
Grace dan juga Dimas yang sudah sejak tadi berdiri di balik pintu di buat menangis setelah medengar pembicaraan yang cukup memilukan hatinya tadi.
"Kita harus jujur dan minta maaf sama mereka Yank! Mudah-mudahan Alexa bisa memikirkan kembali keputusannya. Aku nggak tega sama Shaka dan Sheena, "ujar Grace terisak. Dimas pun menganggukkan kepala menarik tubuh Grace ke dalam pelukannya.
**********
Ryuga melepaskan pelukannya dan menghapus sisa air mata menatap kedua buah hatinya, "Sayang kalian sama omah dan opah dulu ya! Daddy mau bicara sama mommy, "ujar Ryuga menatap kedua buah hatinya.
Shaka mengangguk patuh menatap Ryuga, "Tapi Daddy jangan marah-marah sama mommy ya, kasian mommy, "ujar Shaka menatap Ryuga terisak. Ryuga pun tersenyum menganggukkan kepalanya menatap Shaka.
Namun berbeda dengan Shena, Sheena malah semakin mengeratkan pelukannya terhadap Ryuga seolah tidak ingin berpisah dari Ryuga, "Nggak mau, Daddy bohong, Daddy mau pergi kan? Sheena pengen ikut sama Daddy, "ujar Sheena merengek memeluk Ryuga posesif.
"Daddy nggak pergi sayang, Daddy cuman mau ajak mommy kalian pulang ke rumah kita, nanti Sheena bisa peluk Daddy sepuasnya, "ujar Ryuga mengusap rambut kedua buah hatinya.
Sheena menatap Ryuga dengan wajah memelas, " Beneran, Daddy nggak bohong kan? "tanya Sheena terisak. Ryuga pun menarik kedua sudut bibirnya dan menganggukkan kepalanya menatap Sheena mengusap pipi putrinya dengan lembut.
Sisil menghampiri Ryuga, Shaka dan Sheena, "Sini kalian sama oma dulu ya! biarin mommy sama daddy kalian bicara dulu ya_"
Grace dan Dimas tiba-tiba muncul dan menyela di antara obrolan Sisil dan juga Ryuga, "Biar Grace dan Dimas yang ngelasin semuanya kesalahpahaman ini sama Alexa Mah..Pak, "ujar Grace yang baru saja datang.
Dimas menatap ke arah mantan gurunya, "Pak.., izinkan saya dan Grace untuk menceritakan semuanya kepada Alexa. Dan saya juga mau meminta maaf atas segala perbuatan saya dan Grace yang menyebabkan kesalahpahaman antara bapak dan juga Alexa, "ujar Dimas dengan tulus.
Namun Ryuga hanya diam dan menatap Dimas dan Grace dengan tatapan tajam. Ryuga mengepalkan kedua tangannya hingga memperlihatkan buku-buku jarinya yang memutih, berusaha menahan emosinya di depan kedua anaknya, Sisil dan juga Ardy.
Ardi yang bisa melihat Ryuga menahan emosinya pun mencoba memberi pengertian kepada Ryuga , "Ryuga, biarkan mereka mempertanggungjawabkan semua kesalahan mereka dan meluruskan kesalahpahaman ini. Semoga saja Alexa bisa mengerti dan mempertimbangkan keputusannya lagi, "ujar Ardy menatap Ryuga dengan intens. Mendengar ucapan Ardy seketika hati Ryuga pun melunak.
***********
Tok..tok..tok. .!
__ADS_1
Grace mengetuk pintu kamar Alexa, "Alexa please buka pintunya, ini gue Grace sama Dimas, "ujar Grace menggigit bibirnya merasa gugup menatap Dimas.
Tak ada sahutan dari Alexa, Grace pun kembali mengetuk pintu kamar Alexa, "Lex, gue sama Dimas, mau minta maaf sama loe! Tolong kasih gue kesempatan buat jelasin semuanya, "ujar Grace yang terus mengetuk pintu kamar Alexa.
Cukup lama Grace dan Dimas membujuk Alexa, akhirnya Alexa pun membuka pintu kamarnya. Alexa menundukkan wajahnya yang masih setia dengan tangisnya, wajahnya pun terlihat sembab.
Grace langsung menerobos masuk ke dalam kamar Alexa memeluk Alexa dengan erat, "Lex..,maafin kesalahan gue sama Dimas selama ini, Lex! Gue tahu kesalahan gue sama Dimas nggak bisa loe maafin. Lex..,selama ini gue selalu hidup di bayang-bayangi dengan rasa bersalah gue terutama sama Shaka dan Sheena. Setiap kali gue melihat loe, Shaka dan Sheena, dada gue sesek banget Lex. Gue nggak bisa tenang kalo belum minta maaf dan menjelaskan semuanya ke loe Lex, "ujar Grace menangis dalam peluk Alexa.
Alexa hanya terdiam dalam pelukan Grace karena dia hanya memikirkan segala keegoisannya yang membuatnya begitu merasa bersalah terhadap Ryuga dan juga kedua buah hatinya.
Grace melepaskan pelukannya dan menatap Alexa yang masih menundukkan wajahnya, "Lex, sebenarnya 5 tahun yang lalu gue sama Dimas kerja sama buat ngancurin hubungan loe sama Pak Ryuga_"
Seketika Alexa terkejut dan menatap wajah Grace dan Dimas secara bergantian, "Apa maksud omongan loe Grace? Kalian kerjasama apa sih maksudnya? "tanya Alexa penasaran menatap Grace dan Dimas secara bergantian.
Grace menatap Alexa dengan rasa penuh penyesalan yang terdalam, "Lex, sebernarnya foto-foto mesra loe sama Dimas dulu, itu gue yang ngirim ke tante Retno. Gue juga yang udah menghasut tante Retno biar benci sama loe. Dulu gue berharap dengan tante Retno ngebenci loe, loe berpisah dengan Pak Ryuga dan gue bisa dapetin Pak Ryuga. Lex.., kita berdua yang udah merekayasa foto itu, "ujar Grace meneteskan air mata penyesalannya, sedangkan Alexa tidak bisa berkata-kata setelah mendengar ucapan Grace. Alexa hanya terpaku menatap Grace yang menangis menundukkan wajahnya.
Dimas pun menatap Alexa, " Sa..,aku yang udah nyuruh Grace buat ngelakuin itu semua. Maafin aku Alexa, dulu aku lakuin itu, karena aku pengen dapetin kamu. Tapi ternyata aku salah, ternyata aku ngelakuin itu justru malah bikin kamu tambah menderita. Maafin aku Alexa aku bener-bener nyesel_"
Plakkk..!
Plakkk..!
Grace menatap Alexa dengan mata yang berkaca-kaca, "Sekali lagi gue dan Dimas minta maaf Lex, gue juga nggak berharap loe mah maafin kesalahan kita tapi, dengan gue ceritain semuanya ke loe, perasaan gue setidaknya bisa lega, "ujar Grace yang langsung meninggalkan kamar Alexa bersama Dimas.
Setelah kepergian Grace dan Dimas, Alexa menjatuhkan dirinya dan duduk di sisi ranjangnya semakin terisak pilu. Alexa tidak sanggup lagi merasakan gejolak dalam dadanya, setelah mengetahui alasan Retno begitu membencinya. Alexa memukul-mukul dadanya yang terasa sesak, "Kalian bener-bener jahat, gue nggak nyangka loe bisa setega itu Dim, "ujar Alexa menangis tersedu-sedu.
************
Ryuga kini sudah berdiri di depan kamar Alexa menatap iba ke arah Alexa yang duduk di sisi ranjang menangis menundukkan wajahnya. Ryuga menghampiri Alexa, "Alexa..apa kamu tetap bersikeras dengan keputusan kamu untuk tetap berpisah dariku? "tanya Ryuga menatap Alexa.
__ADS_1
Alexa menatap Ryuga sekilas yang berdiri di hadapannya, "Cukup kak, jangan mengajak aku berdebat lagi, aku capek, "ujar Alexa dengan nada lemah sama sekali tidak menatap Ryuga.
"Alexa.., apa kamu nggak bisa bersikap sedikit lunak terhadap aku demi Shaka dan Sheena, apa kamu nggak mendengar gimana ucapan mereka tadi, "ujar Ryuga.
Alexa mengepalkan kedua tangannya menahan emosinya yang selama ini ia pendam, " Please kak ngertiin aku, aku udah bilang aku nggak mau berdebat. Aku capek, "ujar Alexa dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.
Ryuga menghembuskan nafas kasarnya meraup wajahnya frustasi, "Sampai kapan kamu terus menghindari aku? Kamu benar-benar berubah Alexa, kamu semakin egois_, "
Alexa menatap tajam ke arah Ryuga tersulut emosi, "Iya aku menang udah berubah, karena papah aku nggak pernah ngarjain aku apa itu kelembutan dan kasih sayang. Aku juga emang egois, itu karena mamah kamu nggak pernah ngasih aku kesempatan bicara. Aku belajar semua itu dari mereka. Kakak itu nggak tau apa yang aku alami selama ini, jadi kakak nggak usah sok tau_"
"Itu semua karena kamu nggak pernah mau ceritain tentang beban kamu sama aku, kamu selalu memendam itu semua sendiri, "ujar Ryuga tegas memotong ucapan Alexa.
Alexa tertawa dengan lirih, "Untuk apa aku ceritain semuanya, apa yang kakak harapin dari anak seorang pembunuh seperti aku, aku cuman benalu di keluarga kakak. Bahkan sampai terakhir kali pertemuan kita di sekolah waktu itu, Kakak lebih milih menolong Sita daripada aku waktu itu. Kakak juga ngabaiin semua panggilan dan chat aku waktu itu, saat dimana papahku menyiksa aku di rumah sakit, dan saat mamah Retno terus menekan dan merendahkan aku di depan Sita. Tapi apa yang Kakak lakuin, justru aku melihat dengan mata kepala aku sendiri Kakak sama perempuan rendahan itu pelukan depan aku. Apa kakak mau tau gimana hancurnya perasaan aku saat itu? Mungkin Kakak udah melupakan kejadian itu, tapi buat aku setelah aku sadar dan mengingat semuanya kejadian itu seolah baru terasa seperti kemarin, "ujar Alexa berderai air mata memukul-mukuli dadanya yang terasa sesak.
Greb..!
Tanpa aba-aba Ryuga langsung menarik tubuh Alexa ke dalam pelukannya, namun Alexa terus memberontak memukul-mukul dada bidang Ryuga meluapkan emosinya yang selama 5 tahun ini sudah ia pendam.
Ryuga meresapi rasa bersalahnya dan menerima pasrah penghakiman dari Alexa, "Maafin aku Yank, aku udah tahu semuanya. Maafin semua kesalahan dan kebodohan aku selama ini, terutama perbuatan Mamaku terhadap kamu. Tapi aku mohon kamu jangan pergi dari aku, jangan kamu korbankan kebahagiaan Shaka dan Sheena. Apakah kamu ingin nasib mereka seperti kamu, jangan kamu berikan karma yang kejam untuk mereka, "ujar Ryuga mengusap punggung Alexa yang mulai sedikit tenang.
Alexa mencengkram kemeja Ryuga menghentikan penghakimannya, "Kakak jahat sama aku! Aku benci sama kakak! Kakak bener-bener brengsek, "ujar Alexa tersedu-sedu menelusupkan wajahnya di dada bidang Ryuga.
Cukup lama Alexa tenggelam dalam tangisannya yang begitu pilu tiba-tiba perhatiannya teralihkan saat mendengar panggilan kedua buah hatinya.
"Daddy..Mommy, "ujar Shaka dan Sheena secara bersamaan menatap ke arah Alexa dan Ryuga.
Ryuga dan Alexa terkejut saat melihat siapa yang datang bersama kedua buah hatinya.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...