Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Di Usik Masa Lalu.


__ADS_3

Alexa sudah rapih dengan seragam sekolahnya, berhias diri menatap wajahnya yang nampak kusut dan pucat di depan cermin. Sejak semalam matanya sama sekali tidak ia tepejamkan karena banyaknya masalah yang menupuk di dalam otaknya.


"Drrrrttt !.. Drrrttt.."ponselnya bergetar."


"Hallo Yank," ujar saut Alexa dengan nada lemah."


"Aku kangen Yank,..kamu udah berangkat?" tanya Ryuga nadanya terdengan manja.


"Belom.., sama Yank aku juga kangen, malah aku kangen banget, jawab Alexa kemudian terisak membungkam mulutnya dengan satu tangan."


"Lo kamu nangis Yank, kamu kenapa Yank?" tanya Ryuga dengan nada suara yang terdengar sedikit panik.


"Aku gpp Yank, aku cuman kangen aja sama kamu, sama khawatirin keadaannya Papah," jawab Alexa menahan tangisnya.


Masa sih kok nangisnya sedih banget kayaknya. Ya udah, nanti kamu kalo udah sampe langsung ke ruangan aku ya, sekalian kamu bawain laptop aku. Soalnya aku dari rumah sakit langsung ke sekolah, di rumah sakit juga udah ada Mamah sama Mamahnya Reyhan. "Aku lagi di perjalanan sekarang, soalnya bu Farida nelpon, nanti ada tamu mau nemuin aku di sekolah," ujar Ryuga.


"Iya Yank..trus jadwal operasinya Papah kapan Yank?" tanya Alexa.


"Jam 2 Yank, nanti pulang sekolah kita langsung ke rumah sakit ya," ajak Ryuga.


.


.


Sampai di depan sekolah Alexa melihat, Rena, Kipli dan juga Dimas terlihat menunggunya. Alexa mengadahkan wajahnya menatap ketiga sahabatnya tersenyum, Rena berlari menghampiri Alexa memeluk erat sahabatnya dengan perasaan iba.


"Lex, lo yang sabar ya," ujar Rena air matanya mengalir begitu saja. Rena tidak tega memberitahu Alexa mengenai kasus Papahnya yang sudah diketahui hampir seluruh siswa di sekolah. Alexa menarik nafasnya dalam-dalam menahan air matanya agar tidak tumpah lagi. Rena melepaskan pelukannya menggandeng tangan Alexa tersenyum.


"Muka lo pucet banget Lex..lo sakit ya?" tanya Rena khawatir.


"Gue gpp kok Ren, gue cuman kurang tidur aja," ujar Alexa tersenyum.


Seorang siswa yang baru saja datang, tiba-tiba saja menyerobot menabrak bahu Alexa dengan kasar.


"Eh minggir lo, jangan ngalangin jalan gue.., dasar maling," ujar seorang siswi perempuan menatap sinis Alexa.


"Woy.., mata lo melek makanye kalo jalan!, goblok ye..! jalan lega-lega malah milih nabrak," ujar Kipli kesal memaki siswi yang menghina Alexa.


"Kipli udah, gue tau kok alesan mereka gitu,..lagian gue juga gpp kok," saut Alexa memaksakan tersenyum.


Rena menatap Alexa terkejut "Lo udah tau Lex kalo_?" tanya Rena ragu-ragu menahan ucapannya. Alexa mengangguk memaksa tersenyum menatap Rena.


"Lex lo jangan sedih ya, mereka ngomong gitu karena mereka nggak tau apa-apa tentang masalah lo. Sumpah gue emosi banget dengerin omongannya mereka," ujar Rena menatap Alexa tidak tega.


"Gue gpp kok,...Ren, makasih ya gue bersyukur punya sahabat kaya lo, yang nggak ninggalin gue pas gue kaya gini," ujar Alexa dengan mata berkaca-kaca. Alexa menarik nafasnya berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh.


"Sa.., aku mau minta maaf Sa, sama sikap aku yang semalam," ujar Dimas lirih.


"Semalam, emang lo ngapain Dim?" tanya Rena penasaran. Dimas pun tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan Rena, begitupun Alexa ia terlihat acuh melihat Dimas yang meminta maaf padanya.


Dimas mulai menyesali keputusannya bekerja sama dengan Grace, karena Grace tidak menepati janjinya membuat Alexa terkena masalah di sekolah. Dimas yang sejak tadi menghubungi serta mencari keberadaan Grace yang sama sekali belum menunjukkan batang hidungnya sehingga ia pun terlihat kesal, sepertinya Grace tidak berani datang ke sekolah akibat berita tentang Alexa yang sudah tersebar karena ulahnya.

__ADS_1


.


.


"Brukkk..!"


Seseorang terlihat menabrak bahu Dimas dengan kasar hingga ia terhuyung. Untung saja ada Kipli yang sigap menahan tubuh Dimas.


"Yank udah ini di sekolah Yank..inget," bisik Alexa yang terlihat panik, sama dengan Rena dan juga Kipli mereka juga terlihat panik.


Ryuga menata tajam Dimas, memegang bahunya dan mendekatkan mulutnya ke telinga Dimas.


"Kalo bukan di sekolah, saya udah beri kamu pelajaran, karena sudah berani menyentuh milikku," ujar Ryuga langsung mendorong lagi bahu Dimas kasar.


Di depan Dimas, Ryuga menautkan tangannya menggenggam Alexa dengan erat. Ryuga menatap tajam ke arah Dimas, ia sudah muak dengan rivalnya tersebut yang terus saja mencari celah untuk mendekati miliknya. Ryuga menarik tangan Alexa posesif menjauhkannya dari Dimas, membawanya ke menuju ruangannya.


Saat berjalan di konidor sekolah, Ryuga tidak memperdulikan setiap mata memandang ke arah tangannya yang menggandeng tangan Alexa. Berbeda dengan Alexa yang terlihat panik dan terus saja menarik tangannya dari genggaman Ryuga.


"Pak lepasin saya tolong," ujar Alexa berjalan sambil menundukkan wajahnya malu.


"Eh liat deh, pasti Pak Ryuga mau di interogasi si Alexa tuh kayaknya."


"Papahnya maling, anaknya banyak tingkah."


"Kasian ya Alexa,"


"Mampus lo, abis lo Lex,"


Ryuga dan Alexa bisa mendengar jelas hujatan-hujatan kasar setiap siswa-siswi yang melintas melewatinya, namun tak sedikit pula ada siswa-siswi yang merasa prihatin terhadap Alexa. Ryuga mengepalkan tangannya saat mendengar makian para siswa tersebut yang ditujukan untuk istrinya.


"Rupanya ini yang membuat kamu menangis Alexa," batin Ryuga terus berjalan menuju ruangannya. Tidak ada sahutan apapun dari Ryuga saat Alexa terus menarik-narik tangannya yang masih di genggam Ryuga.


Ryuga sampai di dalam ruangannya melepaskan genggamannya menatap Alexa iba. "Yank kamu_, ucapan juga pun tertahan saat, Alexa memeluk Ryuga dengan erat menangis tersedu-sedu. Ryuga yang mendengar tangisan istrinya yang begitu menyayat sungguh hatinya pun ikut merasa sakit.


Alexa sudah tidak kuat lagi merasakan beban dalam hatinya sejak semalam. Ada yang lebih menyakitkan daripada mendengarkan ucapan-ucapan para siswa-siswi tadi yang menghujatnya.


"Aku cinta sama kamu Yank, aku kangen sama kamu, aku nggak mau kehilangan kamu, maafin aku Yank," ujar Alexa sesenggukan memeluk Ryuga erat-erat.


"Kamu pasti mikirin ucapan-ucapan siswa-siswi tadi kan, makannya kamu nangis kayak gini," ujar Ryuga mencoba melihat wajah Alexa. Mendengar ucapan Ryuga, Alexa semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ryuga dan mengeratkan pelukannya hatinya terasa sesak mulutnya terasa terkunci menjelaskan apa yang ia rasakan saat ini.


"Udah kamu jangan nangis lagi ya Yank, aku udah ketemu sama Papah kamu dan niatnya aku akan mengadakan rapat dengan para guru dan staf di sekolah, untuk menyelesaikan masalah ini dan juga aku mau sekalian mengumumkan sama semua orang di sekolah ini nanti pas upacara, kalo kamu itu istri aku, supaya nggak ada lagi yang bisa menghina dan menyakiti kamu," ujar Ryuga mengusap lembut rambut Alexa.


Alexa menyembulkan wajahnya menatap Ryuga dengan wajah terlihat sedih," Jangan Yank aku mohon," ujar Alexa panik mengingat ucapan Retno semalam yang cukup membuat nyalinya menciut.


"Kenapa sih Yank, kamu pikir aku tega liat kamu di hujat kaya tadi Yank, please Yank aku ini suami kamu, biarin aku ngelindungin kamu," ujar Ryuga frustasi.


.


.


Tok..tok..tok

__ADS_1


Ryuga menatap Alexa, ia sungguh tidak puas karena percakapannya harus diganggu dengan suara ketukan pintu. Alexa pun langsung buru-buru melepas pelukannya dan menghapus sisa air matanya dan merapihkan pakaiannya.


"Masuk," saut Ryuga menghembuskan nafasnya menatap Alexa tidak tega.


"Selamat pagi Pak, maaf mengganggu...,eh ada Alexa rupanya di sini," ujar Bu Farida ramah. Alexa pun hanya tersenyum kaku menatap di Bu Farida.


"Maaf Pak hari ini kita kedatangan tamu dari para mahasiswa Pelita Jaya, yang ingin melakukan wawancara untuk tugas observasinya, kemarin saya udah terima dan acc surat permohonan kunjungannya sesuai perintah Bapak," ujar Bu Farida.


"Apa Universitas mana tadi bu?" tanya Ryuga terkejut.


"Pelita Jaya Pak," saut Bu Farida.


Ryuga pun langsung mengerutkan kedua alisnya, ia terlihat berpikir setelah mendengar nama kampus lamanya.


"Jangan - jangan, apa mungkin itu_," batin Ryuga menduga.


"Pak bagaimana?" tanya Bu Farida kembali saat menatap Pak Ryuga yang terlihat tidak fokus.


"Oh maaf Bu, suruh persilahkan masuk," ujar saut Ryuga.


Dan Bu Farida pun berjalan keluar ruangan Ryuga, memanggil ke lima mahasiswa yang menunggu di luar ruangan Pak Ryuga.


"Kring..Kringg..!"


Suara bell tanda masuknya sekolah pun berbunyi.


"Selamat Pagi Pak," ujar kelima para mahasiswa tersebut dengan kompak.


"Pagi, saut Ryuga langsung menatap kelima mahasiswa tersebut."


Alexa terpaku saat melihat salah satu seorang mahasiswa yang masuk ke dalam ruangan suaminya.


Sita," batin Ryuga dan juga Alexa yang sama terkejutnya saat melihat seseorang yang amat mereka kenal. Ryuga langsung buru-buru melirik Alexa yang terlihat menunduk lesu. Ryuga sendiri belum mengetahui bahwa Alexa sebenarnya sudah mengenal Sita.


"Ga, eh Pak Ryuga maksud saya, maaf," ujar Sita tersenyum menyapa mantan kekasih yang terlihat bengong menatap Sita tidak percaya.


Pertama-tama saya mau mengucapakan terimakasih atas rekomendasi Bapak Ryuga waktu itu. "Dan kami juga mau mengucapkan terima kasih juga terhadap Bu Farida yang sudah menerima kami dengan ramah sehingga kami bisa berkunjung ke SMA Garuda Bangsa," ujar Sita tersenyum. Sita melirik ke arah Alexa ia merasa puas saat melihat raut wajah Alexa yang terlihat langsung mendung.


"Maaf Pak saya keluar dulu, udah bell.. permisi Bu Farida, " ujar Alexa saat merasakan posisinya saat ini seperti orang bodoh, dan ia pun langsung berjalan dari tempatnya berdiri tanpa menatap ke arah Ryuga.


"Loh kamu bukannya cewek yang waktu itu saya liat di cafe," ujar Sita menatap Alexa.


"Bukan Kak, kayanya Kakak salah orang ," saut Alexa dan buru-buru keluar ruangan.


"Ah itu kamu, saya inget kok," ujar Sita mengamati Alexa. Mendengar ucapan Sita, Ryuga pun langsung terkejut. Bagaimana Sita bisa mengenal Alexa sedangkan ia sendiri belum mengenalkan Alexa kepadanya.


"Alexa tunggu," panggil Ryuga berusaha menahan Alexa. Namun Alexa tidak menggubrisnya dan pergi meninggalkan ruangan Ryuga dengan perasaan kecewa. Alexa berlari menapaki anak tangga, menuju kelasnya sambil mengusap air matanya.


"Kenapa dia bisa ada di sini? apa coba maksud omongannya tadi ?," batin Alexa bertanya-tanya.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2