
"Aunty...Uncle.."teriak Shaka dan Sheena saat memasuki kediaman Nicco.
Alexa dan Ryuga saling melemparkan senyum mereka menatap kedua buah hati yang terlihat begitu bersemangat memasuki kediamaan Nicco.
Melihat dua keponakannya datang Nicco langsung meraih tubuh Sheena menggendongnya sambil mengusap kepala Shaka.
"Uncle mana dede bayinya? "tanya Sheena antusias.
"Ada di atas, "saut Nicco.
"Ya udah Sheena mau liat dede bayinya dulu, yuk Kak Shaka, "ajak Sheena sambil menarik tangan kembarannya.
Nicco cukup terkejut melihat kedatangan teman sekaligus mantan rivalnya yang saat ini berkunjung di kediamannya, datang bersama dengan Alexa.
Tanpa ragu Alexa langsung saja memeluk kakak sepupunya tersebut, ''Apa kabar kak ? Cie yang udah jadi daddy sekarang, "ujar Alexa menggoda kakak sepupunya.
"Cie yang udah rujuk sekarang, "bisik Nicco menggoda balik Alexa.
"Ih apaan sih kak, "ujar Alexa mengulum senyumnya merasa malu.
Nicco menahan tawanya menatap Alexa yang terlihat malu-malu, "Cie nggak usah malu gitu kali, dulu bukannya kamu yang paling semangat minta pisah sama si mahluk kurang peka ini, "ujar Nicco semakin gencar menggoda sepupuhnya tersebut.
Alexa menatap sinis Nicco mencebikkan bibirnya, karena kehabisan kata-kata membalas ucapan Nicco, "Mana baby Kenken? "tanya Alexa mengalihkan pembicaan.
"Ada tuh di atas, ada mamah sama papah juga baru datang, "ujar Nicco menunjuk dengan dagunya.
"Oh ada tante Sisil sama om Ardy? Ya udah aku ke atas dulu ya mau liat dede gemesnya, "ujar Alexa sekilas menatap Ryuga tersenyum. Alexa pun langsung saja berjalan menyusul Shaka dan Sheena yang sudah terlebih dahulu ke atas.
.
.
Setelah kepergian Alexa, Nicco pun menatap ke arah teman dan sekaligus mantan rivalnya semasa kuliahnya dulu. Nicco menyunggingkan senyum tipis menatap Ryuga dengan sedikit sinis, begitu pun juga dengan Ryuga.
"Welcome to my home, "ujar Nicco mengepalkan tangannya meninju dada Ryuga sedikit kencang hingga membuat Ryuga sedikit oleng.
Ryuga hanya tersenyum dengan perlakuan Nicco barusan, Ryuga membuang nafasnya sambil berdecih lalu menatap Nicco kembali, "Cih, apa sambutan loe barusan, bisa gue sebut itu sebagai tanda perdamaian? "tanya Ryuga berdecih.
"Cih, loe anggep aja itu sebagai tanda rasa bangga gua, setidaknya otak loe udah mulai berfungsi dengan baik sekarang, beda kaya dulu, "saut Nicco.
__ADS_1
Ryuga membuang wajahnya sekilas merasa lucu dengan ucapan Nicco, "Cih, sialan loe, ujar Ryuga berdecih."
"Gue udah liat presscon loe yang kemaren, responnya lumayan bagus gue liat, "ujar Nicco menjatuhkan bokongnya di sofa.
"Itu semua gue lakuin demi Alexa, Shaka dan Sheena, "ujar Ryuga yang ikut menjatuhkan bokongnya di sofa.
"Gua denger dari bokap, loe udah ngelolosin Subrata Grup sebagai pemenang tender atas proyek pembangunan apartement di Jakarta! Thanks Ga, ternyata loe tau terima kasih juga, "ujar Nicco menatap Ryuga.
"Cih, gua ngelakuin itu bukan karna rasa terima kasih gua, tapi itu murni karna gua mengakui kalo Subrata Grup cukup kompeten dan memenuhi kriteria untuk menggarap proyek tersebut, "ujar Ryuga dengan senyum sinis.
"Cih, loe semakin arogan dan pera sekarang Ga, tapi gua bisa terima sih, mungkin itu semua karna loe masih dendam sama kelakuan gua yang dulu udah ngerebut Sita dari loe, "ujar Nicco berdecih.
Ucapan Nicco barusan membuat Ryuga lucu sekaligus jengah, "Ckckck, seandainya sekarang ini, itu hari pernikahan loe sama Sita gue yang bakalan bayarin semua biaya pernikahan loe, sebagai rasa terimakasih gua, karna udah loe nyelametin gue dari cewek munafik kaya dia, "ujar Ryuga.
"Sialan, nggak sudi gue biar gratis juga, "celetuk Nicco.
"Bukannya loe bangga karena loe udah berhasil ngerebut dia dari gua, ''ujar Ryuga menyadarkan punggungnya sofa.
"Cih, gua nggak anggep itu sebuah kebanggaan, tapi justru gua menganggap itu adalah salah satu kesalahan fatal gua yang penah gue lakuin. Tapi untungnya gua dulu keburu tau sama kelakuan busuknya dia bekalang gua yang diem-diem selingkuh sama Om Ferdy_"
"Apa jadi udah selama itu Sita menjalin hubungan sama papahnya Alexa? Gila..! "tanya Ryuga memotong ucapan Nicco tidak percaya.
"Jadi semua hasil korupsinya hanya terbuang sia-sia, Ck... Niatnya simbiolisismutualisme tapi malah simbiosisparasitisme, "ujar Ryuga. Nicco hanya menyimpulkan senyum mendengar ucapan Ryuga baru saja.
"Itu semua karena om Ferdy terlalu nafsu pengen ambil alih perusahaan, sampai ngelakuin berbagai cara, "saut Nicco menggelengkan kepalanya.
"Tapi gue salut sama loe, karena loe bisa ngandangin Sita ke penjara, loe bener-bener the real bajingan sejati, Ckckc..! "ujar Nicco terkekeh
"Itu bukan gua yang laporin mereka, tapi salah satu guru yang haknya udah di rampas sama papahnya Alexa, dan dari situ gua cuman meneruskan apa yang seharusnya gue lakuin, "saut Ryuga.
Ryuga menatap ke sekeling area kediamaan Nicco sambil mengangguk-ngangguk, "Jadi selama lima tahun Alexa tinggal di sini, loe bener-bener pinter mengelabuhin gue, "ujar Ryuga.
"Alasan gue waktu itu misahin kalian berdua ya itu, karena adanya Sita, gue tau segimana besarnya cinta loe sama Sita dulu, "ujar Nicco tersenyum sinis.
Ryuga menyunggingkan senyumnya, "Perasaan gue ke Sita bener-bener udah ilang, semenjak Alexa hadir dalam hidup gua, "ujar Ryuga menatap Nicco tegas penuh keyakinan.
"Ga, loe jaga Alexa baik-baik karena dia udah nggak punya siapa-siapa lagi, selain Shaka dan Sheena. Loe tau Ga, yang bikin Alexa kuat ngejalanin 5 tahun ini, itu semuanya karena Shaka dan Sheena_"
"Nggak usah loe suruh juga gua akan lakuin itu, "saut Ryuga menimpali ucapan Nicco.
__ADS_1
Nicco menyunggingkan senyum tipis, "Loe tau apa Ga, alasan gua mengizinkan Alexa balik lagi ke Jakarta, padahal jelas-jelas dulu gue udah susah payah sembunyiin dia dari loe, "ujar Nicco menatap serius Ryuga. Namun Ryuga tidak merespon ucapan Nicco barusan, ia hanya menatap Nicco dengan wajah penasarannya.
Nicco membuang nafasnya perlahan, "Itu semua karna Shaka_"
"Apa Shaka! "ujar Ryuga sedikit terkejut menatap Nicco dengan wajah penasaran, karena kemarin malam dirinya dan Alexa juga membahas tentang Shaka.
Nicco mengganggukkan kepalanya menatap Ryuga, "Shaka nggak sengaja menemukan foto pernikahan loe dan Alexa di ruangan kerja gua. Dari situ Shaka tau kalo selama ini gua udah bohongin mereka tentang daddynya, karena selama ini gua selalu bilang kalo daddy mereka itu udah meninggal_"
"Di situlah gue ngerasa kalo ucapan loe itu keterlaluan Nic, "ujar Ryuga sinis memotong ucapan Nicco.
"Sorry Ga, gue terpaksa ngelakuin itu demi kesehatan Alexa saat itu. Sejak Shaka tau kalo Daddynya masih hidup Shaka berubah jadi lebih sensitif, dan murung. Shaka marah sama gua, bahkan pas di rumah sakit dia mengusir gua dan ngejudge gua pembohong, padahal selama ini yang gua tau, Shaka itu anaknya tenang dan nggak penah menunjukkan emosinya. Dan saat itu pikiran gue mulai terbuka gue bener-bener ngerasa bersalah banget sama mereka karena udah misah mereka sama loe. Dan akhirnya gue mengizinkan mereka kembali ke Jakarta, "ujar Nicco tersenyum lirih.
Ryuga tersenyum getir mengingat kemarin moment pertemuan pertamanya, "Alexa kemarin menemukan kotak hadiah punya Shaka, dan di situ ada foto pernikahan gua sama Alexa, mungkin karena foto itu akhirnya gue bisa berkumpul lagi sama mereka, "ujar Ryuga tersenyum lirih.
"Gue sengaja sembunyiin foto itu demi kebaikan Alexa saat itu. Pas Alexa sadar dia nggak inget siapa pun termasuk gua. Dia terus aja nanya siapa keluarganya, apalagi saat itu kondisinya dia lagi mengandung, Alexa terus aja nanya siapa suaminya_"
"Kenapa loe nggak bilang kalo gue masih hidup, bukankah sikap loe itu terlalu egois! apa loe nggak mikir dengan anak yang dikandung Alexa saat ngomong itu, "ujar Ryuga sedikit terbawa emosi.
Nicco hanya menyunggingkan senyum lirih menatap Ryuga, "Saat itu gue belom yakin sama perasaan loe ke Alexa Ga, apalagi gue ngeliat Sita ada di samping loe. Belum juga karena perlakuan nyokap loe sama Alexa, gua kira saat itu hubungan loe berdua udah nggak bisa lagi di selametin. Gua juga punya beban moral Ga, apalagi setelah opah gua nyerahin perusahaan itu ke gua, gua ngerasa bersalah sama Alexa, karena semua itu dia mendapatkan perlakuan nggak adil dari Papahnya dan untuk menebus rasa bersalah gua, akhirnya gua memutuskan untuk merawat dia sampai dia benar-benar pulih. Ga, gue juga tau tentang kondisi depresi yang Alexa alami, dan loe pikir Alexa bakalan sanggup menanggung beban kalo ternyata dia tau papahnya sendiri yang saat itu berusaha ngebunuh dia, "ujar Nicco menjelaskan sedetail mungkin.
"Daddy, Sheena mau dede bayi, "teriak Sheena yang tiba-tiba saja menyela saat Nicco dan Ryuga sedang berbicara serius.
Nicco menatap Ryuga tertawa renyah, "Kode keras tuh Ga, "ujar Nicco menggoda Ryuga.
"Sheen kalo kamu mau dede bayi biarin daddy sama mommy jalan-jalan berdua kalian nggak usah ikut, pasti nanti Daddy sama mommy pulang bawa dede bawa bayi, "ujar Nicco tertawa.
"Emang beneran gitu daddy? "tanya Sheena membeo menatap Daddynya.
"Kak Nicco kompor, " saut Alexa saat menuruni anak tangga sambil menggendong dede Kenzo.
"Tuh lihat, loe kan belom pernah ngelewatin masa-masa di mana saat Alexa hamil dan melahirkan. Lagian Sheena juga mau kan dede bayi? "tanya Nicco menatap Sheena.
"Shaka juga mau punya ade bayi, "ujar Shaka menimpali menatap mommy dan daddynya secara bergantian.
Ryuga dibuat tidak berkutik mendengarkan keinginan putra dan juga putrinya yang menginginkan adik bayi sedangkan Alexa sendiri di buat frustasi mendengar ucapan Shaka dan Sheena barusan. Seluruh keluarga saat itu hanya tertawa mendengarkan keinginan Shaka dan Sheena yang meminta adik bayi dari kedua orang tuanya.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1