
Alexa pun menyembulkan kepalanya di balik pintu. Ryuga pun menatap Alexa tersenyum berusaha menampilkan sikap ceria di depan Ryuga.
Oh **** rasanya ingin gue menerkamnya. Tahan Ga, luh pasti bisa. "batin Ryuga saat melihat Alexa menggigit bibirnya dan menatapnya dengan ekspresinya yang mirip seperti kucing yang minta di manja. Ryuga menepuk pahanya menyuruh Alexa dulu di pangkuannya.
Nggak mau ah, aku duduk di sofa aja ya, "ujar Alexa masih berdiri di depan pintu.
Ryuga mengangkat es boba kesukaan Alexa. Alexa pun tersenyum berjalan menghampiri Ryuga dan berdiri sampai menadahkan tangannya di hadapan Ryuga.
Bukannya memberi es Boba tersebut Ryuga malah menarik pinggang Alexa memposisikannya duduk di pangkuannya.
Eh, ih nanti ada yang masuk, "ujar Alexa panik.
Diem sebentar. "ujar Ryuga pura-pura acuh, sambil menatap layar di laptopnya kembali.
Kakak lagian ngerjain apa sih? " tanya Alexa saat melihat laptop Ryuga.
Lagi ngejurnal nilai, "saut Ryuga sambil mengetik. Tangannya sesekali membelai rambut Alexa menghirup wangi rambut Alexa dengan penuh perasaan.
Mana es bobanya ? "ujar Alexa manja.
Oh iya lupa deh, abis kamu sih bikin gagal fokus terus. " saut Ryuga terkekeh, ia pun langsung memberikan es Boba tersebut kepada Alexa dan melanjutkan pekerjaannya.
Siapa suruh nyuruh aku ke sini, " saut Alexa mencebikkan bibirnya
Ih gemesin banget sih, "ujar Ryuga sambil mencubit pipi Alexa.
Ihh sakit, udah ya nanti ada yang masuk, "rengek Alexa manja sambil mengusap pipinya
Ya udah aku kunci dulu pintunya biar nggak ada yang masuk, " saut Ryuga.
Eh jangan di kunci nanti ada yang masuk malah mikir yang enggak-enggak lagi, "ujar Alexa menahan Ryuga.
Ya tinggal bilang kamu itu istri aku bereskan, " saut Ryuga tanpa beban.
Ihh nggak semudah itu kak, kakak sih nggak bakal kemana masalah. Kalo aku beda, gimana kalo nanti aku di labrakin fans-fansnya kakak, ia kalo cuman di labrak, kalo aku di jambak trus di cengat di keroyok rame-reme gimana ? Dih ogah deh "saut Alexa bergidik.
Ryuga mencubit hidung Alexa gemes apalagi melihat istri mungilnya sudah misuh-misuh sambil mencebikkan bibirnya, Ryuga semakin dibuat gemas.
Tunggu aku isi daya dulu 15 menit, " ujar Ryuga lingkarkan tangannya di pinggang Alexa, sedangkan tangan yang satu ia gunakan untuk mengoperasikan mouse. Alexa hanya bisa pasrah membuang nafasnya yang kasar sambil menyeruput es boba di tangannya.
Alexa terdiam tiba-tiba pikirannya kembali teringat pada omongan para guru tadi di ruang guru, Alexa membuang nafasnya dengan kasar.
Kamu dari tadi aku dengerin buang nafas mulu, terus tadi juga di telepon kayanya nggak semangat gitu. Kenapa sih? Kamu nggak suka ya aku suruh ke sini ? "tanya Ryuga kesal menghentikan aktivitasnya.
Ya udah kalo kamu ke paksa, sana gih kamu latihan sama cecunguk itu lagi, deketin dia aja sana. Kamu lebih senengkan deket-deket sama dia daripada sama aku. "ujar Ryuga merajuk.
Nggak usah ngadi-ngadi deh, lagian aku juga nggak ngapa-ngapain, kan di ruang aula juga rame ada guru juga yang dampingin. "ujar Alexa dengan nada melemah.
Trus kalo sepi kamu bisa ngapa-ngapain gitu maksudnya ? "tanya Ryuga cemburu.
Ya enggaklah, lagian ! Eh tunggu-tunggu tapi kok kakak bisa tau sih aku latihan sama Dimas kan aku nggak pernah bilang ? " tanya Alexa menatap Ryuga.
__ADS_1
Iya , aku tadi liat kamu latihan, kalo aku nggak lihat juga kamu nggak bakalan bilang latihannya sama Dimas. "ujar Ryuga dengan wajah acuh.
Ya enggak gitu juga, tapi kenapa aku nggak liat kakak ya tadi ? " tanya Alexa penasaran.
Ya kan kamunya sibuk sama cecunguk itu sampe nggak nyadar kalo aku ada situ, "ujar Ryuga mencebikkan bibirnya.
Cup
Alexa mengecup bibir Ryuga sekilas, lalu menatap wajahnya lekat-lekat.
Kakak nggak percaya sama aku, "ujar Alexa mengusap pipi Ryuga.
Nggak tau, "ujar Ryuga kembali melanjutkan aktivitasnya.
Kak, "ujar Alexa.
Hmmm. "saut Ryuga masih dalam mode ngambek.
Ih kan udah di cium udah dong ngambeknya. "rengek Alexa memukul-mukul dan mencubit-cubit lengan Ryuga dengan perlahan. Alexa menatap lekat wajah Ryuga yang masih ngambek dan mengacuhkannya.
Makasih ya kak, "batin Alexa terharu menatap Ryuga dengan mata berkaca-kaca. Alexa mengingat ucapan para guru tadi tentang Ryuga, yang menyuruh para guru untuk merahasiakan perbuatan papahnya. Kemudian Alexa menundukkan kepalanya, ia merasa malu terhadap Ryuga karena perbuatan papahnya lalu terisak.
Eh kok nangis sih, "ujar Ryuga menghentikan aktivitas nya.
Iya iya, aku udah nggak ngambek lagi kok, jangan nangis ya ! Lagian tadi kamu kaya nggak semangat gitu, aku kan kangen pengen deket-deket kamu, peluk kamu. "ujar Ryuga meraup wajah Alexa.
Maaf ka bukan gitu, sebenarnya aku, " ujar Alexa ragu-ragu saat ingin membicarakan masalah tentang Papanya.
Kenapa, "tanya Ryuga dengan nada lembut. Alexa menghapus air matanya menatap wajah Ryuga.
Kamu nggak usah mikir macem-macem ya, biar saya yang urus semuanya. Kamu hanya perlu fokus belajar aja. "ujar Ryuga mengusap rambut dan punggung Alexa dengan kedua tangannya, mencoba memberi kekuatan untuk Alexa.
Pelukan Ryuga mampu membuat Alexa tenang, Alexa langsung mengeratkan pelukannya. Dan menumpahkan segala perasaan dalam tangis di pelukan Ryuga.
Makasih mah, mamah udah pilihin jodoh yang terbaik buat Alexa mamah emang nggak salah pilih. Aku rela kehilangan papah, asalkan jangan kak Ryuga. Alexa nggak sanggup kalo sampe kehilangan kak Ryuga. "batin Alexa meresapi perasaannya ya g teramat dalam di pelukan Ryuga.
Nanti pulang bareng aku ya, " ujar Ryuga melepaskan pelukannya.
Tapi aku mau belajar bersama, sama Rena dan Kipli, "ujar Alexa berbohong.
Yakin bertiga doang, ujar Ryuga curiga.
Ih beneran sumpah ! "rengek Alexa menatap Ryuga sambil mengusap air matanya.
Iya iya iya! "saut Ryuga memeluk Alexa kembali.
Tok tok tok..
"Permisi ! ,ujar seseorang di balik pintu.
Alexa dan Ryuga terkejut mereka pun buru- buru merapihkan dirinya. Alexa menjauh dari Ryuga dan memposisikan dirinya berdiri di depan meja Ryuga.
__ADS_1
"Masuk! ,saut Ryuga berusaha senormal mungkin.
Oh ada Alexa, maaf pak, apa saya mengganggu, "ujar Bu Farida.
Oh enggak bu kebetulan saya sudah selesai bicara dengan Alexa.
Alexa silahkan kamu kembali ke kelas kamu, " ujar Ryuga sedatar mungkin. Alexa menatap Ryuga sambil mencebikan wajahnya ke arah Ryuga. Alexa pun berjalan keluar dari ruangan pak Ryuga, tiba tiba ponselnya berdering, terlihat Rena menghubunginya.
Apa Ren, "saut Alexa
Dimana luh, jangan bilang luh cabut, " tanya Rena.
Gue abis dari ruangan pak Ryuga, nih udah mau ke kelas, "jawab Alexa.
Cepetan sekarang ada mapelnya pak Arif, jangan sampe luh telat, dia tuh lebih killer daripada pak Ryuga tau nggak, " ujar Rena Alexa pun langsung mengakhiri panggilannya tersebut. Alexa pun berlari sambil tersenyum bahagia menuju kelasnya, setelah Rena menelponnya.
Nampak dari kejauhan sepasang mata memperhatikan Alexa dengan tatapan nanar, Dimas tersenyum walau hatinya merasakan sakit.
Sepertinya kamu benar-benar bahagia Sa sekarang, aku ikut bahagia jika kamu bahagia walau hatiku harus hancur melihat kamu bahagia dengan orang lain, bukan sama aku, "batin Dimas tersenyum getir menatap Alexa dari kejauhan.
Tok tok tok..
"Permisi pak ! ,ujar Alexa.
Darimana kamu? ,tanya pak Arif ketus.
Dari toilet pak, jawab Alexa. Pak Arif pun berjalan keluar ruang kelas menghampiri Alexa yang berdiri depan pintu.
Kamu telat 3 menit, silahkan kamu lari di lapangan sebanyak 3 kali putar. "ujar pak Arif dengan nada ketus. Alexa dibuat melongo mendengar ucapan Pak Arif yang menghukumnya mengitari lapangan karena hanya telat 3 menit.
Dasar nggak anak nggak papahnya sama aja troublemaker, pembuat onar, "gumam pak Arif ia merasa kesal karena gaji yang merupakan haknya dirampas begitu saja oleh Pak Ferdy sehingga ia mencoba melampiaskan kekesalan kepada Alexa
Deg..
Alexa merasa tercekat mendengar ucapan pak Arif yang terdengar begitu menyesakkan hati. Walaupun dengan nada pelan tapi ucapan pak Arif masih bisa terdengar di telinga Alexa dengan jelas.
Ucapan Pak Arif membuat Alexa langsung down, secara tidak langsung ia sudah di jadikan korban pelampiasan dari akibat perbuatan Papahnya tersebut. Alexa pun langsung menuruni anak tangga berlari mengikuti perintah pak Arif mengitari lapangan sekolah yang cukup luas. Alexa berharap saat ini Ryuga jangan sampai melihatnya berlari di tengah lapangan sekolah
Pak Arif merupakan guru sosiologi yang memiliki sifat tegas disiplin dan juga otoriter, setiap mengisi mapelnya ia tidak kenal bantahan, canda, ataupun pelanggaran dalam bentuk apapun di kelas. Sehingga hampir seluruh murid di sekolah sangat benci mengikuti mapelnya.
Gila itu guru apa tukang jagal sih, galaknya nggak ketolongan, "bisik Kipli.
Sssst diem, ntar luh kena damprat, " bisik Rena.
Hampir 20 menit Alexa berlari mengitari lapangan , pancaran sinar matahari yang terik terasa menampar wajahnya. Keringat terlihat bercucuran di wajah Alexa, saat berjalan menapaki anak tangga. Dengan nafas tersengal-sengal Alexa berjalan menuju kelasnya.
Tok tok tok..
Duduk, "ketus pak Arif menyuruh Alexa masuk.
Alexa menjatuhkan bokongnya di kursinya, saat Alexa menatap ke depan ia langsung mendapatkan tatapan tajam dari pak Arif. Kurang lebih sejam lebih Alexa mengikuti pelajaran pak Arif. Bel tanda berakhirnya pelajaran pun berbunyi, sejak pelajaran pak Arif, Alexa terlihat murung karena Pak Arif terus saja menyindir Alexa menghubungkan perbuatan papahnya dengan materi yang ia sampaikan.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...