
Alexa berdiri sambil melakukan hal-hal yang random guna untuk mengatur mood-nya agar menjadi lebih baik. Alexa membuka lemarinya ia mengambil t-shirt oblong milik Ryuga dan entah mengapa ia sangat tertarik ingin memakainya.
Alexa menatap dirinya di cermin dan membolak-balikkan tubuhnya sambil menarik-narik baju Ryuga yang ia pakai mencocokkan dirinya dengan pakaian tersebut,
Drrrtt..Drrrtt!
Namun tiba-tiba saja perhatiannya teralihkan saat ia melihat ponsel di nakasnya bergetar. Alexa buru-buru menghampiri tempat di mana ponselnya diletakkan. Alexa menatap sedih ponselnya saat nama Rena muncul di layar ponselnya.
"Hal_"
"Alexaaaa, " teriak Rena dengan suara cemprengnya.
Alexa menjauhkan ponsel dari kupingnya, belum saja ia menyelesaikan perkataannya namun Rena sudah menyambar sambil berteriak memanggil namanya.
"Laki loe beneran saraf, suruh dia pulangin laki gue nggak SEKARANG ! loe tau kan sekarang ini udah jam berapa? Gue udah coba telepon mas Reyhan tapi nggak di angkat-angkat. Please Lex, loe telepon laki loe suruh dia pulangin Reyhan sekarang juga, gue takut nih sendirian!, "cerocos Rena meluapkan perasaan kesalnya kepada Alexa.
"Ck, justru kalo loe ngomel-ngomel malah makin mengundang si mba kun sama mas poci dateng, bisa jadi sekarang dia di belakang loe_"
"Kyaaaaa..!Alexaa..! Nggak ada akhlak loe! Loe jangan nambah nakut-nakut gue kek! "ujar Rena terus saja mengoceh.
"Tau ah loe bikin mood gue tambah ancur tahu nggak! Loe kira emang kak Reyhan doang yang belom pulang, sama Ryuga juga belom pulang teleponnya juga nggak aktif. Udah gue matiin. Tut, "ujar Alexa memutuskan panggilannya sepihak, dilempar saja ponselnya kesembarang arah.
Alexa menjatuhkan kembali kepalanya di ranjang. "Ngomong sama si Rena perut gua kok malah makin mual sih! Ck..,"ujar Alexa sambil mengusap-ngusap perutnya, karena sejak pagi ia hanya mengisi perutnya dengan telur gulung dan bakso bakar, Alexa benar-benar kehilangan nafsu makannya.
Alexa turun menapaki anak tangga mencoba mencari cemilan untuk mengobati rasa tidak nyaman pada perutnya.
"Liat susu malah bikin gue tambah eneg, "ujar Alexa jongkok di depan kulkas memandangi isi di dalamnya, bukannya mengambil cemilan, tapi justru Alexa malah menangis tanpa sebab menopang pipinya dengan kedua tangannya.
"Yank kamu ngapain di situ? "tanya Ryuga tiba-tiba saja muncul di belakang tanpa Alexa sadari.
Alexa terkejut dan buru-buru beranjak, Alexa membalikkan tubuhnya menatap tajam ke arah tersangka utama yang sudah membuat moodnya ancur sejak tadi. Alexa menelisik tampilan sang suami di hadapannya kini yang terlihat benar-benar sangat kacau rambutnya terlihat acak-acakkan, bajunya pun compang-camping, dengan jasnya yang di genggam menyapu lantai, membuat Alexa semakin bertanya-tanya. Alexa hembuskan nafas kasarnya dan menatap ke sembarangan menghapus sisa air matanya.
"Kamu nangis Yank ? Maafin aku Yank, aku pulang telat terus! Kerjaan aku bener-bener numpuk tadi' "ujar Ryuga menatap Alexa dengan wajah yang terlihat begitu kusut dan berantakan. Ryuga menarik tubuh Alexa mencoba memeluk, namun Alexa menghindar menepis tangannya.
"Nggak usah pegang-pegang aku deh! Mending kamu tadi nggak usah pulang aja sekalian, " ketus Alexa acuh.
"Kamu jangan gitu donk! Kan kamu tahu sendiri kita habis pulang dari Eropa belom Reyhan waktu itu cuti ngurus pernikahannya, udah pasti kerjaan aku numpuk Yank, "ujar Ryuga mencoba memberi pengertian.
Alexa menatap tajam ke arah Ryuga, "Terus kamu nyesel gitu ngajak aku ke Eropa? "ketus Alexa meninggalkan Ryuga berlalu menuju kamarnya kesal.
"Yah nggak gitu Yank, "ujar Ryuga berjalan mengikuti Alexa dari belakang.
"Mending kamu buang ponsel kamu aja sekalian, nggak ada gunanya kamu punya ponsel juga, "ketus Alexa di depan kamarnya.
Brakkkk...!
Alexa membanting pintu kamarnya hingga membuat Ryuga terkejut. Ryuga membuang nafasnya dengan kasar meraup wajah lelahnya dengan frustasi. Ia membuka pintu kamarnya menatap istrinya yang menengelamkan tubuhnya di balik selimut.
"Yank aku bener-bener minta maaf, ponsel aku mati aku nggak sempet charging karena kerjaan aku bener numpuk banget tadi. Tadi bukan cuman aku doang yang lembur, Reyhan sama staff yang lain juga tadi ikutan lembur! Kamu ngertiin aku dong,Yank! "ujar Ryuga memberikan penjelasan.
__ADS_1
"Terus siapa yang ngertiin aku! Kalo aku mati gimana atau aku kecelakan gimana! ''bentak Alexa meluapkan kekesalannya.
"Yankkk, kamu jangan ngomong yang enggak-enggak gitu, ucapan itu doa Yank! "ujar Ryuga dengan nada sedikit meninggi menatap serius Alexa.
"Bodo amat! Kamu pikir aku peduli, kamu aja nggak peduliin aku dari tadi, "ujar Alexa membuang wajahnya.
Ryuga benar-benar mulai frustasi jika menghadapi istri yang sudah merajuk, bicara salah, diam pun salah, bahkan jika sekarang Ryuga bersin pun pasti salah, apapun yang dilakukan pasti selalu salah pastinya.
"Ya udah, kan aku udah minta maaf Yank..! Pleasee dong..!Kamu nggak liat bentukan aku sekarang kaya apa, aku beneran capek, "ujar Ryuga.
"Bentukan kamu tuh lebih pantes kaya CEO yang abis indehoy di bar sama karyawan ceweknya atau sama cewek bar. Udah deh bilang aja kamu udah bosen kan sama aku ? Makanya kamu cari cewek laen dan pulang telat terus! Brengsek emang kamu tuh! "ketus Alexa melempar bantal ke wajah Ryuga dengan mata yang berkaca-kaca.
"YANKK.., omongan kamu itu keterlaluan tau nggak, kamu bener-bener ngaco, " bentak Ryuga hingga membuat Alexa terkejut mendengar suara lantangnya.
"Aku tuh beneran capek karena kerja, bukan capek seperti tuduhan kamu barusan. Apa kamu pikir perasaan aku sedangkal itu, aku beneran kecewa sama kamu. Lagian kamu kenapa sih akhir-akhir ini sensitif banget? Kamu nggak mau aku deketin, terus tadi pagi juga kamu ngusir aku, sekarang aku pulang telat kamu malah marah-marah nuduh aku yang enggak-enggak! Kamu maunya apa sih, sebenernya! "bentak Ryuga saat tubuhnya terasa begitu lelah tapi, justru Alexa malah menyiram bensin pada kobaran api, benar saja hal ucapan Alexa tadi malah semakin memancing emosi Ryuga.
Mendengar Ryuga membentakan nyali Alexa menciut seketika, Alexa langsung terisak, "Tau ah! "ujar Alexa meneteskan air matanya, ia pun menyingkap selimutnya dengan kasar turun dari ranjang dengan perasaan bercampuk aduk. Alexa menabrak tubuh Ryuga yang menghalangi jalannya keluar dan melewatinya keluar dari kamar.
Ryuga membuang nafasnya frustasi, di buang saja jasnya ke sembarang arah. Ryuga keluar saja dari kamarnya menyusul Alexa yang pergi meninggalkan kamarnya. Alexa menarik gagang pintu kamar kedua buah hatinya,setelah berdebat dengan Ryuga tadi. Namun pergerakan Alexa pun terhenti saat dua tangan kekar melingkar di perutnya memeluknyanya dengan erat.
"Maafin aku Yank! Aku udah bentak-bentak kamu tadi, aku nyesel! Maafin aku ya? "ujar Ryuga menenggelamkan wajahnya di leher jenjang Alexa.
Alexa semakin terisak, "Lepasin aku nggak! Aku capek! Aku mau tidur! "ujar Alexa menarik paksa tangan Ryuga mencoba melepaskan pelukannya, namun sia-sia.
"Kita tidur di kamar kita ya! Kamu jangan hindarin aku terus, semua kecurigaan kamu itu nggak beralasan Yank, aku beneran kerja tadi! Ya udah, aku emang salah, kamu mau kan maafin aku! Aku kangen pengen peluk kamu, "ujar Ryuga melemah mencium kepala Alexa bertubi-tubi.
Ryuga membalikkan tubuh Alexa ke hadapannya, menghapus sisa air matanya dengan jarinya, "Sebenarnya kamu tuh kenapa sih, Yank? Kamu cerita dong sama aku, kenapa kamu terus hindarin aku, emang aku punya salah apa sama kamu? "tanya Ryuga diletakan saja kedua tangannya meraup wajah Alexa.
Yank!
Yank! Alexaa..!
Beruntung Ryuga buru-buru menangkap tubuh Alexa yang tiba-tiba saja terjatuh, "Yank bangun, Yank! "ujar Ryuga menepuk pipi Alexa yang saat itu tidak sadarkan diri. Ryuga langsung saja meraup tubuh Alexa dan merebahkannya di ranjangnya.
***********
.
.
Sinar mentari masuk ke setiap cela-cela sudut kamar Alexa. Dan Alexa pun masih setia memejamkan matanya. Ryuga menatap iba wajah sang istri yang terlihat pucat dan begitu lemah.
"Kalian jagain mommy kalian dulu ya!Daddy mau ke bawah dulu siapin sarapannya mommy, "ujar Ryuga menatap kedua buah hatinya yang saat itu duduk di menemani Alexa.
"Iya Daddy, "ujar Shaka dan Sheena secara bersamaan. Ryuga pun mengusap rambut Alexa dengan penuh perasaan sekilas mencium keningnya dengan perasaan bersalah mengingat kejadian semalam, Ryuga pun berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur.
"Ini mas buburnya buat non Alexa, "ujar bi Siti meletakan napan yang berisi bubur dan juga air hangat.
"Makasih ya bi, ujar Ryuga."
__ADS_1
"Mas..dari kemarin tuh, non Alexa nggak makan apa-apa sepertinya mas, bibi tawarin makan juga non Alexa kayak nggak berselera_".
"Mending kamu panggil dokter Ga, periksakan kondisi Alexa. Papah mendengar kalian bertengkar semalam, kamu harus lebih sabar Ga. Ga..papah kemarin melihat Alexa sepertinya kurang sehat wajahnya juga agak pucat, "ujar Bimo menghampiri Ryuga menyela pembicaraan Ryuga dengan bi Siti.
"Udah pah, Ryuga udah telpon Andry tadi. Maafin Ryuga pah, Ryuga nyesel udah bentak Alexa semalam! Kerjaan benar-benar numpuk kemarin, sampe Ryuga nggak sempet pegang ponsel, "ujar menatap Bimo penuh sesal.
"Papah ngerti Ga, papah juga pernah ngalamin hal seperti itu dulu, kamu juga jaga kondisi kamu jangan terlalu lelah! "ujar Bimo tersenyum.
"Permisi, "ujar seseorang yang baru saja masuk ke dalam kediaman Ryuga.
"Eh loe Ndry, masuk sini!, "ujar Ryuga.
"Pagi Om, "sapa Andry menjabat tangan Bimo.
Andry kembali menatap ke arah Ryuga, "Pa kabar loe? Gila, makin sukses aja sekarang loe! " ujar Andry menatap Ryuga bangga.
"Ck, biasa aja, "saut Ryuga.
"Oh iya siapa yang sakit, Ga? "tanya Andry.
"Alexa, yuk ikut gue ke atas! "ajak Ryuga.
"Permisi Om saya ke atas dulu, "ujar Andry menatap Bimo. Bimo pun tersenyum dan mengangguk menatap Dr. Andry.
Ryuga menatap Andri yang terlihat begitu teliti memeriksa kondisi Alexa.
"Pak dokter, mommy Sheena sakit apa? "tanya Sheena menatap Dr. Andry.
"Sebentar ya cantik, om dokter periksa dulu, "ujar Andry tersenyum menatap anak sahabatnya tersebut sambil mengusap rambut Sheena
"Sini sayang jangan di gangguin om dokternya, "ujar Ryuga membawa kedua anaknya keluar dari kamarnya.
Cukup lama Dr. Andry memeriksakan kondisi Alexa dan menanyakan beberapa keluhan yang Alexa alami, Andry pun mengalungkan stetoskopnya di lehernya dan berjalan keluar kamar menghampiri Ryuga. Andry menatap Ryuga dengan senyum simpul penuh arti.
"Gimana kondisinya Alexa, apa ada masalah yang serius? "tanya Ryuga penasaran.
Andry meraih tangan Ryuga, "Selamat ya bro atas kehamilan Alexa_"
"Apa hamil? "tanya Ryuga terkejut tidak percaya, pasalnya Alexa bilang bahwa ia sedang berhalangan beberapa hari yang lalu. Bimo yang mendengarnya pun ikut merasa senang dan menyimpulkan senyum sumringah menatap dokter Andry.
"Loe serius Ndry? "tanya Ryuga masih tidak percaya.
Andri pun menganggukkan kepalanya menatap Ryuga dengan penuh keyakinan, "Lebih baik loe periksakan langsung ke dokter kandungan Ga, untuk lebih jelasnya, tapi gua diperkirakan sih usia kandungannya sekarang menginjak usia kira-kira 3 mingguan, "ujar Andry memberikan saran.
"Alexa hamil, guman Ryuga tersenyum simpul bahagia."
"Sekali lagi selamat ya bro, ya udah kalo gitu gue cabut dulu. Permisi Om, "ujar Andry yang langsung melangkahkan kakinya keluar dari kediaman Ryuga di antar oleh Bimo.
Suara teriakan Shaka dan Sheena pun terdengar menggema di ruang tengah mereka terus bersorak ria, karena mereka akan mendapatkan adik baru yang memang mereka ingin kan.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...