Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Pinjam Peluk


__ADS_3

Alexa segera menuju kamar mandi berusaha mengeluarkan isi di dalam perutnya. Alexa mengusap butiran peluh di keningnya dan juga di lehernya. Di depan cermin Alexa menatap wajahnya bisa terlihat jelas raut wajahnya yang begitu ketakutan mengingat apa yang sudah ia lalui tadi cukup membuat Alexa gelisah dan dihantui rasa takut. Alexa menggelengkan kepalanya saat segala perbuatan dan ucapan Papahnya kembali bersaut-sautan di dalam benaknya. Bahkan kini pertemuannya ketiga debt collector tadi, cukup berpengaruh hingga membuat Alexa mengalami mimpi buruk malam ini.


Alexa menutup kedua kupingnya dengan kencang berusaha keras menahan ketakutannya. Dengan tangan gemetar Alexa memasukan 3 pil ke dalam mulutnya lalu perlahan duduk di sisi bath up dengan wajah tertunduk, Alexa berusaha tenang mengatur nafasnya yang tersengal-sengal berusaha menetralkan dirinya.


Namun tiba-tiba saja..."Cekrek...pintu terbuka.


Alexa melihat Ryuga datang secara tiba-tiba terlihat cukup terkejut saat melihat dirinya kini. Ryuga terlihat menghampiri Alexa yang sedang duduk di sisi bath up dengan wajah yang terlihat pucat.


Kamu kenapa ? "Apa kamu mimpi buruk ?..."ujar Ryuga dengan wajahnya yang terlihat cukup panik. Alexa hanya menggeleng lemas menanggapi ucapan Ryuga.


Sebentar aku ambilkan minum..."ujar Ryuga


Namun pergerakannya pun berhenti saat Alexa menarik kaos Ryuga dari arah belakang. Ryuga merasa tertahan ia pun berbalik melihat ke arah Alexa kembali. Alexa seketika langsung memeluk Ryuga mengeratkan tangannya seolah mencari perlindungan pada sosok yang mulai mengisi hatinya.


Maaf Kak... pinjam sebentar saja boleh kan.."ujar Alexa dengan nada lemah. Kedua tangannya langsung saja ia lingkaran di pinggang Ryuga, wajahnya ia sandarkan pada perut Ryuga, Alexa meremas baju Ryuga menyalurkan rasa takutnya yang berlebih.


Maaf Kak jika aku egois !!!..,"Jika Kakak tidak bisa menerima perasaanku...Tolong izinkan aku memeluk Kakak sebentar saja dan merasakan kenyamananku sendiri...,"batin Alexa lirih menahan tangisnya yang hampir tumpah. Alexa tetap diam berusaha menyalurkan perasaannya walau tak terbalas, namun ia rasa sesekali bersikap egois sedikit itu wajar.


......................


Ryuga mengangkat tangannya lalu mengusap kepala Alexa tanpa sadar.


Apa yang sebenarnya terjadi padanya...,"batin Ryuga penasaran. Ryuga hanya terdiam membiarkan Alexa memeluknya.


Alexa berdiri dan beranjak setelah merasakan dirinya lebih tenang berkat kehadiran Ryuga yang membuatnya begitu nyaman hingga berhasil membuat perasaannya menjadi lebih baik sekarang.


Makasih Kak.."ujar Alexa tersenyum tulus memperlihatkan lesung pipinya yang begitu manis, dan melewati Ryuga begitu saja menuju ranjang. Alexa langsung merebahkan diri dan seketika matanya langsung terlelap dengan cepat setelah mengonsumsi ketiga obatnya tadi.


Cepat sekali ia tidur... sebenarnya apa yang terjadi padanya.."batin Ryuga sambil merapikan selimut Alexa.


......................


POV Ryuga


Sesaat setelah Alexa mengecup singkat bibirnya, Ryuga terdiam seolah tidak percaya dengan apa yang Alexa perbuat padanya. Ryuga terdiam, hingga Alexa keluar dari kamarnya, Ryuga langsung memegang dadanya yang seolah hampir meledak.

__ADS_1


Aku benar-benar tidak waras, bagaimana bisa si cengeng bisa membuat aku seperti orang bodoh seperti..,"Aargghh...!! Reaksi ini biasa, setiap orang pasti terkejut mendapat serangan mendadak seperti itu..ckckc,..sepertinya reaksi jantungku masih wajar..aku hanya terkejut,"..tidak mungkin...,"batin Ryuga sambil memegang dadanya tersenyum kaku berusaha menyangkal.


Sejak Alexa kembali ke kamar Ryuga mencoba menghindari kontak dengan cara membungkus seluruh tubuhnya berusaha memejamkan mata. Satu jam, dua jam hingga tiga jam berlalu Ryuga tetap saja tidak bisa memejamkan matanya, ia penasaran dengan bagaimana kondisi Alexa kali ini, apakah ia merasakan hal yang sama seperti dirinya yang sulit tidur. Dengan perlahan Ryuga mencoba menyembulkan kepalanya di balik selimut. Matanya kini tertuju pada sosok wanita yang sudah membuatnya susah tidur, terlihat sudah terlelap dengan earphone yang masih menggantung di telinganya. Wajah teduh Alexa saat tertidur menjadi santapan mata Ryuga yang saat ini terjaga.


Dasar gadis nakal sudah berani menyerangku, tapi bisa-bisa dia tertidur tanpa merasa bersalah sedikit pun padaku...Kamu harus bertanggung jawab !!!..,"batin Ryuga sambil sedikit mengusap bibir Alexa dengan lembut.


Ryuga pun mengangkat tubuh Alexa dan merebahkannya di tempat tidur dengan perlahan. Ryuga merapikan anak rambut yang menghalangi wajahnya. Ryuga terus saja memandangi wajah Alexa dengan senyum, entah mengapa wajah Alexa yang terlihat pulas seolah candu bagi Ryuga.


Gadis seperti apa sebenarnya kamu ini Alexa ?.."Kenapa kamu keras kepala sekali ?..,Dan kenapa kita selalu saja bertengkar ? Tapi mengapa sampai detik ini tidak ada niatan sedikit pun bagiku untuk melepaskanmu, Apa yang sebenarnya yang sudah kamu lakukan terhadap ku Alexa? Apa aku egois ingin mempertahankanmu sampai aku benar-benar tahu apa sebenarnya yang aku inginkan ?...,"batin Ryuga menatap Alexa. Hingga ia pun tidak tahu sejak kapan ia terlelap dalam tidurnya. Ryuga sedikit terusik ketika mendengar suara pintu kamar mandi. Ryuga berusaha membuka matanya yang masih terasa berat, ia sudah tidak melihat Alexa lagi di tempat tidurnya. Ryuga beranjak dari tempat tidur saat mendengar ada suara terdengar jelas di balik kamar mandi.


Ini masih pukul dua pagi...," ujar Ryuga sambil melihat jam di ponselnya.


Cekrek...


Ryuga membuka pintu kamar mandi, ia begitu terkejut saat melihat Alexa, terlihat begitu pucat, nafasnya terlihat tidak beraturan. Ryuga pun menghampiri Alexa menanyakan keadaannya, bisa terlihat wajah Alexa yang dipenuhi keringat cukup banyak, mengingatkannya pada saat kejadian di rumah sakit saat itu. Akhirnya Ryuga berniat mengambilkan air minum berharap agar kondisi bisa lebih tenang, namun Alexa malah menarik bajunya hingga membuat langkahnya terhenti. Ryuga pun membalikkan tubuhnya dan membiarkan Alexa memeluk tubuhnya entah kenapa melihat kondisi Alexa saat ini hatinya terasa sedih seolah apa yang Alexa rasakan ikut merasuk ke dalam perasaannya kini hatinya pun ikut merasa nyeri. Hingga tanpa sadar Ryuga mengusap kepala Alexa dengan lembut menatapnya dengan penuh perasaan.


Alexa apa yang sebenarnya terjadi padamu,..,"batin Ryuga penasaran.


......................


Papah gimana kondisinya udah sehat...,"tanya Alexa pada Papah Bimo yang saat itu terlihat kurang semangat, namun Papa Bimo hanya menjawab dengan senyuman lalu mengangguk menatap Alexa dengan penuh kehangatan.


Ayo di habiskan sayang...,"ujar Mamah Retno kepada Alexa. Mamah Retno sesekali melirik putranya yang terlihat masih menghindari kontak mata dengannya. Dan Alexa pun yang melihat hal tersebut sedikit iba melihat ke arah Mamah Retno, sepertinya Mamah Retno sangat sedih dengan sikap acuh Ryuga terhadapnya.


Ryuga langsung beranjak dan pergi tanpa pamit kepada kedua orang tuanya, seolah tidak mengindahkan keberadaan mereka. Papah Bimo langsung melepaskan sendok yang ia pegang hingga menimbulkan suara dentingan yang cukup keras membuat Alexa menatap gugup wajah Papa Bimo yang sepertinya terlihat kesal karena tindakan Ryuga tadi.


Ryuga pun tetap berjalan tidak menggubris kekesalan Papanya tersebut dan pergi meninggalkan kediaman tanpa permisi. Langkah Ryuga pun tertahan saat melihat notifikasi pada ponselnya di depan pintu utama kediamannya terlihat Bu Farida mengirimkan file PDF di chatroomnya.


Ya udah Mah..Pah !!..Alexa pamit berangkat dulu ya..,"ujar Alexa sambil menyalimi kedua orang tua Ryuga.


Alexa kemana jam tangan pemberian Mamah kok nggak kamu pakai...,"tanya Mamah Retno.


Oh ada mah Alexa simpan di kamar, soalnya Alexa takut nggak sengaja ngerusakin karena jamnya mahal Mah...,"ujar Alexa berbohong.


Nggak papa sayang pakai aja..!! Nanti Mama beliin lagi kalo rusak..."ujar Mamah Retno.

__ADS_1


Tapi mah...,"ujar Alexa ragu.


Sebenarnya Alexa sudah menjual jam tangan bermerk terkenal dari brand Carti*r tersebut untuk keperluannya sehari-hari. Alexa juga akan mengunjungi Dokter Siska minggu-minggu jadi terpaksa ia menjual jam tangannya tersebut untuk biaya pengobatan dan juga terapisnya yang cukup memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tabungan Alexa pemberian Papahnya pun sudah habis, karena semenjak menikah dengan Ryuga, Papanya sudah tidak pernah lagi mengirimkannya uang karena Alexa.


Maaf mah sebenarnya jam tangan dari Mamah Alexa udah lelang di situs jual beli online...,"ujar Alexa ragu-ragu sambil menunduk, membuat Mamah Retno cukup terkejut mendengarnya.


Loh kenapa kok di jual,.."kamu emang butuh uang sayang..,"tanya Mamah Retno penasaran.


Maafin Alexa Mah...Alexa...," ujar Alexa dengan tatapan bersalah dan ragu-ragu.


Apa Ryuga tidak memberikan nafkah selama kalian menikah .,"tanya Papah Bimo dengan sorot matanya yang terlihat tegas, sehingga Alexa tidak berani berbohong saat melihat tatapan dari Papah Bimo tersebut, Alexa pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


Keterlaluan anak itu...," ujar Papah Bimo dengan nada yang cukup tinggi.


Papah Bimo merasa nyeri lagi pada dadanya saat mengetahui sikap Ryuga yang begitu tidak bertanggung jawab terhadap Alexa.


Aku harus secepatnya bertindak, agar anak itu tidak keluar jalur...," batin Papa Bimo


Pah lebih baik kita ke rumah sakit kita periksakan kondisi papah...,"ajak Mamah Retno dengar wajah khawatir menghampiri suaminya.


Tidak perlu sepertinya putramu lebih menginginkan aku mati lebih cepat...," ujar Papa Bimo mencoba meredam emosinya


Papah jangan ngomong gitu dong Pah...," ujar Mama Retno yang terlihat cemas mendengar ucapan Papah Bimo


Pah maafin Alexa..!!" Tapi Alexa mohon lebih baik Papah periksakan kondisi Papah...,"saut Alexa berusaha meyakinkan Papah Bimo.


Kamu memang anak yang baik Alexa...," ujar Papah Bimo sambil tersenyum hangat menatap Alexa. Ia pun mengangguk setuju saat Alexa menyuruhnya memeriksakan kondisi kesehatannya.


Ya udah Mama siap-siap dulu ya Pa ?...,"ujar Mamah Retno.


Setelah mendengar percakapan kedua orang tuanya dengan Alexa, di balik pintu. Ryuga kini merasa bersalah terhadap kedua orangtua dan Alexa karena melupakan tanggung jawabnya memberi nafkah Alexa.


Maafin Ryuga Pah...aku menang belum bisa menjadi anak yang membanggakan untuk kalian, Ryuga terpaksa melakukan ini, supaya Mamah menyadari kesalahannya...,"batin Ryuga merasa khawatir dengan kondisi Papahnya ,lalu ia langsung saja pergi meninggalkan kediamannya.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2