
Pukul 08.00, malam Ryuga sampai di rumah sakit, ia berkumpul kembali dengan Reyhan dan juga Daniel untuk merampungkan pekerjaannya.
Satu jam,
Tiga jam,
Lima jam sudah berlalu, Ryuga melemaskan otot-otot di pundaknya yang terasa pegal, proposal kerjasama sudah mereka rampungkan.
"Mantap akhirnya kelar juga, ujar Reyhan mengusap wajahnya terasa penat."
Ryuga sama penatnya, ia memijat batang hidungnya, "Jam berapa sih ini?" tanya Ryuga.
"Jam 1 Ga, saut Daniel."
"Mending lo balik Ga, kasihan bini lo kan lagi sakit, biar gue sama Daniel yang jagain bokap lo di sini," ujar Reyhan pengertian.
"Lo emang nggak sepupu gue yang paling pengertian, besok gue tambahin bonus lo deh kalo gue jadi bos, " ckckc,," ujar Ryuga terkekeh.
"Terus gue gigit jari gitu, gue juga pengen bro dapet angpau tebel," ujar Daniel menggaruk kepalanya.
"Lo bakalan gue kasih voucher belanja di tanah abang, " ckckck," ujar Ryuga terkekeh.
"Sialan lo, Wah ini mah namanya diskriminasi! nggak akan gue biarin gue lo Ga, gue bakal ngajuin pengaduan ke Disnaker," ujar Daniel berkacak pinggan menunjuk-nunjuk Ryuga.
"Jiah gitu aja ngambek," ujar Reyhan terkekeh."
"Tenang aja Niel pasti gue pikirin lah, ya udah gue cabut dulu, ujar Ryuga berjalan keluar dari ruangan Papahnya.
******
Mobil Ryuga melesat dengan kecepatan tinggi jalan raya yang cukup sepi membuat Ryuga sampai ke apartemen lebih cepat. Jam sudah menunjukkan satu lewat Ryuga melangkah gontai menapaki anak tangga meraba tengkuknya yang terasa pegal.
Ryuga masuk ke kamar Alexa dan samar-samar mendengar suara di dalam kamar mandi, "Uwek..uwekk," suara Alexa terdengar cukup keras di dalam kamar mandi.
Ryuga buru-buru berjalan ke dalam kamar mandi menghampiri Alexa, ia tidak memperdulikan tubuhnya yang terasa begitu lelah.
"Yank kamu kenapa, kamu mimpi buruk lagi ya?" tanya Ryuga melihat Alexa berdiri di wastafel dengan tubuh yang terlihat bergetar membelakanginya. Ryuga langsung saja membalikkan tubuh Alexa meraup kedua pipinya, Ryuga dan mengusap peluh di dahi Alexa dengan nafasnya terasa memburu.
Setengah sadar Alexa samar-samar merasakan aroma yang cukup ia kenal, aroma lembut yang selalu berhasil membuat perasaannya tenang. Alexa memeluk sosok yang berdiri hadapannya dengan erat menelusupkan wajahnya di dada bidang Ryuga "Yank aku takut," ujar Alexa merintih pilu menyadari saat seseorang yang berada di dekatnya adalah orang yang sejak tadi ia tunggu-tunggu kehadirannya.
"Kamu pasti mimpi buruk ya? tenang ya ada aku di sini," ujar Ryuga mengusap punggung Alexa.
Melihat pintu kamar Alexa terbuka Bi Siti langsung saja masuk membawa nampan yang berisi air dan juga obat untuk Alexa.
"Mas Ryuga baru pulang?" tanya Bi Siti baru saja masuk ke dalam kamar tuannya tersebut sambil membawakan segelas air hangat untuk Alexa.
"Ia Bi, taruh aja di situ Bi airnya," jawab Ryuga."
"Non Alexa dari tadi mengingau terus Mas, terus tiba-tiba aja kebangun kaya orang ketakutan Bibi sampe panik, untung aja Mas Ryuga pulang," ujar Bi Siti menaruh nampan di nakas.
"Ya udah sekarang, biar saya yang ngurus Alexa," Bibi mending istirahat aja di kamar tamu. "Makasih ya Bi udah nemenin Alexa di sini," ujar Ryuga tersenyum ramah masih memeluk Alexa. Bi Siti keluar dari kamar Alexa, hatinya seketika merasa tenang melihat Ryuga yang begitu perhatian terhadap Alexa.
__ADS_1
Ryuga menggendong tubuh Alexa ala bridal style, merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dirinya dibuat cemas melihat kondisi Alexa saat ini karena wajahnya yang masih terlihat pucat tubuhnya juga masih terasa sedikit panas.
"Masih pusing ya?" tanya Ryuga mengusap kening Alexa.
"Nanti pagi kita periksa ke dokter ya, kamu sering banget ke bangun tengah malem muntah-muntah gitu, bikin aku cemas," ujar Ryuga perhatian.
"Nggak mau, " ujar Alexa matanya terasa berat, ia mencari-cari posisi ternyamannya tubuh Ryuga untuk ia peluk.
"Ya udah, aku ganti baju dulu ya sebentar," ujar Ryuga mengusap rambut Alexa.
"Nggak boleh pokoknya kamu boleh kemana-mana," rengek Alexa mengeratkan pelukannya, mimpi buruknya tadi seolah menjadi ketakutan bagi Alexa. Ryuga pun mengalah, ia sangat paham jika Alexa dalam mode manja akut, sulit sekali baginya untuk beranjak sedikit pun.
"Maaf ya Yank aku pulang telat, tadi banyak kerjaan aku Yank belum selesai," ujar Ryuga merapikan anak rambut di wajah Alexa.
"Ayo minum obat kamu dulu, tuh Bi Siti udah bawain obat kamu," ujar Ryuga mengusap perlahan wajah Alexa. Tidak ada pergerakan dari Alexa nafasnya juga sudah terdengar teratur dalam hitung menit, mungkin efek dari obatnya penenang yang tadi sudah ia minum sebelum Ryuga datang.
Ryuga tersenyum menatap Alexa yang ternyata sudah tertidur ," Maafin aku Yank, tadi aku ngecewain kamu dan maafin aku juga kalo akhir-akhir ini aku makin sibuk, dan waktu kebersamaan kita berkurang," batin Ryuga merasa bersalah mengingat saat kejadian Sita ada bersamanya di rumah sakit tadi.
******
Pagi hari Ryuga sudah rapi Ryuga menggulung lengan kemejanya tersenyum menatap wajah Alexa yang masih terlelap.
Cup
Ryuga mengecup kening Alexa, "aku berangkat dulu ya sayang, cepet sembuh ya," gumam Ryuga menatap Alexa yang masih meringkuk mengapit guling.
"Bi Alexa jangan di bangunin ya Bi, biar dia istirahat dulu, kalo Alexa cari saya bilang saya sudah berangkat ke kantor," ujar Ryuga kepada Bi Siti.
"Iya Mas, saut Bi Siti."
******
Ryuga sampai di halaman SMA Garuda Bangsa.
"Hai Sit, kamu baru dateng?" tanya Ryuga melihat Sita di depan gerbang sekolah saat menutup pintu mobilnya.
Hai Ga, sorry gaes gue kesitu dulu ya," ujar Sita keapda teman-temannya.
"Pepet terus Sit, jangan kasih kendor," ujar Sania menggoda.
Ryuga dan Sita berjalan beriringan saat memasuki koridor sekolah.
"Sorry ya semalem ya," ujar Ryuga menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
"Iya Ga gpp kok, muka kamu pucet banget Ga, pasti kamu kurang tidur ya?" tanya Sita sok perhatian.
"Masa sih, ujar Ryuga."
"Iya serius, ujar memindai wajah Ryuga."
"Gimana kondisi Papah kamu?" tanya Sita."
__ADS_1
"Kata Mamah sih kondisinya stabil, nanti sebelum ke kantor aku ke rumah sakit dulu lihat Papah, aku duluan ya Sit aku ada jadwal di jam pertama," saut Ryuga meninggalkan Sita.
"Kalo begini terus, nggak bakalan ada kemajuan buat gue dapetin hatinya Ryuga, lo bener-bener susah untuk di taklukin Ga, tapi gue nggak bakal nyerah" batin Sita mendengus kesal menatap punggung Ryuga dari kejauhan.
*******
Jam pelajaran pertama Ryuga masuk ke kelas Alexa, karena setelah jam istirahat, akan mengadakan rapat membahas masalah penonaktifan Pak Ferdy sebagai ketua yayasan. Jadwal Ryuga sangat padat sejak Papahnya masuk rumah sakit, sehingga waktunya kebersamaannya dengan Alexa kini banyak berkurang.
"Pagi..!, sapa Ryuga saat masuk ke kelas Alexa." Ia melihat sekeliling ruang kelas, matanya langsung tertuju pada bangku kosong Alexa.
"Pak Alexa absen hari ini," ujar Rena.
"Ck, dia udah malu keles dateng ke sekolah makanya dia absen," ujar Adelia sinis.
"Sotoy, dasar mak lambe lo," ujar Rena kesal menatap sinis Adelia.
"Sudah-sudah jangan ribut," ujar Ryuga menginterupsi, ia sudah sangat muak mendengar ucapan para siswa yang terus menghujat istrinya.
"Iya saya tau Alexa absen, karena dia hari ini sedang sakit, saya sudah sampaikan tadi ke guru piket," ujar Ryuga membuat semua siswa menatapnya heran mendengar ucapannya.
"Kok Bapak bisa tau?
"Bapak yang minta izin?"
"Kemaren juga saya liat Bapak narik-narik Alexa."
"Iya saya juga liat,"
"Bapak mencurigakan banget."
Ryuga di cecar dengan berbagai macam pertanyaan dari para murid-muridnya yang terus menatapnya meminta jawaban.
"Iya saya tau Alexa sakit, karena Alexa itu istri saya,.. ayo buka halaman 203," ujar Ryuga mengacuhkan reaksi para muridnya yang menatap dengan berbagai ekspresi keterkejutannya.
"Kip, gue nggak salah denger kan?" tanya Rena terlihat masih ngeblank berusaha menyadarkan dirinya.
"Nggak, mingkemlah tuh mulut, ntar laler masuk," saut Kipli sambil menoyor kepala Rena berusaha menyadarkan Rena.
"Brakk
Tania menggebrak meja dengan kencang hingga semua mata tertuju kepadanya, ia langsung saja berdiri menatap Ryuga juga sedikit kesal.
"Bapak pasti bohong kan?" tanya Tania
"Iya Bapak pasti ngeprank kita semua," saut Adelia menimpali.
Ruang kelas pun menjadi ricuh kembali para siswa lagi-lagi bertanya kepada Ryuga karena mendengar ucapan Ryuga tadi sungguh membuat mereka masih tidak percaya.
"Ngapain Bapak bohong,.. sudah Saya tidak mau lagi menjawab pertanyaan yang menyangkut area pribadi saya. "Ayo cepat buka bukunya kita mulai pelajaran," ujar Ryuga tersenyum puas dalam hatinya. Ryuga langsung saja mengoperasikan mouse di tangannya menatap layar laptopnya.
"Maafin aku Yank, aku ngelakuin ini karena aku nggak sanggup dengar kamu terus dihina-hina kayak tadi," batin Ryuga.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...