
4 hari sudah berlalu.
Karena jadwal kepulangan Ryuga terlambat dari waktu yang di janjikan Ryuga kemarin. Alexa tidak tega melihat kedua anaknya terus saja merengek setelah menelpon Ryuga, menyuruh Ryuga supaya cepat pulang.
Kini untuk mengalihkan perhatian kedua anaknya, Alexa berinisiatif mengajak kedua anaknya keluar. Shaka dan Sheena terlihat begitu senang saat Mommy nya mengajak mereka keluar.
Dengan wajah riang Sheena menatap Alexa, "Kita mau ke mana Mommy? "tanya Sheena antusias.
Alexa mensejajarkan diri menatap putri mungilnya, "Rahasia dong nanti juga Sheena tau, "ujar Alexa mencolek gemas pipi Sheena.
Sisil yang terlihat mengantar Alexa di depan teras terlihat sedikit khawatir, "Kamu yakin Alexa nggak mau di anter Grace, Tante takut terjadi apa-apa sama kamu? "tanya Sisil.
Alexa tersenyum menatap tante Sisil, " Nggak usah Tante lagian Alexa kan udah di antar sama supir, "ujar Alexa mengusap lengan Sisil.
Sisil mensejajarkan diri menatap kedua cucunya, " Kalian jangan nakal ya, nurut apa kata Mommy, "ujar Sisil mengusap pipi Shaka dan Sheena tersenyum.
Shaka dan Sheena mengangguk patuh, "Iya Oma, saut Shaka dan Sheena secara bersamaan."
"Ya udah Alexa pergi dulu ya Tante, "ujar berjalan sambil menggandeng kedua anaknya masuk ke dalam mobil.
"Dah Oma, "ujar Shaka dan Sheena mendadahi Sisil.
.
.
**********
"Mommy kok bawa kita kesini sih? Kata Bryan ini tuh rumah hantu, Sheena takut Mommy, "ujar Sheena mengeratkan genggamannya.
"Ini bukan rumah hantu sayang, ini namanya tempat pemakaman umum, tempat dimana orang-orang yang sudah meninggal, mereka di akan kubur disini, "ujar Alexa menjelaskan.
"Oh begitu Mommy, berarti mereka bobok di sini ya Mommy "ujar Shaka polos.
"Iya sayang, jadi kalian nggak perlu takut, ya "ujar Alexa, Shaka dan Sheena pun mulai paham dan menganggukkan kepalanya menatap Alexa dengan senyum.
Alexa sengaja mengajak kedua anaknya untuk berziarah di makam mamahnya Sarah, karena Alexa memang belum pernah mengajak kedua anaknya ke tempat pemakaman umum seperti saat ini, jadi wajar jika mereka masih belum paham tempat yang sama sekali mereka belum pernah kunjungi, "Tuh kita udah mau sampai, "ujar Alexa menatap kedua anaknya.
Sambil menggandeng kedua anaknya Alexa berjalan menapaki beberapa blok-blok area pemakaman. Langkah Alexa dan kedua anaknya terhenti saat menatap batu pusara bertuliskan nama mendiang mamahnya.
"Shaka..Sheena, ayo sini sapa Oma dulu sayang, "ujar Alexa sambil mengusap batu pusara mamahnya.
Sheena menggandeng tangan Shaka dan berjalan beriringan menghampiri Alexa, "Hallo Oma Sarah, Oma lagi ngapain di sana, kok omah bobonya lama banget sih, "ujar Sheena begitu polosnya.
Sedangkan Shaka sendiri menatap bingung sekeliling, ia terlihat celingak celinguk seperti ada sesuatu yang membuatnya penasaran, "Mommy.., tempat bobo opah dimana Mommy? Kata Uncle Nicco, opah sudah meninggal mommy, tapi kok di sini cuman ada tempat bobo omah doang sih? "tanya Shaka menatap Alexa.
Sontak mendengar pertanyaan dari Shaka, Alexa bingung sendiri menjawabnya, karena ia memang tidak mengingat apapun tentang papahnya, bahkan sampai kenangan semasa kecilnya pun ia sama sekali tidak mengingatnya. Alexa tidak mengetahui apa papahnya masih hidup atau sudah meninggal karena Nicco dan juga keluarga Om Ardy tidak pernah menceritakan tentang papahnya terhadap Alexa.
"Maaf ya sayang, Mommy juga nggak inget, "ujar Alexa menatap Shaka dengan wajah sedih.
"Ya udah mending sekarang kita doain omah sama opah yuk! biar mereka tenang bobonya di sana, "ujar Alexa lalu menadahkan kedua tangannya berdoa untuk mendiang mamahnya.
Selama di Jakarta, Alexa memang ingin mengunjungi beberapa tempat yang ingin ia kunjungi. Dan setelah berziarah di makam mamahnya, kali ini Alexa berniat ingin mengunjungi panti untuk menenui Eyang Tari.
"Pak Budi nanti pas depan situ belok kanan ya Pak, itu Pantinya udah keliatan, "ujar Alexa memberikan perintah kepada Pak Budi.
"Baik Non, saut Pak Budi mengangguk."
__ADS_1
Alexa sampai di depan halaman Panti Alexa mengajak kedua anaknya berjalan memasuki area panti yang cukup luas sambil membawa bingkisan berupa alat tulis dan juga makanan serta vitamin untuk dibagikan anak-anak panti.
"Mommy ini di mana Mommy? "tanya Shaka saat melihat banyak anak-anak sedang bermain di halaman dan juga sekitar area panti.
"Ini namanya panti asuhan sayang, tempat Eyang Tari, yang Mommy pernah ceritain waktu itu, "ujar Alexa menatap Shaka.
"Oh Mrs Emily pernah cerita sama kita, berarti mereka nggak punya Daddy sama Mommy kan, Mommy? "tanya Sheena menatap Alexa.
Alexa menganggukkan kepalanya menatap Sheena tersenyum, "Makanya kalian harus bersyukur ya sayang, karena kalian masih memiliki Mommy, Opa, Oma sama Aunty Grace, Aunty Hanum sama Uncle Nicco, Uncle Dimas, "ujar Alexa menyebutkan seluruh anggota keluarganya.
"Satu lagi Mommy, Shaka juga punya Uncle Ryuga, Mommy lupa ya, "ujar Shaka tertawa.
Alexa tertawa sembari mengusap-ngusap gemas pipi Shaka saat ia sengaja tidak menyebutkan nama Ryuga. Namun ternyata Ryuga memang sudah memiliki tempat spesial di hati kedua anaknya. Alexa memang belum menceritakan siapa Ryuga kepada kedua anaknya, karena ia sengaja menunggu kepulangan Ryuga terlebih dahulu dan menceritakan apa yang sudah ia ingat. Begitupun dengan Rena, Alexa memohon agar Rena tidak memberitahu Reyhan tentang apa yang sudah ia ingat.
Kini kedatangan Alexa di sambut hangat oleh seorang wanita yang terlihat kira-kira umurnya tidak jauh berbeda dari Alexa.
Wanita berhijab tersebut pun tersenyum ramah menatap ke arah Alexa dan kedua anaknya, " Selamat siang Bu? Apa ada yang bisa kami bantu? "tanya wanita tersebut dengan ramah.
Alexa pun membalasnya dengan senyuman ramah, " Siang Mbak! Maaf saya mau ketemu Eyang Tari, apa Eyang Tarinya ada? "tanya Alexa.
Sontak ketika Alexa menyebutkan nama Eyang Tari wanita yang ada di hadapan Alexa seketika memasang raut wajah bingung menatap ke arah Alexa.
"Maaf Mbak kalo saya boleh tau Mbaknya ini siapa ya? "tanya wanita tersebut dengan ramah.
"Perkenalkan nama saya Alexa, saya adalah cucu Eyang Tari, "ujar Alexa saling menjabat tangan.
Setelah mendengar ucapan Alexa yang merupakan cucu dari pemilik panti asuhan sebelumnya, wanita tersebut pun dibuat terkejut dan menatap ke sembarang arah merasa bingung menjelaskan.
"Sebelumnya perkenalkan dulu nama saya Aisyah, sebaiknya kita masuk ke dalam dulu Bu biar ngobrolnya lebih nyaman. Ayo mari silahkan masuk! "ujar Aisyah mempersilahkan Alexa dan kedua anak yang masuk.
"Mommy Shaka sama Sheena boleh main nggak sama mereka? "tanya Shaka dan Sheena menatap penuh harap ke arah Mommynya.
"Mereka kembar ya Bu? "tanya Aisyah yang tersenyum menatap ke arah Shaka dan Sheena yang sedang berlari menuju halaman.
"Iya Mbak, " jawab Alexa dengan senyum simpul menetap ke arah Aisyah.
"Gemes banget liatnya, "ujar Aisyah yang masih menatap ke arah Shaka dan Sheena. Alexa pun tersenyum simpul saat mendengar ucapan Aisyah tentang kedua anaknya.
"Ayo mari Bu, silakan duduk, "ujar Aisyah mempersilakan Alexa duduk.
Aisyah berusaha menetralkan diri mengatur hembusan nafasnya agar merasa tenang dalam menjelaskan, "Begini Bu, Hmmm..,sebenarnya Eyang Tari, beliau sudah meninggal sejak 2 tahun yang lalu, "ujar Aisyah.
"Apa Eyang Tari sudah meninggal, "ujar Alexa terkejut membungkam mulutnya tidak percaya, air matanya menetes begitu saja saat mendengar berita tentang membuat dadanya terasa begitu sesak.
Aisyah pun menceritakan tentang penyakit Eyang Tari yang sudah di derita hampir setahun sebelum beliau meninggal. Alexa hanya bisa terisak karena dalam hatinya ada rasa sesal karena dirinya tidak bisa bertemu dengan Eyang Tari sebelum Eyang meninggal.
"Lalu sekarang siapa yang mengurus panti ini Mbak, setelah kepergian Eyang? "tanya Alexa sambil mengusap air matanya.
"Alhamdulillah Bu, selama 3 tahun Wijaya Group, sudah mengambil alih panti ini, selain bantuan Pak Ryuga juga sudah memberikan beasiswa untuk para anak-anak panti yang ingin meneruskan sekolah mereka ke luar negri, "ujar Aisyah.
"Apa Mas Ryuga, "batin Alexa begitu terharu karena Ryuga begitu perhatian dan peduli terhadap Panti yang sudah didirikan oleh Eyang Tari.
.
.
***********
__ADS_1
Di dalam mobil Alexa memegangi kepalanya ia masih tidak percaya dengan fakta tentang Eyang Tari yang ternyata sudah tiada, matanya pun terlihat sembab.
"Mommy kenapa nangis? "tanya Shaka menatap iba Alexa.
"Mommy sedih sayang, Eyang Tari ternyata sudah meninggal sayang, "ujar Alexa yang langsung memeluk kedua anaknya dan meneteskan air matanya kembali.
"Hm.., padahal Sheena belom pernah ketemu sama Eyang Tari, "ujar Sheena sedih menyandarkan dari dalam pelukan Alexa.
"Maaf Non Alexa, sekarang kita mau pulang atau ke mana, Non? "tanya Pak Budi memecah lamunan Alexa.
Alexa menghapus air matanya menatap ke arah Pak Budi, " Kita ke jalan SMA 12 dulu Pak, "ujar Alexa.
Hampir setengah jam perjalanan menuju kediaman tante Karin, dan kini Alexa berjalan sambil memegang tangan Shaka dan Sheena, memasuki sebuah halaman rumah minimalis. Alexa cukup terkejut saat melihat tampilan rumah Tante Karin yang nampak terlihat begitu tidak terawat.
Shaka menatap Alexa, "Mommy ini rumah siapa? "tanya Shaka menatap rumah yang terlihat usang baginya.
Alexa tersentak dan menatap putranya, "Oh.., Ini rumah Oma Karin sayang, "ujar Alexa tersenyum.
Tiba-tiba ada seorang pria paruh baya yang tidak sengaja lewat dan melihat ke arah Alexa. Pria tersebut pun menghampiri Alexa dan kedua anaknya, "Maaf Bu, rumah ini udah lama kosong Bu, "ujar seorang pria paruh baya tersebut dengan ramah.
Alexa cukup terkejut ia pun menatap pria paruh baya tersebut, "Kosong.., maaf Pak saya mau tanya, kira-kira kemana ya penghuninya? "tanya Alexa dengan ramah.
Pria tersebut pun terlihat menggaruk kepalanya bingung, "Waduh Bu,.. rumah ini udah kosong sejak 5 tahun yang lalu_"
"Apa 5 tahun, kok bisa sama sih, ''ujar Alexa mengerutkan kedua alisnya terkejut.
"Ia Bu, rumah ini kosong sejak kejadian pembunuh 5 tahun yang lalu yang menewaskan Bu Karin dan juga melukai pembantu dan juga anaknya_"
"Apa pembunuh Pak? Tante Karin di bunuh? "tanya Alexa dengan keterkejutannya.
"Ia Bu, waktu itu juga berita sempat heboh Bu di sosmed sama di TV "ujar Bapak tersebut memberitahu Alexa.
Alexa terdiam ia masih terlihat cukup syok setelah mendengar penuturan pria paruh baya tersebut dan Alexa pun terus menatap ke rumah Tante Karin, "Apa jangan-jangan ini arti mimpi buruk gue kemarin, Tante Karin udah meninggal, tapi siapa pelakunya? Apa waktu itu gue juga tau kejadiannya? 5 tahun...Sshhhh, "gumam Alexa memegangi kepalanya yang terasa berdenyut berusaha mengingat-ingat menatap ke sembarang arah.
"Mommy kenapa Mommy? Kita pulang yuk Mommy! "tanya Shaka menggoyangkan tubuh Alexa.
"Mommy Sheena takut Mommy, "ujar Sheena menarik tangan Alexa.
Namun Alexa tidak menggubris ucapan kedua anaknya. Entah kenapa Alexa tiba-tiba terpanggil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Tante Karin. Alexa melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Tante Karin seperti tidak sadar.
"Kak Shaka..Sheena takut Kak, "ujar Sheena mengapit tangan Shaka menenggelamkan wajahnya di pundak Shaka.
"Tenang Sheen, ada Kakak di sini, "ujar Shaka mencoba menenangkan Sheena.
"Eh Bu, mau kemana? Biar saya antar Bu, kebetulan saya ketua RT di sini, "ujar pria tersebut mengikuti Alexa dari belakang.
Alexa pun sama, ia juga tidak menggubris ucapan pria tersebut dan hanya menatap fokus ke arah rumah tante Karin penasaran.
"Yud gimana nih apa kita susulin Nyonyah aja, Bos juga masih nggak bisa di hubungi, "ujar Alex yang merupakan orang suruhan Ryuga untuk mengawasi Alexa.
"Paling Boss masih di pesawat, ya udah kita pantau aja dulu dari sini, "ujar Yudha tetap fokus menatap ke arah rumah Karin.
Arrrghhhh!
"Mommy bangun Mommy"
Yudha dan Alex langsung saling menatap dengan wajah terkejut saat mendengar suara teriakan anak Boss mereka. Mereka sigap langsung berlari masuk ke dalam kediaman Tante Karin.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...