Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Kembali Dan Mencari


__ADS_3

Tok tok tok!


"Masuk, saut Ryuga tanpa melihat ke arah seseorang yang datang di ke dalam ruangannya saat ini."


Bimo menggelengkan kepalanya menatap Ryuga yang begitu fokus membaca berkas di tangannya, "Ehmm, "Bimo mendehem.


Ryuga mengenali suara tersebut dan langsung menengok ke arah seseorang yang ada di hadapannya, "Eh Papah, Ryuga kira Reyhan," ujar Ryuga meletakan berkasnya di meja.


Bimo duduk saja di sofa, "Kamu ini jangan terlalu memaksakan diri Ga, jaga kesehatanmu," ujar Bimo perhatian.


Ryuga memencet tombol 4 telpon di mejanya, "Fanny, bawain saya kopi dan juga teh hijau," ujar Ryuga memerintah asistennya.


Ryuga beranjak dari kursi kebesarannya, "Bagaimana Pah hasilnya? Apa Pak Teddy sudah setuju, mengenai usulan Papah kemarin ? "tanya Ryuga berjalan menuju sofa.


"Papah kesini bukan ingin membicarakan hal itu Ga, ada yang hal yang lebih penting lagi yang ingin Papah bicarakan, "ujar Bimo.


Ryuga mengerutkan kedua alisnya "Hal penting, ujar Ryuga menatap intens Bimo."


Bimo menganggukkan kepalanya, "Papah kesini ingin memberikan informasi mengenai Alexa, "ujar Bimo.


Mendengar kata Alexa, sontak Ryuga terkejut dan langsung menatap Papahnya, "Apa Alexa? Apa Papah tau dimana keberadaan Alexa saat ini?" tanya Ryuga tidak sabaran.


"Kamu tenang dulu Ga, Papah selama ini diam-diam mencari informasi tentang Alexa. Dan Alexa sekarang dia berada di Aussie Ga_"


Ryuga mengerutkan dahinya, "Aussie...Nicco, benar ternyata Nicco yang menyembunyikan Alexa dariku.., kurang ajar," ujar Ryuga memotong ucapan Papahnya mengepalkan satu tangannya emosi.


Bimo mengangguk menimpali ucapannya putranya yang terlihat terkejut, "Benar Ga, saat itu Nicco membawa Alexa pergi dengan menggunakan jet pribadi, dia mengunakan kekuasaannya makanya keberadaan Alexa sulit di temukan," ujar Bimo.


"Papah dapat informasi ini darimana, bahkan Ryuga saja selama ini sudah berusaha mencari Alexa, tetapi tetap saja hasilnya selalu saja nihil, "ujar Ryuga penasaran.


"Papah mendapatkan informasi ini dari anak buah Papah, yang selama dua tahun ini Papah tugaskan untuk mencari tau keberadaan Alexa, "ujar Bimo.


Ryuga langsung saja memencet tombol nomor 1, "Hallo Han, luh ke ruangan gue sekarang juga," ujar Reyhan.


Bimo pun berdiri, "Ya udah kalo gitu Papah pulang dulu, Ga. Kasian Mamahmu di rumah pasti Mamah menangis kalo di tinggal lama-lama, "ujar Bimo.


Bimo menghentikan langkahnya menatap kembali putranya, "Ga..,kapan kamu akan menemui Mamah, Ga? Mamah sangat merindukan kamu Ga, ?" tanya Bimo melemah


"Nanti Pah, sekarang Ryuga masih banyak kerjaan, "ujar Ryuga memfokuskan wajah ke dokumen yang ada di tangannya. Kata itu yang selalu saja keluar dari mulut Ryuga namun kenyataannya Ryuga tidak pernah sama sekali datang menemui mamahnya.


Bimo menghembuskan nafas kasarnya, merasakan expresi datar yang Ryuga tunjukkan saat membahas tentang istrinya, "Kamu jangan terus menghukum Mamahmu Ga, kasian Mamah dia sudah cukup menderita dengan penyakitnya," ujar Bimo.


"Ya udah Papah pulang dulu, Papah sama Mamah tunggu kehadiran kamu di rumah," ujar Bimo melangkahkan kakinya keluar ruangan Ryuga.


Saat keluar dari ruangan Ryuga Bimo berpapasan dengan Reyhan yang saat itu ingin masuk ke dalam ruangan Ryuga.


"Loh Om, mau kemana kok buru-buru banget?" tanya Reyhan.


Bimo menepuk pundak keponakan, "Om mau pulang dulu, kasian Tante mu di rumah ," ujar Bimo tersenyum dan melangkah pergi.


"Hati-hati Om, salam buat Tante" ," ujar Reyhan tersenyum.


Bimo hanya mengangguk dan tersenyum menatap Reyhan, "Tolong kamu nasehati sepupu mu itu Han, suruh dia jangan terlalu keras kepala gitu," ujar Bimo menepuk lengan Reyhan.


"Siap Om," ujar Reyhan memberikan jari jempolnya.

__ADS_1


Reyhan langsung saja menghampiri meja Ryuga setelah kepergian Om Bimo. "Ada apa Ga?" tanya Reyhan."


Ryuga menatap Reyhan serius, "Setelah acara pertemuan World Economic Forum, kosong jadwal gue Han selama 4 hari ke depan, setelah dari China kita bakal langsung terbang ke Aussie," ujar Ryuga memberi perintah.


Reyhan mengerutkan kedua alisnya, "Loh lusakan ada pertemuan penting sama Mr. Mark ," ujar Reyhan.


Ryuga membuang nafasnya dengan kasar, "Batalin..Titik, "ujar Ryuga kekeh.


" Ck, emang luh mau ngapain sih ke Aussie, jangan bilang _"


"Papah tadi bilang dia udah menemukan keberadaan Alexa di sana," ujar Ryuga.


"Tapi setelah kehilangan Alexa, 4 tahun yang lalu, kita udah kirim mata-mata buat cari keberadaan Alexa di rumahnya Nicco, tapi mereka nggak pernah menemukan hasilnya Ga, mereka emang nggak menemukan keberadaan Alexa di rumah Nicco, "ujar Reyhan bersikukuh.


"Gue nggak mau tahu pokoknya lusa gue harus ke Aussie," ujar Ryuga keinginan seolah tidak mau di bantah.


.


.


*********


Dan tepatnya dua hari berlalu dengan cepat Nicco dan Hanum terlihat mengantarkan Alexa pergi ke bandara. Dengan sangat terpaksa Nicco mengizinkan Alexa dan kedua anaknya pergi berlibur di kediaman orang tuanya di Indonesia. Walau saat ini perasaannya diliputi ketidaktenangan dan juga kekhawatiran mengingat masa lalu Alexa yang begitu pahit yang bisa saja kembali mengusik Alexa.


"Kamu tidak perlu cemas yang ini sudah 5 tahun berlalu mungkin saja Alexa sudah benar-benar sudah kehilangan ingatannya tentang kejadian saat itu. Lagian kan kita udah bawa Alexa ke Jerman untuk mengobati cidera pada lobus temporalnya, dan Dokter sudah menyatakan Alexa sembuh total, "ujar Hanum mengusap punggung Nicco.


Nicco terlihat masih saja begitu khawatir, "Tapi Yank _"


Ucapan Niko langsung saja dipotong oleh Hanum, "Kamu tenang aja mereka kan cuman pergi berlibur selama dua minggu di sana. Lagian kamu juga udah mengirim tiga bodyguard untuk mengawasi Alexa, Shaka dan Sheena selama tinggal sama Mamah dan Papah, "ujar Hanum mencoba memberi pengertian kepada suaminya.


"Shaka sini sayang," panggil Hanum.


Shaka terlihat berjalan menghampiri Hanum, lalu Hanum menarik tangan Shaka memisahkan diri dari Nicco dan Alexa, "Kamu ingat pesan aunty kan pas di rumah sakit," ujar Hanum sedikit membungkukkan tubuhnya.


Shaka mengangguk patuh," Iya Aunty Shaka ingat," ujar Shaka tersenyum.


Hanum mengusap kepala Shaka, "Anak pinter.., Shaka nanti nggak boleh bikin mommy sakit, nggak boleh bikin mommy susah dan Shaka nggak boleh marah-marah lagi ya "ujar Hanum mengusap lengan Shaka. Shaka pun mengangguk patuh mendengar pesan Aunty Hanum


"Ini hadiah dari Aunty, nanti Shaka bukanya kalo Shaka lagi sendiri aja ya di kamar, inget Mommy jangan sampe tau, "bisik Hanum sambil memberikan kotak hadiah kepada Shaka.


Shaka mengangguk, " Iya Aunty, makasih Aunty... Shaka sayang sama Aunty Hanum," ujar Shaka terlihat bahagia. Hanum pun menggandeng tangan Shaka kembali menghampiri Alexa.dan juga Nicco.


Nicco melihat kotak kecil yang di pegang Shaka, "Itu kotak apa Shaka?" tanya Nicco penasaran.


Hanum dan Shaka menengok ke arah Nicco, "Rahasia, ujar Hanum dan Shaka bersamaan."


"Aunty..., kok Sheena nggak di kasih hadiah juga kayak Kak Shaka, Sheena juga mau hadiah, "ujar Sheena dengan wajah memelas.


Tringgg, " ini buat Sheena," ujar Hanum sambil memberikan satu box kukis cokelat kesukaan Sheena.


Mata Sheena langsung berbinar setelah melihat pemberian Hanum, "Wah.., Makasih Aunty," ujar Sheena tersenyum penuh semangat sambil memamerkan cemilan favoritnya kepada Shaka.


Nicco dan Hanum mencium dua keponakannya itu penuh perasaan sedih, karena selama dua minggu pastinya mereka akan merasa kesepian tanpa kehadiran kedua bocah yang selalu membuat suasana rumahnya menjadi begitu ramai.


"Kalian jangan nakalnya ya di sana," ujar Nicco mengusap kepala Sheena dan Shaka secara bergantian.

__ADS_1


"Kak aku pamit ya," ujar Alexa berpamitan kepada Nicco dan Hanum.


Nicco dan Hanum mengangguk, "Iya kamu hati-hati di sama jangan keluyuran sendiri tanpa pengawasan," ujar Nicco.


Dadah Aunty Hanum..Dadah Uncle Nicco," ujar Sheena melambaikan tangannya.


Nicco dan Hanum pun melambaikan tangannya m menatap kepergian Alexa dan kedua anaknya dengan perasaan sedih.


.


.


************


Setelah mengikuti pertemuan penting yang rutin biasa di adakan 2 tahun sekali. Dimana dalam pertemuan tersebut hanya di hadiri oleh beberapa pengusaha kelas kakap dan para triliyuner dunia. Dan kini Ryuga langsung saja bertolak saja ke Aussie menggunakan jet pribadinya.


Pesawat yang ditumpangi Alexa dan juga jet pribadi yang ditumpangi Ryuga terlihat mengudara secara bersamaan.


Dan kurang lebih hampir 7 jam mengudara, kini Ryuga sudah sampai di Hotel yang sudah Reyhan booking. Ryuga meletakkan tubuhnya yang terasa begitu lelah di ranjang suite room hotel.


"Sejam lagi kita akan datangi perusahaannya Nicco," ujar Ryuga memijat pelipisnya yang swdikit nanar.


Reyhan menatap Ryuga terkejut, "Tapi Ga kita belum buat janji, "ujar Reyhan.


Ryuga tertawa menatap Reyhan, "Tidak perlu.., Siapa yang berani menolak kehadiran seorang Ryuga Pramata Wijaya, "ujar Ryuga dengan sombong.


Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, " Iya juga sih," sautnya.


Sejam pun berlalu dengan begitu cepat, walau hanya beristirahat selama satu jam namun Ryuga sedikit bisa melepaskan rasa lelahnya. Karena memang setelah pertemuaan pentingnya di China ia langsung saja terbang ke Aussie untuk mencari keberadaan Alexa. Kini Ryuga dan Reyhan melangkah di lobby Subrata Grup dengan penuh rasa percaya diri.


Hampir seluruh karyawan terlihat menatap kagum kharisma seorang Ryuga Pratama Wijaya, siapa yang tidak mengenal Ryuga seorang pengusaha kakap dunia yang memiliki beberapa aset, seperti investasi saham, properti, perusahaan, dan segudang prestasi.


Ryuga melangkah masuk ke dalam lift di letakkan saja satu tangannya ke dalam saku "Berapa pendapatan perusahaan ini per tahun?" tanya Ryuga dengan wajah penuh rasa percaya diri.


Reyhan menatap tablet di tangan, "Nggak nyampe 13 trilyun, "saut Reyhan.


Ryuga menyunggingkan senyum sinisnya, "Perusahaan sekecil ini bukannya sangat mudah buat kita akuisisiin, " ujar Ryuga.


Saat sudah sampai di koridor menuju ruangan Nicco, Reyhan melihat seorang pegawai wanita.


Reyhan mengetuk meja, mengalihkan perhatian karyawan wanita tersebut yang terlihat sibuk menata berkas-berkas, "Dimana ruangan Pak Nicco ?" tanya Reyhan penuh kharisma.


Karyawan itu pun berdiri, dan bertanya dengan ramah, "Maaf Tuan, apa Tuan sudah buat janji?" tanyanya.


Ryuga langsung saja memasang badan berdiri di hadapan karyawan wanita tersebut.


"Bukankah itu Ryuga Pramata Wijaya, Ceo Wijaya Grup. Dia pasti tamu penting Pak Nicco, "batin karyawan tersebut yang terlihat cukup terkejut menatap Ryuga.


Tanpa basa-basi ia langsung saja mempersilahkan Ryuga dan Reyhan masuk. Dengan tatapan yang terlihat gugup, "Sisilahkan masuk Tuan, Pak Nicco ada di dalam," ujarnya dengan gugup.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.

__ADS_1


__ADS_2