
Alexa dan Ryuga sampai di kamarnya, tanpa aba-aba Ryuga langsung menggendong Alexa seperti bayi koala, dan melum** bibir Alexa.
"Ehmmm hmpptt...ihhhh entar dulu," rengek Alexa melepaskan tautan mereka.
"Kenapa?" tanya Ryuga menatap Alexa."
"Yank...tadi mamah kenapa ya kak? Kok nggak kaya biasanya mamah kaya gitu," tanya Alexa menatap Ryuga yang masih setia menggendongnya.
"Mamah,... ah biasa-biasa aja aku liat," ujar Ryuga.
Tok..tok..tok...
Mas Ryuga...non Alexa, ini minumannya," ujar bi Siti di balik pintu.
"Eh turunin yank, ada bi Siti, " ujar Alexa gelagapan menepuk bahu Ryuga.
Ryuga pun menurunkan Alexa dan membuka pintu kamarnya, membiarkan bi Siti sedikit mengganggu aktivitasnya.
"Makasih bi Siti, oh iya ini oleh-oleh buat bi Siti," ujar Alexa memberikan paperbag kepada bi Siti.
Wah bi Siti juga dapet oleh-oleh nih non, makasih ya non Alexa, kalo gitu permisi bibi ya non..mas," ujar bi Siti tersenyum gembira.
"Iya bi sama-sama, jawab Alex tersenyum simpul."
Ryuga langsung buru-buru mengunci kamarnya, dan tanpa aba-aba ia kembali menyerang Alexa yang saat itu duduk di sisi ranjang.
Ryuga kembali menautkan bibirnya dengan lembut. Sedangkan Alexa hanya bisa pasrah dengan perlakuan Ryuga saat ini. Mereka pun kembali melakukan aktivas bercocok tanam dengan penuh gairah.
"Masih perih nggak?" tanya Ryuga menyeka keringat di wajah Alexa.
"Enggak yank, ayo lagi,..Eh maksud aku cepetan" ujar Alexa tidak sadar dengan ucapannya sendiri dan langsung menutup mulut laknatnya malu dengan ucapannya barusan.
Alexa mulai ketagihan melakukan ritual suami istri apalagi ia sudah tidak merasakan nyeri pada area intinya, membuat Alexa ketagihan tanpa sadar.
"Ckckckc...tuh kan kamu udah mulai ketagihan..Hayo nggak usah malu-malu gitu, aku seneng malah liat kamu agresif kayak gini," goda Ryuga.
"Ihhh...udah jangan ngeledikin aku terus," rengek Alexa menutup wajahnya.
"Kamu cobain di atas deh, aku juga mau kamu manjain," ujar Ryuga memainkan rambut Alexa.
"Tapi janji jangan ketawain aku, kalo aneh," ujar Alexa dengan nada manja.
Alexa memposisikan dirinya di atas, ia memulai pergerakannya dengan perlahan, hampir setengah jam Alexa mengungguli permainannya di atas. Alexa sudah berkali-kali melakukan pelepasan, namun justru ia malah ketagihan melakukan lagi dan lagi. Alexa masih setia dengan permainannya yang semakin apik menunggangi Ryuga. Alexa pun mulai tumbang di pelukan Ryuga setelah melakukan pelepasan lagi, nafasnya tersengal-sengal. Ryuga langsung membalikkan tubuh Alexa dan menuntaskan kegiatan mereka.
"Makasih ya sayang, kamu hot banget sekarang." ujar Ryuga menghujami wajah Alexa dengan kecupan.
"Aku pengen pipis tapi nggak kuat jalannya," rengek Alexa manja. Mendengar ucapannya Alexa, Ryuga langsung tertawa, dan mengangkat Alexa ke dalam kamar mandi.
"Sekali kita mandi bareng yuk," ujar Ryuga mengangkat tubuh polos Alexa.
.
.
Pagi hari Alexa merasakan sedikit pegal pada tubuhnya, karena Ryuga kembali menyerangnya saat di kamar mandi semalam. Jam menunjukkan pukul enam kurang, Alexa sudah rapi dengan seragamnya. Ia menatap Ryuga yang masih menempel di tempat tidur.
"Yank...bangun nanti kesiangan," ujar Alexa menggoyangkan tubuh Ryuga. Ryuga hanya melenguh sambil menggeliatkan badannya.
"Yank bangun dong," ujar Alexa mulai habis kesabaran, ia pun menggelitiki Ryuga karena sulit sekali membangunkannya.
Tanpa aba-aba Ryuga menarik tubuh Alexa dan memposisikannya di bawah kungkungan mencengkram kedua tangan Alexa.
"Pagi sayang kamu kok udah cantik gini bikin aku khilaf lagi yank," ujar Ryuga menindih tubuh Alexa.
__ADS_1
"Eh enggak ya," ujar Alexa memberontak, namun Ryuga tidak melepaskannya hingga Alexa langsung saja menggigit lengan Ryuga sedikit kencang.
"Arrrggghhh..Sssshhhh..sakit yank..,"ringis Ryuga mengusap lengannya.
" Rasain siapa suruh pagi-pagi udah rese, cepetan mandi nanti kesiangan," ujar Alexa dengan nada sedikit ketus.
"Tapi jangan gigit-gigit napa, kan bisa kamu usap usap kepala aku pelan-pelan banguninnya, " ujar Ryuga menatap Alexa mirip seperti kucing minta dimanja.
"Iya nanti aku usap pake setrikaan... mau," ketus Alexa.
"Sadis banget sih kamu," ujar Ryuga bergidik dan masuk kedalam kamar mandi.
.
.
Alexa turun menapaki anak tangga berjalan menuju dapur setelah mempersiapkan semua kebutuhan Ryuga. Pagi-pagi biasanya ia sangat seneng menggerecoki mamah Retno dan bi Siti di dapur sebelum berangkat ke sekolah.
"Pagi mah... pagi bi Siti," sapa Alexa dengan senyum ceria. Mamah Retno pun hanya menjawab sapaan Alexa dengan mengulas senyum menatap Alexa sekilas lalu kembali melanjutkan aktivitasnya.
Pagi non, wah seger banget non Alexa kayanya mukanya," sapa bi Siti menggoda Alexa. Alexa hanya tersenyum malu menatap bi Siti.
"Mah sini biar Alexa bantu," ujar Alexa.
"Nggak usah biar mamah aja, kamu mending duduk tunggu di sana, nanti baju kamu bau dapur," ujar mamah Retno dengan nada datar, ia sama sekali tidak menatap Alexa.
Alexa duduk di meja makan sambil menatap ke arah dapur menyaksikan kegiatan mamah Retno dan bi Siti dengan wajah sedikit murung.
Mamah kenapa ya, apa aku buat salah sama mama. Kok sikap mamah lain banget nggak kaya biasanya," batin Alexa lirih menatap ke arah dapur.
"Hayo pagi-pagi udah bengong," ujar Ryuga mengagetkan Alexa dari arah belakang.
Ihh kakak, ngangetin aku aja, kalo aku jantungan gimana" ujar Alexa mencebikkan bibirnya.
Ryuga mengecup bibi Alexa sekilas, "Hayo lupa," ujar Ryuga tersenyum simpul.
"Ihhh malu nanti di liatin mamah sama bi Siti tuh," ujar Alexa merengut.
Bu... Non Alexa sama mas Ryuga romantis banget ya bu? Saya seneng liatnya," ujar bi Siti yang melihat interaksi Ryuga dan Alexa di depan matanya. Mamah Retno hanya tersenyum getir menimpali ucapan bi Siti.
.
.
Nanti siang kamu ke kantor ya Ga, papah mau kalo ambil alih proyek kerjasama kita dengan Mr. Jhon. Nanti kamu bikin proposalnya ya, biar Reyhan sama pak Daniel bantu kamu," ujar Bimo.
"Baik pah, Ryuga akan mencoba bikin proposalnya menggabungkan ide-ide kreatif di dalamnya supaya kolega kita puas, pah" ujar Ryuga.
"Baik papah senang dengernya dan papah kasih kamu waktu 3 hari, nanti papah mau liat hasilnya. Jika memuaskan papah sekalian mau tunjukin kepada dewan dereksi bahwa kamu pantes menggantikan posisi papah, kamu harus tetap optimis Ga," ujar Bimo merasa bangga terhadap putranya.
"Iya pah Ryuga akan berusaha semaximal mungkin." ujar Ryuga percaya diri.
"Oh iya gimana rencana repsesi kalian kamu yakin mau mmempublikasikan pernikahan kamu secara resmi. Kalo papah sama mamah sih ikutin kalian aja?" tanya Bimo menatap Ryuga dan Alexa secara bergantian.
Iya pah Alexa juga udah setuju, ya kan yank?" tanya Ryuga sambil menengok ke arah Alexa.
Iya pah Alexa ikutin apa kata kak Ryuga aja," saut Alexa menimpali.
Oh iya sekalian pah mah, Ryuga mau minta izin. Ryuga sama Alexa tinggal di apartemen Ryuga. "Gimana mamah sama papah setuju kan?" tanya Ryuga penuh harapan semoga permintaannya di setujui oleh kedua orang tuanya.
"Mah kok mamah dari tadi diem aja sih," ujar Bimo menatap istrinya.
Ga, maaf ya Ga,.. untuk acara repsesi kalian sebaiknya kamu pikirkan lagi ya. Lebih baik kita tunggu Alexa dulu, biar dia fokus karena sebentar lagi Alexa kan mau ujian. "Mamah yakin Alexa pasti masih belum siap, iya kan sayang," ujar Alexa menatap Alexa dengan tersenyum penuh arti lain, tatapnya mamah Retno terlihat sangat mengintimidasi.
__ADS_1
"Eh... iiya mah, saut Alexa gugup."
Terus mengenai kamu tinggal di apartemen, lebih baik kamu tinggal di sini dulu Ga sementara, sampai papah kamu selesai melakukan operasi ya," ujar mamah Retno tersenyum menatap Ryuga. Ryuga menatap mamahnya terkejut ia sedikit kecewa karena rencananya dengan Alexa kembali harus ia tunda.
Mendengar ucapan istrinya Bimo langsung menatap istri sedikit tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh istrinya barusan.
"Hmmm, sepertinya terjadi sesuatu sama mamah," batin Bimo menatap istrinya.
"Yank... pasti kamu udah kerjasama kan yank sama mamah, di belakang aku? Ck," tanya Ryuga sedikit kesal menatap Alexa penuh tanda tanya."
"Hah... aku," ujar Alexa sesekali melirik ke arah mamah Retno gugup." Alexa hanya diam tidak berani menjawab.
"Ya udah ayo kita berangkat, pah mah Ryuga berangkat dulu," ujar Ryuga kesal dan langsung meninggalkan ruang makan begitu saja.
"Ya udah pah mah, Alexa berangkat dulu ya," ujar Alexa sambil menyalimin kedua mertuanya tersebut.
"Iya hati-hati, papah juga mau ke kantor," ujar Bimo ikut beranjak dari kursinya.
Kini di ruang makan hanya ada mamah Retno seorang, ia melamun menatap sarapan yang ada dihadapannya, ia sama sekali tidak berselera. Makanan yang ada di hadapannya pun tidak ia tersentuh sedikit pun.
"Bi tolong di rapihin ya," ujar.Retno meninggalkan ruang makan.
.
.
Mamah kenapa bisa berubah gitu pikirannya. Kemaren-kemaren mamah semangat banget ngomongin rencana repsesi kita, tapi sekarang kenapa beda lagi omongannya. Cewek itu emangnya labil ya,? Pasti kamu kan yank, yang ngehasut mamah. "Jujur yank kamu sebenarnya belum siap kan?" tanya Ryuga sedikit kesal sambil mengemudikan mobilnya.
Yank..!
Yank..!
Alexa Zheandra Hasan," ujar Ryuga dengan sedikit kencang.
"Eh iya yank kamu ngomong apa tadi?" tanya Alexa terkejut."
"Tau ah!, kamu sama kaya mamah.. nyebelin," ketus Ryuga
"Maaf yank bukan gitu," saut Alexa memasang wajah melas.
"Abis kenapa kamu bengong terus aku ajak ngobrol, kamu mikirin apa sih?" tanya Ryuga menatap Alexa penasaran.
Aku lagi mikirin..mikirin PR, kayaknya aku belom ngerjain PR dari kamu deh, yang lima soalnya itu," jawab Alexa berbohong.
"Ya udah, nanti kamu aku hukum, karena hari ini kamu udah bikin aku bete," celetuk Ryuga acuh.
Alexa hanya membuang nafas kasarnya, pasrah dengan hukuman yang akan di berikan Ryuga padanya nanti di kelas. Sebenarnya Alexa sejak tadi memikirkan sikap aneh mamah Retno terhadapnya.
Karena setelah pulang dari Bandung mamah Retno sikapnya berubah dingin terhadap Alexa, tidak seperti biasanya. Alexa bingung memikirkan apa kesalahan apa yang sudah ia perbuat, hingga membuat mamah Retno bersikap seperti itu.
"Udah sampe ayo turun, ujar Ryuga."
"Loh kok kenapa kakak turunin aku di sini sih ? Mana rame banget lagi parkiran, gimana kalo ada yang liat?" ujar Alexa sedikit panik sambil melihat keadaan sekitar.
"Siapa suruh bengong terus," ketus Ryuga keluar dari mobilmya.
Alexa turun sambil menundukkan kepalanya, beruntung di sisi sebelahnya ada mobil lain yang bisa menghalangi keberadaan Alexa.
Tanpa aba-aba Alexa langsung pergi begitu saja meninggalkan Ryuga tanpa pamit, saking paniknya takut ada orang lain yang melihat keluar dari mobil Ryuga.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1