Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Perkara Lipstik


__ADS_3

Sejak insiden yang terjadi pada Alexa di lapangan, perasaan Ryuga menjadi tidak tenang, mengerjakan apapun menjadi tidak fokus, ia cukup mengkhawatirkan Alexa, apalagi ia melihat Alexa meringis kesakitan.


Langkah tegas Ryuga memasuki ruang UKS yang saat itu memang terlihat sepi, hanya ada Alexa yang sibuk mengipas-ngipasi lukanya. Tanpa aba aba Ryuga langsung memboyong Alexa ala bridal style menuju mobilnya yang sudah terparkir tepat di depan ruang UKS.


"Eh Pak turunin nggak! nanti ada yang liat gimana! Bapak mau bawa saya kemana sih? Pak please turunin saya, "ujar Alexa panik berusaha berontak sambil melihat keadaan di sekitar.


"Kamu bisa diem nggak! Justru kalo kamu berisik nanti ada yang liat, "ujar Pak Ryuga sambil menatap Alexa kesal karena ia terus saja memberontak.


Nyali Alexa pun menciut ketika netra mereka kembali bertemu dengan jarak yang begitu dekat, apalagi melihat bibir Ryuga seketika wajahnya pun terasa panas pergerakannya kini terhenti, Alexa mendadak patuh mengikuti perintah Ryuga.


Alexa duduk di dalam mobil Ryuga dengan tenang, dan sesekali ia mencuri pandang ke arah seseorang di sampingnya yang terlihat sedang fokus menyetir.


Nggak usah liatin saya gitu! Saya emang ganteng dan penuh kharisma, "ujar Ryuga percaya diri. Ryuga tersenyum tipis saat mengetahui Alexa mencuri-curi pandang padanya.


Dih ge'er banget sih, "saut Alexa sambil misuh-misuh membuang pandangannya ke sisi jalan. Alexa dan Ryuga kini terdiam dalam lamunan mereka masing-masing, Alexa mencoba mencairkan suasana dengan mendengarkan musik di mobil Ryuga. Terdengar lagu milik Prinsa Mandagie yang berjudul Hanya Singgah dalam saluran radio yang baru saja Alexa manyalakan.


.


.


Kukira akulah yang satu-satunya


Oh, ternyata kamu dengan lain orang


Kukira kau mau berjuang


Ternyata ku hanyalah cadangan


Harusnya ku tahu semua akalmu


Bukan hanya aku yang kaubilang sayang


Kau terlatih duakan cinta


Lebih baik aku mundur saja


Kukira bawa bahagia


Ternyata buat kecewa


.


.


Alexa mengikuti alunan lagunya dengan penuh penghayatan suaranya cukup terdengar merdu dan lembut.


Suaranya lumayan juga, "batin Ryuga sambil menarik senyum tipis di sudut bibirnya.


Alexa tiba-tiba saja mematikan musik begitu saja, hingga membuat Ryuga sedikit mengalihkan pandangan menatap Alexa bingung.

__ADS_1


Kenapa di matiin, "tanya Ryuga manatap fokus ke depan jalan.


Alexa hanya terlihat menarik nafasnya dalam-dalam karena lagu tersebut cukup membuatnya terbawa perasaan, hingga membuatnya sedih.


Gpp, "saut singkat Alexa.


Suara dering di ponsel Alexa, cukup membuat Alexa terkejut, terlihat Dimas menelponnya Alexa sedikit melirik ke arah Ryuga. Sebenarnya Ryuga sudah melihat sekilas nama Dimas tertera di layar ponsel Alexa, yang cukup membuatnya sedikit kesal.


"Hallo Dim! ada apa kamu telpon aku, "tanya Alexa dalam sambung teleponnya.


Oh ini, kata Rena kamu mau ikut gabung di acara pensi sekolah hari guru nanti! "tanya Dimas.


"What ! apa-apa si Rena, " batin Alexa kesal mengutuk perbuatan Rena.


Hallo Lex? " tanya Dimas saat tidak mendengar sautan dari Alexa.


"Eh maaf Dim! enggak kok Dim, jangan dengerin Rena, dia boong. " ujar Alexa sambil sesekali melirik ke arah Ryuga yang terlihat begitu tidak ramah.


Yah, tapi nama kamu udah aku list bareng sama yang lain, soalnya tadi sekalian di buatin laporan kegiatannya, trus laporannya tadi udah di tandatanganin sama bu Lita. "ujar Dimas.


Yah, nggak bisa di batalin gitu ya Dim? " tanya Alexa dengan nada sedikit memelas.


Gpp kali Lex ikut aja, buat seru-seru aja kok, "ajak Dimas.


Aku nggak pede ah Dim, "ujar Alexa dengan nada melemah seketika melirik ke arah Ryuga kembali.


Tenang aja nanti aku dampingin kamu kok, Mau ya? "saut Dimas mencoba meyakinkan Alexa.


Apalagi mendengar nada bicara Alexa sungguh membuatnya kesal. Ryuga tiba-tiba saja menginjak remnya secara mendadak setelah melihat apotek.


"Kodok luh!, " ujar Alexa kaget ponselnya pun terlepas dari genggamannya. Ryuga tersenyum smirk tanpa perasaan bersalah sedikit pun terhadap Alexa, yang menatapnya dengan kesal, lalu ia menepikan mobilnya di sebuah apotek. Untung suasana jalan saat itu sedang sepi sehingga tidak banyak mobil yang berlalu lalang.


Nggak bisa apa, ngeremnya manusiawi dikit gitu, "ujar Alexa terkejut, karena kepalanya hampir saja terkena dasbor.


Kamu kenapa Lex, aku samperin kamu ya?, "tanya Dimas terdengar panik yang ternyata masih tersambung dalam panggilannya.


Nggak Dim, ya udah nanti aku telpon lagi ya, "saut Alexa yang langsung mematikan sambungan teleponnya begitu saja.


Brugg...


Ryuga membanting pintu mobilnya cukup kencang hingga membuat Alexa terkejut menatap Ryuga bingung. Ryuga memasuki apotek dan membeli beberapa obat obatan dan perban untuk mengobati luka Alexa. Alexa terlihat menyibukkan diri sambil menunggu Ryuga kembali dengan melihat-melihat ke arah sisi jalan. Tiba-tiba tangan Alexa tidak sengaja menyentuh benda yang berada di storage box di pintu mobil.


"Lipstik, "batin Alexa mengerutkan kedua alisnya.


Lipstik siapa ini ? "Apa ini punya Mamah ? Atau mungkin, "batin Alexa menduga-duga dan mulai risau, Alexa menatap lipstik tersebut, perasaan mulai tidak baik-baik saja.


Mobil Ryuga sudah terparkir di garasi halaman kediaman orang tuanya. Ryuga pun turun, lalu membukakan pintu di sisi Alexa.


Gimana masih sakit nggak ? "tanya Ryuga membuka pintu mobil di sisi Alexa.

__ADS_1


" Ya Masih lah! "jawab Alexa ketus ia mencoba menurunkan kakinya secara perlahan-lahan.


Jangan jutek - jutek, mau di bantuin nggak? " tanya Ryuga sikapnya kini sedikit berubah ia cukup sabar dalam menghadapi Alexa yang sejak tadi ketus padanya.


Nggak usah, "ketus Alexa.


Emang bisa jalan ?..."tanya lagi Ryuga yang cukup bingung melihat perubahan pada sikap Alexa.


Bisa..."saut Alexa singkat sambil meringis saat mencoba berdiri menapakan kakinya.


Melihat Alexa meringis saat berjalan, Ryuga tidak sabaran dan langsung saja ia menggendong Alexa ala bridal style. Jantung Alexa kembali di buat bersorak ria saat Ryuga kembali menggedongnya. Jika ada cermin mungkin wajahnya kini sudah tampak seperti kepiting rebus akibat perlakuan Ryuga. Alexa merasa malu dan hanya menyembunyikan wajahnya yang merah di balik dada Ryuga. Pesona Ryuga membuat kekesalan sedikit luluh karena perlakuan Ryuga saat ini.


Kenapa..."tanya Ryuga saat melihat Alexa salah tingkah sendiri. Alexa hanya menggelengkan kepalanya dan sontak membuat Ryuga tertawa dalam hatinya saat menyadari istrinya kini terlihat salah tingkah dan malu.


Alexa mencium aroma parfum di tubuh Ryuga semakin menambah ritme jantung entah kenapa wangi tersebut menjadi candu baginya Alexa bisa merasakan kenyamanan pada sosok yang dulu dikenal begitu dingin namun kini perlahan berubah menjadi sosok pria sedikit berbeda.


Seandainya Kakak ngerasain juga apa yang aku rasain saat ini. Tapi aku nggak boleh egois dengan begini aja udah cukup bikin aku bahagia. Aku takut kalo aku jujur justru malah bikin Kakak menjauh dariku dan nggak nyaman sama aku. Aku tau siapa yang paling penting di hati kakak sekarang, jika memang suatu saat Kakak lebih memilihnya dari pada aku, maka saat itu juga aku memutuskan untuk pergi menjauh, "batin Alexa lirih.


Ryuga meletakkan Alexa di sofa di ruang tengah, Mamah Retno yang menyadari kedatangan Putra dan menantunya pulang lebih awal dari biasanya, langsung segera menghampiri Alexa di sofa.


Aduh Alexa, kenapa kamu bisa luka-luka begini sih sayang ? pasti ini sakit perih banget, "ujar Mama Retno terkejut saat melihat lutut Alexa terluka.


Gpp, tadi Alexa hanya terjatuh, "ujar Ryuga tanpa melihat ke arah Mamahnya tersebut. Mamah Retno sedikit senang akhirnya Ryuga, mau bicara kembali padanya.


Bi Siti tolong ambilkan air hangat, "teriak Mamah Retno dengan wajah cemas.


Kamu gimana sih Ga, "Kok istri kamu bisa sampai kayak gini, "ujar Mama Retno yang berbicara masih sedikit kikuk kepada putranya tersebut.


Gpp kok Mah, Alexanya ajah kurang hati hati tadi., "saut Alexa membela Ryuga.


Ya udah mah sini biar Ryuga aja yang ngobatin, "ujar Ryuga sambil mengambil wadah buang berisi air hangat.


Ya udah kalo gitu, Mamah bikinin kamu minum dulu ya sayang, "ujar Mamah Retno menatap Alexa dengan penuh perhatian.


"Awww ! bisa pelan dikit nggak sih perih tau, "omel Alexa yang merasakan perih.


Tahan dikit gak usah manja, lagian kamu tuh hoby banget yang bikin badan kamu sendiri luka, kemaren pipi sekarang lutut, besok apalagi coba! "ujar Ryuga dengan nada sedikit mengomel, lalu kembali ia menyeka luka dilutut Alexa Alexa dengan air hangat.


Bawel, " batin Alexa sambil misuh-misuh mengikuti gaya omelan Ryuga tadi.


Ryuga terlihat begitu telaten mengobati luka di lutut dan tangan Alexa. Alexa menatap Ryuga berusaha membuyarkan pikiran-pikiran yang terus membuatnya semakin terhanyut dengan perasaannya karena perlakuan Ryuga saat ini.


Udah udah ! Nggak usah di perban malah lama sembuhnya, sini biar aku aja !, "ketus Alexa berusaha menghindari Ryuga, karena semakin lama ia menatap Ryuga, membuat perasaannya semakin sulit untuk di kontrol.


Udah di obatin bukannya terima kasih malah ngomel ngomel terus dari tadi, "Dasar labil! "ujar Ryuga, ia pun menyudahi aktivitasinya dan merapikan kotak p3k.


Makasih Kak udah di obatin, "ujar Alexa menatap punggung Ryuga dengan tatapan puppy eyesnya sambil menggigiti bibirnya. Alexa merasa bersalah akibat terlalu terbawa perasaannya sendiri. Setelah menemukan lipstik di dalam mobil Ryuga, sehingga membuat mood Alexa menjadi kacau dan terus saja bersikap ketus kepada Ryuga.


Ryuga menghentikan langkahnya dan menengok Alexa yang ada di belakangnya lalu hanya menyimpulkan tersenyum menjawab Alexa. Entah mengepa melihat tatapan Alexa yang seperti itu hatinya begitu berdesir. Ryuga tidak kuasa melihat wajah Alexa yang begitu menggemaskan, hingga membuatnya salah tingkah sendiri dan langsung mengalihkan pandangannya berjalan menapaki tangan menuju kamarnya.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2