
Di toilet Alexa langsung memeluk Rena dan menangis begitu pilu, hingga membuat Rena bingung dengan sikap Alexa.
Luh kenapa sih Lex kok tiba-tiba nangis gini. Ada masalah apa sebenarnya?, "tanya Rena bingung. Sudah beberapa menit Alexa masih setia dengan isak tangisnya dalam pelukan Rena, hingga ia mulai sedikit tenang.
Nanti gue ceritain semuanya, pokoknya gue pengen keluar dari sini secepatnya dan nggak mau kalo sampai pak Ryuga ngeliat gue. Ya udah gue ke toilet dulu sebentar, "ujar Alexa sambil mengusap sisa-sisa air matanya.
Oke deh gue samper Kipli ya, gue baru tahu kayaknya lewat belakang situ bisa tembus ke arah keluar cafe deh. Pak Ryuga juga nggak bakal ngelihat kita, Ya udah gue cari Kipli dulu ya lu nggak apa-apa kan gue tinggal sendiri, " ujar Rena, dan Alexa pun mengangguk menjawab pertanyaan Rena sedangkan Rena ia pun langsung mencari keberadaan Kipli.
Rena dan Kipli terlihat menunggu Alexa dan Dimas di parkiran, karena Dimas menyuruh mereka menunggu disana. Saat Dimas kini menunggu Alexa tiba-tiba perhatiannya teralihkan saat seseorang menyapanya, Dimas memandang empunya suara tersebut.
Ngapain luh dia sini de, luh ngintilin Kakak ya ? " ujar Siska terkejut yang secara tidak sengaja bertemu adiknya.
Dih pede banget luh kak, gue lagi nongki lah sama temen-temen gua. Nih juga udah mau pulang! "ujar Dimas ketus, seketika melirik sinis wanita yang kini bersama kakaknya.
Siapa dia Sis ? "tanya Sita penasaran.
Oh dia ade gue, "Kenalin nih, "ujar Siska memperkenalkan Dimas kepada Sita. Sita dan Dimas terlihat saling berjabat tangan dengan singkat dan Dimas hanya tersenyum sinis menatap Sita.
Ya udah, gue ke toilet dulu ya, "ujar Sita yang meninggalkan Siska yang masih terlihat ingin mengobrol dengan adiknya.
*********
Di dalam toilet Alexa, mencoba membasuh wajahnya sambil menatap dirinya nanar di depan cermin Alexa mengatur nafasnya berusaha menghilangkan kecemasannya. Alexa mengambil obat di dalam tasnya, karena terburu-buru tadi pagi Alexa lupa meminum obatnya.
Tiba-tiba kedua obat yang ada di tangan Alexa terjatuh menggelinding hingga menyentuh sepatu wanita yang ada di hadapannya. Sita muncul secara tiba-tiba masuk ke dalam toilet hingga membuat Alexa terkejut. Sita menungut obat yang sudah terjatuh di lantai lalu menatap Alexa yang saat itu terlihat pucat. Bisa terlihat jelas tubuh Alexa sedikit bergetar keringatnya yang bercucuran membuat Alexa terlihat lepek.
Apa dia lagi sakau, "batin Sita menduga-duga mengernyitkan dahinya menatap Alexa sinis.
Alexa yang mendapat tatapan dari Sita langsung menarik kupluknya menutupi wajahnya dan berlari keluar dengan terburu-buru dari toilet.
Gila ya generasi sekarang bukannya berkreasi malah ngerusak diri, "ujar Sita menggelengkan kepalanya tersenyum sinis menatap obat yang ada di tangannya, lalu membuang obat itu ke tempat sampah.
*********
Dim, ayo kit, " ucapan Alexa terpotong begitu saja saat seseorang yang ia kenal memanggilnya.
Alexa! "ujar Siska terkejut.
Kakak kenal sama Alexa, "tanya Dimas heran. Alexa terlihat menggelengkan kepalanya berusaha memberikan kode agar Dokter Siska tidak memberitahu Dimas.
Oh enggak Kakak cuman, "ujar Siska terbata-bata.
Melihat tingkah kakaknya yang sangat mencurigakan Dimas pun langsung menarik tangan kakaknya dan juga Alexa menjauh dari toilet. Karena ia khawatir jika berlama-lama di toilet Alexa akan bertemu dengan Ryuga secara tidak sengaja. Dimas begitu penasaran bagaimana kakaknya bisa mengenal Alexa.
Kamu apa-apaan sih narik-narik Kakak, "Sakit tau, "ujar Siska kesal.
Setelah Dimas memastikan sudah jauh dari toilet ia pun langsung melepaskan tangan Kak Siska.
Gimana kakak bisa kenal Alexa ?, " tanya Dimas dengan tatapan mengintimidasi. Siska pun membuang nafasnya dengan kasar menatap Alexa dengan tatapan yang merasa tidak berdaya.
__ADS_1
Alexa maaf ya, ade saya ini tuh orangnya rada-rada seklek dan sinting, "ujar Siska penuh penyesalan, wajahnya terlihat pasrah Alexa juga tidak tega membuat dokter Siska merasa kesulitan karenanya.
Dia ini pasien kakak Dim, udah puas, "ujar Siska sambil menghembus kan nafas panjang.
Maksud kakak apa sih, jangan kasih Dimas klu, Dimas butuh penjabaran kak, " ujar Dimas memaksa.
Dim kamu nggak tahu etika kedokteran itu apa, segala tentang kondisi pasien itu merupakan rahasia. Dan juga kamu bukan keluarganya, jadi kamu nggak berhak tahu secara detail kondisi Alexa, "ujar Siska dengan nada sedikit tinggi.
Tapi Dimas itu suka sama Alexa, jadi Dimas berhak tau kondisinya, " ujar Dimas dengan penuh penekanan. Sontak ucapan Dimas langsung membuat Alexa terkejut, Alexa berusaha menarik baju Dimas berharap Dimas menghentikan perdebatannya dengan kakaknya.
Dimas kamu sadar nggak apa yang kamu ucapin barusan ? Alexa itu udah punya suami, kamu jangan gila Dim! "Dan juga saya mohon Alexa, saya cukup paham dengan kondisi kamu tolong kamu jangan disangkut pautkan Dimas dalam masalah kamu, tolong kamu pikirkan masa depan Dimas, "ujar Siska, ucapannya mampu membuat Alexa tertohok saat mendengarnya.
Kakak, nggak berhak ngomong gitu, Dimas tau Alexa sudah menikah, tapi Dimas nggak mau nyerah. Apa kakak tau suaminya itu adalah orang yang saat ini sedang bersama kakak, dia itu adalah Ryuga. Apa kakak nggak denger tadi, gimana ucapan Ryuga tentang Alexa, "ujar Dimas dengan penuh emosi. Ucapan Dimas mampu membuat Dokter Siska terperangah, menatap Dimas tidak percaya.
Dimas cukup, aku bener-bener kecewa sama kamu, " ujar Alexa yang langsung berlari keluar.
Mak maksud kamu Ryuga teman kakak itu, "ujar Siska terbata-taba.
Arrrggghhh, '' Dimas begitu frustasi sepertinya kali ini tindakannya sangat berlebihan. Ia pun langsung mengejar Alexa.
Alexa tunggu, Alexa, " teriak Dimas sambil menarik tangan Alexa.
Lepasin aku Dim, tolong. Ren ayo anterin gue pulang sekarang ! "ujar Alexa mencoba menghindari Dimas.
Tunggu Sa, aku minta maaf, " ujar Dimas dengan wajah bersalah.
Tunggu dulu, Sebenarnya kalian kenapa sih, tadi kalian baik-baik aja, kok tiba-tiba jadi begini. Sumpah gue jadi semakin bingung, " ujar Rena sambil melihat ke arah Alexa dan Dimas secara bergantian.
Asli, luh pada bahas apa sih, gue berasa orang bego disini yang gagal paham, "tanya Kipli sambil garuk-garuk kepala.
Luh suka beneran Lex sama pak Ryuga? Lex jangan diem ajah dong jawab Lex, jangan bikin gue penasaran gini ! " tanya Rena penasaran sambil menggoyangkan kedua tangan Alexa yang saat itu masih tertunduk menangis.
Maaf ya Ren gua nggak bermaksud menyembunyikan semuanya dari kalian sebenarnya gue sama pak Ryuga itu udah menikah, "ujar Alexa berterus tenang manatap Rena. Sontak mendengar ucapan Alexa, reaksi Rena dan Kipli kini mereka di buat mengangah tidak percaya dengan ucapan sahabatnya tersebut.
Lex, luh becandakan Lex? " Sumpah omongan luh nggak lucu tau nggak. " tanya Rena yang masih tidak percaya.
Gue serius Ren, gue nggak bohong. "ujar Alexa yang langsung berhambur memeluk Rena menangis tersedu-sedu.
Ren, tolongin gue Ren, sakit banget Ren gue nggak sanggup harus ngapain lagi! "tangis Alexa pecah di pelukan Rena. Sedangkan Rena sendiri masih terlihat bengong tidak percaya, ia mencoba menetralkan perasaan terkejutnya
Tiba-tiba suara dering ponsel Rena menyadarkan Rena, terlihat orang tuanya menelpon menyuruhnya pulang.
Ya udah biar aku anter kamu pulang, ya Sa. "ajak Dimas kembali.
Sorry Lex, gue nggak bisa anter luh pulang, tapi luh harus ceritain semuanya ke gue, jangan ada part yang luh lewatin, " ujar Rena dengan wajah iba memeluk Alexa kembali. Alexa pun hanya menganguk patuh mendengar ucapan Rena.
Alexa dan ketiga sahabatnya pun kini meninggalkan area cafe. Alexa akhirnya terpaksa menyetujui pulang bersama Dimas walau sebenarnya dia merasa tidak nyaman karena pengakuan Dimas tadi.
********
__ADS_1
Jam saat ini menunjukkan pukul 7 malam sedangkan Ryuga dan para ketiga teman masih terlihat asik bercengkrama di dalam kafe.
Kamu lama banget sih di toilet beb, " tanya Andry dengan raut wajah yang terlihat heran.
Oh, ia tadi ada yang telpon, "ujar Siska dengan senyum terpaksa berusaha berbohong.
Aku kira kamu udah kesini duluan, tadi aku nggak liat kamu di toilet soalnya, " ujar Sita.
Siska pun melirik ke arah Ryuga mencoba menutupi kegelisahannya, mengingat ucapan adiknya tadi cukup membuatnya tidak percaya bahwa adiknya menyukai Alexa yang merupakan istri dari sahabatnya sendiri. Setelah Siska mengetahui kenyataan yang sebenarnya tadi, raut wajahnya kini terlihat cukup cemas.
Kenapa beb, kok muka kamu aneh gitu sih kaya abis ngeliat hantu, "ujar Andry mengamati Siska.
Ah enggak, hantu apaan! "kamu nggak usah ngada-ngada deh, " jawab Siska berusaha mengalihkan kecemasannua dengan meminum lemon tea pesanannya.
Luh merit kenapa nggak ngabarin kita-kita Ga, atau jangan-jangan luh hamidun yak?, "celetuk Andry.
Sial** luh! Gua udah sepakat sama istri sengaja merahasiakan pernikahan gua, karena kami masih merasa belum nyaman kalo pernikahan kita tuh di publikasi, "ujar Ryuga santai.
Beuh! secara gitu, kalo wartawan tau, anak dari Wijaya Grup merit bakal meledak tuh di berita, " fans-fans luh pasti bakalan patah hati, "ujar Andry terkekeh.
Kamprett kali, "saut Ryuga sinis.
Terus sekarang luh, gimana perasaan luh sama istri luh? Luh cinta nggak sama istri luh Ga ? "tanya Siska.
Ryuga sedikit melirik ke arah Sita, karena walau bagaimanapun dia juga tetap ingin menjaga perasaan Sita. Ryuga cukup merasa bersalah mengingat perbuatan mamahnya terhadap Sita.
Boro-boro dah, yang ada gua tuh kalo ketemu, justru ribut mulu, "saut Ryuga lalu ia meminum ice coffe latte yang ada di depannya
Ribut di mana nih di ranjang apa di kamar mandi, " ckckckc, "goda Andri terkekeh.
Ryuga terlihat sedikit menyembur minumannya akibat ucapan Andri yang terus mencecarnya dengan obrolan-obrolan random.
Uhuk, uhukk. " Ryuga tersendak ice coffe latte.
Ga kamu gpp, "ujar Sita sambil mengusap punggung Ryuga.
Udah kenapa sih Beb kamu godain Ryuga mulu, kasihan tuh dia ampe keselek gitu, " ujar Siska sambil menepuk lengan Andry.
"ckckckc, gue nggak nyangka luh masih bertahan, hebat luh Ga, "ckckc," ujar Andry semakin tertawa.
Luh dari tadi gue perhatiin celengan cilenguk terus nyariin apa sih Sit ? Oh iya btw si Nicco apa kabarnya sekarang, udah hampir 5 taun kita nggak denger kabarnya dia, "tanya Andry.
Oh,enggak tau gue juga, " ujar Sita sedikit melirik ke arah Ryuga
Beb nggak usah bahas Nicco, peka dikit kenapa, " bisik Siska saat melihat raut wajah Sita dan Ryuga terlihat tidak nyaman.
Hampir 3 jam kebersamaan Ryuga dan para teman-temannya di isi dengan obrolan-obrolan random mengingat masa kuliah mereka.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...