
Mobil Ryuga sudah meninggalkan lobby perusahaan sejak 30 menit yang lalu. Jam menunjukkan pukul 5 sore, senja terlihat begitu indah nampak terlihat jelas ufuk barat. Dalam perjalanan Alexa terlihat terdiam dalam lamunan sendiri, matanya ia fokuskan menatap sisi jalan
"Kamu kok diem aja dari tadi si Yank, mikirin apa sih? " tanya Ryuga penasaran.
Alexa menoleh ke arah Ryuga, "Enggak, aku nggak mikirin apa-apa," ujar Alexa menundukkan wajahnya lalu meremas jemarinya.
Ryuga menggenggam tangan Alexa yang menyiratkan jelas ada rasa kecemasan dalam sikapnya setelah pertemuannya dengan kedua sahabatnya tadi.
"Kamu yakin? Kok muka kamu kaya cemas gitu, emang tadi kalian cerita apa aja di cafetaria? "tanya Ryuga penasaran.
Alexa menganggukkan kepalanya, " Cuman bahas hal-hal yang nggak penting doang kok, "ujar Alexa menundukkan wajahnya kembali.
Ryuga menghembuskan nafasnya perlahan, "Yank, apa ada sikap aku bikin kamu nggak nyaman? "tanya Ryuga mencium tangan Alexa.
Alexa menengok ke arah Ryuga menatapnya sambil menggigit bibirnya gugup, "Aku cuman ngerasa sedikit takut aja, Mas, "ujar Alexa kembali mengalihkan pandangannya ke sisi jalan.
Ryuga mengerutkan kedua alisnya melirik Alexa sekilas, "Takut!..takut apa maksud kamu?" tanya Ryuga melirik sekilas Alexa.
Alexa menatap lurus ke depan jalan, "Aku ngerasa apa orang yang aku lupain, mereka itu memiliki kenangan buruk dalam kehidupan aku sebelumnya, termasuk kamu Mas? "tanya Alexa ragu-ragu.
Ryuga cukup terkejut mendengar ucapan Alexa barusan, "Aku nggak menampik, dulu aku memang pernah berbuat salah sama kamu. Dan untuk saat ini yang bisa aku lakukan adalah terus berusaha menjadi lebih baik untuk kamu dan kedua anak-anak kamu. Dan untuk masalah penilaian kamu terhadap sikap aku saat ini, aku serahkan semuanya keputusan itu sama kamu, "ujar Ryuga menggenggam tangan Alexa dan menciumnya.
Alexa menatap sekilas ke arah Ryuga, hatinya sungguh merasa dilema, "Kalo aku boleh jujur..saat ini aku udah merasa nyaman sama kehadiran kamu perhatian kamu sama anak-anak, tapi jika aku mengingat semua aku takut, semuanya nggak sesuai sama harapan aku Mas, " ujar Alexa lirih.
Shaka menatap lirih ke arah Alexa dan Ryuga, "Mommy sama Uncle lagi marahan ya? " potong Shaka menyela obrolan Alexa dan Ryuga.
Ryuga menengok sekilas ke arah putranya, "Enggak kok! Uncle sama Mommy nggak marahan, iya kan Yank! "ujar Ryuga mencium tangan Alexa.
"Bohong.., kok muka Mommy sedih sih?" tanya Shaka menyelidik. Sontak mendengar ucapan putranya Alexa langsung menyimpulkan senyum simpulnya menatap Shaka dan Sheena.
"Uncle.., Sheena boleh nanya nggak?" tanya Sheena ragu-ragu menatap Alexa dan Ryuga secara bergantian.
Ryuga tersenyum simpul, "Boleh dong sayang," ujar Ryuga.
Sheena menatap ragu ke arah keduanya, "Hmm..,Uncle sama Mommy nanti tinggal sama-sama kan, kaya Uncle Nicco sama Aunty Hanum, " ceplos Sheena.
Alexa di buat terkejut mendengar ucapan putrinya, "Sheena, ujar Alexa menatap putrinya."
"Mommy.. Sheena pengen punya Daddy kaya teman-temannya Sheena biar Mommy nggak suka nangis kadang kalo malam, biar Mommy nggak kesusahan. Mommy.., Sheena sayang Uncle, " ujar Sheena dengan nada lirih menatap Alexa ragu-ragu menundukkan kepalanya.
"Iya Mommy, Shaka juga mau Uncle tinggal sama kita, "ujar Shaka menimpali
Mendengar ucapan Sheena dan Shaka, Alexa hanya bisa tersenyum getir saat mendengar keinginan kedua anakya, yang ternyata sangat menginginkan kehadiran seorang ayah.
Sedangkan Ryuga terus saja mengembangkan senyum simpulnya karena ia merasa kedua putra dan putrinya terlihat begitu mendukung dengan apa yang selama ini ia impikan, yaitu berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya
"Hmmm.., Uncle sih mau banget tinggal sama kalian, tapi Mommy kalian kayaknya nggak mau deh,, trus gimana dong? "ujar Ryuga pura-pura memasang wajah sedihnya.
"Ya udah biar Shaka sama Sheena yang ngerayu Mommy! Mommy mau ya Mommy? "rengek Shaka dan Sheena dengan wajah yang terlihat begitu penuh harap menatap Alexa.
__ADS_1
Alexa terlihat kebingungan menjawab keinginan kedua anaknya seketika ia melirik sinis ke arah Ryuga, "Kamu curang Mas, kamu selalu aja jadian mereka buat bikin aku nggak berdaya kaya gini," ujar Alexa.
"Loh kok aku sih yang disalahin, itu murni keinginan mereka Yank," ujar Ryuga menahan senyumnya.
Sheena melingkarkan kedua tangannya di leher Ryuga, "Uncle, nanti jangan lama-lama yah perginya," ujar Sheena bergelendotan manja.
Ryuga mencium pipi mungil Sheena, "Ia Uncle janji nggak akan lama-lama di sana," ujar Ryuga mengusap kepala Sheena penuh kasih sayang.
"Uncle, sebelum Uncle pergi Shaka juga masih mau main sama Uncle," ujar Shaka.
"Iya Uncle Sheena juga mau jalan-jalan," ujar Sheena.
"Sayang ini udah sore, mending kita pulang aja ya, Uncle juga pasti cape," ujar Alexa.
Ryuga mengusap pipi Alexa, "Gpp Yank, kasian kan mereka," ujar Ryuga.
Alexa hanya bisa pasrah, karena kedua anaknya semakin lama semakin lengket dengan Ryuga. Apalagi Ryuga sendiri begitu memanjakan kedua anaknya layaknya perhatian seorang ayah kepada anaknya. Alexa tersenyum melihat ke arah Ryuga yang kini menjadi rebutan kedua anaknya, karena sikap Ryuga tersebut mampu mengikis keraguannya yang sejak tadi mengganggu perasaannya.
**********
"Wah laut, Sheena ayo kita main air, "ujar Shaka begitu antusias menggandeng tangan adiknya.
Ryuga dan Alexa terlihat senyum sambil menatap ke arah kedua anaknya yang terlihat begitu bahagia. Ryuga meraih tangan Alexa dan menggenggamnya dengan erat berjalan beriringan menghampiri kedua putra dan putrinya.
"Kak itu ada ikannya tadi lewat, "ujar Sheena sambil menunjuk.
Ryuga menggulung kemejanya dan juga ujung celananya berjalan di tepi pantai bermain bersama kedua anaknya. Siapapun yang memandang ke arah Ryuga dan Alexa saat ini, pasti orang-orang menganggap mereka adalah sebuah keluarga yang sebenarnya.
Setelah puas bermain air kini Ryuga dan Alexa terlihat duduk di tepi pantai sambil memperhatikan kedua anaknya yang terlihat asik bermain istana pasir dari kejauhan.
"Kalo ngeliat mereka sebahagia itu rasanya aku pengen bahwa mereka sama kamu ke rumah masa depan kita Yank," ujar Ryuga.
Alexa tersenyum menatap lurus ke depan, "Kamu pinter Mas ngambil hati mereka, jujur selama ini aku berusaha berjuang bahagiain mereka menjadi ibu sekaligus ayah untuk mereka, tapi tetep aja rasanya aneh, ternyata nggak gampang menjadi sosok ayah itu. Terkadang ada moment yang bikin aku sedih ketika aku ngeliat tatapan Sheena dan Shaka saat ngeliat teman-temannya hadir dengan keluarga yang lengkapnya tapi sedangkan mereka_"
Ryuga memotong ucapan Alexa saat Alexa terlihat menangis membicarakan kedua putra dan putrinya, "Ssstttt, Alexa aku yakin bahwa Sheena dan Shaka berpikir bahwa kamu adalah sosok yang hebat dan terbaik di mata mereka, dan menurut aku juga kamu adalah sosok Mommy yang hebat untuk mereka, "ujar Ryuga menyandarkan Alexa di bahunya yang duduk di samping.
Ryuga mengecup kepala Alexa dengan begitu penuh perasaannya, "Maafin aku Alexa aku nggak pernah menemani kamu di saat kamu melahirkan mereka dan juga di saat masa sulitmu mengandung kedua putra dan putri kita," batin Ryuga lirih sambil mencengkram pasir yang ada di bawah telapak tangannya.
Alexa memaksa tersenyum, "Maafin aku Mas, kalo ngomongin mereka nggak tau kenapa bawaannya jadi melow gini," ujar Alexa mengusap sisa air matanya.
Ryuga tersenyum menatap Alexa sambil menyeka air mata Alexa, "Gpp, aku senang kok denger cerita kamu, "ujar Ryuga sambil merapikan anak rambut Alexa.
"Mas pulang yuk? Kasian anak-anak nanti masuk angin, lagian ini juga udah malem, "ujar Alexa. Ryuga pun tersenyum sambil mengganggukan kepalanya menatap Alexa.
Alexa berdiri mengibasi pasir yang menempel pada pakaian, "Shaka..Sheena pulang yuk, "panggil Alexa.
.
.
__ADS_1
Di dalam perjalanan pulang Shaka dan Sheena terlihat tertidur begitu pulas.
"Mereka pasti kecapean Mas, " ujar Alexa tersenyum menatap kedua anaknya.
Ryuga tersenyum menganggukkan kepalanya lalu meraih tangan Alexa menciumnya dengan penuh perasaan, "Rasanya aku nggak rela kalo besok aku harus ninggalin mereka ke England, Yank," ujar Ryuga sedikit murung.
"Emang seberapa penting si Mas arti mereka di mata kamu?" tanya Alexa penasaran.
Ryuga tersenyum simpul mendengar pertanyaan Alexa, "Jika aku harus memilih antara mereka dan semua harta yang aku miliki. Aku akan memilih kamu dan juga mereka, bahkan aku rela mengorbankan nyawa aku untuk kalian, "ujar Ryuga penuh keyakinan menatap lurus jalan di depan. Sontak mendengar ucapan Ryuga tadi hati Alexa semakin dibuat tersentuh, ternyata arti dirinya dan juga anak-anaknya memiliki arti yang penting dalam hidup pria yang baru saja ia temui.
***********
Kini mobil Ryuga sudah terpakir tepat di depan halaman kediaman Om Ardy. Alexa dan Ryuga menggedong putra dan putri mereka masuk ke dalam kediamannya.
"Kalian udah pulang rupanya! Wah.. cucu-cucu Oma udah pada pules rupanya, " sapa Sisil dan juga Om Ardy yang terlihat sedang duduk di sofa ruang tengah saat melihat kedatangan Alexa dan Ryuga.
"Mereka kayanya kecapean deh Tante," ujar Alexa.
Ryuga tersenyum ramah menatap Ardy dan Sisil, "Malam Om..Tante," sapa Ryuga.
Ardy dan Sisil pun tersenyum menatap Ryuga, "Malam.., Ya udah kalian anterin anak-anak dulu tidur ke kamarnya, " ujar Ardy.
Ryuga tersenyum simpul sedikit menganggukkan kepalanya, "Maaf Om, saya permisi dulu, " ujar Ryuga berjalan mengikut Alexa.
Alexa dan Ryuga membaringkan tubuh Shaka dan Sheena di ranjang, mereka secara bergantian terlihat mencium kening kedua anak mereka satu persatu, "Kalian jangan nakalnya selama Daddy pergi, " batin Ryuga menatap lekat wajah mungil kedua anaknya.
Alexa pun berjalan keluar menuju pintu kamarnya, namun sebelum meraih handle pintunya, Ryuga justru menarik tubuh Alexa dan memeluknya dari arah belakang dengan begitu erat.
"Yank, apa -apaan sih kamu nanti Om Ardy sama Tante Sisil masuk gimana, "bisik Alexa panik.
"Sebentar doang Yank, nantikan kita nggak ketemu 3 hari. Aku pasti kangen banget sama kalian, " ujar Ryuga mengeratkan pelukannya.
Cukup lama Ryuga memeluk Alexa dia pun melepaskan pelukannya dan tanpa aba-aba ia meraih wajah Alexa dan meluma* bibir Alexa tanpa permisi. Hmmptt.., "Alexa sedikit memberontak karena ia takut jika ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya saat ini, namun Ryuga justru malah menarik tengkuk Alexa menghimpit tubuh Alexa di tembok, semakin memperdalam tautannya menjelajahi setiap inci rongga mulut Alexa.
Dan perlahan Ryuga melepaskan tautannya menatap lekat-lekat wajah Alexa yang terlihat malu-malu menatap dirinya, Ryuga tersenyum mengusap pipi Alexa lalu menarik tubuhnya ke dalam pelukannya, " Aku sayang banget sama kamu Yank, selama aku disana, kamu baik-baik aja ya di sini, dan terus kabari aku ya? "ujar Ryuga mencium kening Alexa.
Alexa sedikit mencubit lengan Ryuga karena perbuatannya barusan.
"Awww sakit, Shhh "rengek Ryuga dengan nada manja mengusap lengannya.
"Nakal kamu Mas, udah yuk nanti Om sama Tante curiga lagi kalo kita kelamaan di kamar, "ujar Alexa menarik tangan Ryuga keluar dari kamarnya.
Ryuga sedikit tertawa melihat wajah panik Alexa, "Gpp paling mereka nyuruh kita di bobo bareng," ujar Ryuga menggoda Alexa.
Alexa terkejut mendengar ucapan Ryuga, "Ihhh.. kamu ngaco Mas," ujar Alexa bergidik ngeri meninggalkan Ryuga.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1