Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Ryuga Sakit


__ADS_3

Sudah hampir 2 hari Ryuga terbaring lemah di rumah sakit Ryuga menderita deman tifoid. Sejak kepulangannya dari England Ryuga melupakan rasa lelahnya mencari kesana kemari keberadaan Alexa. Kehilangan Alexa cukup membuatnya cukup stress dan tertekan apalagi di tambah dengan pola makannya tidak teratur.


Saat di periksa oleh Dokter, demamnya mencapai 39° Ryuga terus saja merancu dalam tidurnya, "Yank.., maafin aku Yank, kamu dimana Yank ," ujar Ryuga tanpa sadar dalam rancuannya.


Reyhan yang menunggunya tertidur di sofa langsung membuka matanya mendengar suara Ryuga. Hampir tiap malam Ryuga terus saja merancu tentang Alexa, saat terjaga ia terus saja menanyakan keberadaan Alexa, sehingga membuat Reyhan tidak tega melihat kondisi sepupunya yang begitu terpuruk.


Reyhan menghampiri ranjang Ryuga "Ga, bangun Ga," ujar Reyhan menepuk bahu Ryuga perlahan.


Ryuga terusik mendengar suara seseorang di sampingnya, "Ssshhh, Arrrgh " Ryuga melenguh merasakan kepala yang terasa berputar-putar.


Ryuga memijit kepalanya, "Gue dimana Han? "Kepala gue rasanya mau pecah, Shhhh!. "Alexa dimana Han? "desis Ryuga memaksa diri bangun dari ranjang.


"Ini di rumah sakit, udah dua hari luh di rawat. Mending luh tiduran dulu Ga, luh harus istirahat total," ujar Reyhan menahan tubuh Ryuga yang hendak ingin beranjak dari tidurnya.


"Dua hari? Apa Alexa udah luh temuin.. shhh?" tanya Ryuga meremas kepalanya."


"Luh nggak usah mikir macem-macem dulu, luh harus bedrest Ga," saut Reyhan."


Ryuga kembali memaksakan diri bangun dari tidurnya, "Gue tanya luh udah menuin Alexa belum?" tanya Ryuga emosi memaksakan bangkit dari ranjang kesakitannya.


Reyhan menghembuskan nafas kasarnya menatap sikap keras kepala Ryuga, "Belum Ga, gue sama Daniel belum_"


"Gue harus cari Alexa sekarang juga," ujar Ryuga sambil menarik paksa infusnya.


"Tenang Ga, luh butuh istirahat, kalo tubuh luh lemah, gimana luh bisa cari Alexa! please kali ini luh dengerin gue luh jangan egois," ujar Reyhan mencekal lengan Ryuga.


"Lepasin gue Han! Gimana gue mau tenang, Alexa belum gue temuin! "gue nggak bisa tenang kalo belum nemuin dia Han. "Gue udah gpp.., shhh," ujar Ryuga meringis memegang kepalanya saat memaksa berdiri, tubuh langsung tumbang beruntung dengan sigap Reyhan menangkap tubuh Ryuga.


Tok tok tok!


"Permisi," ujar seseorang dibalik pintu ruangan VIP yang tempat Ryuga membaring kesakitan.


"Loh pasien kenapa Mas? kok infusnya ke buka," ujar seorang perawat wanita yang sedang melakukan visit rutin.


"Tolong Sus," ujar Reyhan terlihat kesulitan menahan tubuh Ryuga.


Dua orang perawat dengan sigap ikut membantu Reyhan merebahkan tubuhnya kembali di ranjang.


Makasih Sus," ujar Reyhan tersenyum kepada seorang perawat yang sedang sibuk memperbaiki infusan Ryuga. Suster hanya menjawab Reyhan dengan senyum ramah.


"Shhhh, " Ryuga mendesis saat perawatnya mengambil stempel darahnya.


"Han.., luh harus cari tau tentang Nicco, gue yakin pasti dia bawa Alexa pergi," ujar Ryuga nada suaranya terdengar lemah, mata mulai meredup setelah perawat menyuntikkan obat di infusannya tadi.


Reyhan pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan Ryuga. Sebenarnya sudah banyak sekali informasi yang telah ia dapatkan, baik dari Bagas maupun Daniel, namun di karenakan kondisi Ryuga yang memang harus membutuhkan istirahat intensif, jadi Reyhan menahan untuk memberitahu beberapa informasi tersebut kepada Ryuga.


Reyhan memijat keningnya menatap wajah teduh Ryuga yang telihat baru saja terlelap kembali, Reyhan menghembuskan nafas kasarnya, "Ck.., Ga..Ga..kemana lagi gue harus cari Alexa," ujar Reyhan sedikit frustasi, karena sudah banyak upaya yang sudah ia lakukan namun tetap sulit sekali menemukan Alexa.


************


Satu hari

__ADS_1


Tiga hari


Lima hari sudah berlalu, Dr Andry memasuki ruang VIP Anggrek II, tempat sahabatnya di rawat. Dan seperti biasa ia melakukan visit rutin untuk mengecek kondisi para pasiennya.


Kini kondisi Ryuga sudah jauh lebih baik, "Gimana Dry gue udah boleh pulang?" tanya Ryuga.


"Mending luh tunggu besok Ga, tubuh luh masih lemah," ujar Dr. Andry saat memeriksa Ryuga.


"Ck.., gimana ada informasi tentang Alexa nggak?" tanya Ryuga. Andry hanya mampu menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Ryuga.


Tok tok tok!


Permisi," ujar seseorang dibalik pintu.


"Masuk, ujar Ryuga."


"Selamat siang Pak Ryuga," sapa Bu Farida dan Bu Eka yang terlihat membesuknya.


"Oh Bu Farida sama Bu Eka rupanya," saut Ryuga tersenyum ramah.


Bu Eka menaruh keranjang yang berisikan buah-buah di nakas, "Gimana kondisi Bapak?" tanya Bu Eka ramah.


"Alhamdulillah, sudah jauh lebih baik bu," saut Ryuga.


"Maaf Pak saya kesini selain ingin melihat kondisi Bapak, tapi saya juga membawa beberapa berkas yang perlu Bapak tanda tangani, maaf Pak jika kami mengganggu istirahat Bapak, tapi ada beberapa berkas yang bersifat urgent," ujar Bu Farida sambil menyerahkan tumpukan berkas kepada Ryuga.


"Tidak apa-apa bu," ujar Ryuga tersenyum ramah.


"Iya bu terimakasih," ujar Ryuga tersenyum.


"Gimana kondisi Alexa sekarang Pak?" tanya Bu Eka.


Ryuga terlihat menatap Andry setelah mendengar Bu Eka menanyakan kondisi Alexa. Ryuga membuang nafasnya dan tersenyum menjawab Bu Eka.


"Kondisinya masih dalam perawatan intensif, mohon doanya ya Bu supaya istri saya kondisi cepat membaik, "ujar Ryuga berbohong berusaha menutupi masalahnya pribadinya.


"Iya Pak kami selalu akan mendoakan kesembuhan Alexa. Apa kami bisa membesuknya?" tanya Bu Farida.


"Sini Ga tangan luh, gue mau ambil stempel darah luh," ujar Dr Andry yang masih berada di ruangan Ryuga, berusaha mengalihkan perhatian kedua wanita paruh baya tersebut.


"Maaf Bu, untuk sementara Alexa belum bisa di besuk Bu, karena kondisinya belum stabil dan perlu pengawasan ketat, "ujar Dr Andry melirik ke arah Ryuga.


Bu Eka dan Bu Farida terlihat mengangguk menatap Dokter Andry, mereka terlihat tidak menyangka dan cukup cemas memikirkan kondisi Alexa yang mengalami tidak kekerasan yang dilakukan oleh Pak Ferdy.


"Saya benar-benar tidak menyangka perbuatan Pak Ferdy sekejam itu kepada Alexa," ujar Bu Farida merasa prihatin.


"Iya Pak saya sampe merinding! sehari setelah kejadian tersebut banyak para wartawan berdatangan ingin mengetahui informasi tentang Alexa dan Pak Ferdy," ujar Bu Eka menimpali.


"Benar Pak, kami cukup kewalahan menghadapi para wartawan tersebut yang memaksa masuk, sehingga sedikit mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah," ujar Bu Farida menimpali. Ryuga hanya menganggukkan kepalanya tersenyum mendengar penuturan Bu Eka dan Bu Farida.


"Oh iya Pak, beberapa hari yang lalu ada 4 orang petugas kepolisian dan 2 orang dari kejaksaan yang datang ke menggeledah ruangan Pak Ferdy, mereka juga meminta rekaman CCTV yang berada di ruangan Pak Ferdy saat itu. Saya cukup terkejut ternyata ada yang melaporkan kasus korupsi yang dilakukan Pak Ferdy di yayasan padahal mereka semua sudah menerima uang mereka yang di rampas Pak Ferdy, dari dana pribadi yang Bapak keluarkan sendiri, "ujar Bu Farida.

__ADS_1


"Wah selama saya nggak ada, cukup banyak masalah akibat ulah yang di sebabkan oleh Pak Ferdy. Saya benar-benar minta maaf Bu belum bisa berkunjung untuk membantu Bu Farida dan Bu Eka di sekolah," ujar Ryuga ramah.


"Tidak apa-apa Pak, kami saat mengerti kondisi Bapak. Kami hanya khawatir Pak sejak kejadian ini, banyak berita-berita hoax tentang sekolah kita, yang terus bermunculan di situs berita online. Karena berita tersebut citra sekolah kita menjadi buruk," ujar Bu Eka menimpali.


"Benar sekali Pak ada beberapa para orang tua yang sengaja memindahkan sekolah anak-anak mereka Pak bisa saja karena berita hoax tersebut, " ujar Bu Eka menimpali.


"Iya bu saya juga sangat menyayangkan, mungkin pasti para orang tua murid merasa khawatir jika anak-anak mereka terkena dampak buruk karena kasus kekerasan yang di alami Alexa. Dan mengenai penggeledahan di ruang Pak Ferdy itu semua karena Pak Arif sudah melaporkan kasus korupsi yang terjadi di yayasan Bu," ujar Ryuga.


"Apa Pak Arif," ujar Bu Farida dan Bu Eka secara bersama. Ryuga menganggukkan kepalanya menatap 2 orang wanita paruh baya dihadapnya tersebut.


"Pak Arif benar-benar kelewatan! Saya akan memanggilnya besok Pak, kita harus bertindak tegas, "ujar Bu Farida.


"Saya serahkan masalah Pak Arif kepada ibu Farida," ujar Ryuga dengan bijak.


"Terimakasih Pak sudah mempercayakan masalah ini kepada saya. Dan ada satu lagi masalah di sekolah yang harus Bapak ketahui Pak. Ini menyangkut Alexa Dimas dan Grace, saya khawatir masalah ini bisa saja mengakibatkan kesalahanpahaman antara Bapak dengan Alexa, "ujar Bu Farida.


"Ada apa ya Bu? tanya Ryuga cukup terkejut."


"Bu Eka bisa tolong Ibu jelaskan masalah tersebut kepada Pak Ryuga," ujar Bu Farida dengan


Dokter Andry yang saat itu sedang merapikan peralatannya ia langsung memalingkan wajah menatap ke arah Bu Eka saat mendengar nama calon adik iparnya disebut oleh Bu Eka.


"Begini Pak Ryuga, saat acara hari guru kemarin, Dimas dan Grace menghadap ke ruangan saya. Mereka mengakui perbuatan tercela mereka. Dimas dan Grace ternyata bekerja sama untuk membuat hubungan Pak Ryuga dan Alexa merenggang, Dimas..Dimas_ ," ujar Bu Eka ragu-ragu menatap Pak Ryuga.


"Apa ada dengan Dimas Bu, tolong katakan?" tanya Ryuga tidak sabaran.


"Dimas sengaja mendekati Alexa, agar Grace bisa mengabadikan moment yang terjadi antara Alexa dan Dimas, lalu Dimas dan Grace mengirimkan foto-foto tersebut kepada Ibu Retno termasuk foto yang Grace kirim pada saat acara hari guru kemarin. Dan ini adalah bukti foto-foto Alexa dan Dimas hasil perbuatan mereka," ujar Bu Eka sambil memperlihatkan bukti foto-foto di ponselnya.


Ryuga berusaha terlihat emosi saat melihat foto-foto tersebut, "Brengsek, ujar Ryuga mendengus kesal mengepalkan satu tangannya."


"Jadi ini, penyebab Mamah membenci Alexa, karena ulah mereka," batin Ryuga yang ia terlihat emosi.


"Ga sabar Ga inget kondisi luh," ujar Andry ia pun ikut terkejut saat mengetahui fakta tentang Dimas ikut terlibat dalam masalah yang menimpa sahabatnya.


"Coba gue liat Ga, fotonya, maaf ya Bu, " ujar Andry penasaran. Bu Eka dan Bu Farida mengangguk dengan senyum ramah kepada Dokter Andry.


"Luh emang pantes di kasih pelajaran Dim, sama Ryuga, "batin Dr Andry mengutuk perbuatan calon adik iparnya.


"Maaf Bu saya terbawa emosi, lalu bagaimana dengan Grace dan juga Dimas?" tanya Ryuga.


"Dimas dan Grace sudah mengundurkan diri dan mereka sekarang bukan siswa di SMA Garuda Bangsa," ujar Bu Farida.


"Maaf jika berita tersebut, membuat Pak Ryuga kurang nyaman, tapi niat saya memberitahu masalah ini karena kami khawatir akan terjadi kesalahpahaman antara hubungan Pak Ryuga dan Alexa," ujar Bu Farida.


"Iya Bu, justru saya sangat berterimakasih kepada Bu Farida dan Bu Eka, karena sudah memberitahu saya tentang masalah ini. Dan maaf Bu jika saya sedikit terbawa emosi tadi," ujar Ryuga.


"Tidak apa-apa Pak, kami bisa mengerti! Ya sudah kalo begitu kami permisi pamit dulu ya Pak, semoga Bapak lekas sembuh, mari Dok, permisi," ujar Bu Farida berpamitan.


"Iya bu," ujar Dr Andry sambil menundukan kepalanya.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2