringat di dahi Alexa."
"Kak kalo aku hamil gimana, aku kan belum siap, lagian aku juga belum lulus?" tanya Alexa sedikit cemas.
Kamu tenang aja Alexa, walaupun kamu hamil kamu tetap bisa sekolah dan melanjutkan karier kamu. Mamah sama papah bilang mereka akan mengumumkan pernikahan kita sekaligus melangsungkan resepsi pernikahan kita saat aku menggantikan posisi papah di perusahaan nanti, ujar Ryuga membelai rambut Alexa. Mendengar ucapan Ryuga pun Alexa tersenyum simpul sambil mengeratkan pelukannya.
"Kak, ujar Alexa."
__ADS_1
"Hmmmm, saut Ryuga,"
"Dulu kakak sering ya bawa pacar kakak kesini?" tanya Alexa ragu-ragu.
"Enggak baru kamu doang yang aku ajak kesini," saut Ryuga.
"Bo'ong, ujar Alexa melonggarkan pelukannya menatap Ryuga."
"Serius ngapain aku bohong, lagian papah beli resort ini belum lama, kayaknya pas aku kuliah di England," ujar Ryuga. Ucapan Ryuga mampu membuat Alexa sedikit lega, sepertinya kekhawatiranya sedikit berkurang.
"Aku heran deh sama kamu, aku bilang jujur aja kamu nggak percaya, ya udah deh aku mending bohong aja," saut Ryuga.
"Ihhhh jangan... lagian siapa sih yang nggak nolak pesona kakak, secara kakak itu udah kayak bangk**, dimana pun kakak berada selalu ada laler yang ngerubungin kakak," ujar Alexa mencebikkan bibirnya.
"Apa...kamu sama ini kakak sama bangkai, mau di tusuk lagi," ujar Ryuga beranjak mengukung Alexa.
"Eh iya iya..ampun, udah kak ampun ," ujar Alexa menahan dada bidang Ryuga menggelengkan kepalanya.
Cup
"Itu peringatan dari kakak," ujar Ryuga mengecup sekilas bibir Alexa.
"Mau lagi," ujar Alexa sambil memanyunkan bibirnya."
"Cih...kamu udah mulai nakal sekarang ya," Ryuga berdecih kemudian menghujami bibir Alexa dengan kecupan.
"Besok kita jalan-jalan yuk kak aku pengen liat perkebunan teh," ajak Alexa.
"Tapi aku seneng kita nggak kemana-mana, kita di sini aja bikin dedek satu dedek cowok, tiga dedek cewek," saut Ryuga menggoda Alexa.
"Kakak suka anak cewek ya, kenapa emangnya?" tanya Alexa.
"Iya soalnya lucu gemesin aja, apalagi kalo mereka lari-lari manggilin aku Daddy, punya sepuluh anak cewek juga aku mau," ujar Ryuga.
"Hah sepuluh, banyak amat !" nggak pokoknya harus adil. Aku udah nurutin kakak ya, kakak juga harus nurutin aku. Pokoknya aku mau jalan-jalan besok, ujar Alexa memukul dada bidang Ryuga.
Iya..iya.. aku cuman becanda doang kok. Aku seneng aja ledekin kamu. "Ckckckc.. ,ujar Ryuga terkekeh."
"Awww...,Ssshhh," ringis Ryuga saat Alexa mencubit lengannya.
"Rasain," ujar Alexa mencebikkan bibir. Ryuga pun duduk merasakan pedih pada lengannya
"Sshhh... kamu masih kurang apa nyiksa aku, nih coba liat mahakarya pahatan kuku," ringis Ryuga sambil memperlihatkan bekas cakaran Alexa di lengannya . Alexa di terkejut membulatkan mata saat melihat lengan Ryuga.
"Ini kenapa kak? Kok tangan kakak bisa begini sih?" tanya Alexa.
"Ini tuh kerjaan kamu tadi !".Kamu itu cat women ya, kemaren tangan aku kamu gigit, terus sekarang tangan aku kamu cakar, besok badan aku kamu cabik-cabik, abis itu kamu mutilasi mungkin," ketus Ryuga mengusap lengannya.
Alexa merasa bersalah menatap luka di tangan Ryuga. "Maaf aku kan nggak sengaja, sini biar aku obatin?" tanya Alexa sambil menggigit-gigit bibirnya menatap Ryuga dengan puppy eye.
Namun saat Alexa ingin beranjak ia merasakan ngilu pada daerah intinya.
"Aduh ssshhh, ringis Alexa"
"Kenapa? Sakit ya?" tanya Ryuga khawatir. Alexa pun menganggukan kepalanya.
"Kakak sih overdosis semangat ya," ujar Alexa dengan nada manja.
"Maaf ya...abisnya liat kamu pake baju tadi, jadi bikin aku khilaf," ujar Ryuga tersenyum sambil mengusap kepala Alexa. Ryuga dan Alexa pun terlihat merebahkan lagi tubuh polos mereka.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...