
Malam kini sudah semakin larut Ryuga terlihat mengendarai mobil mengantarkan Sita pulang. Pikirannya kini tertuju pada Alexa dia mencoba menghubungi ponsel Alexa namun Alexa tidak mengangkat panggilan darinya.
Si andry dari dulu nggak berubah kelakuannya ya, "ujar Sita mencoba memecah keheningan.
Iya, "saut Ryuga singkat dan kembali fokus menyetir.
Gimana pengalaman kamu kuliah di England? " tanya Sita.
Ya nggak gimana-gimana sih, tapi buat aku kuliah di sini tuh lebih berkesan, "jawab Ryuga.
Maksud kamu gimana? " tanya Sita sedikit melirik ke arah Ryuga.
Lebih dapet feelnya aja gitu, aku jadi inget pas KKN kita dulu, kita ngajar anak-anak korban gempa waktu itu. Dari situ aku tertarik banget jadi seorang guru. Tapi setelah ke England papah nyuruh aku memperdalam ilmu manajemen karena dia pengen aku nerusin perusahaannya "ujar Ryuga tersenyum sambil mengingat-ingat masa lalu. Sita pun ikut tersenyum mendengar ucapan Ryuga karena di situ banyak sekali momen-momen indah yang terjadi antara mereka berdua.
Iya Ga, aku juga banyak belajar dari situ, kamu banyak bantu aku waktu itu, Dan juga " ucapan Sita terpotong. Sita terlihat merapatkan bibirnya karena ia mulai terbawa perasaan saat mengingat masa-masa tersebut.
Dan aku, kenapa Sit ? "tanya Ryuga menatap Sita sekilas.
Ah gpp Ga, eh itu aku turun di situ aja Ga, " ujar Sita sambil menepuk tangan Ryuga.
Tidak terasa mereka pun sudah sampai di tempat mereka bertemu tadi, karena asik mengobrol sepanjang perjalanan tadi. Ryuga dan Sita terlihat keluar dari mobil bersama.
Kamu yakin gpp aku turunin kamu di sini, " tanya Ryuga.
Iya gpp Ga disini aja, kosan aku jalannya sempit banget nggak muat mobil juga lagian Ga, "saut Sita.
Oh mengenai kunjungan observasi kamu di tempatku, nanti kamu kasih aku aja surat ijinnya langsung ke aku. " ujar Ryuga
Iya Ga, hati-hati di jalan, "ujar Sita, namun tanpa di duga Sita tiba-tiba saja memeluk Ryuga. Hingga membuat Ryuga terkejut dan mematung saat mendapatkan pelukan secara tiba-tiba.
Maaf Ga, pinjam sebentar ! "aku cuman mau bilang makasih. Makasih kamu nggak membenci aku dan makasih juga atas segala kebaikan kamu, "ujar Sita merasakan sesak karena perasaan terhadap Ryuga.
Ryuga pun hanya diam, perlakuan Sita saat ini mengingatkannya pada kejadian saat bersama Alexa.
Sita mulai melangkah mundur melambaikan tangannya ke arah Ryuga dengan tersenyum simpul. Ryuga pun tersenyum menatap Sita yang sudah hilang dari pandangannya.
Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaanmu Sita, Terima kasih sudah pernah mengisi hari-hariku dulu, "Ryuga menatap gang kosan Sita.
Ryuga sudah tidak dapat merasakan debaran apapun saat Sita memeluknya, justru pikirannya tertuju pada gadis yang sudah membuat hari-hari seperti orang kehilangan arah akhir-akhir ini. Apa ini merupakan awal perasaan yang baru baginya, artinya Ryuga sudah mengikhlaskan perasaannya pada Sita begitu saja.
__ADS_1
******
.
POV
Dim, ini bukan arah jalan pulang Dim, "ujar Alexa menepuk pundak Dimas.
Iya emang aku sengaja, lagian ini masih jam 7 kok Lex! Aku masih penasaran pengen tau cerita tentang kamu, " ujar Dimas.
Tapi Dim, aku pengen pulang, aku udah janji sama mamahnya kak Ryuga nggak pulang malem-malem, "ujar Alexa berusaha menolak dengan halus.
Sebentar aja Lex, " pleaseee! "ujar Dimas memohon.
Di sebuah taman di pusat kota yang sering di jadikan tempat nongki para anak-anak muda. Alexa dan Dimas hadir di tengah kerumunan pertunjukan live music dari para kakak-kakak mahasiswa. Karena malam ini adalah malam minggu merupakan malam yang sakral bagi beberapa para anak-anak muda dan juga beberapa jenis komunitas seperti dance, skateboard dan juga parkour. Mereka datang hanya untuk sekedar kumpul ngobrol becanda bareng atau juga menunjukkan kegiatan-kegiatan mereka bersama.
Rame banget di sini ya Lex, seru lagi, sayang si Rena sama Kipli udah pulang duluan? , "ujar Dimas berusaha mencairkan suasana.
Iya, Dim, " jawab Alexa singkat karena ia masih terlihat gelisah dan terus saja melihat jam di tangannya.
Kita duduk di situ yuk, " ajak Dimas saat melihat bangku di sisi kolam.
Sa, Maafin sikap aku yang tadi ! "Aku nggak bermaksud menyulitkan posisi kamu, "ujar Dimas dan ucapannya tersebut langsung mendapat balasan dari Alexa
Iya aku akuin aku salah Sa, nggak seharusnya aku bikin posisi kamu nggak nyaman kayak tadi. Tapi sekarang aku tanya satu hal, kamu harus jawab jujur Sa! "ujar Dimas. Seketika Alexa langsung menatap Dimas penasaran.
Apa kamu mencintai pak Ryuga ? " tanya Dimas berusaha kuat menerima apapun jawaban Alexa walaupun jawaban tersebut bisa mengecewakannya.
Alexa hanya terpaku menatap Dimas tidak tega tapi ia juga tidak bisa membohongi perasaannya terhadap Ryuga. Ia harus jujur sehingga Dimas terus saja tidak berharap kepadanya. Alexa membuang nafasnya secara perlahan-lahan dan ia mengangguk menjawab pertanyaan Dimas. Alexa tidak berani menatap Dimas karena ia tahu bahwa jawabannya itu pasti sangat menyakitkan bagi Dimas.
Maaf Dim, aku juga nggak tau kenapa aku juga bisa kaya gini, jelas-jelas aku tahu gimana sikap dan perasaan Pak Ryuga sama aku. Tapi ini juga di luar keinginanku, seandainya aku bisa mengontrol perasaan aku Dim! Maafin aku Dim, aku berkali-kali kecewain kamu " ujar Alexa yang tiba-tiba kembali terisak.
Dimas hanya menatap Alexa dengan nanar, mencoba menerima ucapan Alexa walaupun begitu sakit. Tapi Dimas harus menerimanya dengan berjiwa besar, ia tidak boleh egois memaksakan perasaannya terhadap Alexa.
Aku mohon Dim kamu lupain aku karena aku nggak bisa ngasih kamu apa-apa selain rasa sakit! "ujar Alexa mencoba memberanikan diri menatap Dimas.
Tapi aku masih bolehkan berteman sama kamu Sa. " ujar Dimas berusaha tersenyum menatap Alexa. Dan Alexa pun menjawabnya dengan anggukan menatap Dimas lirih.
Asal kamu tahu Sa, aku bisa lihat pak Ryuga itu sebenarnya menyukai kamu Sa. Cuman dia aja bodoh dan terus berusaha menyangkal perasaannya. Tapi aku akan terus berusaha mendapatkan kamu Sa. Jika pak Ryuga terus saja bersikap seperti itu terhadap kamu. Aku nggak akan nyerah buat dapetin hati kamu lagi " batin Dimas lirih, ternyata ia masih belum menyerah terhadap Alexa.
__ADS_1
Aku heran kenapa ada orang bodoh, yang menyia-nyiakan gadis sebaik dan setulus kamu Sa. "ujar Dimas tersenyum lirih.
Aku juga nggak tau mungkin karena dia punya kelainan kali, makanya jadi bodoh, " ujar Alexa tersenyum sambil menghapus air matanya.
Sa! "Kalo aku boleh tau, sejak kapan kamu mulai berkonsultasi dengan kak Siska? "tanya Dimas penasaran.
Alexa pun menatap Dimas, entah mengapa Alexa tidak merasa keberatan jika membicarakan tentang privasinya terhadap Dimas.
Udah hampir 2 tahun, kayaknya Dim, " jawab Alexa singkat.
Aku kurang begitu paham mengenai gangguan psikis dan juga jenis-jenis traumatik. Apa kondisimu cukup membuat kamu sulit menjalani keseharian kamu, "tanya Dimas penasaran.
Lumayan Dim, hampir setiap tengah malam aku terbangun, tiba-tiba saja aku merasakan gelisah yang cukup ekstrim, dan mual sampai tubuhku bergetar hebat. Aku juga kadang suka bermimpi buruk dan terserang insomnia parah jika aku berdebat dengan papahku terkadang segala ucapan papahku terus bersaut di kepalaku Dim ketika aku terbangun tengah malam. "ujar Alexa.
Aku nggak nyangka kamu bisa sekuat itu Lex, pasti setiap malam kamu ngerasa tersiksa, menderita merasakan itu semua. Apa sebenarnya alasan papah kamu bersikap sejahat itu kepada kamu Sa ? " ujar Dimas menatap Alexa iba.
Jujur Dim sebenarnya, keluarga papah aku tidak menyukai aku dan ibuku. Dulu papahku baik sama aku sayang banget sama aku, tapi semenjak papah kehilangan perusahaan hanya karena, "ucapan Alexa tertahan mencoba menahan air matanya. Dimas mencoba memegang bahu Alexa mencoba memberi kekuatan terhadap Alexa.
Hanya karena aku terlahir yang sebagai anak perempuan bukan anak laki-laki, sehingga kakekku mewariskan perusahaan yang sudah susah payah dikelola papahku, kepada om aku, karena ia memiliki anak laki-laki, dia itu adalah kakaknya Grace, Dim! " yang sekarang dia tinggal di Aussie. Setelah papahku kehilangan segalanya, sejak itu sikapnya berubah dan terus menyalahkanku. Karena aku, papah kehilangan perusahaannya, dan sejak itu juga mamahku sakit-sakit dan meninggalkan aku sendirian, "ujar Alexa menatap Dimas dengan senyum lirih.
Dimas terlihat mengepalkan tangannya berusaha menahan kekesalannya karena dunia ini begitu sangat tidak adil terhadap Alexa.
Apa pak Ryuga tahu dengan kondisi kamu? " tanya Dimas berusaha menetralkan perasaannya. Alexa hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya
Jangan sampai ia mengetahui kondisi aku, Dim. Aku pernah menceritakan kondisi aku ini kepada papahku, tapi apa yang aku dapat, justru papahku tidak mau menerimaku karena ia tidak mau memiliki seorang anak yang memiliki gangguan mental. Papahku juga melarangku untuk memberitahukan kondisiku terhadap Ryuga dan juga keluarganya. Dari situ aku berpikir Papahku aja nggak mau menerima aku apalagi pak Ryuga yang belum lama aku kenal, "ujar Alexa menatap Dimas dengan senyum yang di iring tangis. Mendengar ucapan Alexa yang begitu memilukan, sontak Dimas langsung memeluk Alexa dengan erat. Ia begitu tidak tega mendengar orang yang begitu ia cintai begitu menderita menanggung beban hidupnya sendiri.
Seandainya dia tidak mau menerimamu aku siap menerima kamu kapanpun Alexa kamu jangan pernah melupakan itu. Tapi aku tidak akan memaksa Sa, aku hanya berharap kamu bahagia dengan pilihan kamu Sa, "ujar Dimas mengusap punggung Alexa.
Alexa pun merasa tenang sudah menceritakan segala sesuatu tentang perasaan dan kondisinya terhadap Dimas ia sangat bersyukur karena, Dimas tidak membencinya karena ia sudah menolak perasaannya.
Mungkin besok, lusa atau suatu saat nanti aku bakalan nyesel udah nyia-nyiain orang setulus dan sebaik kamu Dim, "makasih ya Dim udah mau dengerin akun, " batin Alexa merasakan angin sejuk yang menyapu wajahnya saat di perjalanan pulang.
**************
Sita berjalan menelusuri Gang menuju rumahnya dengan senyumnya yang terus iya biarkan mengembang di wajahnya. Sesaat setelah sampai di depan kosannya yang terlihat begitu sepi berada di barisan paling pojok. Terlihat seseorang sedang menunggunya sambil bersedekap dada berdiri dengan senyum menyeringai menatap Sita.
Hai cantik, apa kabar, sudah lama sekali kita nggak ketemu apa kabarmu sayang ? Kamu nggak kangen sama Om ? "ujar laki-laki dengan suara berat samar-samar wajahnya tidak begitu terlihat jelas di bawah lampu redup kosan Sita.
Om Ferdy, "ujar Sita terkejut saat mengenali suara tersebut.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...