
3 hari berlalu.
Sita semakin sering berkunjung ke rumah Retno, karena Retno terus saja mengundangnya untuk datang. Hari ini Retno dan Bimo akan terbang ke Singapore untuk menjalani massa pemulihan pasca operasi.
"Sita, Tante nanti titip Ryuga ya, kamu sering-sering berkunjung ya tengokin Ryuga, hibur dia ya," bisik Retno memegang tangan Sita tersenyum.
"Iya Tante, Tante sama Om baik-baik ya di sana," ujar Sita tersenyum menatap Tante Retno.
Bimo keluar dari kamarnya, berjalan secara perlahan sambil memegangi dadanya.
"Eh Papah, Mamah masih packing nih Pah, Sita baik banget loh Pah, dari kemarin dia bantuin Mamah," ujar Retno mencoba memberi kesan baik tentang Sita kepada Bimo.
"Sebaiknya kita tunda dulu keberangkatan kita, Papah mau tunggu Ryuga sama Alexa pulang dari England dulu Mah," ujar Bimo sambil duduk di kursi rodanya di bantu suster.
"Iya Tante, bener kata Om, lebih baik Tante nunggu Ryuga pulang dulu sebelum berangkat," ujar Sita menatap Retno.
"Loh nggak bisa dong Pah, Dokter Robby menyarankan supaya kita secepat berangkat, lebih cepat lebih baik Pah, nanti gampang Pah, Ryuga sama Alexa biar nyusul kita ke sana," ujar Retno beralibi karena Bimo sendiri tidak mengetahui bahwa Ryuga dan Alexa sudah berpisah.
Bimo membuang nafas dengan kasar melihat tingkah laku istrinya yang semakin hari semakin berbeda, "Sita, Om harap kamu tidak sering berkunjung ke sini, karena Om tidak ingin terjadi kesalahpahaman antara Ryuga dan Alexa, kamu mengertikan!" ujar Bimo tanpa basa-basi.
"Sialan dasar tua bangka ," batin mengumpat di dalam hati kesal mendengar ucapan Om Bimo.
Sita yang sejak beberapa hari yang lalu dengan pedenya karena merasa kehadirannya sangat di terima di rumah Retno, tapi tidak dengan Bimo beliau terlihat kurang nyaman dengan kehadiran Sita.
"Eh Papah Mamah loh yang nyuruh Sita datang kesini buat bantuin Mamah, lagian Sita udah luangin waktunya untuk mengantar kita ke Bandara Pah," ujar Retno menghampiri Bimo mencoba meyakini suaminya.
"Kamu tidak perlu repot-repot sudah ada Pak Agung yang mengantar nanti," ujar Bimo yang langsung meninggalkan ruang tengah.
"Kayaknya Om Bimo nggak suka deh sama kehadiran aku Tante," ujar Sita memasang wajah memelas.
"Kamu nggak usah di ambil hati ya omongan Om, kamu tetep harus semangat demi Ryuga, biar Om jadi urusan Tante," ujar Retno tersenyum.mencoba memeberi semangat Sita.
Bi Siti datang sambil memberikan minuman di meja tamu untuk Sita.
Rasain luh, dasar perempuan sundel nggak tau malu, "batin Bi Siti melirik ke arah Sita tidak suka, karena setiap kali berkunjung ke rumah besar, Sita berlaga bak nyonya besar di rumah tersebut dan menyuruh Bi Siti melayaninya.
Bi Siti kembali ke dapur, sambil komat-kamit tidak suka melihat Sita.
"Hayo ngapain toh, lambemu komat-kamit gitu kaya silit ayam Sit," ujar Pak Pardi di dapur.
"Aku tuh gemes banget liat perempuan itu Di, ada ya orang yang nyebelin gitu, kelakuannya udah kaya nyonyah besar, beda banget sifatnya kaya Non Alexa, yang baik dan ramah" ujar Bi Siti terdengar kesal.
"Lagian Ibu itu nggak bisa menilai orang apa ya? bisa-bisanya Ibu ngusir Non Alexa dan mau menjodohkan Mas Ryuga sama perempuan sundel itu," ujar Bi Siti menambahkan.
"Hus kamu jangan kenceng-kenceng ntar kedengeran Ibu ," ujar Pak Pardi.
__ADS_1
"Kueeesel atuh tuh Di, gemes rasanya tuh pengen tak jambak perempuan itu," ujar Bi Siti mengepalkan kedua tangannya di depan Pak Pardi.
"Hus udah kita ini nggak perlu ikut campur urusan keluarga ini, mending fokus aja kerja yang bener yang apik toh. Udah mending kamu bikinin aku kopi daripada terus-terusan ngedumel," ujar Pak Pardi.
"Kamu emang nggak seru kalo di ajak cerita," ujar Bi Siti melengos meninggalkan Pak Pardi.
.
.
*******
Di SMA Garuda bangsa, suasana kelas IPS XII, terlihat sedikit berbeda. Rena terlihat begitu tidak semangat, ia meletakan wajahnya di atas meja menatap bangku kosong Alexa.
Rena membuang nafasnya, "Alexa kenapa luh pake segala cabut dari sini sih? Kemana sih sebenernya luh tuh? Kenapa chat sama panggilan gue nggak luh jawab?" ujar Rena bertanya-tanya sendiri.
"Mungkin Alexa lagi butuh waktu buat sendiri dulu, tenangin pikirannya dia Ren, mending kita ke kantin yuk," ajak Kipli.
Rena dan Kipli berjalan tidak semangat menapaki koridor kelas menuju kantin sekolah.
"Budeh bakso dua ya," ujar Rena mesan baso kepada bude kantin.
"Sip.., tumben kalian berdua doang, biasanya sama Alexa?" tanya Bude kantin.
"Pli.., gue nggak nyangka kisah mereka sesingkat dan setragis ini Pli, kenapa mereka harus bercerai? lagian Pak Ryuga juga udah tiga hari nggak nongol-nongol bukannya memperjuangkan Alexa, dia juga malah ikutan ilang gitu ajah," ujar Rena duduk di bangku kantin.
"Gua juga menyayangkan banget sih sebenernya, tapi mau gimana lagi itu adalah keputusan mereka. Mending kita doain aja, yang terbaik buat mereka. "Oh iya Ren, "nanti sore kita jengukin Dimas di yuk, di Rumah Sakit," ajak Kipli. Rena pun mengangguk setuju dengan ajakan Kipli.
"Oh iya gimana kabarnya Grace?" tanya Kipli.
"Gue denger sih dia mau di panggil gitu orang tuanya, kali ini gue yakin banget, dia bakalan di keluarin deh dari sini," ujar Rena sambil mengaduk minumannya.
.
.
*******
Di sebuah Hotel bintang lima pesta perayaan aniversary Subrata Grup berlangsung cukup meriah, karena dalam acara tersebut dilangsungkan pula acara pertunangan pewaris Subrata Grup yaitu Nicolas dan juga Hanum.
Banyak sekali rekan-rekan media yang meliput moment akbar tersebut, hampir setiap tamu dan undangan memberikan ucapan selamat terhadap Nicco. Tuan Ardy banyak mengundang rekan bisnisnya dan kolegan Nicco, dalam acara tersebut.
Alexa terkurung sendiri di dalam kamar suite room hotel. Gaunnya terlihat kotor akibat ulah Grace yang sengaja menumpahkan kuah makanan di gaun yang Alexa kenakan. Alexa sudah berusaha membersihkan gaunnya di dalam toilet namun nodanya meninggalkan bekas sehingga Alexa tidak punya pilihan selain menunggu di kamar suite room hotel, sampai acara selesai. Dirinya tidak ingin masuk ke dalam acara pesta karena tidak ingin menjadi pusat perhatian karena gaunnya yang kotor.
Hampir 4 jam lebih Alexa menunggu dengan begitu bosan, "Loh Alexa gaun kamu kenapa, Kakak cariin kamu dari tadi rupanya kamu disini?" tanya Kak Hanum yang baru saja masuk ke ruang suite room hotel.
__ADS_1
Gaun Alexa ke tumpah kuah tadi. "Wahh.., kak Hanum cantik banget selamat ya atas pertunangannya," ujar Alexa memeluk Hanum sedih.
Om Ardy dan Tante Sisil terlihat ikut masuk ke dalam ruang suite room hotel menyusul Hanum namun tidak dengan Grace.
"Loh Alexa gaun kamu kenapa?" tanya Tante Sisil kaget saat melihat gaun Alexa yang kotor.
"Gpp kok Tante tadi ketumpahan kuah," ujar Alexa tersenyum.
"Alexa.., Tante turut prihatin mendengar masalah kamu sama Ryuga kamu yang sabar ya, Tante dapet panggilan dari sekolah lagi, katanya Grace bikin masalah lagi ya?" tanya Tante Sisil memeluk Alexa.
"Makasih Tante.., Alexa nggak tau apa-apa Tante, karena Alexa udah memutuskan untuk pindah sekolah," ujar Alexa berkaca-kaca kembali teringat dengan moment yang terjadi padanya kemarin.
"Loh kenapa Alexa?" tanya Tante Sisil terkejut.
"Gpp kok Tante, Alexa pengen ganti suasana aja kok," ujar Alexa ambigu.
Nicco baru saja masuk, "Hadeuhh capek banget," ujar Nicco membuka jasnya.
"Kak Nicco selamat ya Kak atas pertunangannya," ujar Alexa memeluk Kak Nicco.
"Itu baju kamu kenapa dekil kaya gitu, pantes aja kamu nggak keliatan," ujar Nicco menjitak kening Alexa perlahan.
Alexa mengusap keningnya, "Ya udah karna acara udah selesai, Alexa pamit pulang dulu ya Kak Tante, Om," ujar Alexa tersenyum.
"Kamu mau ke apartemen Kakak Sa?" tanya Kak Nicco.
"Enggak Kak.., Alexa mau nginep dulu di rumah Tante Karin beresin baju-baju Alexa, besok baru Alexa ke apartemen Kakak," ujar Alexa.
"Ya udah ini kartunya apartemennya, selama Kakak di Aussie kamu tinggal di situ aja dulu, kalo kamu butuh apa-apa telpon kakak aja ya Sa, dan ini buat kebutuhan kamu selama sekolah sampe kuliah nanti, nanti tiap bulan Kakak bakalan transfer.., ambil," ujar Kak Nicco memberi kartu kredit kepada Alexa. Alexa tampak ragu-ragu ingin mengambil kartu tersebut.
"Ambil Alexa, mulai sekarang kamu jadi tanggung jawab Om sama Tante juga, karena biar bagaimana pun juga kamu itu masih keponakan Om dan bagian dari keluarga Subrata, kamu jangan merasa terbebani ya Alexa," ujar Om Ardy tersenyum.
Alexa meneteskan air mata harunya ternyata masih ada orang-orang baik di sekelilingnya yang masih peduli terhadapnya.
"Makasih Om, Tante, Kak Nicco sama Kak Hanum kalian udah baik banget sama Alexa, Alexa janji, Alexa akan belajar dengan giat, buat membalas kebaikan kalian," ujar Alexa terisak pilu.
Semuanya pun tersenyum menatap Alexa dengan perasaan iba, walaupun hubungan Ardy dengan Ferdy tidak harmonis, namun sikap Ardy dan keluarganya tetap menyambut baik dan hangat kepada keponakan satu satunya tersebut.
Alexa sudah kini sudah berada di lobby hotel dan Pak Parjo terlihat sigap membukakan pintu mobil untuk Alexa, mengantarkan Alexa ke tempat tujuannya. Walaupun Alexa sempat menolak niat baik tante Sisil yang menyuruh Pak Parjo mengantar Alexa pulang, namun tante Sisil dan Kak Nicco tetap memaksa sehingga Alexa tidak punya pilihan selain menerima niat baik mereka.
Seseorang dari kejauhan menatap kepergian Alexa dengan wajah bengis mengepalkan kedua tangannya erat-erat.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1