
Di dalam perusahaan desas-desus mengenai istri Ceo terus saja menjadi topik hangat di setiap obrolan para karyawan Wijaya Grup. Sebagian dari mereka ada yang merasa senang dengan berita tersebut, namun ada juga yang memperingati hari ini sebagai hari patah hati berjamaah terutama bagi karyawan wanita.
Saat ini Alexa dan Ryuga berjalan menemani kedua anaknya berkeliling perusahaan, Alexa di buat risih saat para karyawan menyapa dan memberikan hormat kepadanya.Para karyawan pun menatap Shaka dan Sheena terus saja di buat gemas saat berinteraksi dengan Shaka dan Sheena.
Alexa menarik tangan Ryuga, "Mas aku tadi denger bisikan mereka. Mereka bilang kalo aku ini istri kamu, Mas apa maksudnya, Mas? "ujar Alexa menarik lengan Ryuga menatap tajam Ryuga.
Ryuga menatap Alexa tersenyum, "Kan tadi kamu bilang sendiri, kalo kamu takut para karyawan aku ngomongin kamu yang enggak-enggak, ya udah aku telpon aja sekertaris aku, suruh dia bilang sama karyawan yang nanya tentang kamu, kalo kamu itu istri aku, "ujar Ryuga.
Alexa terkejut dan langsung memukul lengan Ryuga, "Ih, kamu itu berlebihan Mas_"
"Mommy.., kok Mommy pukul-pukul Uncle sih, Mommy nakal, " protes Sheena yang melihat kejadian tersebut.
Alexa menatap tajam Ryuga, "Tuh kamu liat sendiri kan! Sekarang mereka udah bisa protes sama aku belain kamu, "ujar Alexa menatap sinis Ryuga.
"Biarin aku sengaja bikin mereka deket sama aku, supaya kamu nggak bisa nolak terus jadi istri aku terus, " ujar Ryuga mencubit gemas pipi Alexa.
"Ih, kamu ternyata licik banget Mas, " ujar Alexa memukul lengan Ryuga.
"Tapi kamu suka kan?" tanya Ryuga tertawa puas menggoda Alexa.
Ryuga langsung saja meraih jemari Alexa menautkan tangannya dengan Alexa dan di cium saja tangan Alexa.
"Mas malu ih, nanti di liatin karyawan kamu, "ujar Alexa mencoba melepasan tangannya.
Ryuga menahan langkah Alexa dan menatapnya, "Alexa dengerin aku! Emang kamu nggak mau apa, jadi istri aku? Aku melakukan semua ini karena aku memang benar-benar serius sama kamu, "ujar Ryuga menatap mencoba meyakinkan Alexa.
Alexa menatap Ryuga, ia bisa melihat tatapan Ryuga tidak ada keraguan sedikit pun tersirat dengan jelas. "Tapi Mas butuh waktu, aku...aku ini_"
"Sstttt, kamu jangan terusin lagi, buang jauh-jauh kecemasan kamu itu Alexa, aku tau kamu masih ragu dan khawatir memikirkan pendapat orang lain, tapi aku benar-benar tulus, aku ingin menjadikan kamu istri aku dan juga menjadi Daddy untuk kedua anak-anak kamu, aku sayang sama mereka Alexa," ujar Ryuga terus mencoba meyakinkan Alexa.
Sheena tiba-tiba berjalan menghampiri Ryuga, "Uncle.., Sheena cape, "ujar Sheena menarik celana Ryuga.
Ryuga langsung saja meraih tubuh Sheena dan menggedongnya, "Sheena udah puas belum berkelilingnya? "tanya Ryuga.
Sheena pun tersenyum dan menganggukan kepalanya, "Ia Uncle, "ujar Sheena yang terlihat menguap sambil mengusap matanya, Sheena pun langsung menempelkan wajahnya di pundak Ryuga.
"Kayaknya Sheena ngantuk deh Mas, mereka biasa suka bobo siang, "ujar Alexa mengusap kepala Sheena dalam gendongan Ryuga.
Shaka tiba-tiba berlari meraih tangan Ryuga menarik tangannya, "Uncle, Shaka mau kesitu, "ujar Shaka yang terlihat masih begitu bersemangat.
Alexa langsung saja mensejajarkan diri meraih bahu Shaka, "Sayang nanti lagi yah Sheenanya udah ngantuk. Yuk.., kita ke ruangan Uncle lagi! "ajak Alexa, dan Shaka pun mengangguk patuh mendengar perintah Mommy nya.
Ryuga dan Alexa berjalan beringingan kembali menuju ke ruangan, "Aku liat suasana di ruang kantor kamu tadi nyenengin banget, desainnya unik bikin nyaman gitu, " ujar Alexa.
Ryuga tersenyum menatap Alexa, "Aku emang sengaja cari arsitektur terbaik Korea, buat mendesain kantor aku, biar bikin suasananya kaya di drama korea gitu. Supaya bisa naikin mood para karyawan aku biar mereka kerjanya makin semangat, "ujar Ryuga berjalan sambil menggenggam tangan Alexa.
"Kamu juga suka nonton drama korea Mas, "ujar Alexa menahan senyumnya.
__ADS_1
"Ia berkat seseorang, aku jadi kecanduan nonton drama korea, "ujar Ryuga meraih jemari Alexa.
Setiap mata karyawan yang sejak tadi melihat perlakuan Bos mereka terhadap Alexa dan kedua anaknya mereka di buat iri dengan sikap Ryuga yang terlihat begitu perhatian. Ternyata di balik sikap dingin dan tertutup Ryuga yang selama ini ia tunjukan kepada para karyawannya, ternyata Ryuga juga memiliki sisi lain yang berbeda, ia begitu peduli dan juga penyayang.
***********
Di dalam ruangannya, Ryuga fokus mengevaluasi proposal dari kolega bisnisnya yang menawarkan kerjasama dengan perusahaannya.
"Ck, Reyhan tumben dia lemot, gimana bisa proposal kerjasama kaya gini bisa ada di meja gue, udah tebel nggak ada bobot, bertele-tele bacanya aja bikin sakit kepala, "ujar Ryuga menghempaskan berkas di tangannya
Ia langsung saja memencet tombol 1 pada telpon di meja nya, “Ke ruangan gue cepet, “ujar Ryuga
Tak berselang lama Reyhan pun masuk ke dalam ruangan Ryuga, namun ia melihat ruangan Ryuga yang terlihat hanya ada Ryuga seorang tidak ada tanda keberadaan Alexa dan juga anak-anaknya.
"Besok penerbangan kita jam 8 pagi, semua udah beres Ga, "ujar Reyhan.
"Ck, decak Ryuga mendengar ucapan Reyhan seketika mood Ryuga langsung buruk pasalnya besok ia dan Reyhan akan terbang ke Inggris menghadiri pertemuan penting dengan Perdana Menteri Inggris.
“Alexa kemana ? “tanya Reyhan penasaran.
“Di kamar, dia lagi nidurin Shaka sama Sheena, “saut Ryuga singkat.
“Ada masalah apa ? tanya Reyhan.”
Dilepar saja berkas di tangannya ke arah Reyhan, “Kenapa sampah kaya gini bisa luh lolosin, ”ujar Ryuga kesal.
Ryuga mengerutkan dahinya, “Ck, kampret juga luh, "ujar Ryuga.
Memang sejak tadi Ryuga sengaja tidak membiarkan siapa pun masuk ke dalam ruangannya, termasuk Reyhan. Ia sengaja menyuruh Reyhan merapihkan mejanya dan menyiapkan semua berkas-berkas di atas meja kerjanya pagi-pagi sekali, agar quality timenya bersama Alexa dan kedua anaknya tidak ingin di ganggu oleh siapa pun.
Reyhan menatap Ryuga ragu-ragu, “Ga, Rena pengen banget ketemu Alexa Ga, dia maksa mau dateng ke sini abis pulang kerja, please Ga temuin mereka pasti Alexa juga kangen sama Rena, luh tau kan mereka itu kan besti Ga, “ujar Reyhan.
“Arrgghh..,ganggu moment gue aja luh ! Emangnya luh bilang sama si cempreng pacar luh itu, kalo Alexa datang ke kantor, “tanya Ryuga kesal.
Reyhan menganggukan kepalanya, "Ah.., luh juga sering ganggu kencan gue sama Rena. Sekarang gantilah sekali-kali luh juga gue gangguin, " saut Reyhan tidak mau kalah.
Ryuga dibuat kesal mendengar penuturan Reyhan, "Ck, Luh bisa bedain lah, gue sama Alexa itu 5 tahun baru ketemu, beda sama luh yang hampir tiap hari ketemu.Gue tau, luh juga sering kabur di saat jam kerja, "saut Ryuga juga tidak mau kalah.
Cekrek..!
Pintu terbuka Alexa terlihat keluar dari kamar setelah menidurkan Shaka dan Sheena. Reyhan terlihat melihat ke arah Alexa begitu pun juga dengan Alexa.
Alexa mengerutkan kedua alisnya menatap Reyhan, “Kok aku kaya kenal ya, tapi dimana ya? “batin Alexa mencoba mengingat-ingat wajah Reyhan yang terlihat familiar baginya.
“Terimakasih, silahkan anda keluar dari ruang saya, "ujar Ryuga dengan nada bicaranya yang begitu formal menatap Reyhan dengan tatapan menuntut.
"Jangan salahin gue kalo nanti Rena kesini, " bisik Reyhan lalu berjalan keluar dari ruang Ryuga menatap Ryuga dengan sinis.
__ADS_1
Ryuga tidak memperdulikan ucapan Reyhan ia langsung saja menatap Alexa, “Shaka sama Sheena udah tidur Yank, “tanya Ryuga. Alexa menganggukkan kepalanya menatap Ryuga.
Alexa terkejut mendengar ucapan Ryuga barusan, "Apa kamu tadi bilang, Yank. Coba ulangi sekali lagi, "ujar Alexa menahan senyum.
Ryuga menatap fokus berkasnya di tangannya sambil menunjuk pipi, " Ada sayaratnya, kamu harus cium dulu, ntar aku ulang, "ujar Ryuga menggoda Alexa.
Alexa pun tidak menggubris ucapan Ryuga dan berjalan saja duduk di sofa menatap ke arah Ryuga meletakkan jemarinya di mulut menahan senyum, "Dasar tukang modus, "gumamnya.
"Pelit ya kamu Yank, aku cuman minta cium doang juga, nggak minta di bikinin candi, "ujar Ryuga mencebikkan bibirnya.
Alexa menatap Ryuga, “Terbalik kali,.. Oh ia, tadi itu siapa Mas, kok aku kaya nggak asing liat mukanya, kaya pernah liat dimana gitu, tapi lupa? “tanya Alexa penasaran, dan mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
“Oh, dia sekertaris aku, namanya Reyhan, “saut Ryuga dengan datar.
“Oh ia Reyhan aku inget sekarang, aku pernah liat dia beberapa kali, tapi kok aku nggak inget dimana dan kapannya sih, kok aneh ya, Mas? Aku bisa inget Mas Reyhan, kenapa kalo sama kamu aku nggak inget ya? “ujarnya Alexa bingung sendiri.
Ryuga mengerutkan kedua alis membuang nafasnya malas, “Ck, aku jadi cemburu deh sama Reyhan, “ujar Ryuga menopang wajahnya tidak semangat melirik Alexa dengan wajah tidak semangat.
Alexa mengulun senyumnya menatap Ryuga yang cemburu kepadanya, “Tapi kok sekretaris kamu cowok sih, biasanya kan Boss muda dan single kaya kamu, biasanya nyari sekertarisnya itu yang muda, cantik, yang seksi, terus yang bodynya juga bagus, “ujar Alexa melirik Ryuga .
Ryuga menatap Alexa tersenyum, "Ya udah besok aku ganti deh sekertaris aku sesuai apa yang kamu bilang, "ujar Ryuga berjalan menghampiri Alexa di sofa.
"Ihh.., aku nggak nyuruh kamu ganti ya, "ujar Alexa tiba-tiba membungkam mulutnya sendiri.
Alexa memukul mulutnya sendiri, "Bego banget sih gue, pasti dia ge'er deh, "batin Alexa mengutuki kebodohannya sendiri setelah ia menyadari terjebak dengan ucapanya tadi.
Ryuga tertawa menatap wajah Alexa yang terlihat lucu baginya dan langsung saja beranjak dari kursi kebesarannya menghampiri Alexa.
Cup...!
Ryuga mengecup sekilas bibir Alexa sekilas, tersenyum menatap Alexa, "Kamu kebanyakan nonton drama Yank, aku nggak perlu sekertaris seperti yang kamu bilang, karena kamu itu udah memiliki segalanya, kamu cantik, seksi, di tambah kamu itu gemesin menurut aku, apalagi kalo lagi cemberut manyun-manyun kayak gitu tuh rasanya pengen aku terkam aja, "ujar Ryuga mengelitik Alexa.
Alexa tertawa akibat kelitikan Ryuga ia sedikit risih melihat sikap Ryuga yang terus saja menggodanya, "Ihh Mas geli ih, nanti ada yang masuk gimana, "ujar Alexa salah tingkah sendiri.
"Siapa ? dari tadi juga nggak ada yang berani masuk kalo nggak aku suruh, "ujar Ryuga terus saja menatap wajah Alexa yang terus saja menundukkan wajahnya malu-malu.
Spontan Alexa berdiri berusaha menghindar dari Ryuga yang terus saja membuat Alexa kewalahan mengatur irama jantungnya karena Ryuga terus saja menggodanya.
"Kamu nggak boleh kemana-mana, jangan coba kabur dari aku, "ujar Ryuga menarik tangan Alexa.
Alexa pun terjatuh kembali di sofa, Ryuga langsung saja mengunci tubuh Alexa dalam kungkungannya, dan menatap wajah Alexa dengan jarak begitu dekat.
Alexa menatap wajah Ryuga, tiba-tiba saja, "Arrrgghhh...Shhhh, "ringis Alexa kembali meremas kepala Alexa.
"Alexa..Alexa.. kamu kenapa Alexa, "panggil Ryuga panik karena Alexa telihat begitu kesakitan dan memegangi kepalanya.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...