Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Ngobrol Semalam Suntuk


__ADS_3

"Kak, ujar Alexa"


"Apa, saut Ryuga mengusap pipi Alexa."


"Aku boleh nanya sesuatu nggak, tapi kakak harus jujur?" tanya Alexa sedikit takut. Ryuga terlihat menganggukkan kepalanya menyetujui.


Apa kakak pernah ngelakuin hal itu, selain sama aku. "Secara kakak kan pernah tinggal lama di England, ya kali aja kakak pernah ngelakuin one night stand gonta-ganti pasangan atau mungkin sama mantan," tanya Alexa.


Mata Ryuga membulat sempurna. "Ngaco... ya enggak lah, aku ngelakuin ini cuman sama kamu doang, walaupun aku gantengnya meresahkan, tapi aku tetap tahu batasan, kan Papah pernah ngirim aku sekolah di pesantren selama 3 tahun, papah dan mamah juga mendidik aku untuk bisa menghargai dan menghormati seorang wanita, dan aku selalu inget kata-kata mereka," saut Ryuga tegas.


"Oh... kakak pernah sekolah di pesantren, aku baru tau," ujar Alexa terkejut. Alexa juga yakin melihat tatapan Ryuga yang begitu tegas tidak ada tanda kebohongan terlihat jelas. Alexa tersenyum simpul saat menyadari ialah wanita pertama yang di cumbui oleh Ryuga.


"Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Ryuga.


"Hem... gpp," saut Alexa mengulun senyum."


"Alexa... kamu itu yang pertama buat aku, kamu nggak usah mikir yang aneh-aneh ntar malah curigaan terus bawaannya," ujar Ryuga mengusap bibir Alexa dengan lembut.


Ryuga menyelipkan anak rambut di telinga Alexa menatap Alexa dengan penuh perasaan.


Cup..!


Ryuga mengecup sekilas bibir Alexa yang terlihat penuh dan sensual.


"Ihh...udah jangan cium-cium terus," rengek Alexa.


Abis aku suka liat bibir kamu, bibir kamu itu sexy banget menurut aku. Apalagi kalo liat lesung pipi kamu bikin senyum kamu tambah manis, ujar Ryuga menyentuh bibir Alexa dengan jemarinya.


Tapi kalo tiap hari kakak gini terus juga, aku bakalan bosen," ujar Alexa mencebikkan bibirnya.


"Apa... kamu belom apa-apa udah bosen, sama aku," ujar Ryuga mengerutkan kedua alisnya.


"Iya aku bosen, bosen kalo kakak nggak ada di sisi aku maksudnya. " Ckckck, ujar Alexa terkekeh menggoda Ryuga.


" Oh kamu ngeledekin aku, awas kamu ya,"ujar Ryuga menggelitiki Alexa.


"Iya..iya..ampun kak," ujar Alexa tertawa."


Alexa langsung tersenyum ceria hingga memperlihatkan lesung pipinya. Ryuga yang melihatnya pun seketika langsung menyerang, namun Alexa cepat-cepat menutup bibirnya.


"Wee...nggak bisa wee," ujar Alexa kembali menutup bibirnya dengan tangan.


"Jangan ngeledek, nanti kamu bakalan kangen sama bibir aku, soalnya saat aku mulai bekerja di perusahaan, waktu kita pasti akan berkurang," ujar Ryuga.


"Emang kapan kakak bakalan mulai menggantikan posisi papah?" tanya Alexa khawatir.


Mungkin sekitar satu minggu lagi, pokoknya sebelum papah operasi. Aku pengen membanggakan papah sama mamah aku, terutama papah yang sangat berusaha keras membangun perusahaan sampai saat ini, aku nggak mau mengecewakan mereka Alexa," ujar Ryuga menatap Alexa menyematkan anak rambut di telinga Alexa.


"Gpp kok kalo kakak bakalan sibuk nanti, aku bakalan selalu dukung kakak," ujar Alexa tersenyum.

__ADS_1


"Makasih ya kamu ternyata pengertian banget," ujar Ryuga mengusap rambut Alexa. Dan Alexa pun tersenyum hangat menatap Ryuga


Kamu mau tahu nggak sejak aku memiliki kamu, cita-cita aku jadi berubah Alexa. Aku pengen jadi pengusaha sukses demi ngebahagiain dan mencukupi kebutuhan kamu dan anak-anak kita nanti. "Siapa tau kalo aku udah sukses, mungkin aja suatu saat nanti muka aku bakalan terpampang jadi cover di majalah Forbes," ujar Ryuga merasa membayangkan impiannya.


"Oh, kirain aku terpampang di spanduk pecel lele, "Ckckck, ujar Alexa terkekeh.


"Apa..pecel lele ya ampun omongan kamu nusuk banget tau nggak. Mau aku tambahin lagi," ujar Ryuga menatap Alexa nakal.


Eh iya..iya... ampun, udah cukup kak, "saut Alexa menarik selimutnya.


.


.


Ryuga kembali memeluk Alexa dengan erat, sedangkan Alexa tengelam dalam lamunan. Ucapan Ryuga tadi sebenarnya membuat Alexa sedikit khawatir. Alexa mengeratkan lagi pelukannya memikirkan hal-hal negatif kedepannya tentang masalah dirinya dan juga keluarganya.


"Alexa...Alexa," panggil Ryuga yang melihat istri tidak fokus.


"Ehmm iya" ujar Alexa tersentak.


"Kok kamu bengong, kamu mikirin apa sih?" tanya Ryuga penasaran.


"Eh enggak aku cima mikirin, apa kakak bakal berenti jadi pak Guru nanti, kalo kakak udah fokus sama perusahaan?" tanya Alexa lirih.


"Mungkin, tapi tenang aja...aku masih sesekali datang untuk mengurus yayasan tersebut kok selama papah kamu nggak ada," ujar Ryuga tersenyum.


"Kak... papah aku kan, udah bikin kakak kecewa, terus aku juga nggak yakin kalo papah bakalan nggak dipercaya lagi jika menjabat sebagai ketua Yayasan," ujar Alexa merasa malu.


"Emang papah aku berjasa gimana maksud kakak aku nggak ngerti?" tanya Alexa.


Papah aku pernah cerita sama aku. Dulu papah Ferdy pernah menolong papah Bimo saat di masa-masa sulitnya, ketika merintis karirnya. Papah Ferdy membantu dengan berinvestasi, sehingga perusahaan papah sampai besar seperti sekarang, itu semua ada berkat andil papah kamu juga. Tapi aku heran sama papah kamu, kenapa papah kamu bisa kehilangan hak atas perusahaannya kira-kira apa penyebabnya?" tanya Ryuga.


Alexa tercekat mendengar pertanyaan Ryuga sejujurnya ia masih ada keraguan dalam hati Alexa. Ia juga tidak ingin mengorek luka lamanya kembali. Alexa terlihat mengambil ponselnya di nakas dan mengirimkan chat kepada Ryuga.


"Coba kakak liat ponsel kakak, " ujar Alexa. Ryuga pun mengambil ponselnya dan membuka chat dari Alexa.


"Ini tempat apa?" tanya Ryuga."


Itu alamat apartemen papah kak, Alexa tau kakak pasti mau bicara banyak sama papah tentang masalah papah. Maaf kak sebenarnya aku berbohong, tadi siang aku nggak belajar kelompok tapi aku pergi ke tempat tante Karin. "Maafin aku kak.. aku nggak bisa diem aja liat perbuatan papah, cuman ini yang bisa aku lakuin," ujar Alexa ragu-ragu.


.


.


Ryuga tiba-tiba melepas pelukannya menatap Alexa dengan raut wajah kecewa.


Apa alasan kamu sulit banget cerita masalah kamu sama aku, kenapa harus bohong? Apa kamu masih meragukan aku? Sebenarnya aku tahu dulu kamu sering bohong tentang masalah papah kamu, Alexa ," tanya Ryuga dengan penasaran.


Maafin aku kak, waktu itu kan hubungan kita nggak kaya sekarang. Wajar aku masih meragukan kakak, karena aku mengira kakak masih berhubungan sama mantan kakak. Aku tau kakak bertengkar sama papah dan mamah gara-gara mantan kakak." Apa aku salah kalo aku meragukan kakak ?" tanya Alexa tiba-tiba bulir air matanya terjatuh. Ryuga terkejut menatap Alexa dengan tatapan bersalah, lalu mengecup kening Alexa sambil menghapus air mata Alexa.

__ADS_1


"Maafin aku Alexa, mungkin saat itu kita sama-sama nggak yakin sama perasaan kita. Walaupun kamu ada di dekat aku, tapi kamu yang dulu tuh kaya sulit banget buat aku jangkau, tapi anehnya sikap kamu yang tertutup justru semakin lama semakin bikin aku penasaran. Tapi sekarang semua udah berbeda, cuman ada kamu di hati aku untuk selamanya, dan aku juga nggak mau kehilangan kamu," ujar Ryuga memeluk Alexa erat-erat.


"Tapi kok kakak nggak pernah bilang cinta atau nggak nembak aku gitu?" tanya Alexa mencebikkan bibirnya.


Ryuga tertawa mendengar ucapan Alexa. "Ya ampun gini nih resiko punya istri bocil, apa-apa harus bilang I love you. Emang kamu nggak, bisa ngerasain gimana perlakuan aku, itu tuh udah mencerminkan perasaan aku yang besar buat kamu. Lagian kita ini bukan pacaran lagi Alexa, kita udah sah menikah," ujar Ryuga dibuat gemas.


"Kayak kakak nggak pernah gitu aja, kakak juga dulu pas seumuran aku pasti pernah ngalamin kaya aku kan?" tanya Alexa merajuk.


"Ah enggak, masa SMA kakak tuh kakak sibukkin sama belajar, nggak kaya kamu baru SMA aja tau namanya rokok, hobinya berantem, cabut. Kenapa kamu bisa badung gitu sih?" tanya Ryuga penasaran.


"Hah,..hmmm aku, tapi aku kan udah nggak gitu lagi sekarang. Udah sih kalo masalalu yang buruk itu nggak usah di bahas lagi, cukup di jadikan pelajaran, "ujar Alexa merajuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Iya..iya.. janji sekarang kamu harus jadi Alexa aku yang baik, yang manis, yang pinter, yang bikin aku puas," ckckck, ujar Ryuga terkekeh.


"Dasar mesum.. giliran ngomong itu semangat,"ujar Alexa melirik Ryuga sinis.


.


"Alexa, aku boleh nanya sesuatu nggak?" tanya Ryuga membelai rambut Alexa.


"Nanya apa kak?" saut Alexa.


"Temen yang kakak pernah ketemu kamu di rumah sakit dia ngenalin kamu, tapi kamu ngakunya sepupu aku, kok bisa sih? Trus kamu ngapain kamu ke rumah sakit ? Kamu sama siapa waktu itu?" tanya Ryuga menatap Alexa intens.


.


Deg !!


.


Nafas Alexa terhenti sejenak, otak mulai sibuk berfikir keras, Alexa sedikit terdiam, bingung menjawab.


"Oh... waktu aku sama tante Karin, itu temen kakak," ujar Alexa cemas.


"Iya dia itu temen kuliah kakak waktu sebelum kakak kuliah di England, kamu ngapain ke rumah sakit?" ujar Ryuga menyelidik.


"Oh... waktu itu aku..aku, oh iya aku nganterin tante Karin," ujar Alexa bohong. Ia mengeratkan pelukannya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ryuga.


"Kamu yakin... kamu nggak lagi bohongin aku kan ? Kok expresinya kamu gitu ? Trus juga pas aku nggak sengaja masuk ke kamar, aku liat kamu kaget langsung buru-buru umpetin obat kamu waktu itu. Emang itu obat apa, ?" tanya Ryuga.


"Mampus gue, apa Dokter Siska udah cerita masalah kondisi gue sama kak Ryuga, gue harus jawab apa ini,...Ah mending aku pura-pura tidur aja," batin Alexa ia pun langsung memejamkan matanya.


"Alexa... di tanya kok malah nggak nyaut Alexa," panggil Ryuga, ia pun sedikit melonggarkan pelukannya melihat Alexa wajah saat ini.


Ryuga tersenyum simpul ,"Pantes aja nggak nyaut," ujar Ryuga mengusap rambut Alexa saat melihat istrinya sudah terlelap.


"Good night sayang, ujar Ryuga mencium kening Alexa."


"Maaf kak untuk masalah itu aku tidak bisa jujur sama kakak, karena papah melarang aku untuk tidak menceritakan kondisi aku pada kakak dan juga orang tua kakak," batin Alexa dalam pelukannya Ryuga.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2