
Suara gebrakan pintu terdengar cukup kencang perhatian Mama Retno dan Papah Bimo dialihkan saat melihat Ryuga yang baru saja tiba di kediamannya dengan raut wajahnya yang terlihat tidak ramah.
Ga kamu dari man ?...,"ucapan Mamah Retno pun terhenti mana kala Ryuga menghampirinya dengan sorot mata yang terlihat tajam, alisnya bertaut.
Ga...ka ka mu kena pa sih kok gitu banget liatin nya.,"ujar Mamah Retno gugup.
Apa yang udah Mamah lakuin sama Sita ?...,"ujar Ryuga tubuhnya bergetar seolah menahan emosinya.
Ryuga kamu sadar dengan apa yang kamu katakan ?...,"ujar Papah Bimo dengan nada sedikit meninggi.
Mak maksud kamu apa Ga ?..Mamah nggak ngerti !!!..,"ujar Mamah Retno mulai memucat.
Mamah benar-benar nggak punya hati, kenapa Mamah dulu tega nyuruh Sita buat ninggalin Ryuga..," Aku sudah tau semuanya Mah, segala perbuatan Mamah pada Sita..,!!!ujar Ryuga penuh penekanan
Ryuga jangan kurang ajar kamu !!..Sejak kapan kamu berani berbicara kasar seperti itu ?...,"bentak Papah Bimo yang langsung menghampiri putranya.
Ryuga kecewa Pah...Ryuga merasa dibohongi apalagi perbuatan Mamah bikin Ryuga merasa sangat bersalah sama Sita ...apa yang Mamah perbuatan itu udah bikin Sita menderita selama ini..Mamah sadar nggak dengan apa yang Mamah lakuin dulu ?..,"ujar Ryuga yang mulai melemah.
Maafin Mamah Ga...Mamah terpaksa melakukan itu karena Mamah nggak mau masa depan kamu hancur karena kamu sering terlibat masalah dengan Nicco karena Sita...Mamah nggak mau kuliah kamu terganggu Ga...,"ujar Mamah Retno berusaha menjelaskan dengan isak tangis. Ini pertama kalinya Ryuga sangat marah kepadanya dan berani berbicara kasar padanya.
Tapi itu sudah jadi masalalu Ga...Ingat kamu itu sudah memiliki Alexa sekarang dia itu sudah resmi menjadi istri kamu seharusnya kamu memikirkan perasaannya. Apa yang sudah di lakukan Mamah kamu itu benar menurut Papah..."ujar Papah Bimo dengan penuh penekanan.
Apa Papah membenarkan segala perbuatan Mamah..Ini pertama kalinya Ryuga merasa kecewa dengan sikap kalian...,"Bahkan Ryuga menikah semua karena permintaan kalian, bukan keinginan Ryuga....!!! Selama ini Ryuga patuh dan selalu nurutin semua keinginan kalian bahkan sampai urusan masa depan pun Ryuga penuhin keinginan kalian. Tapi justru kenapa kaya gini balasannya kalian !!!..Apa Papah sama Mamah memang sengaja bekerjasama membohongi aku selama ini, tapi kenapa harus pake cara rendah seperti itu Mah..," ujar Ryuga dengan nada tinggi penuh rasa kecewa.
....
Alexa membekap mulut tidak percaya, setelah mendengar perdebatan antara Ryuga dan kedua orang tuanya, di balik pintu. Hatinya terasa hancur berkeping-keping, Alexa seketika pergi kembali meninggalkan kediaman Ryuga dengan tangis yang pecah, setelah mendengar apa yang seharusnya tidak ia dengar.
Loh mbak Alexa !!..Kok baru sampe udah pergi lagi toh mbak ?...,"tanya Pak Pardi yang sedang merapikan rumput di taman terkejut melihat Alexa berlari sambil menangis.
Iya pakde lupa ada yang ketinggalan..,"ujar Alexa berusaha menutupi wajahnya dengan rambutnya. Alexa yang baru saja tiba pun langsung pergi lagi meninggalkan kediaman Ryuga kembali.
Ngopo toh Mbak Alexa nangis,.." Nelongso tenan ndelok e...,"ujar Pak Pardi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
........
Plaaaaakkkkk....
Keterlaluan kamu...,"bentak Papah Bimo emosi.
Satu tamparan bersarang di wajah Ryuga, Bimo langsung merasakan nyeri pada dadanya setelah menampar wajah putranya untuk pertama kali.
__ADS_1
Paapahhhhh....,"teriak Mamah Retno yang langsung menghampiri suaminya.
Papah gpp mah...Papah mau istirahat...,"ujar Papah Bimo nampak raut wajah kekecewaan terlihat jelas di wajahnya. Mamah Retno pun langsung memapah Papah Bimo untuk istirahat di kamarnya, karena ia tidak ingin kondisi suaminya memburuk akibat pertengkaran mereka dengan Ryuga.
Ryuga sendiri ia tampak terdiam nanar menatap kepergian kedua orang tuanya marah, kecewa, bersalah dan terluka seolah menyatu dalam pikirannya saat ini. Apalagi tamparan dipipinya sangat membekas di hatinya seumur hidupnya Papahnya tidak pernah melakukan hal tersebut kepada. Ryuga sadar Papahnya kini sangat kecewa dengan ucapannya namun, ia juga tidak bisa membohongi rasa kecewanya terhadap kedua orang tuanya terutama Mamahnya
...
Alexa membuka ponselnya duduk termenung di sebuah halte. Dalam tangisnya ia tersenyum manakala Rena dan Dimas mengirimkan foto kebersamaan mereka tadi saat di Dufan dan di pantai dalam chatroom.
Seru banget ya hari ini, kapan-kapan gaskeun lagi yang jauhan dikit (Rena)
Boleh banget..(Alexa)
Anjjirr pala gue masih pusing tadi naek ontang-anting (Kifli)
Hahahaa.. luh biasa naek odong-odong mini sih, yang bayar ceban bebas muter ampe gumoh (Rena)
🤣🤣🤣 Makanya minum antimo dulu tadi Kip sebelum naek, Makasih ya hari ini udah culik gue, gue seneng banget (Alexa)
🤣🤣🤣Anjiirrr antimo nggak sekalian aja itu puser luh, Luh lakban dulu tadi.. (Rena)
Siake luh pada!!! dasar temen nggak ada akhlak luh....(Kifli)
Kok luh tau banget sih, (Kipli)
😜😜😜 (Rena)
Hari ini seru banget ya Lex, kamu udah sampe rumah (Dimas)
Udah Dim (Alexa)
Kamu kena marah sama Papah kamu lagi nggak?.. Papah kamu nggak kasar lagi kan sama kamu? (Dimas)
Nggak Dim, aku langsung masuk kamar (Alexa)
Oh ya udah !!..Kamu jangan lupa, kompres lagi pipi kamu, biar nggak terlalu bengkak (Dimas)
Iya makasih ya Dim (Alexa)
Alexa tersenyum mengakhiri chat dengan para sahabatnya, baru saja ia membenahi luka akibat ulah Papahnya tadi, namun kini lukanya kembali menganga bahkan lebih menyakitkan. Alexa melanjutkan langkah gontainya kembali Alexa menapaki jalan tiada arah dengan isak tangis mengiringi setiap langkahnya di sepanjang jalan. Langkahnya pun terhenti di kediaman rumah orang tuanya Alexa membulatkan mata saat melihat stiker "Rumah ini Disita" .
__ADS_1
Sudah jatuh tertimpah tangga itulah umpama yang cocok untuk mendeskripsikan keadaan Alexa saat ini. Alexa berdiri menatap nanar rumah yang di penuhi banyak kenangan bersama mediang Mamahnya, kini lenyap sudah tak tersisa.
Tiba-tiba dalam lamunannya Alexa terkejut saat ada 3 orang pria berwajah seram menghampiri Alexa, mengenakan pakaian serba hitam, tubuh para pria tersebut ada yang di penuhi tato dan terlihat posturnya sangat kekar. Alexa sejujurnya sangat takut melihat wajah-wajah pria tersebut yang terbilang sangat menyeramkan baginya. Alexa mundur selangkah saat ketiga pria itu kini berdiri di tepat hadapannya, sambil menggenggam erat tali tas yang ada di dadanya.
Permisi !!...adek ini kenal sama Ferdy pemilik rumah ini..,"tanya seorang debt collector bertato
Papah..,"ujar Alexa terkejut, dan langsung membekap mulutnya
Oh jadi kamu ini anak si Ferdy breng*** itu cantik juga ternyata,. ckckck..,"Tolong kamu sampaikan padanya, kami akan terus datang menemuinya. Jika dia tidak segera melunasi hutang-hutangnya atau tidak memiliki etika baik dengan terus saja menghindar, maka kami akan terus datang dan menerornya , bahkan kami juga akan meneror kamu manis...Ckckckck.,"ujar debt collector sambil tertawa memegang dagu Alexa.
Alexa ketakutan mencoba melepaskan tangan pria seram itu dengan tangannya yang cukup bergetar. Wajah pria-pria tersebut dari dekat terlihat cukup membuat Alexa bergidik ngeri. Alexa pun memilih berlari meninggalkan pria-pria seram tadi, dan beruntungnya para debt collector tersebut tidak mengejarnya. Alexa berhenti ketika dia berlari sudah cukup jauh, nafasnya tersengal-sengal Alexa memegang dadanya berusaha mengatur nafasnya. Alexa terdiam dengan lamunannya duduk termenung di sebuah halte berusaha menetralisir rasa takutnya.
Gue nggak boleh lemah, gue harus kuat nggak boleh cengeng, dan luh harus bersikap seperti biasa seolah nggak terjadi apapun dan denger apapun. Gue harus bertahan walau hati gue sakit, setidaknya gue nyaman tinggal di sama Mamah Retno, karena Mamah Retno sayang dan perhatian sama gue...,"batin Alexa menyemangati dirinya sendiri.
Akhirnya Alexa memutuskan kembali pulang ke kediaman Ryuga ia merasa takut dengan ucapan para orang-orang tadi yang berkata akan bahwa mereka akan menerornya, membuat tubuh Alexa langsung bergidik ngeri.
Pukul 07.00 malam tepatnya Alexa baru saja tiba di kediamannya sampai di depan pintu Alexa menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkan senyum ceria saat memasuki rumah. Suasana di dalam rumah terbilang sangat sepi dan begitu hening tidak seperti biasanya. Alexa cukup mengerti mungkin karena kejadian tadi menjadikan suasana sedikit berbeda dari biasanya, karena seluruh anggota pada jam ini biasanya sedang bekumpul di ruang makan sambil bercengkrama.
Mah...Alexa pulang....Pah...,"ujar Alexa yang terlihat celingak celinguk melihat sekitar rumah.
Eh non Alexa sudah pulang, mau tak siapin makan nggak non..,"tanya Bi Siti ramah.
Nggak usah Bi, Alexa udah makan tadi...,"Oh ya Bi Mamah sama Papah kemana ya ?...,"tanya Alexa.
Oh mungkin sedang istirahat di dalam..Tuan sepertinya kurang enak badan tadi Mbak...,"ujar Bi Siti dengan wajah yang terlihat kikuk seolah sedang menutupi sesuatu.
Papah sakit Bi ?...Oh ya udah Bi makasih ya...,"ujar Alexa tersenyum.
Loh mbak Alexa itu kenapa mukanya biru gitu mbak ?...,"tanya Bi Siti penasaran.
Oh ini..Alexa tadi jatuh pas ke toilet terus kebentur tembok Bi...,"jawab Alexa bohong.
Oalahh mbak mbak!!.. sini Bibi tak kompresin pipinya mau?...,"ujar Bi Siti
Nggak usah Bi nanti biar Alexa olesin obat aja di kamar...Oh iya Bi Kak Ryuganya ada ?..," ujar Alexa tersenyum.
Oh Mas Ryuga ada di kamarnya...,"jawab Bi Siti.
Oh Alexa ke atas dulu ya Bi...dadah Bi Siti..,"ujar Alexa tersenyum sambil berdadah ria dengan Bi Siti lalu berjalan menuju kamarnya.
Oalah Mbak Mbak !!! Mbak Alexa kurang apalagi toh udah cantik, ceria, sopan, baik, ramah tapi kenapa Mas Ryuga malah mikirin wanita lain. Untung tadi Mbak Alexa nggak ada pas Tuan sama Nyonya ribut sama Mas Ryuga, pasti kasian banget Mbak Alexa kalo denger omonganne Mas Ryuga tadi...,"batin Bi Siti sambil menatap Alexa yang berjalan menaiki anak tangga.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...