
Arsita Elfiona apa kabar sayang ? Om kesini kangen sama kamu Fiona. Kenapa kamu menghindari om terus ? "tanya Ferdy dengan menyeringai menatap Fiona, seketika Ferdy langsung mencengkeram tangan Fiona.
Lepas "Ck, om pikir saya takut, "Hadeuhh om om liat sekarang om itu udah miskin. Apa yang bisa om lakuin, di suruh transfer segitu aja om nggak mampu. Om nggak usah macem-macem deh, kalo saya teriak di sini om bakalan habis sama penghuni kos-kosan sini loh om, " ujar Sita tersenyum licik sambil menggelengkan kepalanya.
Kurang ajar ! Dasar wanita licik, saya sudah menghabiskan banyak uang untuk wanita jala** sepertimu, tapi kau malah menipuku, dasar wanita murah**, " ujar Ferdy sambil melayangkan tangannya ke wajah Sita.
Coba tampar kalo berani, saya akan teriak, "ujar Sita mengancam. Ferdy kemudian hanya mampu mengepalkan tangannya dan membuang nafasnya frustasi.
Dimana kau menyembunyikan uang-uangku ? " tanya Ferdy sambil menggeledah tas milik Sita.
Tolonggg..! Jambret..! " teriak Sita, hingga sebagian penghuni kos keluar Ferdy pun seketika langsung melarikan diri, melihat orang-orang berhamburan keluar akibat teriakan Sita.
Mbak gpp mbak, " tanya pria salah satu penghuni kos kepada Sita.
Iya mas gpp, "ujar Sita pura-pura ketakutan.
Tadi itu siapa emang mbak ?, " tanya seorang wanita yang juga penghuni kos tersebut kepada Sita.
Nggak tahu tadi pria itu ngikutin saya, terus mau jambret tas saya, "ujar Sita berbohong.
Oh, lain kali hati-hati mbak ya, " ujar wanita tersebut. Seluruh penghuni kos kembali masuk satu per satu, Sita pun hanya tersenyum penuh kemenangan menatap arah dimana Ferdy pergi.
Dasar tua bangka miskin, "batin Sita menyeringai ia lalu masuk ke dalam kosannya dengan senyum menyeringai.
.
POV
.
Arsita Elfiona alisa Sita.
__ADS_1
Sita bekerja di perusahaan Nicco, namun kurang dari tiga bulan Nicco memutuskan hubungannya dengan Sita. Sejak saat itu kehidupan Sita mulai mengalami banyak kesulitan. Di saat yang sama Sita harus di menerima kenyataan bahwa, penyakit ibunya semakin parah.
Sita harus menutar otak untuk menanggung biaya pengobatan ibunya yang saat itu penyakitnya sudah terserang komplikasi, seminggu sekali beliau harus menjalani cuci darah. Sehingga Sita mulai memanfaatkan Ferdy, bahkan bukan hanya dengan Ferdy saja, Sita mulai menjajakan diri demi menanggung biaya pengobatan ibunya yang cukup menelan biaya yang cukup besar.
Hampir satu tahun Sita mengurus ibunya yang sakit, namun takdir berkata lain Sita harus merelakan kepergian ibunya yang meninggalkannya untuk selamanya. Sita mulai menata diri, dan bangkit, ia selalu berandai-andai seandainya waktu bisa ia putar kembali. Namun tetap saja saat kehidupannya serba kecukupan saat bersama Nicco tidak bisa kembali lagi.
Sita kembali mengejar gelar magisternya dengan terus memperdaya Ferdy. Ferdy memang sangat bodoh karena dia sangat percaya kepada Sita yang jelas-jelas sudah menipunya selama bertahun-tahun.
Saat dimana kabar mengenai kepulangan Ryuga, terdengar di telinganya. Sita terus berusaha mencari tahu, ia tidak peduli dengan kehidupan masalalunya yang suram, yang hanya ia pikiran hanyalah bagaimana bisa kembali bersama Ryuga. Sita menyuruh seseorang untuk mengintai apartemen milik Ryuga saat ia sedang pergi berlibur.
Setelah pulang dari liburan Sita menemui Ferdy untuk terakhir kalinya, karena ia sudah bertekad untuk kembali mengejar Ryuga yaitu mantan kekasihnya yang pernah ia tinggalkan. Nicco kini sudah menetap di Aussie untuk mengurus cabang perusahaannya di sana. Sita merasa cukup tenang setidaknya Nicco, tidak jadi penghalang baginya jika ia kembali bersama Ryuga.
Sita meminta Ferdy untuk mengantarnya ke kampung halamannya dengan alasan ingin mengunjungi makam mamahnya. Setelah mendapatkan keberadaan Ryuga dari seseorang informan yang ia sewa untuk ngawasi Ryuga. Kini Sita sudah terlihat duduk di sebuah barisan untuk mengikuti seminar dari Profesor Abimanyu, dia sengaja duduk tidak jauh dari jangkauan Ryuga agar memberi kesan bahwa mereka bertemu secara kebetulan.
Sita terpaksa memilih jalan yang rumit untuk hanya sekedar bisa menemui Ryuga karena pertemuannya terakhirnya 4 tahun yang lalu Sita sudah memberikan luka yang mendalam di hati Ryuga. Sita takut mendapat penolakan jika menemuinya langsung karena ia sangat tahu bagaimana sifat Ryuga.
Pertemuan tidak terduga Sita berpura-pura berusaha menghindari Ryuga, ia sengaja ingin mengetahui bagaimana reaksi Ryuga setelah melihatnya. Dan ternyata kekhawatirannya tidak beralasan Ryuga terlihat masih sangat peduli padanya. Sita nekat mencelakakan dirinya berharap dengan cara tersebut ia bisa lebih dekat lagi dengan Ryuga. Luka yang Sita alami tidak begitu parah dan benar saja sejak saat itu Sita tidak membuang kesempatan berharganya untuk lebih mendekatkan dirinya dengan Ryuga.
Hatinya masih bergetar hebat saat bersama Ryuga, ia kembali ke Jakarta bersama dengan Ryuga. Dalam perjalanannya Sita sedikit menceritakan tentang kepergian mamahnya dan kesulitan hidupnya berharap Ryuga sedikit iba kepadanya. Setelah sampai di Jakarta Sita sedikit terkejut karena melihat perubahan pada raut wajah Ryuga yang terlihat cemas setelah mendapat telepon dari mamahnya. Ryuga menurunkannya di simpang jalan, karena saat itu Ryuga ada urusan mendesak, Ryuga memberikan kartu namanya kepada Sita. Padahal Sita sudah sengaja menjatuhkan flashdisknya di dalam mobil Ryuga, agar ia bisa mencari alasan untuk bertemu lagi dengan Ryuga lagi.
.
Apa istri, Ryuga udah punya istri, "batin Sita tidak terima
.
Mendengar Ryuga sudah memiliki istri, Sita seperti orang yang kalap langkahnya benar-benar sangat terlambat. Bagaimana mungkin Ryuga menikah padahal ia saja baru pulang dari studinya di England. Bagaimana mungkin Ryuga menikah secepat itu, siapa wanita yang sudah berhasil merebut Ryuga darinya. Karena ia sangat tahu Ryuga yang sangat selektif dan juga dingin terhadap wanita Sita sangat mengetahui Ryuga termasuk tipe laki-laki yang sulit jatuh cinta jika belum mengenal wanita tersebut dengan waktu yang lama.
Sita mulai mencari kontak teman-teman bahkan menemui teman-teman Ryuga hanya untuk mencari tau informasi tentang Ryuga. Mulai dari teman semasa sekolah dasarnya yaitu Bima. Sita memang mengetahui jika Bima pernah memiliki perasaan terhadap dirinya, karena Ryuga sering memperkenalkan Sita kepada teman-temannya bahkan sering mengajak Sita berkumpul dengan teman-temannya saat dulu mereka masih bersama. Sita lebih senang memperkenalkan dirinya dengan nama Fiona kepada teman-teman Ryuga bahkan orang-orang yang baru ia kenal.
Sita mulai berpikir bagaimana cara menemui Bima dengan secara tidak sengaja. Iya cukup tau tentang Bima yang bekerja di sebuah klub malam. Sita menemui Bima terus memberikan Bima minuman sampai Bima setengah sadar dan saat itu ia mulai menanyai tentang Ryuga. Setelah mendapatkan informasi Sita mengajaknya ke sebuah hotel dan meninggalkan Bima begitu saja. Informasi yang ia dapat dari Bima tidak begitu membuatnya merasa puas.
__ADS_1
Di kamar kosannya Sita terus membolak-balikkan kartu nama Ryuga yang ia pegang, memikirkan bagaimana cara mendekati Ryuga, setelah ia mengetahui bahwa Ryuga sudah memiliki istri. Sita akhirnya memutuskan mengirimkan chat kepada Ryuga menanyai perihal flashdisk-nya yang sengaja ia jatuhkan di mobil Ryuga. Namun ia merasakan sepertinya Ryuga sangat berhati-hati sekali dalam bersikap sehingga Sita mulai nekat datang ke rumah sakit beralasan ingin melakukan medikal chek up. Sita sudah mengetahui bahwa kedua sahabatnya semasa kuliahnya kini bekerja di rumah sakit tersebut. Iya sengaja ingin mencari tahu informasi Ryuga dari kedua sahabatnya tersebut. Namun informasi yang kita dapat hanyalah hal yang sama seperti yang sudah ia ketahui.
Sita sangat senang saat mendapatkan telepon dari Ryuga membicarakan tentang flashdisk-nya akhirnya rencana Sita berhasil dan mereka pun akhirnya janjian bertemu di kampus lamanya.
Sita berhasil memanipulasi cerita 4 tahun yang lalu, sehingga kini Ryuga merasa bersalah terhadapnya. Namun untuk masalah mamahnya yang memberinya uang kepadanya, itu memang benar adanya. Karena saat itu Sita memang membutuhkan uang untuk pengobatan diabetes ibunya. Saat Ryuga mengantarnya pulang Sita sengaja menyelipkan sebuah lipstik di mobil Ryuga. Sita berharap Ryuga dan istrinya akan salah paham mengenai lipstik tersebut.
Sita sedikit merasa khawatir karena setelah ia menceritakan semuanya dan menjalankan rencananya, namun sampai saat ini reaksi Ryuga masih biasa saja.
Tiba-tiba terbesit ide dalam otak Sita, ia merencanakan ingin mengajak kumpul bareng mengajak Andry, Siska dan juga Ryuga. Akhirnya Sita mulai menghubungi Ryuga dan mengajaknya kumpul bareng Andry dan Siska di akhir pekan, dan Ryuga pun terlihat menyetujui ajakan Sita. Sehingga sedikit membuat Sita senang Sita, berharap secara perlahan-lahan bisa merebut hati Ryuga dengan cara yang elegan.
Tiba-tiba Andry menelponnya memberitahukan mengenai hasil medical check upnya. Saat bertemu Andry dan banyak mengobrol tentang masa-masa kuliahnya dulu. Saat hendak ingin pulang tanpa terduga kita bertemu dengan kedua orang tua Ryuga di rumah sakit Sita buru-buru menghindar.
Sita berhasil keluar, namun sesaat setelah sampai di halaman rumah sakit Sita melihat sebuah insiden tak jauh dari rumah sakit. Iya sangat mengenal laki-laki yang saat ini terlibat pertengkaran dengan tiga orang preman tersebut adalah Ryuga. Sita melihat dari kejauhan ia benar-benar terperangah tidak menyangka bahwa Ryuga memiliki istri seorang anak SMA.
.
Sial** apa istimewa gadis itu.
.
Sita terlihat mengepalkan tangannya ia terlihat sangat kesal sepertinya Ryuga memang menyukai gadis itu, Sita bisa merasakan dari tatapannya . Tidak sampai di situ, Sita mulai mengikuti gerak-gerik Ryuga dan juga istrinya. Kemudian terbesit ide di dalam otak liciknya, ia menelpon Ryuga saat melihat Ryuga keluar dari mobilnya, Sita ingin sedikit bermain-main dengan Alexa. Namun ia kesal karena rencana tidak berjalan lancar Alexa tidak mengangkat telepon milik Ryuga. Namun Sita tidak menyerah ia mengirimkan chat singkat berharap Alexa bisa membaca notifikasi chat yang ia kirim ke ponsel Ryuga. Sita terus mengikuti pergerakan Ryuga dan juga Alexa sampai di sebuah restoran pasta terkenal.
Ternyata rencananya cukup berjalan mulus Ryuga dan Alexa terlihat adu mulut hingga membuat Sita menyeringai menatap keduanya namun senyuman itu berubah dalam hitungan menit saat dia melihat Ryuga mencium Alexa hatinya terasa panas sepertinya Ryuga memang sudah jatuh hati terhadap istrinya dan sudah melupakan dirinya.
Akhir pekan sudah tinggal beberapa hari lagi namun terlihat Ryuga menghubunginya hingga saat ini. Sita terus menghubungi Ryuga berusaha mencari celah agar ia bisa masuk di tengah-tengah hubungannya dengan Alexa. Sita mulai kehabisan cara mengingat respon juga tidak seperti yang ia harapkan.
Saat di cafe Sita tidak menyangka ia bisa bertemu dengan Alexa secara tidak terduga di toilet. Sita berpura-pura bersikap biasa seolah-olah tidak mengenali Alexa, padahal Sita tau pasti Alexa sudah mengenalinya sampai-sampai ia nekat membuntuti suaminya sampai di cafe. Melihat kelakuan Alexa sungguh membuatnya terperangah, Sita melihat langsung tingkah laku Alexa di dalam toilet lalu dia menyimpulkan Alexa adalah seorang pecandu. Setelah insiden di dalam toilet, Sita seolah mendapatkan ide briliant untuk menghancurkan pernikahan Ryuga dan juga Alexa apalagi ia sempat mendengar pertengkaran Dimas dan Siska pada saat itu, sungguh sangat menarik baginya.
Saat kembali bergabung bersama temannya Sita terus mencari-cari keberadaan Alexa, namun sepertinya ia sudah memastikan Alexa sudah pergi dari cafe tersebut.
Saat diantar Ryuga pulang Sita nekat memeluk Ryuga, berharap perlakuannya bisa membuat Ryuga melemahkan hatinya. Sita sudah merancang ide kembali berharap agar ia lebih dekat lagi dengan Ryuga sehingga niatnya ingin merebut Ryuga bisa berjalan sempurna apalagi Sita seperti mendapatkan kartu as Alexa setelah bertemu dengan Alexa di toilet tadi.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...