Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Alexa Sadar


__ADS_3

"Seseorang yang mengalami gangguan pada Amygdala tidak dapat menggambarkan ekspresi ketakutan dengan benar. Namun, pada beberapa kasus, rasa takut ini bisa direspon secara berlebihan. Mungkin setelah mengalami guncangan hebat akibat traumatik di masalalu yang pernah di alami pasien, sehingga pasien mengalami syok saat mengingatnya kembali, "ujar dokter Damian.


"Maksudnya dok, apa kemungkinan saat itu ingatan istri saya sudah kembali? "tanya Ryuga penasaran. Namun ada juga perasaan khawatir dalam diri Ryuga apabila Alexa sudah kembali mengingat semuanya, karena Alexa sudah pasti akan membenci dirinya.


"Kemungkinan itu bisa terjadi, dan anggap saja fase ini merupakan mekanisme pertahanan diri dari kenangan paling menyakitkan yang pernah di alami pasien. Dan untuk hasil yang lebih jelasnya, lebih baik kita tunggu sampai pasien siuman, "ujar Dokter Damian.


Itulah gambaran tentang kondisi medis Alexa yang yang dokter Damian jelaskan kepada Ryuga dan juga Om Ardy di dalam ruangannya.


Satu hari,


Tiga hari,


Lima hari berlalu, namun Alexa masih belum ada tanda-tanda membuka matanya sejak kejadian di rumah tante Karin.


.


.


Di Wijaya Grup, suasana kantor terlihat begitu berbeda dari biasanya, seluruh karyawan terlihat sudah berbaris rapih di lobby perusahaan bersama tim keamanan yang Reyhan kerahkan dengan pengamanan yang super ketat, untuk menyambut tamu penting yaitu Ceo dari perusahaan kelas kakap dari Uni Emirat Arab yang datang secara langsung ke Indonesia, untuk menemui Ryuga. Kali ini Ryuga dan Mr. Ahmed membahas kerjasama proyek pembangunan resort super mewah yang akan di bangun di pulau reklamasi di kota Dubai, sehingga Reyhan menyuruh Rena untuk menemani Alexa sementara, karena saat ini dirinya dan juga Ryuga sedang ada pertemuan penting di perusahaan. Sedangkan tante Sisil sendiri saat ini tidak bisa menemani Alexa karena sudah 2 hari Shaka dan Sheena sakit karena mereka sangat merindukan Alexa.


Rena langsung bergegas ke rumah sakit mengajak Kipli, menemui Alexa untuk melihat langsung kondisi Alexa. Sejak pertama kali Alexa masuk ke rumah sakit, Rena belum bertemu dengan Alexa sama sekali, karena saat itu ia sedang berada di Korea. Rena yang baru saja masuk ke dalam ruangan Alexa bersama Kipli, kedua pun langsung menghampiri Alexa.


Rena sangat terenyuh melihat sahabatnya masih setia memejamkan matanya, "Lex sory ya, gue baru bisa nemuin luh sekarang. Lex bangun napa! Ini gue Rena sama Kipli dateng nemuin luh, mau sampe kapan sih luh tidur kaya gini terus? luh nggak kangen sama kita? "ujar Rena lirih duduk di sisi ranjang Alexa menatap Alexa.


Rena mengambil sesuatu di dalam tasnya mamerkannya di depan Alexa, "Nih gue udah bawain luh oleh-oleh dari Korea, makanya luh bangun napa! "ujar Rena dengan wajah sedih.


"Tau luh, luh tidur mulu nggak cape apa? gantian sini gua yang tiduran di situ, luh yang melek, "ujar Kipli menimpali.


Plaakkk! dipukul saja lengan Kipli oleh Rena saat mendengar ucapan Kipli barusan.


"Awww.. sakit pea kena kuku luh nih! Kuku luh tajem amat sih, itu kuku apa cerulit sih? "ringis Kipli sambil menatap naas tangannya.


Rena menengok ke arah Kipli, "Ini bukan cerulit tapi ini pedang Goblin, "ujar Rena sambil menunjukkan kuku-kukunya yang tajam ke arah Kipli.


Kipli dibuat bergidik melihat kuku Rena, "Si Reyhan kuat banget ya pacaran ama singa modelan kaya luh, gue yakin pasti si Reyhan auto banyak koreng pas pacaran ama luh, "ujar Kipli duduk di sofa.


Rena menghampiri Kipli, "Enak aja luh ngatain bokin gue korengan, gue tuh kalo deket Reyhan, bagaikan kucing yang menggemaskan asal luh tau, "saut Rena siap menerkam Kipli.


"Dih, kucing yang menggemaskan, muka lu mah nggak ada gemes-gemesinnya yang ada pengen gue di tabok, "saut Kipli.


"Bodo amat, yang penting di mata Reyhan gue gemesin, uweee.. "ujar Rena menjulurkan lidahnya.


"Cih, si Reyhan gue yakin katarak pas nerima luh. Mana sih katanya luh tadi bawa makanan dari Korea, cobain gua dikit, "ujar Kipli.


"Cih, yakin luh doyan? "tanya Rena menyodorkan makanan khas Korea kepada Kipli.

__ADS_1


"Apaan ini merah amat kaya bibir janda? "tanya Kipli penasaran.


"Itu kimchi bege namanya jangan norak deh luh, "saut Rena.


Kipli pun memasukkan sendok ke dalam mulutnya yang sudah berisi kimchi, " Anjayy.., lidah gue langsung kram, ini bawang putihnya sekonteiner apa, langu banget asli, "ujar Kipli mendorong kimchi tersebut ke arah Rena.


"Ckckck.., kan gue bilang juga apa, nggak doyan kan luh, norak sih luh, "ujar Rena.


"Mending semur jengkol buatan enyak gue dah, asli luh kalo makan ini sebaskom di depan gue juga, gue nggak bakalan ngiler, "saut Kipli.


Kipli melihat jam pada ponselnya, "Pak Ryuga sama bokin luh masih lama? "tanya Kipli.


Rena menatap sinis ke arah Kipli , "Mereka lagi otw, emang mau ke mana sih lu buru-buru banget? Heran gue jadi jomblo aja sibuk banget? "tanya Rena mengulum senyumnya.


"Luh ngatain gue jomblo mulu gue sumpahin besok luh putus luh, "ujar Kipli.


Rena menatap tajam ke arah Kipli, "Kipliiii, mulut tuh lama-lama minta ditabok lu ya, sini lu nganga! Gue suapin lu kimchi biar lidah luh kembali ke jalan yang benar, "ujar Rena emosi.


"Berisik banget sih luh, mulut luh mirip banget kayak alarmnya spongebob tau nggak, "ujar Kipli.


"Biarin aja, siapa tau si Alexa bangun dengerin suara cempreng gue, "saut Rena.


"Emang Pak Ryuga sama bokin luh ada urusan apa sih? "tanya Kipli.


Rena menghembuskan nafasnya, "Tadi sih Reyhan bilang lagi, ada rapat penting gitu sama perusahaan dari Uni Emirat Arab, "saut Rena sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.


Rena tersenyum mendengar ucapan Kipli, "Luh tahu nggak apa alasan Pak Ryuga kerja mati-matian, sampe bisa sehebat kaya sekarang ? "tanya Rena menatap Kipli serius.


Namun Kipli terlihat menggelengkan kepalanya, "Mana gue tahu, emang gue dukun, "saut Kipli.


Rena menatap sinis ke arah Kipli, " Ck, ngeselin luh ya! Yang gue tau dari Reyhan sih, Pak Ryuga kerja gila-gilaan kayak gitu demi Alexa. Dia sengaja bikin dirinya sibuk buat ngalihin rasa bersalahnya sama Alexa. Dia juga sering muncul di TV dan di beberapa kabar berita maupun di sosmed, berharap semoga Alexa bisa ngeliat keberadaannya dan datang nemuin Pak Ryuga, "ujar Rena menatap Alexa yang terbaring di ranjangnya. Namun tiba-tiba Rena terkejut saat melihat tangan Alexa bergerak.


"Boro-boro nyamperin, inget aja kaga, "saut Kipli menimpali ucapan Rena.


Rena beranjak dari sofanya, "Eh Pli, tadi gue liat jarinya Alexa gerak, "ujar Rena.


Kipli pun menatap ke arah Alexa, "Ck, mana gue nggak liat, "ujar Kipli memperjelas penglihatannya.


"Ihh, tadi gue liat jarinya gerak-gerak gitu, "ujar Rena.


"Ada cicek kali, "ujar Kipli.


Rena pun langsung menghampiri Alexa menggenggam tangan Alexa, "Lex gue tadi liat tangan luh gerak, bangun Lex! kasian Shaka sama Sheena mereka sakit karna kangen sama luh, "ujar Rena.


Seketika Rena merasakan Alexa menggenggam tangannya, Rena juga melihat kedua alis Alexa bergerak-gerak, "Hmmm, "suara Alexa bisa terdengar jelas ditelinga Rena.

__ADS_1


"Pli ke sini Pli! Alexa sadar Pli! "ujar Rena histeris menatap Alexa.


Alexa membuka matanya perlahan dan melenguh, ia menengok ke arah Rena sambil sedikit meringis memegangi kepalanya.


"Akhirnya luh sadar juga Lex, "ujar Rena terharu menatap Alexa.


Alexa membuka matanya dan mengumpulkan kesadarannya, Alexa tiba-tiba tersentak mengingat sesuatu "Ren gue harus nolongin tante Karin sekarang juga Ren, Tante Karin dalam bahaya sekarang Ren, Sshhh, "ujar Alexa panik memegangi kepalanya.


"Tenang Alexa, Kipli luh panggil dokter cepetan, "ujar Rena menatap ke arah Kipli.


"Tenang Lex, lu sekarang lagi di rumah sakit, "ujar Rena mencoba menenangkan Alexa yang terlihat kalap.


Alexa langsung beranjak dari tempat tidurnya, "Ren gue harus nolongin tante Karin sekarang juga Ren! Ren please anter gue sekarang juga ke rumahnya tante Karin! "ujar Alexa dengan panik dan ketakutan, tubuhnya pun terlihat bergetar hebat Alexa benar-benar terlihat kalap saat ini, sepertinya pikirannya masih terjebak pada kejadian 5 tahun yang lalu saat ia membuka matanya.


Rena memegang kedua lengan Alexa dan menghentakkan tubuh Alexa, agar Alexa tersadar, "Tenang Alexa, ini udah 5 tahun berlalu sejak kejadian itu, Tante Karin udah meninggal, "ujar Rena sedikit berteriak.


Alexa terdiam, "Apa 5 tahun,..tante Karin meninggal, "ujar Alexa menatap Rena terkejut mendengar ucapan Rena, seketika lututnya terasa lemas Alexa menjatuhkan dirinya perlahan dan duduk menutup wajahnya memeluk dirinya sendiri dan terisak.


Cekrek!


Ryuga dan Reyhan yang saat itu baru saja tiba, mereka bisa melihat dan mendengar suara tangisan Alexa begitu pilu.


Ryuga langsung saja menghampiri Alexa, "Alexa.., ini aku Yank, "ujar Ryuga yang langsung memeluk tubuh Alexa.


"Pergi kamu, dasar pembohong! "teriak Alexa mendorong tubuh Ryuga.


Alexa tiba-tiba tersadar akan sesuatu, "Shaka..Sheena dimana kalian? Shaka...Sheena..!, "panggil Alexa melihat sekeliling ruangan,


Alexa pun menghampiri ke arah Rena, dan juga Kak Reyhan, ia pun menanyakan keberadaan Shaka dan Sheena kepada mereka, "Kenapa kalian diem aja sih, "ujar Alexa terlihat kalap.


"Alexa tenang, Alexa, "ujar Rena mencoba menenangkan Alexa, namun Alexa tetap saja terlihat histeris dan terus mencari keberadaan anaknya.


Alexa menatap tajam ke arah Ryuga, yang terlihat terdiam menatap Alexa dengan mata berkaca-kaca, Alexa menghampiri Ryuga mencengkram jas yang di kenakan Ryuga, "Kakak pasti yang ngumpetin mereka dari aku kan?..jawab Kak? Dimana Kakak ngumpetin mereka? "bentak Alexa histeris terus memukuli dada bidang Ryuga.


Namun Ryuga hanya diam tidak sedikit pun baginya untuk menghentikan amukan Alexa terhadapnya saat ini, Ryuga hanya menatap Alexa dengan lirih menerima penghakiman dari Alexa. Alexa terus saja mengguncang tubuh Ryuga dengan menarik-menarik jas yang melekat di tubuh Ryuga, "Kembaliin mereka, mereka itu anak aku! Kakak nggak berhak ambil mereka dari aku! "teriak Alexa histeris.


Setelah menunggu cukup lama kemudian dokter Damian pun datang bersama kedua suster mencoba menenangkan Alexa yang terlihat mengamuk sambil memukuli Ryuga, "Lepasin saya Dok, bajingan ini mau ambil anak saya, "berontak Alexa sambil berteriak menatap Ryuga dengan penuh kebencian. Alexa mengambil benda apapun yang ada di nakas lalu ia lemparkan saja benda-benda tersebut ke arah Ryuga.


Praaakk..!


Satu benda mendarat pipi Ryuga, dan pipinya pun terlihat meneteskan darah saat Alexa melemparkan benda ke arah Ryuga.


"Kamu nggak berhak ambil mereka, aku yang lahirin mereka, "teriak Alexa histeris.


"Mohon maaf Pak, lebih baik Bapak, Mas sama Mbaknya, sebaiknya menunggu di luar, karena kondisi pasien sulit di kendalikan, "ujar seorang suster menghampiri Ryuga. Ryuga Reyhan Rena dan Kipli akhirnya mereka pun keluar dari ruangan Alexa mengikuti saran dari Dokter Damian.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2