Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Kado Paling Terindah


__ADS_3

Kini seluruh keluarga beserta para sahabat terlihat sudah berkumpul bersama di taman belakang, sambil menikmati pesta barbeque yang sudah Alexa persiapkan.


"Maaf ya daddy, soalnya mommy tadi bilang, mommy mau bikin kejutan buat daddy, "ujar Shaka tersenyum.


"Oh iya daddy, tadi Sheena loh yang nuangin pewarna makanan ke dalam air mandinya mommy, terus mommy suruh Sheena panggil daddy pura-pura nangis..! Ckckckc, "ujar Sheena dengan gelak tawa.


"Awas ya kalian, kecil-kecil udah pinter ngerjain daddy bikin daddy panik, "ujar Ryuga mencium gemas pipi Sheena dan Shaka secara bergantian.


"Ampun daddy, "ujar Sheena tertawa saat Ryuga mengelitiki perutnya. Seluruh yang melihat interaksi antara Ryuga dan kedua buah hatinya pun dibuat tertawa melibat ketiganya.


"Kalian emang pinter tos dulu dong! "ujar Reyhan bertos ria dengan Shaka dan Sheena.


"Coba tadi gue rekam tuh expresi loe Ga! Ckckck.., "ujar Daniel sambil membalikkan daging di dalam panggangan.


"Kampret loe emang pada! Pantes aja loe pada diem semua tadi pas di ruang kerja! "ujar Ryuga mendengus kesal.


"Jeslaslah gue diem, gue aja bingung mesti jawab apa, gue nggak jago bikin alibi kaya si kampret Daniel, "saut Reyhan.


"Sialan loe..! Tapi sebenarnya gua tadi udah pengen banget ketawa sumpah, kan nggak lucu kalo gue tiba-tiba ngakak pas Ryuga lagi murka-murkanya, makanya gua ngumpet aja dah di belakang Fanny, "saut Daniel menimpali.


"Kamprett emang loe, "ujar Ryuga menatap sinis Daniel.


"Eh iya Ga, ngomong-ngomong tawaran yang tadi masih berlaku nggak? Kebetulan gue pengen banget liburan? ''tanya Reyhan mengangkat kedua alisnya menatap Ryuga.


"Iya bener tuh, gue mah nggak minta banyak Ga. Gue cuman mau nambahin nol aja nominal gaji gue..ckckc, "ujar Daniel terkekeh. Ucapan keduanya pun membuat suasana semakin ramai dengan suara gelak tawa seluruh yang berkumpul di sana saat itu.


"Tawaran yang mana ya, kok gue lupa ya! "saut Ryuga pura-pura acuh.


"Wah parah! Bapak mulai sekarang saya saranin sering-sering deh  minum redeman bon utang pak, biar bapak nggak alzheimer sebelum waktunya, "saut Rena.


"Ckckckc, wah boleh juga tuh sarannya, parah juga bini loe Han, "saut Daniel terkekeh.


"Lagian pak Reyhan mau liburan kemana sih? Bapak nggak kasian apa sama istrinya, saya aja liatnya sesek banget, pake segala di ajak liburan, "saut Fanny terkekeh.


Saat semua terlihat begitu asik bercanda gurau, berbeda sendiri dengan Alexa, ia merasakan rasa mulas yang terkadang hilang dan terkadang muncul kembali seperti sekarang, namun kini berbeda rasa mulasnya muncul di sertai dengan sensasi panas terasa di pinggangnya.


"Ssshhh..!, "ringis Alexa mengusap pinggangnya.


"Kamu kenapa Yank, jangan bilang kamu mau ngerjain aku lagi? "tanya Ryuga menatap Alexa yang tiba-tiba saja meringis dan gelisah.


"Wah.,, ceritanya ada season kedua nih, kita mah seneng-seneng aja ya nggak? Kapan kagi kita bisa ngerjain Boss! Ckckc.., "ujar Daniel terkekeh. Reyhan pun ikut terkekeh menanggapi ucapan Daniel barusan.


Rena menatap Alexa, "Loe sakit beneran Lex, muka loe kok pucet asli dah? "tanya Rena menatap Alexa.

__ADS_1


"Nggak tau nih, pinggang gue tiba-tiba aja kerasa panas, "ujar Alexa menatap Rena.


"Waduh yang ini beneran Lex? "tanya Daniel tersenyum kaku menatap Alexa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Mungkin itu kontraksi Bu, biasanya kalo udah mau HPL suka gitu bu Alexa, "saut Fanny.


"Kok loe tau sih, loe ? Emang loe pernah beranak? "tanya Daniel.


Fanny melempar selada ke wajah Daniel, "Sembrangan loe, tau lah kan nyokap gue bidan, "ketus Fanny menatap Daniel sinis.


"Jangan pake selada Fan, tanggung tuh loe lemparin aja panggang ke mukanya dia sekalian, "ujar Reyhan terkekeh.


Alexa berdiri saja "Aku mau ke kamar mandi Yank, "ujar Alexa menatap Ryuga.


"Ya udah aku anter ya! "ujar Ryuga perhatian dan Alexa pun mengangguk patuh.


"Daddy sama mommy mau kemana? "tanya Shaka.


"Daddy mau anterin mommy dulu, sebentar ya, "saut Ryuga menatap Shaka dan Sheena.


Alexa pun masuk ke kamar mandi, namun saat membuka ********** Alexa terkejut saat mendapati bercak darah di celan4 dalamnya, "Eh kenapa ini? "ujar Alexa bertanya pada dirinya sendiri .


"Yank, kamu gpp kan? "tanya Ryuga mengetuk pintu kamar mandi.


"Aduh ssshhhhh, Yank tolongin aku! ''ujar Alexa merintih merasakan sensasi melilit di perutnya.


"Yank, kamu jangan iseng deh! Udah belom? Aku buka ya pintunya? "tanya Ryuga masih dengan santai di balik pintu.


Brukkk..!


"Yank kamu gpp kan?Aku buka ya? "panggil Ryuga saat mendengar suara kencang di dalam kamar mandi. Namun tidak ada sahutan pun terdengar dari Alexa hingga membuat Ryuga langsung saja membuka pintu tersebut


"YANK..! teriak Ryuga terkejut matanya pun membulat sempurna saat mendapati Alexa sedang meringis menyandarkan dirinya di closet, ia pun melihat darah yang tercecer di lantai kamar mandi, Ryuga pun panik tubuhnya kembali bergetar hebat melihat kondisi Alexa saat ini. Untuk kedua kalinya Ryuga benar-benar mendapat kejutan di hari ulang tahunnya, namun kali ini berbeda sepertinya kali ini Alexa benar-benar mengalami apa yang Fanny ucapkan tadi.


Alexa mencengkram tangan Ryuga dengan kencang merasakan nyeri di sertai rasa mulas pada perutnya, "Yank, sakit Yank, perut aku sakit banget ssshh! "ringis Alexa.


"Iiiya iya.., kita ke rumah sakit sekarang, "ujar Ryuga gugup, namun tetap berusaha bersikap tenang. Ryuga meraup tubuh Alexa dan berjalan keluar dari kamar mandi.


"Loh Mas, non Alexa kenapa? "tanya bi Siti panik saat melihat noda darah hampir memenuhi sebagian di rok Alexa.


"Bi, bilangin sama papah dan semuanya, saya bawa Alexa ke rumah sakit sekarang, sepertinya Alexa sudah mengalami kontraksi. Oh iya bi tolong nanti bawa semua perlengkapannya ya bi! "ujar Ryuga.


"Iiiyya Mas, "ujar bi Siti gugup sambil memegangi perutnya yang tiba-tiba ikut merasa mulas setelah melihat Alexa meringis.

__ADS_1


"Ssshhh..aduh..sakit Yank, "rengek Alexa merasakan sensasi luar biasa di perutnya.


"Tahan ya sayang, kamu tenang ya, "ujar Ryuga panik namun tetap berusaha bersikap baik-baik saja di depan Alexa.


.


.


Di dalam ruang operasi Ryuga sudah setia menemani Alexa, sedangkan yang lainnya menunggu di luar. Jadwal operasi yang harusnya dilakukan minggu depan terpaksa harus dimajukan karena Alexa sudah mengalami pendarahan dan juga pecah ketuban.


Dokter sudah memberikan suntikan anestesi kepada Alexa, dan kini  Alexa hanya bisa pasrah sambil terus saja melantunkan doa di dalam hatinya saat Dr. Ambar sudah siap melakukan proses pembedahan.


"Releks ya bu Alexa! "ujar Dr. Ambar tersenyum. Alexa pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya menyauti ucapan Dr. Ambar. Alunan musik clasic yang terdengar di ruang operasi semakin membuat Alexa merasa lebih tenang. Berbeda dengan Ryuga saat ini, Alexa bisa merasakan genggaman tangan Ryuga yang terasa bergetar hebat, membuat Alexa semakin mengeratkan genggaman tangannya lagi pada Ryuga.


Alexa tersenyum menatap wajah Ryuga, "Yank, kamu takut ya? "tanya Alexa.


Ryuga menggigit kedua bibirnya mengangguk menatap Alexa, "Ini pengalaman pertama aku Yank dampingin kamu, rasanya lebih tegang daripada ketemu petinggi dunia atau tanda tangani proyek triliyunan, "saut Ryuga.


Ucapan Ryuga membuat Alexa tersenyum merasa lucu, "Kamu lucu pak guru! Yank.., maafin aku ya kalo selama ini selalu bikin kamu kesel, suka mengerjain kamu, suka bikin kamu marah! Terus tadi juga, aku kayanya beneran kualat deh mengerjain kamu tadi, "ujar Alexa menatap tersenyum lucu menatap Ryuga.


"Sssttt, kamu jangan ngomong macem-macem ya sayang, "ujar Ryuga mengusap kepala Alexa sekilas mencium kening Alexa. Mendengar ucapan Alexa barusan perasaannya saat ini semakin tidak karu-karuan, ada rasa cemas, khawatir, deg-degan sekaligus rasa takut yang bercampur aduk di dalam perasaannya. Namun ia tetap harus berusaha berpikir positif dan bersikap tenang di depan Alexa.


Ryuga tiba-tiba sama meneteskan air matanya tidak kuasa menahan perasaannya jika mengingat masalalunya yang kelam saat berpisah dari Alexa.


"Aku yang di exsekusi, kok malah kamu yang nangis sih Yank? "tanya Alexa mengusap air mata Ryuga yang menetes di wajah Alexa.


Ryuga menggelengkan kepala menggigit kedua bibirnya menahan air matanya agar tidak tumpah kembali. Ryuga menatap lirih Alexa, "Aku nggak bisa bayangin Yank, perjuangan kamu dulu melahirkan Shaka dan Sheena tanpa aku, pasti_"


"Sssttt..! Kamu nggak usah inget-inget itu lagi, "ujar Alexa tersenyum lirih menggelengkan kepalanya sambil mengusap air mata  Ryuga yang semakin deras.


"Maafin aku Yank! "ujar Ryuga mengecup kening Alexa cukup lama.


Kurang lebih hampir satu jam, tiba-tiba obrolan antara Alexa dan Ryuga seketika hening saat terdengar suara tangisan merdu yang begitu menggema di dalam ruang operasi. Tepatnya pukul 10 malam bayi ketiga Alexa dan Ryuga telah lahir ke dunia. Ryuga akhirnya bisa bernafas dengan lega di cium saja wajah Alexa secara bertubi-tubi oleh Ryuga.


"Itu tangis putri kita kan Yank? "ujar Ryuga masih tidak percaya. Alexa pun tersenyum penuh haru menganggukkan kepalanya mengusap pipi Ryuga.


"Makasih Yank, kehadiran putri kita hari ini merupakan kado terindah ulang tahun aku yang pernah aku terima seumur hidup aku, "ujar Ryuga sekali lagi mencium kening Alexa menitik air mata bahagianya.


''Welcome in the world baby girl! Wah..cantik sekali babynya, mirip seperti mommynya persis, "ujar Dr. Ambar tersenyum menggedong bayi perempuan Alexa, menatap ke arah Alexa dan Ryuga. Alexa dan Ryuga tidak tahu harus dengan cara apalagi mengungkapkan rasa kebahagian setelah mendengar suara tangis pertama bayi mereka.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2